
" Ciee,, ciiee...
Yang pagi2 udah pelukan "??!! goda Lisa dan Maya saat aku masuk ke kelas.
" Apaan si. Gk usah bikin gue tambah kesel deh " sewotku.
"Kok marah si. Gimana rasanya dipeluk cowok tajir Er?? badannya pasti bau duit " tanya Maya.
" Bau duit jidat lo lebar. Yang ada badan gue gatel-gatel semua " omelku sambil mengelap bekas pelukan tadi.
"Hahahhaah,, tapi lo suka kan??? Hayo ngaku..???!! goda mereka lagi.
" Kalian kok malah ngledekin gue sih ???
Kesel gue sama kalian ah ".
Aku pindah kemeja yg didepanku. Males ngomong sama mereka. Udah tau lagi emosi, malah diledekin.
" Jjahahaaa,,, ngambek dia May ".
" Lagian lo ya Er bukannya seneng dipeluk cowok ganteng, lo malah marah2.
Kalo gue yg dipeluk Ervin tadi, gue gk bakalan mandi 7 hari " ucap Maya yg notabennya bucin ke Ervin.
"Buussseetttt,,, apa gk lengket tu badan "?? tanya Lisa heran.
" Lengket-lengket deh ni badan. Yang penting bisa dipeluk pangeran gue " jawabnya sambil tertawa.
"Dasar halu ".
" Biarin. Sirik aja lo ".
" Eh sorry ya. Gue gk se-halu elo " bela Lisa.
"Lo gk bakalan menang Lis kalo ngomong sama orang yg lagi bucin. Iyain aja biar dia seneng ".
" Bener yg lo bilang Er. Susah ngomong sama orang bucin " jawab Lisa.
"Sstttt,, Bu Nia udah dateng ".
Bu Nia adalah wali kelas kami.
Kami semua diam dan duduk dengan rapi saat Bu Nia memasuki kelas. Dibelakangnya terlihat seorang siswi berjalan masuk mengikuti Bu Nia.
Sepertinya dia murid baru yg diberitahukan Bu Nia kemarin.
" Selamat pagi, anak-anak ".
" Selamat pagi bu ".
" Hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Mentari, silahkan perkenalkan namamu kepada teman barumu "
"Baik, terima kasih bu ".
Gadis itu melangkah maju ke depan. Wajahnya sangat manis. Rambut hitam sebahu membuatnya terlihat sangat dewasa.
" Selamat pagi teman-teman " sapanya ramah.
"Pagi..
" Perkenalkan namaku Cahya Mentari. Aku pindahan dari SMA negeri Nusa Bangsa. Senang bisa berteman dengan kalian " ucapnya sambil tersenyum.
Terdengar bisik-bisik setelah siswi itu memperkenalkan diri.
"Wahh, namanya bagus sekali ".
" Iya, wajahnya juga cantik ".
__ADS_1
" Tapi masih cantikan Ervina lah ".
Aku menggelengkan kepala mendengar cowok2 mulai berbisik2. Ternyata sama saja.
Saat ada cewek baru, mereka para cowok juga akan mulai bergosip seperti sekumpulan tawon.
" Mentari, kamu bisa duduk disamping Ervina ".
" Baik bu ".
Melihatnya yg seperti bingung mencariku, aku segera melambaikan tangan kearahnya. Dia tersenyum lalu menuju kearahku.
" Hai, kenalin. Gue Ervina " sapaku sambil mengulurkan tangan padanya.
"Hai,, aku Mentari " jawabnya menerima uluran tanganku.
"Hai Mentari, gue Lisa. Disebelah gue namanya Maya " Lisa memperkenalkan diri pada Mentari.
"Hai Lisa, hai juga Maya " jawabnya.
"Mulai sekarang lo gabung ma kita2 aja ya. Kita bertiga cewek baik2 ko " ucap Maya langsung.
"Boleh. Asal kalian gk keberatan ".
" Nggak la,santai aja . Lo jangan dengerin omongannya Maya, dia anaknya emang suka ceplas-ceplos kalo ngomong " bisikku.
"Jangan keras2 kalo mau ngomongin gue. Telinga gue denger tau " sewot Maya yg merasa dirinya sedang dibicarakan.
Aku dan Mentari terkikik melihatnya memanyunkan bibir.
"Sudah cukup perkenalannya. Sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Baca Bab 12,setelah itu ibu akan memberikan soal ulangan untuk kalian ".
Aku segera mengeluarkan buku pelajaranku. Mentari yg baru datang hari ini terlihat bingung melihat teman2nya mulai membaca buku.
" Maaf Bu Nia, saya belum mempunyai buku catatan seperti teman yg lain " tanyanya sambil mengangkat tangan.
"Baik bu "..
Mentari kembali duduk. Dia menatap kearah teman2nya yg mulai sibuk belajar.
" Mentari, lo bisa baca buku gue. Kebetulan semalem gue udah belajar " bisikku sambil memberikan bukuku padanya.
"Nggak usah Ervina. Kamu aja yg baca " tolaknya.
"Udah ambil aja ".
" Terus kamu gimana. Abis ini kan mau ulangan ".
" Udah, lo tenang aja. Gue inget ko isi catatan ini " jawabku saat Mentari bingung.
"Makasih ya Ervina. Kamu baik banget ".
Aku tersenyum melihatnya. Kemudian kami kembali fokus ke pelajaran.
Tak lama kemudian, Bu Nia meminta kami mengerjakan ulangan. Mentari yg belum mengikuti pelajaran hanya diam memperhatikan kami sambil membaca buku catatanku.
******
Kantin.
" Sialan, gue kira siswi barunya bakal masuk ke kelas kita. Gk taunya malah dikelas sebelah " gerutu Rendra yg sejak tadi sudah menunggu kedatangan siswi baru itu.
"Biasa aja kali Ren. Udah kaya kebakaran jenggot aja lo " ledek Ervin.
"Biasa la Vin, lo kaya gk tau dia aja " sela Rian setelah memesan bakso.
"Cewek lain kan banyak Ren. Ngebet bener sama tu anak baru ".
__ADS_1
" Bukan gitu Vin, mata gue pingin liat yg seger2. Bosen liat yg disini " jawab Rendra malas.
"Buah kali yg seger2 " ejek Rian.
Tak lama, terlihat empat siswi datang ke kantin. Kedatangannya membuat gaduh para siswa yg melihat mereka.
"Ihhh, pada kenapa si mereka " tanya Ervina yg risih karena tatapan yg diarahkan ke mereka.
"Udah biasa kali Er mereka kaya gitu tiap liat cewek tercantik disekolah ini nongol. Apalagi sekarang kita ketambahan Mentari. Pasti mereka tambah penasaranlah " jelas Lisa yg sudah biasa seperti ini.
"Tapi ya gk gitu juga kali Lis ".
Sementara Mentari hanya diam disamping mereka. Dia memperhatikan siswa yg ada dikantin itu.
Sampai dia melihat seseorang yg sedang duduk disalah satu meja juga melihat kearahnya.
Dia seperti pernah bertemu dengan siswa itu.
Mereka saling bertatapan. Mentari tersenyum saat siswa itu juga tersenyum kearahnya.
"Lo senyum2 sama siapa Mentari "?? tanya Maya yg tidak sengaja melihat kearahnya.
"Eh, enggak kok May. Duduk yuk " ajak Mentari.
Maya hanya menatap heran kearahnya.
"Gue kan cuma nanya, ko mukanya merah " pikir Maya.
Sementara di meja lainnya, empat siswa sedang melihat kearah siswi yg baru saja datang.
"Wuuiihhhh manisnya calon bini gue " ucap Ervin saat melihat Ervina.
"Buseet, tu anak baru cakep juga " ucap Rian terpesona dengan Mentari.
"Namanya siapa ya, cantik banget. Jadi pengen pindah ke kelas sebelah gue " ucap Rendra yg juga terpesona begitu melihat Mentari.
Daffa diam memperhatikan siswi yg membuat kedua sahabatnya terpesona.
Dia seperti pernah bertemu dengan gadis itu.
Saat pandangan mereka bertemu, barulah dia sadar jika gadis itu adalah gadis tanpa nama yg dia temui di toko buku.
"Gadisku " bisik Daffa lirih sambil tersenyum kearahnya.
Jantungnya berdetak kencang saat gadis itu juga tersenyum padanya.
Membuat hatinya menjadi hangat hanya dengan melihat senyumannya.
"Astaga, anak baru itu senyum ke gue " heboh Rendra saat melihat anak baru itu tersenyum.
"Jangan ngawur lo. Udah jelas2 dia senyumnya ke gue " Rian tak mau kalah.
"Mata lo yg katarak. Orang arahnya ke gue kok".
Rendra dan Rian masih terus berdebat tentang pada siapa anak baru itu tersenyum.
Saat mereka mengambil ancang2 untuk menghampiri anak baru itu, Daffa lebih dulu berjalan ke meja anak baru itu.
Saat itu, Rendra, Rian dan juga Ervin mendadak jadi patung. Mereka menatap tak percaya kearah Daffa yg sudah duduk didepan anak baru itu.
" Ren, sepertinya kita kalah cepet dari Daffa ".
" Iya Yan, ternyata Daffa juga suka ma anak baru itu. Gue kira dia sukanya sama yg batangan " jawab Rendra masih syok melihat tingkah Daffa yg tidak seperti biasanya.
"Ngaco kalian berdua nih. Udah ah, gue mau nyamperin calon bini gue " ucap Ervin meninggalkan dua sahabatnya yg menatap kosong seperti orang bodoh.
"Eh Vin tungguin dong " teriak Rendra.
__ADS_1
"Giliran liat Ervina aja kita langsung dilupain. Gak setia kawan banget sih " omel Rian sambil menyusul ke tempat mereka.