
"Ren, temenin Mama ke mall yuk.
Mama bosen dirumah, pingin beli tas " ajak Mama Rendra.
Rendra yg sedang PW ( posisi wenaakk) di depan tv sedikit malas saat diminta menemani Mama-nya.
"Papa ajalah Ma, nanggung nih film-nya ".
" Papa sibuk Ren, dia mana mau nemenin Mama ".
" Rendra juga sibuk Mama sayang " sahut Rendra asal.
"Ayolah, nanti Mama beliin game terbaru buat kamu " rayu Mama-nya.
"Okeyy deal Ma " !!
sahut Rendra cepat begitu dia mendengar tawaran Mama-nya.
Dia lalu berlari kekamarnya untuk mengganti baju.
"Ma, jangan terlalu manjain Rendra.
Nanti dia jadi anak manja "!! tegur Papa Rendra pada Mama-nya.
"Nggak kok Pa, Mama cuma bo'ong aja tadi biar Rendra mau nemenin Mama ke mall ".
" Kamu ni Ma ada-ada aja. Kalo nanti dia beneran nagih janji Mama gimana "??.
" Ya Mama tinggal pura-pura nangis aja kayak biasanya Pa " jawab Mama-nya Rendra cuek.
Mama Rendra hanya memiliki satu anak saja.
Jadi dia sering memaksa Rendra dengan berbagai cara agar mau menemaninya belanja.
"Udah siap Ma, ayok kita berangkat " ucap Rendra setelah selesai mengganti pakaiannya.
"Oke, Mama pergi dulu ya Pa "?? pamit Mama-nya mencium tangan Papa Rendra.
" Rendra nganterin hantu mall ini dulu Pa " bisik Rendra sambil mencium tangan Papa-nya.
"Oke, awas nanti hantunya hilang " jawab Papa-nya sambil berbisik juga.
"Kalo ilang tinggal cari di tumpukan tas Pa " bisik Rendra lagi lalu tertawa pelan dengan Papa-nya.
Mama-nya sudah berjalan keluar jadi tidak tau kelakuan Rendra dan Papa-nya yg menyebut Mama-nya hantu mall.
"Ya udah Pa Rendra keluar dulu, nanti keburu keluar tanduknya Mama kalo kelamaan ".
" Iya, ati-ati Ren nyetirnya.
Jangan pulang terlalu malam " ingat Papa-nya.
"Oke Pa "...
******************
" Wahh, cute banget "!!
teriak Maya heboh saat karyawan toko memperlihatkan tas terbaru ditempat mereka.
" Ini limited edition mbak, bisa diskon kalau mbak belanja diatas 15 juta "!!.
" Wahh,, gimana ya "?? jawab Maya.
Wajahnya menatap sedih pada tas lucu berwarna hitam itu.
Dia sangat ingin membelinya, tapi uangnya tidak cukup.
" Sepertinya gue harus see good bye sama tas lucu ini " batinnya.
"Gimana mbak, lumayan lho ada diskon " rayu karyawan itu lagi.
"Kayaknya nggak dulu deh mbak, uangnya gk cukup soalnya aku udah belanja banyak " ucap Maya sambil menunjukkan empat paper bag hasil dari dia berburu di mall ini.
"Oh iya mbak tidak papa ".
__ADS_1
" Kalau bulan depan kira-kira masih ada gk mbak diskonnya "?? tanya Maya berusaha mencari celah.
" Diskon hanya berlaku sampai pukul 22.00 malam ini aja mbak " jawab karyawannya.
"Ahh ya ampun, sedih banget gue " batin Maya.
"Oh, ya udah lain kali aja belinya mbak " sahut Maya lemas.
"Iya, ditunggu kembali kedatangannya ya mbak "!!?.
Maya melangkah gontai saat keluar dari toko tas ini. Beberapa kali bahkan dia masih melihat kebelakang menatap tas lucu yg terpasang di etalase toko.
" Heeuuhhh,,, gue pingin tas itu " sedih Maya.
Dia harus rela malam ini membiarkan tas itu menginap ditoko.
Padahal jika uangnya cukup untuk membeli tas itu dia bermaksud ingin pamer pada Lisa.
"Gagal sudah gue foto kece di Instagram bareng tas lucu tadi ".
Saat Maya sedang sedih memikirkan tas, tiba-tiba saja matanya melihat sepasang muda mudi berjalan sambil berpegangan tangan.
Dia memicingkan matanya saat tau ternyata Lisa yg barusaja dia lihat.
" Dasar penghianat " bisik Maya lalu mengikuti Lisa dan Rian yg sedang menuju sebuah restaurant.
Maya mengendap-endap lalu menempelkan badannya ke tembok seperti seekor cicak.
Dia berencana menguping pembicaraan Lisa.
"Awas aja lo Lis kalo sampe bersekongkol sama gebetan lo itu "!! bisik Maya.
Maya rasanya seperti ingin muntah paku begitu mendengar obrolan mereka.
Ternyata mereka bukan ingin bersekongkol, melainkan menceritakan dirinya.
"Kurang ajar lo Lis malah gosipin gue " gerutu Maya.
Lisa saat ini sedang bicara tentang dirinya yg meminta Lisa untuk bersikap cuek pada Rian.
Maya kaget saat Rian tiba-tiba mengecup pipi Lisa.
Rasanya telinganya seperti mengeluarkan asap batu bara melihat adegan romantis sahabatnya.
"Sompret, gue gk liat gue gk liat " ucap Maya lalu membalikkan badannya ingin kabur dari restaurant.
Lalu............
brruuukkkkk....
Maya jatuh terjengkang karena menabrak seseorang begitu dia berbalik badan.
"Aduhhh,,, sepatu gue "!!
teriak Maya panik saat melihat paperbag berisi tas dan sepatu miliknya jatuh berantakan.
Tanpa mempedulikan bokongnya yg terasa nyeri dia segera mengambil semua paperbag-nya.
" Aduh Maafin Tante ya, Tante gk sengaja " ucap seorang wanita yg tadi bertabrakan dengan Maya.
Wanita itu membantu Maya mengambil barang-barang yg berserakan di lantai.
"Nggak papa kok Tante, Maya juga asal balik aja tadi.
Nggak liat-liat kalo dibelakang Maya ada orang lewat " sahut Maya.
"Kamu gk papa kan "??.
" Nggak papa Tante, cuma bokongnya Maya aja yg benjol " jawab Maya asal.
"Oh ya kenalin, nama Tante Yola " ucap wanita itu memperkenalkan diri.
"Aku Maya Tante " jawab Maya.
"Kamu sedang apa menempel di tembok tadi "?? tanya Tante Yola.
__ADS_1
" Maya lagi jadi detektif Tan " jawab Maya.
"Kamu seorang detektif "??.
" Bukan sih, hhhee....
Maya lagi nguping temen Maya Tante di restaurant itu " ucap Maya sambil menunjuk tempatnya tadi.
"Kok bisa gitu.
Kita cari tempat duduk dulu yuk sambil cerita-cerita ".
Maya mengangguk saat tangannya di tarik oleh Tante Yola.
Mereka lalu duduk di sebuah cafe.
" Maya mau pesan apa "?? tanya Tante Yola.
Entah kenapa dia begitu menyukai Maya yg terlihat begitu menggemaskan.
Ekspresi dan wajahnya terlihat sangat natural, tidak seperti dibuat-buat supaya terlihat lucu.
" Maya mau ice cream aja Tante ".
Tante Yola segera memesan es cream untuk Maya dan dirinya.
Dia lalu tersenyum kearah Maya yg sedang menatapnya.
" Kenapa ngeliatin Tante kayak gitu "??.
" Hehe, wajah Tante mirip sama temennya Maya di sekolah ".
" Oh ya, waahhh berarti wajah Tante pasaran sekali ya ".
" Nggak gitu maksud Maya Tan, Tante Yola cantik banget kok.
Maya aja kalah cantiknya daripada Tante " ucap Maya tak enak hati mendengar ucapan Tante Yola.
"Tante becanda May, kenapa kamu serius gitu " sahut Tante Yola sambil tertawa.
Maya menggaruk lehernya yg tak gatal. Tante Maya lalu menanyakan lagi alasan kenapa dia menjadi seorang detektif dadakan.
Dengan gamblang Maya menceritakan penyebab dia menguping temannya. Meskipun dia baru bertemu Tante Yola, dia merasa Tante Yola berada di pihaknya karena sejak tadi Tante Yola selalu mendukung setiap tindakannya.
Mereka terus mengobrol kesana kemari sampai akhirnya pesanan mereka datang.
"Abis ini Maya mau gk nemenin Tante beli tas "?? tanya Tante Yola di sela-sela makan es creamnya.
" Maya sih mau-mau aja Tante. Tapi gk gratis lho...... ".
" Kenapa, kamu mau tas yg tadi itu "??.
" Hehe, Maya becanda Tante " sahut Maya.
"Tapi Tante gk becanda tuh.
Asalkan kamu mau nemenin Tante belanja , nanti Tante beliin tas itu buat kamu ".
" Serius Tan "!!! tanya Maya sambil matanya berbinar-binar.
Bayangan tas lucu itu menjadi miliknya tergambar jelas di matanya.
" Iya dong, apasih yg gk buat Maya " jawab Tante Yola sambil tertawa.
"Aaaa.... Tante Yola baik banget "!!!
teriak Maya lalu memeluk Tante Yola.
Tante Yola tertawa melihat tingkah Maya yg menggemaskan.
Untung saja dia bertemu Maya yg juga seprofesi dengannya yg menggilai belanja, jadi dia tidak merasa kesepian karena anaknya menolak menemaninya berkeliling di mall.
Mereka berdua lalu meninggalkan cafe menuju toko tas tempat Maya berpisah dengan tas lucu itu.
Maya menggandeng tangan Tante Yola seperti sedang menggandeng tangan ibunya sendiri.
__ADS_1