Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Mulai Ada Rasa


__ADS_3

Rendra yg sedang menuju kerumah Maya tidak sengaja melihat Ervina yg barusaja keluar dari sebuah mobil bersama seorang cowok.


Dia lalu menepikan mobilnya untuk memperhatikan dua orang itu yg berjalan kearah penjual siomay.


"Ervina sama siapa y...


Kayaknya itu bukan si bule deh. Mobilnya beda " ucap Rendra.


Rendra lalu mengambil handphone-nya untuk memastikan dengan siapa Ervina sekarang. Dia lalu menelfon sahabatnya.


"Vin, lo dimana sekarang "?? tanya Rendra begitu telfonnya diangkat.


" Gue lagi diluar sama nyokap bokap gue. Kenapa Ren, kangen lo ma gue "??.


" Ih, najis banget gue kangen ke elo " sewot Rendra lalu mematikan telfonnya.


Dia kembali melihat kearah Ervina yg sedang tertawa bersama cowok itu.


"Gk mungkin tu cowok pacarnya Ervina kan"??.


Rendra lalu merekam video Ervina yg terlihat berjalan bersama cowok itu. Mereka lalu makan bersama dikursi taman.


" Ini bisa jadi bukti nanti. Tu bule bakalan kesurupan gk ya pas liat video ini ?? pikir Rendra lagi.


Rendra lalu pergi dari sana dengan hati yg masih sangat penasaran tentang cowok yg bersama Ervina tadi.


Dia akan kerumah Ervin setelah pulang dari rumah Maya untuk memperlihatkan video itu.


********


Mario yg barusaja mengantarkan Ervina pulang merasa sangat senang.


Dia memutar lagu dengan sangat keras didalam mobilnya.


"Ervina, gue suka ke elo. Elo harus jadi milik gue " ucap Mario di sela-sela nyanyiannya.


Ervina adalah gadis pertama yg dia temui yg tidak melihat materi darinya.


Selama ini, dirinya selalu saja berpacaran dengan gadis yg hanya menginginkan uangnya saja.


"Elo bener-bener beda Er. Gue suka gaya lo yg sederhana meskipun elo itu anak orang kaya " batin Mario.


Mario sedikit kaget saat melihat rumah Ervina yg sangat besar dan berada didalam komplek yg terkenal cukup mahal saat mengantarnya pulang tadi.


Dia tidak menyangka jika Ervina adalah anak orang kaya. Dia mengira Ervina adalah anak orang biasa karena apa yg Ervina kenakan tidak terlihat seperti anak orang berada.


"Gue harus bisa jadiin lo milik gue Er. Harus ".


**********


Maya duduk gelisah didepan TV. Dia sekarang sedang menunggu Rendra datang kerumahnya.


" Kok gue jadi gk tenang gini sih. Yg mau dateng kan cuma Rendra, bukan Raja Salman " pikir Maya.


Maya lalu menyalakan tv dan mencari film


kartun untuk menutupi kegelisahannya.


Cukup lama dia menonton hingga akhirnya terdengar bel rumahnya berbunyi.

__ADS_1


Maya segera berlari kearah ruang tamu untuk membuka pintu.


"Biar Maya aja bi yg buka " teriak Maya saat seorang pelayan dirumahnya ingin membuka pintu.


Maya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya sebelum membuka pintu.


"Selamat malam Ta... Eh, ko elo May yg bukain.


Kirain gue nyokap lo yg dateng " ?? tanya Rendra kaget karena Maya yg membuka pintu untuknya.


"Oh gitu, ya udah gue tutup lagi aja pintunya biar nyokap gue yg bukain " sewot Maya lalu menutup pintu rumahnya.


Rendra melongo melihat pintu rumah Maya yg kembali tertutup.


"Ya ampun, gitu aja ngambek " batin Rendra.


"May, bukalah pintu-nya.


Gue becanda doang tadi " rayu Rendra.


Maya lalu membuka pintunya. Terlihat wajahnya yg begitu kesal pada Rendra.


"Gk nanya lagi lo kenapa bukan nyokap gue yg bukain pintu "?? sinis Maya.


" Ihh, judes banget si May. Gue kan gk tau kalo lo yg bakal bukain. Gue kira lo sekarang masih ngerem di kamar " sahut Rendra.


"Ngerem-ngerem, lo pikir gue ayam apa " omel Maya melipat tangan di dadanya.


Rendra terkekeh melihat ekpresi favoritnya di wajah Maya.


Dia lalu menyodorkan cake dan buah yg tadi dia beli sebelum datang kerumah Maya.


"Nyogok gue lo " ucap Maya sambil menerima cake dan buah dari Rendra.


" Ck, ya udah kalo gk mau " sebal Rendra lalu hendak menarik kembali apa yg dia bawa.


"Mauu.... " jawab Maya manja.


Rendra tersenyum melihat Maya yg begitu senang mendapatkan makanan darinya.


"Manis juga " pikirnya.


"Gue tau lo suka sama makanan yg gue bawa May, tapi lo jangan lupa gue masih berdiri diluar pintu " sindir Rendra pada Maya yg terlihat sibuk dengan cake-nya.


"Hehe, lupa gue kalo ada manusia di depan gue.


Ayok masuk, tapi jangan malu-maluin " jawab Maya lalu masuk kedalam membiarkan Rendra cemberut karena ucapannya tadi.


"Gk punya akhlak banget si ni nenek lampir " sungut Rendra lalu masuk dan duduk disamping maya.


"Eh, lo laper gk "?? tanya Maya.


" Ya iyalah, makanya gue dateng kesini. Lo bilang nyokap lo mau kasih gue makan " jawab Rendra ketus.


"Dasar gk tau malu. Ayok ikut gue " cibir Maya lalu menarik tangan Rendra kearah ruang makan.


Rendra tersenyum dalam hati melihat Maya yg menarik tangannya.


"Bi, tolong panggilin Mama sama Papa ya. Bilangin kalo ada temen Maya dateng minta makan".

__ADS_1


Rendra terbelalak mendengar perkataan Maya.


Dia lalu mencubit lengan Maya yg tidak tertutup baju.


" Awww, sakit tau Ren ".


" Rasain, makanya punya mulut jangan asal nguap kalo ngomong ".


Maya tertawa melihat Rendra mengomel.


Sejak kejadian didepan ruang UKS, Maya sedikit menyimpan rasa pada Rendra.


Tapi dia simpan dalam hati karena gengsi jika ada yg tau kalau dia mulai ada rasa pada Rendra.


" Halo Om, halo Tante " sapa Rendra.


"Halo nak Rendra " jawab Mama Maya.


Maya memperhatikan Rendra yg mencium tangan kedua orangtuanya dengan sopan. Lagi-lagi membuatnya tersenyum.


"Malem Ma, malem Pa ".


Orangtua Maya tersenyum kearah mereka berdua.


Mereka lalu mulai memakan makanan di meja. Beberapa kali Maya dan Rendra terlihat saling kesal saat tangan mereka tidak sengaja ingin mengambil laum dari tempat yg sama.


" Maya, jangan tidak sopan seperti itu pada tamu " tegur Papa-nya.


"Tapi Pa, Rendra duluan yg mulai " sahut Maya sebal.


"Mana ada, orang gue kalem gini kok. Iya kan Tante "??.


Mama Maya hanya tersenyum melihat anaknya dan temannya terus berdebat.


" Ma, Mama jangan sampe tertipu sama Rendra. Dia tu suka bohongin Maya kalo di sekolah " sewot Maya.


"Gk pernah Tante, Maya yg sering ngerjain Rendra Tante " sahut Rendra.


"Aduuhh, kalian ini ya " ucap Mama Maya menggelengkan kepalanya.


"Maya, kamu jangan terlalu sering menjahili temen kamu. Apa gk cukup bibi dirumah yg selalu kamu jahilin "?? tanya Papa Maya.


" Ihh, Papa ko malah mojokin Maya .


Maya anak Papa bukan sih "??.


" Bukan, soalnya Papa gk pernah jahil kayak kamu " jawab Papa-nya membuat Rendra dan Mama-nya tertawa.


"Ok fine, berarti Maya anaknya Mama aja. Iya kan Ma "?? tanya Maya pada Mama-nya.


" Kayaknya gk deh sayang. Rendra kan anaknya kalem, sama kayak Mama. Jadi Rendra lebih cocok jadi anak Mama ".


" Mama....... "!!!!!!!!!.


Semua tertawa melihat Maya merajuk. Rendra yg berada di samping Maya sengaja menjulurkan lidahnya membuat Maya semakin kesal.


Orangtua Maya tersenyum melihat putri mereka yg sedang cemberut.


Putri mereka memang sangat jahil saat dirumah, terkadang mereka bahkan dibuat pusing oleh kelakuannya. Yg bisa membuatnya patuh hanya kakaknya yg sekarang berada di luar kota untuk kuliah.

__ADS_1


__ADS_2