Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Tentang Pangeran Es 1


__ADS_3

"Assalamualaikum "..


Ervin dan yg lainnya sekarang sedang berdiri didepan pintu rumah Mentari. Beberapa saat lalu mereka sudah sampai disini meskipun harus melewati kembali drama pertengkaran antara Rendra dan Maya saat mereka baru sampai.


" Waalaikumsalam ".


Terdengar sahutan salam dari dalam rumah. Tak lama pintu terbuka lalu seorang wanita yg masih muda berdiri sambil tersenyum ramah pada mereka.


" Cari siapa ya "?? tanya wanita itu.


" Selamat malam tante, kami teman-teman sekolah Mentari. Mau jengukin Mentari tante "jawab Ervina.


" Gila, cantik bener tantenya Mentari " bisik Rendra pada Ervin.


"Jangan malu-maluin kita lo ya " jawab Ervin sambil berbisik.


Rendra cemberut mendengar bisikan Ervin.


" Gue kan cuma bilang cantik doang" batinnya.


"Oh, ya udah ayo masuk kedalam " ucap tante Mentari mempersilahkan mereka semua masuk.


"Tan, kita boleh nengokin Mentari ke dalam gk "?? tanya Ervina setelah mereka duduk diruang tamu.


Dia sudah tidak sabar ingin melihat kondisi sahabatnya.


" Eehhmm, gimana ya. Boleh-boleh aja kalau mau nengokin Mentari. Tapi nanti kalian jangan teriak ya pas ngeliat sesuatu di kamar Mentari " jawab tante Mentari.


"Maksud tante apa "?? tanya Ervina penasaran.


Begitupun yg lainnya, mereka penasaran dengan perkataan tante Mentari.


" Pokoknya kalau mau ke kamar Mentari, kalian gk boleh berisik. Bisa kan "??.


Ervina menatap kearah teman-temannya satu persatu. Mereka semua lalu menganggukkan kepalanya.


" Baik tante " jawab Ervina.


Mereka lalu mengikuti tante Mentari. Rumah Mentari tidak terlalu besar, akan tetapi rumah ini sangat bersih dan rapi.


Lalu mereka berhenti didepan kamar yg pintunya berwarna biru.


Dengan perlahan-lahan, tante Mentari membuka pintu kamar itu.


Ervina dan kelima sahabatnya membulatkan mata mereka begitu pintu kamar terbuka lebar. Mereka begitu kaget melihat Daffa yg tertidur di ranjang sambil memeluk Mentari.


Ervina dengan cepat menutup mulut Maya yg hampir berteriak kaget melihat pemandangan itu.


Dia segera membawa Maya menjauh dari kamar Mentari.


Tak ingin membuat kebisingan disini, tante Mentari meminta mereka kembali keruang tamu setelah menutup pintu kamar.


"Kalian sekarang faham kan maksud tante tadi "?? tanya tante Mentari begitu mereka duduk di ruang tamu.


" Tan, bagaimana bisa Daffa tidur di kamar Mentari,?? Apa orangtua Mentari tidak marah melihatnya "?? tanya Ervin yg masih kaget dan bingung.

__ADS_1


" Awalnya marah, tapi mau bagaimana lagi.


Mentari hanya bisa merespon suara Daffa " jawab tante Mentari.


Tak lama, ayah dan bunda Mentari datang keruang tamu. Mereka kaget melihat banyak orang dirumah mereka.


"Selamat malam om, tante " sapa Ervina sambil mencium tangan kedua orangtua Mentari. Begitu juga dengan kelima temannya.


"Selamat malam. Kamu Ervina kan "?? tanya bunda Mentari.


" Iya tan, saya Ervina yg mengantarkan Mentari pulang hari itu ".


" Oh, iya-iya tante ingat. Kalian mau nengokin Mentari ya "??.


" Iya tante, Daffa tadi siang datang ke sekolah. Dia bilang kalau Mentari sakit gara-gara kejadian bully di sekolah " jawab Ervina.


Bunda Mentari lalu menunduk sedih. Lalu ayahnya Mentari merangkul pundak istrinya.


"Sudah bun jangan menangis. Mentari kan sudah agak membaik sekarang ".


" Maaf ya, tante malah jadi sedih kayak gini. Kalian mau minum apa, biar tante buatkan " ucap bunda Mentari berusaha tidak menangis didepan Ervina dan yg lainnya.


"Tidak usah repot-repot tante " jawab Ervin.


Mereka semua diam. Tidak tau harus bicara apa melihat orangtua Mentari yg begitu sedih meskipun mereka berusaha tersenyum.


"Om, maaf saya mau tanya. Apa om tidak marah melihat kelakuan Daffa "?? tanya Ervin hati-hati.


Sebagai sahabatnya Daffa, dia merasa tidak enak pada orantua Mentari melihat sikap Daffa yg tidak seharusnya berada didalam kamar anak gadis orang.


Ervin mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud ucapan ayah Mentari.


"Maksudnya om"??.


" Mentari hanya mau bicara pada Daffa sekarang ini. Saat kami mencoba mengajaknya bicara, Mentari hanya diam saja. Itupun juga tidak semua panggilan Daffa direspon oleh Mentari " jawab tante Mentari mewakili jawaban ayah Mentari.


"Tante boleh bertanya sesuatu tidak pada kalian "??.


" Boleh kok tan " jawab Ervin.


"Apa Daffa sebelumnya memiliki masalah yg membuatnya bersikap dingin pada oranglain "??.


Kami semua terdiam mendengar pertanyaan tante Mentari. Lalu semua menatap kearah Ervin,karena dialah yg paling lama berteman dengan Daffa diantara kami.


" Lo yg paling deket ma Daffa Vin, lo bisa jelasin ke tantenya Mentari " ucap Rian.


"Memangnya Daffa kenapa tante "?? tanya Ervin.


Dia agak sedikit ragu menceritakan masalah pribadi sahabatnya pada orang lain. Dia tidak mau Daffa merasa terganggu jika dia bercerita tanpa izin darinya.


"Begini, sebagai seorang psikolog tante bisa melihat kondisi kejiwaan seseorang dari prilaku mereka.


Contohnya saat psikologis mereka sedang terganggu. Mereka akan berprilaku berlebihan saat kita menyinggung sesuatu yg membuat mereka tidak nyaman.


Dan tante melihat kondisi seperti itu pada teman kalian. Karena itulah tante bertanya pada kalian ".

__ADS_1


" Apa maksud tante Daffa gila "?? tanya Ervin kaget mendengar penjelasan tante Mentari.


"Tidak,Daffa sama sekali tidak gila.


Jika seseorang kejiwaannya terganggu itu bukan berarti dia gila ataupun tidak waras.


Dia hanya sedikit tidak sehat saja kejiwaannya.


Kita anggap saja kalau teman kalian itu sedang sakit " jelas tante Mentari.


Ervin lega mendengar kalau sahabatnya ternyata tidak gila.


"Vin, ceritain aja. Siapa tau tantenya Mentari bisa kasih solusi biar Daffa keluar dari masalahnya. Gue gk mau terjadi sesuatu sama pangeran es kita " bujuk Rendra yg melihat Ervin masih enggan menceritakan masalah Daffa.


"Apa gk papa kalo gue ceritain masalahnya Daffa. Soalnya ini lebih ke masalah pribadi. Gue takut Daffa tersinggung " jawab Ervin.


"Percaya sama tante, tante gk akan cerita ke siapapun tentang masalah Daffa. Udah menjadi tugas tante menjaga privasi orang yg sedang tante tolong".


" Nggak papa, lo ceritain aja. Demi sahabat lo Vin " ucap Ervina sambil mengusap pundak Ervin.


"Baiklah " jawab Ervin.


"Aku kenal sama Daffa saat di taman kanak-kanak. Saat pertama kali melihat Daffa, aku merasa kasihan.


Daffa selalu duduk sendirian, nggak pernah mau bermain dengan yang lain tante.


Karena sifatnya yg seperti itu, tidak ada murid yg mau mendekatinya lagi. Hal itu juga terjadi saat kami masuk SD. Semua murid berfikir Daffa adalah anak yg sombong, tidak mau berteman dengan mereka karena mereka tidak sekaya orangtua Daffa. Padahal tidak seperti itu tan, Daffa memiliki masalah lain yg membuatnya tidak nyaman saat berdekatan dengan orang baru. Dari TK sampai SD, cuma aku satu-satunya teman yg dia punya " cerita Ervin.


bersambung


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Haiii para reader's yg baik hati dan tidak sombong..... 😅😅😅


Jangan lupa untuk terus Vote... Vote.... dan Voteee terus ya novel ini.


Jangan lupa juga buat like and comment....


Terima kasih....

__ADS_1


Amicuuuuu.........


__ADS_2