Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Amukan Daffa


__ADS_3

Daffa membantu Mentari turun dari mobil. Pagi ini dia sengaja menjemput Mentari dirumahnya.


"Harusnya kamu izin gk masuk sekolah aja " ucap Daffa saat mereka mulai berjalan kearah kelas.


"Nggak papa,aku kan masih baru disekolah ini. Kalo izin nanti tinggalan pelajaran Daf " jawab Mentari. Kakinya masih sedikit sakit jika dibawa berjalan.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan. Tidak menyadari jika ada sepasang mata yg menatap mereka iri.


"Lo harusnya gandeng tangan gue Daf, bukan cewek miskin itu ".


" Aku ke toilet sebentar. Kamu disini aja ".


Mentari mengangguk lalu duduk di kursi sambil membaca buku menunggu Daffa kembali dari toilet.


" Ikut gue lo " teriak Sisil sambil menarik tangan Mentari yg sedang duduk sendirian.


Dia sejak tadi menunggu Daffa meninggalkan Mentari.


"Sil, kamu apa-apaan si. Lepasin gk " ucap Mentari berusaha melepaskan tangan Sisil.


"Kalo gue gk mau, lo mau apa "!! bentak Sisil sambil mendorong Mentari ke tembok samping sekolah.


" Aawww...!!!!!


Kamu kenapa lagi sih Sil " ucap Mentari sambil berteriak kesakitan saat kepala dan punggungnya menabrak tembok.


"Lo masih tanya kenapa "??!!!


Lo ini gk punya otak apa pura-pura **** sih. Kayaknya pelajaran gue kemaren masih kurang ya. Makanya lo masih godain cowok gue " bentak Sisil sambil menarik rambut Mentari.


"Sil, lepasin tangan kamu. Kepalaku sakit ".


Sisil tidak peduli melihat Mentari yg kesakitan. Dia terus menarik dengan kuat rambut Mentari.


"Gue gk peduli. Ini akibatnya kalo lo berani ganguin cowok gue. Daffa itu cuma milik gue. LO DENGER GK. DAFFA CUMA MILIK GUE "!!!!!


teriak Sisil histeris sambil membenturkan kepala Mentari ke tembok.


Mentari yg sudah kesakitan sejak tadi merasa matanya berkunang-kunang saat Sisil membenturkan kepalanya. Tubuhnya merosot ke lantai. Kepalanya semakin bertambah pusing.


"Daffa, tolongin aku " bisiknya lirih. Pandangan Mentari menjadi buram. Dia bahkan melihat bayangan Sisil menjadi tiga orang.




Daffa yg baru keluar dari toilet segera menghampiri Mentari. Dia menatap heran saat melihat kursi yg di duduki Mentari kosong. Dia cuma melihat buku miliknya terjatuh di lantai.


Tiba\-tiba dia merasa tidak enak. Mentari biasanya tidak akan kemana\-mana saat dia memintanya menunggu. Kenapa sekarang dia tidak ada. Ini aneh, pikirnya.



Saat Daffa sedang mencari Mentari, dia mendengar sebuah teriakan dari arah samping sekolah.


Dia segera menghampiri arah suara itu. Matanya melotot saat melihat Mentari terjatuh dilantai.



"Mentari "!!!!! teriaknya.



Siswi yg berdiri di depan tubuh Mentari melihat kearah Daffa. Dia tersenyum tipis kearahnya.



Daffa terkejut saat tau ternyata lagi\-lagi Sisil yg menyakiti Mentari.


Dia segera mendorong Sisil yg masih berdiri di depan Mentari.



"Lo apain lagi Mentari " bentak Daffa sambil mencekik leher Sisil lalu mendorongnya ke tembok.


__ADS_1


"Gue cuma kasih dia pelajaran karena udah berani ngrebut lo " jawabnya santai.


Rasa suka yg dirasakan Sisil sudah tidak wajar lagi. Membuatnya sangat terobsesi untuk memiliki Daffa. Dia bahkan meminta seseorang untuk mengikuti Daffa.



"Daffa " panggil Mentari lirih sebelum akhirnya pingsan.



Daffa yg melihat Mentari pingsan langsung melepaskan Sisil. Dia lalu menggendong Mentari untuk dibawa ke UKS.



"Lo tunggu aja Sil " ancam Daffa sebelum membawa Mentari pergi dari tempat itu.



Sisil hanya tersenyum melihat Mentari yg tidak sadarkan diri. Dia merapihkan pakaiannya lalu berjalan masuk ke kelasnya tanpa merasa bersalah telah melukai orang lain.



Daffa begitu panik saat membawa Mentari ke ruang UKS.


Wajah Mentari sangat pucat. Rambutnya yg tadi di ikat rapi sekarang sudah berantakan.



"Dok, tolongin Mentari. Dia pingsan " teriak Daffa terengah\-engah.



Dia menerobos masuk keruangan dokter tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu.


Membuat dokter diruangan ini terperanjat kaget mendengarnya berteriak.



"Baringkan di ranjang biar saya periksa " jawab dokter.



Daffa terus memperhatikan mereka sampai akhirnya dokter bertanya padanya.



"Apa yg terjadi. Kenapa dia bisa pingsan "???



Daffa diam saja. Darahnya mendidih saat teringat kejadian bagaimana Sisil menyakiti Mentari.


Tanpa banyak bicara, Daffa berjalan keluar dari ruangan itu. Tidak peduli dengan suara dokter yg terus memanggilnya.


Dia dengan sangat emosi berjalan kearah kelasnya.



Brraakkkkkk.....



Daffa dengan kasar mendobrak pintu kelasnya. Semua siswa yg sedang belajar sangat terkejut. Termasuk guru yg sedang mengajar.



" Daffa, apa\-apaan kamu ini. Kenapa mendobrak pintu " bentak Bu Susi.



Daffa tidak perduli dengan bentakan gurunya. Dia dengan penuh emosi berjalan kearah meja Sisil.



"Lo kenapa si Daf, lepasin gue "!!!

__ADS_1


Sisil berteriak kaget saat Daffa tiba\-tiba menarik kerah bajunya hingga membuatnya berdiri.


Daffa dengan kasar melemparkannya kedepan kelas.



"Lo bilang kenapa,!!!!


Lo lupa apa yg lo lakuin ke Mentari. Belum cukup lo nyakitin Mentari kemaren hahhhh "!!! bentak Daffa sambil mencengkeram rambut panjang Sisil. Sisil meringis merasakan perih di kepalanya.



" Daffa, lepaskan Sisil. Kamu tidak boleh bersikap kasar seperti ini " teriak Bu Susi panik sambil berusaha melepaskan tangan Daffa dari kepala Sisil.



"Minggir "!!! bentak Daffa sambil mendorong Bu Susi hingga hampir terjatuh.


Dia sudah kalap melihat Mentari yg pingsan tadi. Dia hanya ingin membalas apa yg diperbuat Sisil pada Mentari\-nya.



Ervin yg melihat sahabatnya mengamuk segera berlari kearahnya. Dia tau sangat jelas seperti apa emosinya.



"Daf, lo tenang dulu. Lo gk boleh kayak gini " ucap Ervin sambil menangkap tangan Daffa yg ingin memukul Sisil.


Sementara Rendra membantu Bu Susi yg hampir terjatuh tadi.



Rian membantu Ervin yg terlihat kewalahan memegangi Daffa. Dia seperti kerasukan. Tenaganya benar\-benar sangat kuat.



"Lo tenang Daf. Lo ceritain ke gue apa masalahnya " bujuk Ervin yg sekarang sudah memeluk Daffa. Ini satu\-satunya cara meredam emosi Daffa.



"Wanita iblis ini nyakitin Mentari Vin. Dan sekarang Mentari pingsan " jawab Daffa yg sedikit tenang karena Ervin memeluknya. Matanya masih menatap tajam kearah Sisil yg ketakutan.


Semua yg diruangan ini terkejut mendengar ucapan Daffa. Semua mata melihat kearah Sisil.



"Bohong.Itu gk bener " Sisil berusaha membela diri.



"Bohong lo bilang. Lo pikir gue gk tau perbuatan lo selama ini. Lo nge\-bully semua cewek yg deketin gue. Dan kemaren lo dan dua pesuruh lo itu nge\-bully Mentari di depan sekolah. Dan tadi, tadi lo ngedorong Mentari ke tembok sampe dia pingsan. Lo bilang itu semua bohong. Otak lo sakit ya " teriak Daffa lagi.



"Sudah\-sudah.Jika memang ada bully di sekolah ini, biarkan pihak sekolah yg menyelesaikannya. Benar atau tidaknya perkataan Daffa nanti bisa di buktikan lewat CCTV di sekolah ini. Yang kamu lakukan tidak benar Daffa " ucap Bu Susi berusaha melerai pertengkaran ini.


Dia sangat kaget melihat siswanya yg selama ini sangat pendiam, tiba\-tiba datang mengamuk seperti orang kerasukan.



Daffa dengan kasar mendorong Ervin lalu segera meninggalkan kelas. Dia berlari menuju ruang UKS untuk melihat Mentari.



"Sisil, ikut ibu ke kantor. Ajak kedua temanmu juga. Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian jika kalian terbukti bersalah.


Dan Ervin, tolong temani Daffa. Ibu tidak mau ada keributan lagi " ucap Bu Susi sambil keluar kelas bersama Sisil dan kedua temannya.



Ervin, Rian dan Rendra segera berlari ke ruang UKS. Mereka melihat Daffa yg duduk diam melihat Mentari yg masih pingsan.



"Kita tunggu di luar aja. Biarin Daffa tenang dulu sendirian " bisik Ervin sambil mengajak kedua sahabatnya untuk menunggu diluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2