
Sudah 2 hari ini Daffa tidak masuk sekolah. Dan selama itu pula Mentari selalu datang kerumahnya. Orangtua Mentari tau apa yg Mentari lakukan. Mereka tidak melarangnya karena mereka sudah tau seperti apa kehidupan teman dekat putri mereka.
Pagi ini, Ervina terlambat datang kesekolah.
Bel sekolah sudah berbunyi 2 menit yg lalu. Dia dengan terburu-buru berlari ke kelasnya.
Bruugghhh....
"Awwww" pekik Ervina yg terjatuh dilantai karena menabrak seseorang. Buku yg dia bawa jatuh berantakan.
Dia melihat kearah orang yg sudah menabraknya.
"Kalo jalan pake mata dong " bentaknya kesal saat tau lagi-lagi si Ervin yg menabraknya.
Ervina berdiri sambil membersihkan seragamnya yg terkena debu.
"Dimana-mana orang jalan tu pake kaki Er, bukan pake mata. Mata tu dipake buat ngliat yg bening2 kayak elo " Ervin tersenyum geli melihat wajah Ervina yg begitu kesal padanya.
"Alesan aja lo. Lo pasti sengaja kan nabrak gue " omel Ervina sambil memunguti bukunya yg berserakan.
"Iya, gue emang sengaja tadi " jawab Ervin santai.
"Lo tu emang rese banget tau gk. Bikin mood gue ancur pagi-pagi gini ".
" Iihhhh,, jangan ngomel2 gitu dong.
Jadi makin gemes gue " goda Ervin sambil mencubit pipi Ervina.
"Nggak usah pegang-pegang gue.
Minggir lo, gue mau lewat " ucap Ervina sambil mendorong tubuh Ervin.
Bukannya menyingkir, Ervin malah menarik tangan Ervina. Membuatnya masuk kedalam pelukan Ervin.
"Enaknya pagi-pagi dipeluk calon bini gue " bisik Ervin di telinga Ervina.
Wajah Ervina memerah karena ulah Ervin.
Dia mencubit kuat pinggang Ervin yg membuatnya berteriak kesakitan.
"Aww, sakit sayang.
Kalo mau cubit tu disini aja " ucap Ervin sambil menunjuk bibir tipisnya.
"Sayang-sayang kepala lo peyang.
Dasar cowok omes " ketus Ervina sambil berlari ke kelasnya. Meninggalkan Ervin yg masih tertawa.
"Ervina,,, aku padamu "!!!! teriak Ervin pada Ervina yg berlari meninggalkannya sambil bersungut-sungut.
Ervina melihat kearah Ervin saat mendengar teriakannya sambil terus berlari.
Dia tidak melihat ada kotak sampah didepannya. Lalu dia menabraknya dan hampir terjatuh.
Ervin tertawa terbahak-bahak melihat Ervina yg menabrak kotak sampah. Dia sampai memegangi perutnya yg terasa pegal karena terus tertawa.
"Wahh, parah lo Vin. Pagi-pagi udah mesum " ucap Rian yg sejak tadi memperhatikan ulah sahabatnya.
"Gue gk yakin deh Ervina bisa lo taklukin sebelum study tour " ejek Rendra.
"Gue udah gk tertarik ma taruhan lo pada. Gue beneran mau jadiin Ervina milik gue " jawab Ervin yakin.
__ADS_1
"Seriusan lo Vin. Berarti lo udah jatuh cinta beneran ke Ervina dong " kaget Rendra.
Ervin mengangguk.
"Gue tergila-gila ma cewek galak itu " ucap Ervin sambil cengengesan.
Dia meninggalkan dua sahabatnya yg masih terheran2. Sebelum masuk ke kelasnya, dia mengintip Ervina yg kelasnya berada disebelah ruangannya. Dia terkikik pelan saat Ervina melihatnya lalu membuang muka.
"Imut banget sih " bisik Ervin lalu masuk ke kelasnya.
********
"Lo kenapa lagi Er, dari lo masuk kelas sampe sekarang muka lo ditekuk gitu " tanya Lisa sambil memakan bakso.
"Iya Er, kesel gitu muka lo " Maya dan Mentari ikut nimbrung.
Saat ini, kita berempat sedang duduk dimeja kantin.
"Gimana gue gk kesel coba. Pagi-pagi udah dapet serangan fajar dari orang gila " gerutu Ervina sambil meminum jus miliknya. Dia masih kesal dengan kelakuan Ervin pagi tadi.
"Ervin lagi "??? tanya Lisa.
" Emangnya siapa lagi yg bisa bikin mood gue ancur kalo bukan si cowok rese itu " sewot Ervina sambil menatap kesal kearah Lisa.
" Kenapa sewotnya ke gue Er,?? Kan Ervin yg gangguin lo " protes Lisa.
"Hehe, sorry Lis. Kebawa perasaan gue " jawabnya sambil cengengesan.
"Er, kamu sama Ervin tiap hari brantem terus. Jangan-jangan kalian jodoh " goda Mentari.
"Iihhh, amit-amit deh. Males banget punya jodoh kayak dia ".
" Jangan gitu Er, benci itu awal mula dari cinta tau gk ".
"Bukan jodohin Er, tapi emang kayaknya dia suka sama kamu deh" ucap Mentari.
"Kalo dia suka ma gue, dia gk bakalan bikin gue kesel Mentari. Buktinya tiap hari dia selalu aja gangguin gue ".
" Dia mungkin sengaja kali Er, biar dapet perhatian dari kamu ".
" Bener tu yg dibilang Mentari Er " ucap Maya.
Dia sudah rela jika pangerannya menyukai sahabatnya yg cantik ini.
"Mana ada " jawab Ervina tersipu.
Hati dan mulutnya mengeluarkan perkataan yg berbeda.
Terdengar ribut-ribut dari beberapa siswi,suara mereka seperti tawon yg sedang arisan. Tiga orang cowok yg digilai para siswi disini datang ke kantin.
"Pantes mendadak kantin berisik, cowok lo dateng sih Er " olok Lisa.
"Baru aja diomongin, udah muncul aja tu anak. Kayaknya kamu beneran jodoh deh ma Ervin " ucap Mentari sambil menyenggol tangan Ervina.
Ervina melihat kearah Ervin. Mata mereka saling menatap.
Ervina mendengus sebal saat Ervin dan dua sahabatnya berjalan kearah meja mereka.
"Tu kan mereka kesini. Lo pada ngomongin dia sih " gerutu Ervina.
"Hai calon bini gue, ikut gabung ya " ucap Ervin langsung duduk disebelah Ervina.
__ADS_1
Rian duduk disamping Lisa. Dia tersenyum saat melihat wajah Lisa memerah.
"Senengnya hati gue duduk di samping mataharinya Daffa. Anget " ucap Rendra saat dia duduk ditengah2 antara Mentari dan Maya.
"Mentari, laporin aja ni biji sawo ke Daffa. Biar dia dijadiin bumbu rujak sama Daffa " sewot Maya yg sebal melihat Rendra duduk disampingnya.
"Lo kenapa cewek gentong, sensi amat liat gue. Kangen lo ma gue " ejek Rendra.
Dia suka sekali mengejek Maya. Ekpresi wajahnya yg lucu membuatnya ingin selalu menggodanya.
"Iihhhhh, sorry ya. Gk main gue kangen ke cowok tengil kayak lo " cibir Maya.
Mentari tersenyum melihat mereka berdua. Dimana-mana selalu aja bertengkar.
Sedangkan Lisa masih menunduk, jantungnya selalu saja berdebar2 saat bersama Rian.
"Lo udah makan belum Lis "?? tanya Rian. Dia gemas sekali melihat Lisa yg diam sejak tadi.
" Udah Yan ".
" Oh,lo mau minum apa. Biar sekalian gue pesenin " tanya Rian lagi saat tidak melihat minuman Lisa.
"Gue udah pesen tadi. Bentar lagi juga dianterin Yan " jawab Lisa sambil menatap Rian. Jantungnya semakin berdebar saat Rian tersenyum padanya.
"Calon bini gue udah makan belom " tanya Ervin yg sedang memainkan rambut Ervina.
"Belom makan dia Vin. Dari tadi cuma minum jus doang " jawab Maya yg melihat Ervina diam saja.
"Kenapa lo yg jawab. Kan Ervin nanyanya ke Ervina " sela Rendra.
"Gue yg jawab kenapa lo yg sewot. Ervin-nya aja santai2 aja kok " ketus Maya sambil menunjuk kearah Ervin yg sedang memesankan makanan untuk Ervina.
Tak lama, dia kembali membawa sepiring nasi goreng.
"Nih, makan dulu Er, gue gk mau lo sakit " ucap Ervin sambil menyodorkan piring nasi goreng kedepan Ervina.
"Kok cuma satu, punya lo mana "?? tanya Ervina menatap heran kearah Ervin.
Ervin tersenyum aneh kearah Ervina.
" Jangan bilang lo mau makan sepiring ma gue " ucap Ervina menyadari senyum aneh dibibir Ervin.
"Emang iya. Biar kita keliatan romantis gitu Er ".
" Romantis jidat lo lebar. Beli sendiri " omel Ervina.
"Lo baeknya karena ada udang dibalik panci to " goda Maya.
Ervin tertawa mendengar celotehan Maya.
"Suapin " ucap Ervin sambil membuka mulutnya saat Ervina mulai memakan nasi gorengnya.
"Ogah ".
" Gue cium kalo gk mau " ancam Ervin sambil berbisik ditelinga Ervina.
"Dasar sinting " jawab Ervina langsung menyuapkan nasi gorengnya kemulut Ervin. Wajahnya memerah, gila aja kalo sampai Ervin memciumnya dikantin.
"Ciiieeeee..... cciiieeeee......
Goda teman2nya saat melihat Ervina menyuapi Ervin dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
Sementara tersangka yg memaksa Ervina hanya tersenyum cengengesan berhasil membuat Ervina menuruti keinginannya.