
Daffa keluar dari kamar setelah Mentari tertidur.
Dia menghampiri orangtua Mentari yg sedang menonton tv.
"Om, Tante, Daffa mau melamar Mentari " ucap Daffa to the point.
Ayah Mentari yg sedang meminum teh menyemburkan tehnya keluar.
Dia benar-benar terkejut dengan ucapan Daffa yg begitu tiba-tiba.
"Pelan-pelan Yah minumnya " ucap Bunda Mentari khawatir sambil menepuk punggung suaminya.
Daffa hanya diam melihat Ayah Mentari yg tersedak mendengar ucapannya.
Dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun pada Ayah Mentari.
"Apa kamu bilang "?? tanya Ayah Mentari setelah batuknya berhenti.
Wajahnya masih merah akibat tersedak air teh tadi.
" Daffa mau melamar Mentari Om ".
" Kemari Daf, duduk di dekat Om " ucap Ayah Mentari sambil menepuk sofa di sebelahnya.
Daffa lalu duduk di samping Ayah Mentari. Dia menatap serius pada Ayah Mentari yg sedang menarik nafas panjang.
"Daffa, kamu dan Mentari masih kelas 2 SMA. Masih terlalu muda untuk kalian menikah " ucap Ayah Mentari.
"Iya Daffa. Bagaimana nanti dengan pendidikan kalian berdua. Orangtua kamu pasti juga tidak akan setuju kalau kamu menikah sekarang " timpal Bunda Mentari.
Sebagai orangtua Mentari, mereka jelas tidak rela membiarkan masa muda anak mereka berakhir begitu cepat.
Mereka masih ingin melihat anak mereka tertawa bebas bersama teman-temannya.
"Daffa bukan mau menikah sekarang Tante, Daffa hanya mau melamar Mentari dulu " jawab Daffa.
Sebelumnya dia dan Mentari sudah membicarakan hal ini.
Tetapi Mentari menolak lamarannya. Daffa khawatir ada laki-laki lain di hati Mentari. Makanya begitu Mentari tidur dia segera melamarnya ke orangtua Mentari.
"Jadi maksud kamu gimana "?? tanya Ayah Mentari.
" Tadi Mentari menolak lamaran Daffa.
Daffa takut Mentari diambil orang Om " jawab Daffa.
Ayah dan Bunda Mentari saling berpandangan. Rupanya Daffa melamar anak mereka secara tiba-tiba karena Mentari telah menolaknya.
Bunda Mentari lalu tersenyum kearah Daffa.
"Lalu apa alasan Mentari menolak kamu Daf "??.
" Mentari bilang tidak mau mengecewakan Om dan Tante.
Jadi Daffa pikir lebih baik langsung melamar Mentari lewat Om dan Tante saja ".
Ayah Mentari tersenyum mendengar ucapan Daffa.
Dia teringat ucapan adiknya untuk tidak menyinggung perasaan Daffa. Lebih baik memberi pengertian secara lembut padanya.
" Daffa, Mentari menolakmu itu bukan karena ada laki-laki lain.
Dia menjawab begitu karena memikirkan masa depan kalian berdua. Dia ingin kamu fokus dulu untuk sekolah " ucap Ayah Mentari sambil menepuk bahu Daffa.
Dia paham maksud putrinya yg tidak ingin mengecewakan Ayah Bunda-nya.
"Maksud Om apa "??.
__ADS_1
" Dengarkan Om baik-baik , Om akan menerima lamaran kamu saat kamu dan Mentari sudah sama-sama sukses.
Tetapi Om melarang kalian untuk berpacaran sekarang.
Om ingin kalian berdua fokus pada pendidikan kalian. Habiskan dulu masa muda kalian sampai waktu untuk berumah tangga tiba ".
Daffa diam sambil menatap mata Ayah Mentari.
Dia merasa kalau Ayah Mentari mendukung kedekatannya dengan Mentari.
" Apa itu artinya Om menerima lamaran Daffa "?? tanya Daffa menyelidik.
" Om belum menerima lamaran kamu, tapi Om mendukung niat baik kamu.
Tapi ada syaratnya "!!.
" Syaratnya apa Om "?? tanya Daffa tidak sabar.
" Selama kalian berteman, kamu tidak boleh berbuat sesuatu yg bisa merusak masa depan Mentari.
Kamu juga harus rajin sekolah dan belajar. Om akan memantau terus sekolah kalian.
Apa kamu sanggup "?? tantang Ayah Mentari.
" Sanggup "!!! jawab Daffa tegas.
" Baiklah, Om akan pegang ucapan kamu. Sekarang kamu tidur, besok kamu harus sekolah meskipun Mentari belum bisa masuk ke sekolah " ucap Ayah Mentari lagi.
"Baik, selamat malam Ayah, selamat malam Bunda " ucap Daffa lalu segera beranjak masuk ke kamar.
Hatinya lega mendapat persetujuan dari orangtua Mentari.
Sementara orangtua Mentari tercengang mendengar panggilan Daffa pada mereka. Daffa dengan santainya memanggil mereka Ayah dan Bunda seperti orangtuanya sendiri.
"Apa Ayah sudah bilang kalau Ayah menerima lamaran mendadak darinya Bun "?? tanya Ayah Mentari.
"Baiklah, semoga ini yg terbaik untuk mereka berdua ".
" Amiin " ucap Bunda Mentari.
Mereka lalu kembali melanjutkan menonton tv setelah tertunda karena lamaran Daffa yg tiba-tiba.
Sampai sekarang orangtua Mentari masih belum terbiasa dengan cara bicara Daffa yg selalu to the point.
***********
Ervin memasuki rumah sambil bersiul senang.
Dia tidak menduga kalau malam ini akan di jodohkan dengan Ervina.
"Ehhmm,, senangnya yg baru dapet jodoh "?? ledek Mommy-nya yg melihat anaknya begitu gembira.
" Harus dong Mom. Ini bener-bener sebuah keajaiban buat Ervin Mom.
Ervin gk nyangka bakalan di jodohin sama Ervina Mom " jawab Ervin lalu duduk di dekat piano.
"Berarti malam ini kamu lagi hoki Vin.
Niatnya mau baikan sama Vina malah di jodohin langsung sama orangtuanya " tambah Daddy-nya.
Ervin Tertawa mendengar perkataan Daddy-nya.
Hatinya sekarang sangat berbunga-bunga. Tangannya lalu mulai menekan tuts piano. Dia ingin menyanyikan sebuah lagu yg menggambarkan perasaannya yg sedang membuncah.
......... Kau begitu sempurna aaa
......... Dimataku kau begitu.. indaahh
__ADS_1
......... Kau membuat diriku akan selalu memujamu.......
Ervin tiba-tiba menghentikan nyanyiannya yg berjudul " Sempurna ( Andra and The Backbone) ".
Dia lalu mengusap wajahnya sambil tertawa.
" Kenapa berhenti sayang,lagunya bagus lho "?? tanya Mommy-nya.
"Mommy, Ervin bener-bener bahagya banget sekarang " jawabnya lalu segera berlari memeluk Mommy-nya.
Daddy dan Mommy-nya hanya tertawa melihat kelakuannya.
Mereka juga ikut bahagya anaknya akan mendapatkan calon istri yg sudah jelas bibit, bebet dan bobotnya.
"Iya, Mom dan Dad juga bahagya kok. Tapi Mommy mau tanya ke kamu sayang, kenapa kamu bisa melukai tangan Vina "?? tanya Mommy-nya.
Ervin melepaskan pelukannya lalu menarik nafas panjang.
" Ervin gk sengaja narik tangan Ervina tadi Mom.
Dia gk mau dengerin penjelasan Ervin. Ervin narik tangannya karena dia mau masuk ke mobil ninggalin Ervin " jelasnya.
"Daddy tadi malu sekali sama orangtua Vina. Daddy takut mereka marah ngeliat kelakuan kamu ke Vina " sahut Daddy-nya.
"Iya Dad. Ervin gk bakalan lagi berbuat kayak gitu.
Om Haris tadi nitipin Ervina ke Ervin Dad, Mom " ucap Ervin.
"Baguslah, itu tandanya mereka merestui hubungan kamu sama Vina " ucap Mommy-nya.
"Kamu harus baik-baik jagain calon istri kamu Vin.
Tahan dulu itumu sampai dia sah jadi istri kamu " ejek Daddy-nya sambil menunjuk kearah celananya.
Ervin tertawa begitu dia paham maksud ucapan Daddy-nya.
"Pasti lah Dad.
Tapi kalo Ervina maksa si Ervin gk bakalan nolak "??
jawab Ervin lalu mendapat jeweran dari Mommy-nya.
"Jangan malu-maluin Mommy di depan Tante Yulia dan Om Haris.
Mommy gk mau ya kamu nikahin Vina karena MBA ( Married By Accident) " omel Mommy-nya.
"Iya-iya Mom. Ervin cuma becanda aja kok. Ervin bakalan jagain jodoh Ervin sampe waktunya tiba " jawab Ervin sambil mengusap telinganya yg memerah.
"Kamu juga Zeth, jangan ngeracunin pikiran Ervin dengan ide kamu yg sesat itu "!!!.
Daddy-nya juga tak luput dari omelan Mommy-nya.
Ervin hanya tersenyum mendengar Mommy-nya yg terus menasihatinya supaya jangan bertindak bodoh yg bisa mengecewakan orangtua calon menantu kesayangannya itu.
" Kamu dengerin Mommy kan sayang "?? tanya Mommy-nya.
" Dengerin Mom...
Ervin janji gk akan ngecewain Mommy dan calon mertua Ervin "!!.
" Inget baik-baik pesen Mommy tadi.
Kamu harus jagain bener-bener menantu Mommy yg cantik itu "!!.
" Siap laksanakan Mommy ku tersayang " jawab Ervin sambil bersikap hormat pada Mommy-nya.
Tanpa di mintapun Ervin akan selalu menjaga Ervina.
__ADS_1
Karena Ervina adalah calon istri masa depannya...