Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Tentang Pangeran Es 2


__ADS_3

Daffa sebenarnya tidak tidur saat ada yg membuka pintu kamar Mentari.


Dia sengaja pura-pura karena tak ingin ketenangan Mentari terganggu.


Daffa tersenyum melihat Mentari-nya terlelap sambil memegang erat bajunya.


Dia lalu mengusap pipinya. Menatap lekat wajah Mentari sebelum memutuskan untuk keluar kamar. Dengan perlahan dia melepaskan tangan Mentari dari bajunya.


"Daf ".


Daffa menghentikan langkahnya saat terdengar suara lirih Mentari yg memanggilnya.


Dia mengurungkan niatnya untuk keluar kamar karena Mentari terbangun.


" Kenapa kamu bangun. Apa tidurmu terganggu "?? tanya Daffa setelah duduk disamping Mentari yg masih berbaring.


" Tadi.. tadi mereka datang kesini. Aku takut Daf " ucap Mentari pelan.


Raut wajahnya kembali ketakutan. Bola matanya terlihat bergerak-gerak gelisah.


"Stttt, tidak ada siapa-siapa di sini. Tadi ayah dan bunda kamu yg datang. Tenanglah ".


Daffa kembali berbaring sambil memeluk Mentari yg kembali ketakutan.


Dia menggeretakkan giginya karena tidak suka Mentari-nya terganggu.


" Mentari, apa kamu percaya padaku "?? tanya Daffa sambil membelai rambut hitam gadis yg masih ketakutan di pelukannya.


Dia bisa merasakan tubuh Mentari yg gemetar dan terus bergerak gelisah.


" Iya,aku percaya kamu. Kamu yg menjagaku di sekolah ".


Daffa tersenyum mendengar jawaban Mentari.


Ternyata benar ucapan Tante Lena, Mentari bisa sedikit tenang setelah dia di bully karena dia merasa ada seseorang yg bisa melindunginya.


" Kangen aku gk "?? tanya Daffa lagi.


Mentari mengangguk. Tubuhnya mulai sedikit tenang.


" Iya...


Tapi aku tidak mau mereka. Aku tidak salah apa-apa pada mereka Daf ".


" Mereka tidak akan berani mengganggumu. Ada aku yg akan selalu menjagamu mulai sekarang .Kamu jangan takut lagi ".


" Kalau kamu bersamaku apa mereka tidak akan mengurungku lagi "?? tanya Mentari sambil menatap wajah Daffa.


Matanya terlihat sangat berharap Daffa akan memberinya sebuah keyakinan.


" Tidak akan. Mereka yg akan menyesal kalau berani menyakitimu lagi. Sekarang kamu percaya kan Mentari "?? jawab Daffa.


" Ya,, ya,,.. Mereka tidak berani mengurungku lagi karena ada kamu. Iya kan "?? tanya Mentari sambil tersenyum.


Hatinya sedikit tenang karena dia merasa aman akan ada yg melindunginya.


Daffa mengangguk lalu tersenyum.

__ADS_1


Lega karena ada sedikit senyum dari Mentari yg sudah dua hari ini hilang dari bibirnya.


Mereka lalu saling menatap mata masing-masing.


Terkadang, Daffa dan Mentari bisa saling tau jawaban hanya melalui mata mereka, karena mereka merasa nyaman seperti itu daripada berbicara melalui mulut mereka.


******


"Mommy-ku bilang, ibu Daffa meninggal setelah melahirkan Daffa.


Lalu Daffa hanya diasuh oleh nenek dan bibi pelayannya sejak bayi. Tapi meskipun dia di limpahi kasih sayang dari nenek dan para pelayannya dirumah, aku tau Daffa sebenarnya sangat merindukan kasih sayang seorang ibu Tante.


Dia sering diam-diam melihatku saat sedang bersama dengan orangtuaku ".


Ervin menundukkan kepalanya sedih. Dia ingat saat Daffa datang bermain kerumahnya.


Saat itu mereka masih di sekolah dasar.


Daffa mengintip dari balik tembok melihat Ervin dan mommy-nya sedang tertawa bersama.


Hal itu dia ketahui saat tidak sengaja melihat rekaman CCTV rumahnya.


Dan kejadian itu bukan hanya satu kali. Tetapi berkali-kali.


" Apa ibumu mengetahui prilaku Daffa yg sering mengintip kalian diam-diam "??.


" Iya Tante. Aku yg memberitahunya dan Mommy sangat sedih. Mungkin karena dia juga seorang ibu jadi dia bisa mengerti kenapa Daffa melakukan hal itu. Mommy sejak saat itu selalu memberi perhatian pada Daffa sama sepertiku. Aku dan Daffa semakin dekat karena hampir setiap hari dia datang kerumah hanya sekedar mendapatkan perhatian dari mommy saja ".


Semua yg ada diruang tamu merasa begitu sedih setelah mendengar tentang Daffa. Pangeran yg dingin seperti es ini ternyata hidupnya sangat kesepian.


" Kasihan sekali Daffa Yah " ucap bunda Mentari sambil menyeka airmatanya.


" Sejak ibunya meninggal, ayahnya kembali ke perusahaannya di Jepang Tan " jawab Ervin.


Ervina yg duduk di samping Ervin menggenggam erat tangan Ervin. Jika biasanya Ervin akan langsung mulai bertingkah aneh-aneh kalau Ervina sedikit perhatian padanya, sekarang dia tidak begitu. Dia hanya diam menunduk sedih.


"Apa ayahnya tidak merawat Daffa "??.


Ervin menggelengkan kepalanya. Dia berusaha menahan airmatanya saat ingat seperti apa kesedihan sahabatnya itu.


"Ayahnya hanya beberapa kali pulang sejak ibunya meninggal. Dia seperti tidak peduli pada anaknya.


Ayahnya hanya sibuk mencari uang. Bahkan ayahnya tidak peduli saat Daffa menangis memintanya untuk tidak pergi meninggalkannya. Daffa kecil saat itu sangat ingin merasakan bagaimana rasanya mendapatkan ucapan selamat dari ayahnya. Tapi ayahnya tetap pergi meninggalkannya hari itu meskipun Daffa sudah memohon di kaki ayahnya ".


Ervin sudah tidak kuat lagi menahan airmatanya. Dia ingat betul bagaimana Daffa menangis tersedu-sedu waktu itu.


Ervina yg sudah menangis memeluk Ervin. Tidak bisa membayangkan sedihnya menjadi Daffa kecil saat itu.


Hanya ayah dan tante Mentari yg tidak menangis. Tetapi raut kesedihan terlihat di mata mereka.


Mereka semua menangis dalam diam.


" Kak, apa karena hal ini Daffa seperti sangat takut ada yg menjauhkannya dari Mentari "?? tanya Tante Lena setelah keadaan tenang.


" Kakak tidak tau Len, tapi apa hal seperti itu bisa terjadi "?? jawab ayah Mentari bingung.


" Kak, Mentari adalah sosok yg mudah peduli pada orang lain. Bisa jadi kepedulian yg diberikan Mentari pada Daffa tanpa disadari telah menumbuhkan perasaan lain pada Daffa.

__ADS_1


Jadi dia merasa hanya Mentari yg bisa memberikan sesuatu yg selama ini tidak Daffa dapatkan dari kedua orangtuanya. Semacam sikap over-posesif " jelas Tante Lena.


"Bener Tante. Sejak Mentari datang ke sekolah, Daffa itu selalu mengikuti kemanapun Mentari pergi. Bahkan ada yg lebih aneh ni Tan.


Daffa membeli pembalut untuk Mentari lalu menunggu didepan pintu toilet cewek sampe Mentari selesai. Gila kan " ucap Rendra.


"Iya tan, dia tu kayak pingin milikin Mentari sendiri. Maya aja sering di pelototin kalo mau ngajak Mentari ngumpul pas istirahat " timpal Maya.


Tante Lena diam mendengarkan cerita mereka. Keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Len, apa ini tidak akan membahayakan Mentari. Kakak sedikit khawatir dengan sikap Daffa " tanya bunda Mentari.


Dia terkejut mendengar perlakuan Daffa yg menurutnya agak berlebihan itu.


"Ehmmm,, sepertinya tidak kak. Keadaan ini seperti symbiosis-mutualisme.


Saling ketergantungan satu sama lain " jawab Tante Lena.


"Maksud kamu apa Len "?? tanya bunda Mentari tidak mengerti.


" Begini kak, Daffa mungkin merasa mendapatkan apa yg dia inginkan dari Mentari. Dan begitu juga sebaliknya, Mentari mendapatkan rasa aman dari Daffa ".


" Maksud tante mereka berdua saling ketergantungan, saling membutuhkan gitu tante "?? tanya Ervina.


" Iya kamu bener. Mereka saling bergantung.


Mentari yg mengalami tekanan batin karena trauma , dan Daffa yg merasa tertekan dengan sifat ayahnya. Jadi mereka merasa mereka adalah orang yg sama-sama membutuhkan . Mungkin ini juga alasan kenapa Daffa begitu over pada Mentari. Tidak peduli di hadapan siapapun".


Mereka semua memikirkan bagaimana prilaku Daffa yg langsung berubah begitu Mentari datang. Dia tidak pernah membiarkan Mentari jauh darinya.


Dan sekarang, terjawab sudah keheranan mereka selama ini kenapa Mentari tidak pernah menolak sifat Daffa yg sangat berlebihan padanya. Ternyata mereka adalah dua orang yg mengalami suatu masalah yg membuat mereka saling merasa nyaman.


*


*


*


*


*


*


*


*


Haayyyyy reader's....


Gimana-gimana,,, asik gk nih ceritanya. Maafkan author jika tulisannya sedikit susah di pahami. 😅😅😅😅


Oh ya, jangan lupa buat Vote... Vote.. dan Vote terus ya novel ini.


Jangan lupa juga buat like and comment...


Terima kasih....

__ADS_1


Amicuuuuuu...


__ADS_2