
"Ervina "!!!.
Ervina menghentikkan langkahnya lalu berbalik kearah suara yg memanggilnya.
" Iya, ada apa "?? jawab Ervina saat melihat seorang cowok berlari kearahnya.
" Lo udah selesai les piano-nya "??.
" Udah, barusan aja. Emm, lo siapa ya "?? tanya Ervina bingung.
" Lo lupa ma gue Er,??
Gue Mario, yg gk sengaja lo tabrak pas di depan kelas.
Udah inget belom "??.
Ervina mengingat-ingat dimana dia bertemu dengan cowok ini.
Dia menepuk keningnya setelah mengingatnya.
" Sorry Mario, gue lupa tadi. Lo ngapain disini "??.
" Gue kan les disini juga.
Eh, lo pulang sama siapa "??.
" Gue pulang sendirian aja sih, kenapa emang "?? jawab Ervina lalu mulai berjalan keluar.
Ervina hari ini tidak membawa mobilnya. Tadi dia datang memakai sepeda lipatnya.
Dia ingin bersepeda santai di taman setelah pulang les.
" Boleh gk gue nganterin lo pulang "?? tanya Mario penuh harap.
"Gimana ya, mana ganteng lagi ni cowok. Sayang dong kalo di tolak "batin Ervina.
Mario yg melihat Ervina tidak menjawab pertanyaannya, merasa gemas sendiri.
Tanpa sadar tangannya bergerak mengacak rambut Ervina.
" Gk papa kalo lo gk mau. Gk usah merasa terbebani kali Er. Lain kali kan bisa " ucap Mario lalu tertawa.
Ervina terpesona melihat tawa Mario. Jantungnya sedikit berdebar.
"Iihh, senyumnya manis banget " batin Ervina lagi.
Ervina lupa kalau masih ada lelaki yg jauh lebih manis dari Mario. Namanya Ervin.
Dia juga lupa perasaan yg dia simpan untuk Ervin karena sekarang dia sedang terpesona dengan cowok ganteng yg barusaja menyentuh kepalanya.
"Gue mau sih. Tapi.... ".
" Tapi apa Er "?? tanya Mario penasaran.
" Tapi sepeda gue gimana. Kasian sepeda gue kalo ditinggalin disini ".
Mario tertawa keras mendengar jawaban Ervina.
" Ya ampun Er, gue kira apaan. Ternyata cuma gara-gara sepeda ".
" Hehe, gue naik sepeda tadi pas kesini " ucap Ervina sambik tersenyum malu.
"Tenang aja, sekarang dimana sepeda lo "?? tanya Mario lalu menarik tangan Ervina kearah parkiran.
__ADS_1
Dada Ervina semakin berdebar saat Mario menarik tangannya.
Dia lalu menunjukkan dimana sepedanya.
" Ini mah gampang " ucap Mario lalu melipat sepeda Ervina dan memasukkannya kedalam bagasi mobil.
"Bereskan "??.
Ervina tersenyum kearah Mario. Membuat Mario tertegun melihat senyum manis yg memang membuatnya merindukan gadis ini sejak pertemuan pertamanya.
" Gila, jantung gue berdebar gini liat dia senyum " batin Mario.
"Kok lo malah melamun. Jadi nganterin pulang gk nih "?? tanya Ervina.
" Eh, hehhe. Jadi dong.Yuk masuk " jawab Mario salah tingkah sambil membuka pintu mobil untuk Ervina.
"Makasih Mario " ucap Ervina setelah duduk didalam mobil.
"Sama-sama tuan putri " jawab Mario lalu menutup pintu dan segera masuk kedalam mobilnya.
"Romantis banget sih. Manggil gue tuan putri lagi... Aduhh Mario " batin Ervina.
Mario lalu melajukan mobilnya. Sesekali dia melirik kearah Ervina.
"Gue harus bisa dapetin elo Er " pikirnya.
"Er, lo sekolah dimana "??.
" Gue sekolah di Taruna Bangsa. Lo sendiri sekolah dimana "??
" Gue udah lulus Er, tapi kayaknya sih umur kita gk jauh beda deh " jawab Mario.
Tahun ini dia seharusnya masuk universitas. Tetapi dia lebih memilih untuk menundanya dulu.
" Terserah lo ajalah Er.
Asal lo seneng aja ".
Ervina menatap kearah kaca mobil. Tiba-tiba saja dia melihat tukang siomay langganannya sedang mangkal di bawah pohon tidak jauh dari taman.
" Kak, berhenti ".
Mario menghentikan mobilnya saat Ervina berteriak. Dia menatap heran kearah Ervina.
" Ada apa Er, ada yg ketinggalan di tempat les "??.
" Hehe, nggak kok kak. Itu tadi gue ngeliat siomay langganan gue kak. Gue beli bentar ya "?? jawab Ervina.
" Oh, kirain apa. Ya udah kita turun bareng ".
Mario semakin gemas melihat Ervina yg memintanya berhenti hanya karena tukang siomay.
Dia membelai rambut Ervina sebelum turun dari mobil.
" Emmm, kak lo gk papa nemenin gue beli makanan di pinggir jalan "?? tanya Ervina.
" Emangnya kenapa Er, kan sama-sama makanan. Yg harusnya nanya kayak gitu tu gue. Cewek cantik kayak lo biasanya mana mau makan beginian. Pasti mereka lebih memilih makan di restaurant ".
"Gue lebih suka makan yg di pinggir jalan kak. Selain rasanya yg jauh lebih enak dibanding yg di restaurant, kita juga bisa membantu ekonomi mereka. Yg penting tempat dan makanannya bersih ".
" Elo emang beda Er. Gue jadi makin bersemangat buat dapetin elo " batin Mario.
Mereka lalu sampai di depan gerobak penjual siomay.
__ADS_1
Ervina dengan gembira segera memesannya.
"Pak, siomay tiga porsi ya. Kak, lo mau gk "?? tanya Ervina.
Mario mengangguk. Hatinya sangat senang bisa berdekatan dengan Ervina meskipun ini pertama kalinya dia membeli makanan di pinggir jalan.
" Eh Non Vina, mau di bungkus atau makan di sini Non "?? tanya bapak penjual siomay.
" Tiga di bungkus, dua makan disini pak. Yg special ya pak "?? .
" Siap Non ".
Ervina tertawa mendengar candaan tukang siomay. Dia tidak menyadari ada seseorang yg memperhatikan mereka dari dalam mobil.
" Ini Non siomaynya ".
" Terima kasih pak. Ayok kak kita makan disana aja " ucap Ervina mengajak Mario duduk dikursi taman.
Mario dengan senang hati mengikuti Ervina yg terus tersenyum padanya.
Mereka lalu menyantap siomay itu setelah duduk di kursi taman.
"Lo pasti belum pernah makan ginian ya kak "?? tanya Ervina yg melihat Mario seperti tidak nyaman dengan makanan itu.
" Emm, iya Er. Gue baru pertama kali juga makan di pinggir jalan gini " jawab Mario tidak enak.
"Kenapa lo gk bilang tadi kak. Gue kan gk maksa elo harus makan kayak gue ".
" Gue takut aja lo ilfeel ma gue " jawab Mario.
"Ya ampun, ya gk mungkin lah kak. Gue gk mungkin maksa orang yg gk punya selera sama kaya gue. Udah, gk usah diterusin makannya " ucap Ervina lalu meminta piring siomay milik Mario.
Mario hanya diam menatap Ervina. Ervina yg ditatap hanya tersenyum lalu mengajak Mario untuk kembali pada tukang siomay itu.
"Berapa pak semuanya "?? tanya Mario.
" Udah kak, biar gue aja yg bayar. Kan punya gue yg lebih banyak " cegah Ervina saat Mario ingin membayar.
Ervina lalu memberikan selembar uang seratus ribuan pada tukang siomay lalu mengambil pesanannya.
"Kembaliannya buat bapak aja ".
" Makasih Non Vina ".
Mario dan Ervina lalu kembali ke mobil. Mereka lalu menuju kerumah Ervina yg sudah tidak jauh lagi.
" Thanks ya kak udah nganterin gue pulang " ucap Ervina saat Mario sedang menurunkan sepedanya.
"Sama-sama Ervina. Gue seneng bisa nganterin lo kok ".
Mario lalu memberikan sepeda pada Ervina.
" Gue langsung pulang ya Er, udah mau magrib nih ".
" Gk mau mampir dulu kak "??.
" Gk usah, lain kali aja ya " jawab Mario lalu masuk ke mobilnya.
"Ya udah, ati-ati ya kak " ucap Ervina sambil melambaikan tangan pada Mario.
Ervina masuk kerumah setelah mobil Mario tak terlihat lagi.
Dia lalu memberikan siomay pada Bi Nuri yg kebetulan baru akan pulang. Lalu dia juga memanggil orangtuanya untuk memberikan makanan yg dia beli.
__ADS_1