Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Hari Yang Sial


__ADS_3

Ervina baru saja selesai makan siang setelah mengantar kedua temannya.


Setelah itu, dia segera kekamarnya untuk mandi. Hari ini adalah jadwal les pianonya.


Setelah selesai bersiap, dia segera turun kebawah. Dia mencari bi Nuri, pelayan yg bekerja dirumahnya.


"Bi Nuri " panggil Ervina sambil mencari keberadaan pelayannya.


Tak lama, pelayan itu muncul dari arah belakang.


"Iya non Vina, ada apa "?? tanyanya. Bi Nuri selalu memanggilnya Vina sejak mulai bekerja dirumah ini.


" Ini bi, Vina mau berangkat les piano. Pulangnya agak malam, soalnya mau sekalian les menggambar. Bi Nuri nggak usah nungguin Vina pulang " ucap Ervina.


"Oh, begitu. Baik Non Vina, nanti bibi langsung pulang kalau kerjaan bibi sudah beres ".


" Kalo gitu Vina berangkat dulu ya bi " pamit Ervina sambil mencium tangan pelayannya.


Dia sangat menghormati bi Nuri sama seperti menghormati kedua orangtuanya. Dia tidak memandang sebelah mata bi Nuri yg hanya bekerja sebagai pelayan dirumahnya.


Ervina segera mengendarai mobilnya menuju tempat les yg tidak jauh dari kompleks rumahnya.


Dia memakirkan mobilnya dibawah pohon. Saat dia berjalan menuju ruang lesnya, dia bertabrakan dengan seseorang.


"Sial banget gue hari ini. Tadi disekolah ditabrak Ervin, sekarang gue yang nabrak orang " gerutu Ervina.


"Lo gk papa "??.


Ervina kaget saat orang yg dia tabrak membantunya berdiri. Seorang cowok berdiri didepannya.


" Iih, manis banget cowok ini " batin Ervina.


"Hey, kenapa bengong "??


Lo gk papa kan "?? tanyanya lagi.


" Ohh, gue gk papa kok. Sorry ya gue gk sengaja nabrak lo. Gue gk liat jalan tadi " jawab Ervina sedikit malu.


"Iya gk papa. Lo les disini juga "??.


" Iya, kebetulan tempat les ini gk jauh dari rumah gue. Jadi ya udah, gue les disini aja " jelas Ervina.


"Kalo gitu gue permisi dulu ya, kelas gue udah mulai kayaknya ".


" Eh tunggu.


Kenalin, nama gue Mario " ucap cowok itu sambil mengulurkan tangannya.


"Gue Ervina. Panggil gue senyamannya lo aja " jawab Ervina tersenyum membalas uluran tangan Mario.


Mario terpesona melihat senyuman Ervina. Dia sampai lupa mengedipkan mata.

__ADS_1


"Astaga, cantik banget cewek ini " batinnya.


"Kalo gitu gue ke kelas dulu ya " pamit Ervina sambil berjalan menuju kelasnya.


"Beruntung banget gue bisa kenalan ma cewek cantik. Gk nyesel gue daftar les disini" bisiknya pelan.


"Ahh sial, gue lupa minta nomer hapenya " gerutu Mario. Dia lupa kalau dia les ditempat yg sama dengan Ervina.


*********


Daffa menghentikan mobilnya didepan sebuah apotek. Dia segera keluar lalu masuk ke apotek.


Tak berapa lama dia keluar dari apotek membawa sekantong obat.


"Aku bersihin luka kamu dulu ya, biar gk infeksi " ucap Daffa saat dirinya sudah masuk ke mobil.


"Nggak usah Daf, kita langsung pulang aja " tolak Mentari merasa tidak enak.


"Kenapa "???.


" Nggak papa. Bentar lagi nyampe di toko bunda kok. Biar disana aja nanti ngobatinnya " jawab Mentari.


Daffa menatap Mentari khawatir. Lalu dia menghidupkan mobilnya menuju toko milik ibu Mentari.


Sekitar 10 menit, akhirnya mereka sampai disebuah toko kue yg tidak terlalu besar. Toko kue itu terlihat ramai pembeli.


"Ini toko bundamu "?? tanya Daffa saat mobil sudah berhenti. Dia segera keluar terlebih dahulu lalu membuka pintu mobil untuk membantu Mentari keluar.


" Iya, cuma toko kue biasa ko Daf " jawab Mentari sambil berjalan pelan dibantu Daffa.


Mentari tersenyum, lalu dia melihat bundanya berdiri didepan toko.


"Bundaa "!!!!


Panggil Mentari. Bunda Mentari melihat kearah suara yg memanggilnya. Matanya membulat begitu melihat putrinya berjalan dipapah oleh seorang lelaki.


" Astagfirulloh Mentari, kamu kenapa sayang "?? tanyanya panik sambil berlari mengampiri putrinya yg keadaannya begitu berantakan. Lututnya berdarah, pakaiannya kotor dan rambut yg biasanya rapi sekarang sangat acak-acakan.


" Kenapa bisa begini nak "??.


Mentari yg tadi dibantu Daffa kini beralih memeluk bundanya. Bundanya terlihat sangat sedih dan khawatir.


" Mentari gk papa ko bun. Tadi Mentari jatuh diselokan pas lagi nungguin ayah " jawab Mentari.


Daffa melihat Mentari sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa Mentari berbohong,??? Kenapa dia tidak bilang kalau dia di bully "?? tanya Daffa dalam hati.


" Kamu harusnya hati-hati Mentari. Kamu pasti berjalan sambil melamun ya "?? tanya Bunda sambil membawa Mentari masuk kedalam toko. Daffa mengikuti mereka dari belakang.


Bunda Mentari menyadari lelaki yg mengantarkan putrinya masih disini. Dia menatap dengan seksama lelaki itu.

__ADS_1


" Kamu pasti Daffa ya, temennya Mentari "??.


" Selamat siang tante. Iya tante, saya Daffa " sapa Daffa sopan.


"Terima kasih Daffa, sudah mengantarkan Mentari pulang " ucap bunda sambil tersenyum ramah ke Daffa.


"Sama-sama tante. Tadi Daffa pas dateng kesekolah liat Mentari jatuh. Jadi Daffa anterin Mentari pulang kesini sekalian beli obat tadi ".


" Sebentar ya sayang, bunda ngelayanin pembeli dulu baru nanti bunda obatin lukanya "ucap bunda saat pegawai memanggilnya karena kerepotan melayani pembeli.


" Biar Daffa aja tante yg ngobatin " ucap Daffa.


Lalu bunda meninggalkan kami untuk melayani para pembeli yg sedang ramai.


Daffa dengan telaten membersihkan darah dilutut Mentari. Mentari sendiri hanya diam memperhatikan Daffa.


"Daf, kenapa kamu dateng kesekolah??


Kamu kan belum sehat "??.


" Kangen kamu " jawab Daffa sambil terus mengobati luka dilututnya.


Mentari tersenyum mendengar jawaban spontan Daffa. Dia sudah beberapa kali mendengar Daffa mengatakan hal itu.


Mentari dan Daffa saling bertatapan sebelum Daffa mengobati luka dipipi Mentari. Dia dengan lembut mengoleskan salep ke pipinya yg bengkak.


"Sudah " ucap Daffa.


"Makasih ya Daf " ucap Mentari. Daffa tersenyum, membelai kepala Mentari dengan lembut.


"Ya ampun, aku lupa ngabarin ayah. Ayah pasti nyariin aku sekarang " panik Mentari. Dia segera mengirimkan pesan pada ayahnya kalau dia sudah pulang dan sekarang sedang ditoko bundanya.


"Sudah selesai "?? tanya Daffa yg memperhatikan Mentari.


Mentari menganggukkan kepalanya, lalu mengeluarkan sisir dari dalam tasnya.


" Aku aja " ucap Daffa lalu mengambil sisir yg ada ditangan Mentari.


Tadinya Mentari ingin menyisir rambutnya yg berantakan karena ulah Sisil, tapi Daffa malah merebut sisirnya.


"Daf, aku aja. Kamu udah repot ngobatin luka aku tadi " bisik Mentari yg merasa malu dilihat oleh bunda dan pegawainya. Mereka tersenyum melihat Daffa yg dengan santai menyisir rambutnya meskipun ada orang lain disitu.


"Kamu diem aja " Daffa balik berbisik. Dia tau kalau Mentari merasa malu. Dia juga tau kalau apa yg sedang dia lakukan dilihat oleh bundanya Mentari.


Daffa tidak merasa terganggu, justru dia sangat senang bisa merawat Mentari seperti Mentari yg tulus merawatnya kemarin.


"Bu, cowok itu pacarnya Mentari ya "?? tanya pegawai pada bunda Mentari.


" Bukan, dia temennya Mentari. Teman satu sekolah ".


" Tapi perhatian banget ya sama Mentari. Mana ganteng banget lagi ".

__ADS_1


" Hussstt,, udah ayo kerja lagi. Jangan gangguin mereka " ajak bunda Mentari pada pegawainya.


Dia tersenyum melihat Daffa yg sangat cekatan mengobati luka putrinya. Bahkan dia dengan telaten menyisir rambut putrinya yg berantakan tadi.


__ADS_2