Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Pengumuman


__ADS_3

Tidak terasa, sudah seminggu Mentari sekolah disini. Selama itu pula Daffa selalu mengikuti kemanapun dia pergi.


Sedangkan Ervin masih terus melancarkan aksinya untuk menaklukan Ervina.


Mentari tidak keberatan dengan sikap Daffa yg selalu menempel padanya disekolah.


Seperti sekarang, saat jam makan siang Mentari duduk dikursi taman sekolah. Tak lama, Daffa datang lalu duduk disampingnya.


"Daf, pagi ini aku ada nyiapin bekal buat kamu.


Kamu mau nyobain gk "?? tanyaku sambil memberikan kotak makan siang.


" Boleh " jawab Daffa menerima bekal yg kubawa.


Beberapa hari mengenal Daffa, aku bisa melihat kalau dirinya seperti merindukan sebuah kasih sayang.


Dia terlihat sangat nyaman saat aku memberikan perhatian2 kecil padanya.


Saat aku menceritakan tentang Daffa pada ayah dan bunda, bunda langsung memintaku untuk membuat bekal makan siang untuknya.


Daffa terdiam begitu membuka kotak makan siangnya. Sesaat terlihat keraguan dimatanya.


"Kenapa Daf, kamu gk suka "?? tanyaku.


" Mentari, seandainya aku terluka apa kamu bakalan ngerasa sakit "??.


Aku bingung mendengar pertanyaan Daffa.


" Kenapa nanya kaya gitu. Kamu ngerasa gk nyaman?? Atau kamu sakit "??.


" Jawab Mentari " paksanya.


"Aku pasti sedih kalau kamu sakit. Ada apa si Daf, cerita sama aku " tanyaku lagi sambil mengelus tangannya.


Aku merasa saat ini Daffa sedang menyembunyikan sesuatu.


Dia tidak menjawabku tapi malah tersenyum. Dia mulai memakan bekal dariku.


"Enak. Kamu yg masak "??


" Iya, kamu suka "?? tanyaku saat melihat Daffa makan dengan lahap.


Daffa menganggukan kepalanya. Daffa jarang mengungkapkan perasaannya. Dia lebih banyak diam.


Daffa yg merasa diperhatikan, menghentikan makannya. Menatapku, lalu tangannya mengambil makanan miliknya ingin menyuapiku.


Aku menerima suapannya. Akhirnya kami makan dengan Daffa yg dengan telaten menyuapiku.


Tanpa kami sadari, beberapa siswi cemburu melihat kedekatan kami.


Teman2 Daffa juga memperhatikan kami dari jauh.


***


Papan mading.


" Gue gk nyangka Daffa bisa sedeket itu ma Mentari. Selama ini yg kita tau kan dia kayak gk punya nafsu liat cewek " ucap Rian yg baru saja melihat kemesraan temannya.


"Gue seneng ada yg perhatian ke dia. Selain kita bertiga, Daffa gk pernah mau deket sama siapapun. Bahkan dari kecil cuman gue satu-satunya temen dia " jawab Ervin.


"Vin, lo yg paling lama sahabatan ma Daffa. Sebenernya dia kenapa sifatnya kaya gitu si "?? tanya Rendra ingin tahu.


" Gue gk tau jelasnya kayak gimana. Mommy gue cuma bilang kalo mamanya Daffa udah meninggal sejak dia bayi. Mungkin dia kekurangan kasih sayang ditambah lagi sifat bokapnya yg selalu nglarang2 dia. Makanya sifat dia jadi kayak gitu ".


" Kasian juga sih. Gk kebayang gue kalo masih diatur2 orangtua kaya Daffa " jawab Rendra.


"Makanya, sekolah yg bener. Beruntung lo punya ortu yg selalu ngedukung lo, gk kaya Daffa. Jangan cuma mikirin cewek " ejek Ervin.

__ADS_1


"Cewek cuma buat hiburan Vin. Sekolah tetep nomor satu. Gini2 gue juga mau kali banggain orangtua gue " jawab Rendra.


"Bisa aja lo biji rambutan " ejek Rian lagi sambil mencolek dagu Rendra.


Bener yg dibilang Rendra. Senakal apapun kami sekarang, buat kami pendidikan adalah hal yg paling penting.


"Eh, ada apaan tuh?? rame banget "??.


Ervin dan Rendra melihat kearah yg dimaksud Rian.


Para siswa sedang berkumpul didepan papan mading.


" Kayaknya ada pengumuman deh. Kesana yok " ajak Ervin.


Kami segera berjalan kearah mading. Ternyata benar, ada pengumuman disini.


 


PENGUMUMAN


 


KEPADA SELURUH SISWA SEKOLAH SMA TARUNA BANGSA, MENJELANG BERAHIRNYA MASA JABATAN OSIS TAHUN INI PIHAK SEKOLAH INGIN MENGADAKAN SEBUAH KEGIATAN YANG WAJIB DIIKUTI OLEH SELURUH SISWA.


DIHARAPKAN SETIAP KELAS MEMBERIKAN SATU PERWAKILAN.


KEGIATAN BISA DALAM BENTUK APAPUN.


BAGI MURID YG INGIN IKUT BERPATISIPASI SILAHKAN MENDAFTAR KEPADA KETUA OSIS.


TERIMA KASIH.


Ervin dan teman2nya masih berdiri didepan mading. Beberapa siswi berdesakan ingin lebih dekat dengan mereka.


"Gk kerasa udah mau abis aja ya jabatan kita " ucap Ervin sambil tersenyum meninggalkan kerumunan para siswi.


"Udah biarin aja. Mereka tau cowok mana yg pantes diikutin " jawab Rendra sambil mengedipkan mata kearah para siswi. Membuat siswi2 itu berteriak histeris.


"Eh, keruang Osis yuk. Kita disuruh kesana " ajak Rian saat mendengar panggilan dari pengeras suara. Meminta kepada semua anggota Osis untuk datang keruangan.


Mereka bertiga segera menuju ruang Osis. Beberapa anggota sudah menunggu mereka.


"Daffa mana Vin "?? tanya Agnes, bendahara Osis.


" Lagi asik pacaran " celetuk Rendra.


Kami semua tertawa mendengar jawaban Rendra. Kabar kedekatan Daffa dan Mentari sudah diketahui oleh satu sekolah.


"Iri lo ceritanya "?? ledek Agnes.


" Nggak lah. Kan ada elo Nes "..


Agnes melemparkan buku kearah Rendra. Semua saling bercanda sambil membahas tentang kegiatan yg diadakan pihak sekolah.


Sementara itu, ditaman Daffa dan Mentari masih duduk setelah memakan bekal makan siang mereka.


Terdengar panggilan dari pengeras suara meminta kepada seluruh anggota Osis untuk datang keruang Osis segera.


" Daff, kamu dipanggil tuh ".


Mentari melihat Daffa yg diam saja mendengar panggilan itu.


" Kamu kan anggota Osis, kamu harus kesana. Mereka pasti udah nungguin kamu " ucap Mentari lagi saat Daffa masih belum pergi.


"Daffa "


Mentari menyentuh lengan nya. Akhirnya Daffa menganggukkan kepalanya lalu berdiri.

__ADS_1


"Kamu gk masuk kelas "?? tanyanya.


" Aku mau jalan2 dulu bentar Daf. Udah sana " ucap Mentari sambil mendorong Daffa.


Daffa tersenyum lalu meninggalkan Mentari.


Saat mentari sedang membereskan bekal makan siangnya, tiga orang siswi berjalan kearahnya.


"Ckckck, ini dia anak baru yg sok kecentilan. Berani banget lo godain Daffa " cibir salah satu dari mereka.


Mentari yg mendengar perkataan mereka menghentikan kegiatannya.


Menghirup udara sebanyak2nya karena lagi2 didatangi penggemar Daffa.


"Aku gk godain Daffa ".


" Lo pikir kita gk punya mata hahh. Udah jelas2 lo tadi godain Daffa " maki mereka sambil mendorong Mentari sampai jatuh.


Mentari berteriak kaget saat mereka mendorongnya, lehernya terkena cakaran mereka.


Mereka tertawa setelah mendorong Mentari.


Saat mereka ingin menarik rambut Mentari, Ervina dan kedua sahabatnya datang.


"Heyy, ngapain lo bertiga. Lo apain temen gue "!! teriak Ervina saat melihat mereka berusaha melukai Mentari.


" Ya ampun Mentari, leher lo berdarah " panik Lisa saat melihat bekas cakaran dileher Mentari.


Maya yang kaget mendengar teriakan Lisa, langsung mendorong salah satu dari mereka yg menjadi ketua gengnya sampai jatuh.


"Berani banget lo nge-bully temen gue " bentak Maya kesal.


"Kurang ajar lo May. Berani lo dorong gue " bentak gadis yg didorong Maya tadi sambil berusaha berdiri dibantu kedua temannya.


"Kenapa emang. Jangankan cuma dorong, botakin kepala lo gue juga berani. Kenapa lo gangguin temen gue "??.


" Karena temen lo berani ngerebut cowok gue. Daffa itu milik gue ".


" Sejak kapan Daffa jadi cowok lo. Jangan halu lo Sil " ejek Maya pada gadis yg bernama Sisil itu.


"Elo..


" Apa, mau marah lo?? Sini kalo berani "!! tantang Maya saat Sisil menunjuk wajahnya.


" Awas aja lo " ancam Sisil.


" Gue gk takut " jawab Maya.


Sementara Ervina dan Lisa membantu Mentari berdiri. Maya masih bertengkar dengan siswi yg tadi mengganggu Mentari.


"Pergi gk kalian. Atau kalian bertiga mau gue laporin ke kepala sekolah " ancam Maya.


Mereka segera meninggalkan tempat ini setelah diancam Maya.


"Heran gue. Dari dulu gk ada kapok2nya tu anak. Suka bener nge-bully siswa lain " ucap Lisa saat siswi2 itu sudah pergi.


"Iya Lis, benci banget gue liat Sisil sama antek-anteknya " kesal Maya yg saat ini duduk disamping Mentari.


"Lo gk papa kan?? Harusnya lo bales kalo dibully, jangan diem aja "!! ucap Maya pada Mentari.


" Udah lah gk papa. Kalo mereka diladenin, yg ada mereka malah makin jadi " jawab Mentari.


"Tapi lo juga perlu melindungi diri Mentari. Lihat ni, leher lo luka " ucap Maya sambil menatap ngeri luka dileher Mentari.


"Udah2, sekarang kita ke UKS ngobatin luka Mentari. Takutnya nanti malah infeksi " lerai Ervina yg melihat Maya masih ingin mengomel karena ulah Sisil dan teman2nya.


"Iya, siapa tau kuku nenek sihir itu ada peternakan kumannya " sahut Lisa.

__ADS_1


Kami berempat segera menuju ruang uks, Ervina dengan cekatan membersihkan luka Mentari. Sementara Maya dan Lisa menunggu diluar ruangan sambil sesekali mengomel.


__ADS_2