
Daffa yg baru bangun tidur sedang berjalan kearah dapur untuk mengambil air minum.
Tenggorokannya terasa sangat kering.
"Daffa, kenapa kamu tidak masuk sekolah "???.
Daffa sedikit kaget saat ada orang yg tiba-tiba bicara padanya.
Rupanya Tante Lena yg bertanya. Dia sedang duduk di dekat dapur dan Daffa tidak melihatnya saat masuk tadi.
" Karena Mentari dirumah " jawab Daffa.
Tante Lena menghembuskan nafasnya lalu berjalan menghampiri Daffa yg sedang mengambil air minum.
"Kamu nggak boleh seperti itu Daffa. Mentari sedang sakit, wajar kalau dia tidak masuk sekolah ".
" Kalau Mentari sakit, berarti aku juga sakit Tante " jawab Daffa lagi.
"Kamu baik-baik saja Daf. Lebih baik sekarang kamu berangkat kesekolah, mumpung belum terlalu siang " ucap Tante Lena lagi.
Daffa menatap datar kearah Tante Lena. Dia tidak berkedip saat menatapnya.
Tante Lena yg menyadari tatapan tidak suka Daffa karena ucapannya segera memberi penjelasan padanya.
"Daffa, Tante tidak bermaksud apa-apa. Tante hanya tidak mau sekolahmu terganggu karena Mentari.
Bagaimana nanti jika orangtuamu tau lalu menyalahkan Mentari karena kamu bolos sekolah "??? jelas Tante Lena.
Daffa menggigit bibir bawahnya mendengar Tante Lena menyebutkan tentang orangtuanya.. Dia hampir saja lupa bagaimana sifat ayahnya jika tau dia membolos sekolah hanya karena seorang gadis.
Tante Lena menangkap sebuah kekhwatiran di mata Daffa.
Rupanya pengaruh orangtuanya sangat besar hingga mampu mengalihkan emosi Daffa padanya.
" Dimana Mentari sekarang Daf "?? Tante Lena memancing lagi perubahan emosi diwajah Daffa.
" Mentari ada di kamar Tante. Aku menyuruhnya tidur lagi " jawab Daffa pelan.
Tante Lena kembali menangkap sebuah ketenangan di mata Daffa saat dia menanyakan Mentari.
Tante Lena lalu tersenyum lembut sambil mengusap bahu Daffa.
"Daffa, Tante tidak melarangmu dekat dengan Mentari. Tapi Tante harap kamu jangan sampai melupakan kewajibanmu untuk belajar.
Bagaimanapun juga, orangtuamu pasti akan sangat kecewa kalau kamu membolos seperti ini.
Lakukan hal itu demi masa depanmu dan Mentari. Bagaimana cara kamu bertanggung jawab pada Mentari nanti kalau kamu sendiri tidak bisa bertanggung jawab pada pendidikan sekolahmu "??.
Daffa diam menatap Tante Lena. Semua yg dikatakan Tante Lena tidak ada yg salah. Tapi dia merasa tidak tenang jika meninggalkan Mentari.
" Siapa yg akan menjaga Mentari kalau aku sekolah Tante "?? tanya Daffa khawatir.
" Ada Tante dan juga orangtua Mentari. Kamu tidak perlu khawatir " jawab Tante Lena.
__ADS_1
"Tapi aku tidak percaya ".
" Kau harus percaya Daffa, mereka adalah orang yg membesarkan Mentari. Mereka tidak mungkin menyakitinya "!!.
" Maaf Tante, aku mau melihat Mentari " ucap Daffa lalu meninggalkan Tante Lena sendiri.
Tante Lena lalu duduk sambil bertopang dagu.
Sangat sulit memberikan pengertian pada Daffa. Rasa khawatir yg Daffa berikan pada Mentari terlalu berlebihan. Bahkan pada orangtua Mentari pun dia merasa curiga.
"Bagaimana Len "??? tanya ayah Mentari yg tadi sengaja menguping pembicaraan Daffa dan adiknya.
" Sulit Kak, Kakak dengar sendiri kan apa jawaban anak itu "!!.
" Kakak tidak mau nantinya Mentari disalahkan oleh keluarganya Len. Sudah 3 hari ini Daffa tidak pulang kerumahnya " ucap Ayah Mentari.
Semalam, Tante Lena dan orangtua Mentari kembali membicarakan Daffa yg sudah menginap disini tanpa pulang kerumahnya.
Mereka khawatir pada Daffa jika terus disini menemani Mentari.
"Lena sudah mencoba memberinya pengertian Kak. Tapi hasilnya malah membuat Daffa mencurigai Kakak. Daffa tidak mempercayai kita Kak ".
" Astaga, lalu kita harus bagaimana Len,??.
"Entahlah Kak, Lena juga bingung...
Siang ini Mas Riko pulang dari luar negeri. Lena juga harus segera pulang ke rumah . Tidak apa-apa kan Kak "????.
Biar kami yg akan mengurus Daffa dan Mentari ".
" Kakak hubungi Lena kapanpun kakak mau. Insyaalloh Lena pasti bantu ".
Ayah dan Tante Mentari terus berbicara sampai akhirnya mereka di kagetkan dengan kedatangan Mentari yg tiba-tiba menyapa mereka seperti biasanya.
" Pagi Ayah, pagi Tante " sapa Mentari.
"Pagi sayang " jawab Ayah dan Tante Mentari bersamaan.
"Lho, tumben pagi-pagi Tante Lena ada dirumah Mentari "?? tanya Mentari heran melihat Tante-nya.
Ayah dan Tante Mentari saling melempar pandangan. Sepertinya Mentari lupa jika Tante-nya sudah tiga malam menginap disini.
" Oh, iya sayang. Tante kangen sama kamu. Makanya Tante ada di sini " jawab Tante Lena mencari alasan.
Daffa yg berdiri disamping Mentari tiba-tiba merasa khawatir.
Dia bingung kenapa Mentari menanyakan keberadaan Tante-nya.
"Oh gitu. Tante sudah sarapan belum. Biar Mentari yg masak " jawab Mentari sambil melangkah kearah kulkas.
Daffa masih terus mengekor di belakang Mentari. Sepertinya dia sangat enggan untuk meninggalkan Mentari sendiri.
Membuat Tante dan Ayah Mentari menarik nafas dalam.
__ADS_1
"Tidak usah masak yg susah-susah sayang. Masak yg gampang saja " ucap Tante Lena ingin membantu keponakannya memasak.
"Iya Tante, Mentari masak nasi goreng saja ya.
Kamu mau gk sarapan nasi goreng Daf "?? tanya Mentari.
Daffa hanya mengangguk. Dia terus memperhatikan Mentari yg begitu terampil memotong sayuran.
Semua kejadian itu tak luput dari tatapan mata Ayah dan Tante Mentari.
" Kamu tunggu di meja aja Daf bareng Ayah " ucap Mentari yg kasihan melihat Daffa terus berdiri tak jauh darinya.
"Iya Mentari benar Daf. Biarkan ini menjadi urusan kami para wanita " ledek Tante Lena membuat Mentari tersenyum.
Daffa lalu meninggalkan Mentari setelah melihat senyumannya tadi.
Hatinya selalu saja merasa hangat saat melihat senyuman manis di bibir Mentari-nya.
"Bunda dimana Tante. Kok nggak ada dirumah "?? tanya Mentari yg tidak melihat Bunda-nya sejak tadi.
" Bunda kamu lagi ke supermarket sayang. Paling sebentar lagi juga pulang ".
" Kalau gitu kita sekalian aja masakin buat Bunda Tante ".
" Siap laksanakan putri " canda Tante Lena.
Daffa tersenyum melihat Mentari yg terus bercanda dengan Tante-nya.
Dia senang melihat Mentari sudah bisa bersikap seperti biasanya.
Meskipun dia sendiri masih bingung, tidak tau apa yg terjadi pada Mentari.
"Daffa, apa Mentari baik-baik saja semalam "?? tanya Ayah Mentari sambil berbisik.
Dia sangat kaget melihat perubahan pada putrinya tadi.
" Baik-baik saja Om " jawab Daffa.
" Bukankah kemarin Mentari masih ketakutan saat bicara sama Om.
Kenapa pagi ini dia tiba-tiba bersikap normal "???.
" Aku juga bingung Om. Saat aku masuk ke kamar tadi, Mentari juga bertanya kenapa aku bisa masuk ke kamarnya " jawab Daffa.
"Apa dia sudah tidak ingat lagi tentang rasa traumanya itu ya Daf "?? tanya Ayah Mentari bingung.
" Tidak tau Om. Tapi ini bagus kalau Mentari bisa melupakan masa lalu itu " jawab Daffa.
Ayah Mentari mengangguk lalu kembali melihat kearah putrinya.
Sikap Mentari pagi ini benar-benar sangat berbeda dengan yg kemarin.
Dia bersikap seolah tidak terjadi apapun padanya.
__ADS_1