Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Alergi


__ADS_3

Mentari memandangi Daffa yg terlelap dikakinya.


Semakin lama wajah Daffa semakin pucat.


"Daf, kamu pucet banget. Kamu sakit kan "?? tanyaku khawatir.


Daffa diam. Mentari menepuk pipinya pelan. Mentari kaget saat tangannya menyentuh kulit Daffa.


" Astaga, badan kamu panas banget. Daffa bangun. Ayo aku antar kamu ke dokter " ucapku sambil menepuk2 pipinya.


Daffa masih diam. Mentari panik saat Daffa belum bangun juga.


"Daffa bangun Daf. Daffa " aku mengguncang bahu Daffa.


Aku semakin panik saat Daffa tak merespon panggilanku.


"Daffa, kamu kenapa.


Daffa "!!!! teriakku. Aku terus berteriak memanggil Daffa yg tidak bangun juga mendengar teriakanku.


Ervin dan yg lainnya datang menghampiri kami.


Aku menatap mereka, panik sampai ingin menangis.


" Lo kenapa Mentari. Kenapa teriak2 " tanya Lisa.


"Daffa Lis. Badannya panas, aku udah bangunin dia dari tadi tapi dia tetep gk mau bangun " jawabku.


Ervin memegang leher Daffa, mencoba memeriksanya.


"Dia demam " ucap Ervin.


Daff, bangun. Gue anterin lo ke dokter " panggil Ervin sambil menepuk pipi Daffa.


Daffa masih belum mau bangun juga.


"Vin, jangan2 Daffa pingsan " teriak Rian.


"Cepat bawa Daffa ke UKS.


Kasih pertolongan pertama dulu." Ervina ikut panik saat tau Daffa pingsan.


Ervin dan Rendra segera mengangkat tubuh Daffa yg masih berbaring dikaki Mentari.


Maya membukakan pintu untuk mereka. Mentari sangat khawatir melihat kondisi Daffa.Dia pikir sejak tadi Daffa tidur, tidak tau kalau ternyata dia pingsan.


"Sesak ".


Saat akan memasuki ruang UKS, tiba2 terdengar igauan dari mulut Daffa.


Ervin tiba2 menghentikan langkahnya,menatap Daffa sambil memikirkan sesuatu.


"Kenapa lo berhenti si Vin, ayo buruan masuk".


"Bentar Ren,Daffa tadinya baik2 aja. Mendadak panas terus pingsan. Dia ngigau kalau dia sesak.


Jangan- jangan....


" Jangan-jangan kenapa "?? Rendra penasaran.


"Bukannya masuk malah berenti disini. Kalian gimana sih " omel Ervina.


"Mentari mana "?? tanya Ervin tak menggubris omelan Ervina.

__ADS_1


" Ada apa Vin "??.


" Lo berdua tadi makan apa " tanya Ervin.


"Aku sama Daffa makan udang yg aku bawa dari rumah. Emang kenapa Vin "??.


" Pantesan Daffa pingsan. Dia alergi sama makanan laut " jelas Ervin.


"Ren, kita bawa Daffa kerumah sakit. Disini gk ada obat. Rian lo minta izin ke kepala sekolah sekalian siapin mobil. Ni kunci mobil gue " ucap Ervin sambil memberikan kunci mobilnya.


"Kalian langsung kerumah sakit aja. Biar gue yg minta izin. Nanti kita langsung nyusul kerumah sakit " kata Ervina.


"Oke " jawab Rian sambil berlari mengejar Ervin dan Rendra.


Semua siswa penasaran melihat Daffa yg dipapah oleh Ervin dan Rendra. Semua menatap kearah mereka sampai mereka masuk kemobil lalu meninggalkan sekolah.


Sedangkan Ervina dan teman2nya segera meminta izin ke kepala sekolah lalu bergegas menyusul kerumah sakit.


Mentari menangis didalam mobil. Dia merasa bersalah karena dia yg memberikan udang pada Daffa.


"Ini salahku, aku gak tau kalo Daffa alergi udang " ucap Mentari sambil terisak.


"Udah gk papa. Lo kan gk sengaja Mentari " Lisa berusaha menghibur Mentari yg terus menangis.


"Gimana kalo Daffa sampe kenapa2. Itu semua gara-gara aku Lis " Mentari semakin histeris.


"Lo tenang dulu Mentari. Jangan mikir aneh2. Berdoa aja biar Daffa gk kenapa2 " ucap Ervina. Dia tau Mentari sangat khawatir pada Daffa.


"Iya, bentar lagi kita sampe dirumah sakit. Lo jangan nangis lagi ya " ucap Lisa sambil memeluk Mentari.


Mentari tetap tidak bisa menghentikan tangisnya. Dia merasa sangat bersalah atas apa yg menimpa Daffa.


Akhirnya mereka sampai dirumah sakit. Setelah memakirkan mobil, mereka segera masuk dan mencari keberadaan Ervin.


"Vin, gimana keadaan Daffa "?? tanya Ervina.


Ervin yg melihat kedatangan Ervina mengajaknya duduk dikursi tunggu.


" Masih di UGD. Dia belum sadar " jawab Ervin lesu.


"Ini semua salah aku. Daffa kayak gini gara2 aku " tubuh Mentari gemetaran saat mengetahui Daffa belum sadar.


Lisa dan Maya segera memeluk Mentari yg akan menangis lagi.


"Udah Mentari jangan nangis lagi. Elo gk sengaja bikin Daffa kayak gini ".


" Elo kan gk tau kalo dia punya alergi. Jangan nyalahin diri lo terus ya. Daffa pasti gk papa " hibur Lisa.


Setelah 1 jam menunggu,akhirnya pintu ruangan terbuka.


Mentari segera berlari kearah dokter.


"Dokter gimana keadaan teman saya "?? tanyanya.


" Pasien sudah sadar. Tapi masih harus istirahat. Saaya permisi dulu" pamit dokter.


Mentari senang mendengar Daffa sudah sadar. Dia segera masuk kedalam melihat kondisi Daffa.


Mereka semua juga lega akhirnya Daffa sadar. Membiarkan Mentari masuk terlebih dulu untuk menemui Daffa. Dia yg paling panik sejak tadi.


"Menurut lo, mereka udah jadian belum "?? tanya Ervina pada Ervin.


Mereka semua sedang duduk dikursi tunggu.

__ADS_1


"Gue gk tau Er. Tapi melihat kedekatan mereka kayaknya sih mereka emang sama2 suka deh" jawab Ervin.


"Ya jelas lah Vin, lo bisa liat sendiri kayak gimana lengketnya Daffa ke Mentari. Udah kaya permen karet, susah dipisahin " sela Rendra.


"Gue emang belum lama kenal Mentari, tapi tu anak perhatian banget. Semoga aja mereka jodoh " doa Ervina.


Mereka mengobrol sambil menunggu Mentari keluar dari ruangan Daffa. Tapi yg ditunggu2 belum juga keluar.


"Udah sore ni, waktunya pulang " ucap Maya.


"Ya udah kalian pulang aja dulu. Gue mau nungguin Mentari" jawab Ervina.


"La terus kita pulang sama siapa "?? tanya Lisa.


" Lo pulang ma gue aja. Biar Maya dianterin Rendra " ucap Rian sambil menatap Lisa.


Lisa tertunduk malu saat ditatap Rian.


"Ciieeee... ada yg malu ".. goda Maya.


" Apaan si lo May ".


Maya terkekeh melihat Lisa yg malu-malu. Kemudian dia meninggalkan rumah sakit bersama Rendra.


" Lis, ayo pulang " ajak Rian.


"Er,Vin gue pulang dulu ya. Kalo ada apa2 kabarin gue " pamit Lisa sebelum pulang.


"Oke, lo ati2 dijalan.


Titip temen gue Rian, awas kalo sampe lecet ".


" Lo tenang aja Er, temen lo bakal gue jagain baik2 " jawab Rian sambil menarik tangan Lisa.


Sekarang tinggal mereka berdua. Ervin menatap kearah gadis yg selalu mengganggu pikirannya akhir2 ini.


"Ngapain lo ngliatin gue kaya gitu. Suka lo ma gue " cibir Ervina.


"Iya.Gue emang suka sama lo " jawab Ervin.


Ervina terdiam mendengar jawaban Ervin. Sebenernya dia gugup ditatap oleh Ervin.


"Gak mempan gombalan lo buat gue.


Ngerti gk " sewotku.


"Er, lo kenapa si benci banget ma gue?? Gue ada bikin salah ya ke elo "?? tanya Ervin.


Deg.


Ervina bingung harus menjawab apa. Dia ingin jujur tapi takut Ervin akan besar kepala mendengarnya.


" Karena lo adalah cowok paling rese yg pernah gue kenal " jawab Ervina mencari alasan.


"Tapi lo suka kan "?? ledek Ervin sambil memainkan rambut panjang Ervina.


Ervin tersenyum, ternyata Ervina mendengarkan perkataannya supaya tidak mengikat rambutnya lagi.


" Iiihhhh, pede banget lo jadi orang ".


Mereka terus bercanda sambil menunggu Daffa dan Mentari. Ervin tidak henti2nya menggoda Ervina sampai wajahnya memerah.


Sampai akhirnya perut mereka berbunyi lalu memutuskan untuk makan dikantin rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2