
"Sayang, Mami sama Papi mau keluar.
Kamu mau ikut nggak "?? tanya Mami Ervina.
Ervina yg barusaja keluar dari kamar mandi menghampiri Mami-nya yg duduk diranjang.
" Nggak deh Mi, Vina mau ngerjain PR di rumah ".
" Mau Mami beliin sesuatu gk sayang "??.
" Nggak usah Mi. Vina masih kenyang " jawab Ervina sambil memegang perutnya.
" Oh, ya udah Mami pergi dulu ya. Jangan lupa kunci pintu.
Mami ada bawa kunci sendiri ".
" Iya Mi, ati-ati ya "?? jawab Ervina lalu mencium pipi Mami-nya.
" Iya sayang ".
Setelah Mami-nya keluar, Ervina segera berganti baju dan menyisir rambut-nya. Lalu dia mulai membuka buku.
Sebenarnya ini bukan PR dari sekolah, tetapi PR dari tempat les menggambar-nya. Ervina sangat tertarik dengan desain pakaian, terlebih lagi desain baju pengantin. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer. Dan keinginannya mendapat dukungan penuh dari kedua orang-tuanya.
"Nanti kalo gue nikah, gue bakalan nge-desain baju pengantin gue sama calon suami gue sendiri " ucap Ervina.
Sambil menggambar, dia berandai-andai kira-kira akan seperti apa calon suami-nya nanti.
"Ervin beneran serius gk ya mau nikahin gue. Atau dia cuma modusin gue aja biar gue baper.
Ah tau ah, gk jelas banget gue mikirin dia ".
Ervina lalu kembali melanjutkan gambaran-nya.
Tiba-tiba saja wajah Mario terlintas di mata-nya.
" Kak Mario manis banget tadi senyumnya. So sweet banget lagi ke gue.
Kayaknya dia cocok deh jadi calon suami bayangan gue. Udah ganteng, romantis, perhatian, baik lagi " puji Ervina sambil memangku dagunya.
Ervina menutup wajahnya yg merona mengingat perlakuan manis Mario padanya tadi.
Bibir-nya terus tersenyum sendiri.
Sambil terus tersenyum, Ervina menyelesaikan gambarnya yg hampir sempurna.
Dia meregangkan lehernya lalu melihat jam di dinding.
"Ya ampun, gk terasa udah jam 22.00 aja.
Pantes udah mulai ngantuk ni mata " ucap Ervina sambil menguap.
Ervina keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.
Tenggorokannya terasa sangat kering.
Saat dia sedang minum, handphone-nya berdering.
Dia memutar bola matanya malas saat tahu siapa yg menelfonnya.
"Ngapain nelfon gue malem-malem " ketus Ervina begitu mengangkat telfon.
"Idiihh, bini gue galak banget si.
Lo udah tidur belom Er "??.
" Kalo gue udah tidur terus siapa yg sekarang lagi ngomong sama elo, Vin "??
" Hehe, bener juga ya.
Er, lo sekarang keluar bentar deh. Gue mau ngomong penting ke elo ".
" Ngapain lo nyuruh-nyuruh gue keluar. Lo pasti mau jahatin gue kan "?? tanya Ervina lalu berjalan ke dekat jendela.
Ingin memastikan sendiri apa benar Ervin ada diluar rumahnya.
" Pikiran lo jelek banget si Er.
Udah buruan lo kemari. Banyak nyamuk tau disini ".
__ADS_1
" Iya-iya, tunggu bentar ".
Ervina lalu membuka pintu setelah memastikan kalau Ervin ada diluar. Ervin sedang bersender di mobilnya.
Ervina terpesona melihat Ervin yg mengenakan kaos warna merah dan celana panjang.
Membuatnya terlihat semakin tampan. Mata Ervina bahkan tidak berkedip saat menatapnya.
" Gue tau kalo gue ganteng Er. Sampe segitunya ngeliatin gue " ledek Ervin yg melihat Ervina sedang menatapnya tanpa berkedip.
"Ge-er banget si lo .
Siapa juga yg lagi ngeliatin lo " kilah Ervina salah tingkah.
Ervin tertawa lalu berjalan kearah Ervina yg berdiri di depan pintu.
Ervin menyibakkan rambut Ervina kebelakang.
Menangkup kedua pipi Ervina lalu memberikan kecupan manis di keningnya.
Jantung Ervina berdegub kencang. Matanya terbuka lebar karena Ervin yg tiba-tiba menciumnya.
Kemudian Ervina memejamkan matanya, merasakan perasaan membuncah didalam hatinya karena perlakuan Ervin.
"Gue cuma mau ngucapin selamat malam dan selamat tidur buat pacar gue yg cantik " ucap Ervin setelah mencium Ervina.
"Lo jauh-jauh dateng kemari cuma buat ngucapin itu doang.
Lo yg serius Vin "?? tanya Ervina heran.
Wajahnya masih memerah setelah Ervin memberinya kecupan.
" Gue serius, gue kangen sama lo tadi.
Makanya gue sengaja dateng kesini ".
" Kan lo bisa kirim pesan aja lewat handphone.
Kurang kerjaan banget lo ".
" Ervina cantik, kan gue bilang kalo gue kangen sama elo.
Rasanya beda lewat hape sama ketemu langsung ma elo " jelas Ervin.
Ervin menyelipkan rambut kebelakang telinganya saat angin menerpa wajahnya.
"Ya udah, sekarang lo masuk kedalem gih.
Angin malem gk bagus buat lo ".
"Iya, lo ati-ati pulangnya " jawab Ervina.
Sebelum Ervin masuk kedalam mobilnya, kedua orangtua Ervina pulang.
Kedua orangtuanya tersenyum kearah Ervin setelah keluar dari mobil.
Ervin ikut tersenyum kearah orangtuanya lalu masuk ke mobil dan pergi dari rumahnya.
"Siapa Vin,??
Pacar kamu "?? tanya Papi-nya setelah Ervin pergi.
" Bukan Pi. Itu temen Vina.
Tapi suka maksa Vina buat jadi pacarnya ".
" Terus kamu mau gk jadi pacarnya. Anaknya ganteng banget lo "?? ledek Mami-nya sambil mengajaknya masuk kedalam rumah.
" Ganteng si ganteng Mi. Tapi Vina gk suka, dia suka kegenitan sama cewek-cewek ".
" Masa sih, namanya siapa Vin "?? tanya Papi-nya.
" Namanya Ervin Pi.
Seumuran sama Vina. Cuma beda kelas aja di sekolah " jawab Vina lalu duduk disamping Mami-nya.
Mereka bertiga kini sedang duduk diruang tengah.
"Oh ya Vin, besok malem kamu jangan kemana-mana ya "?? ucap Mami.
__ADS_1
" Kenapa emang Mi "??.
" Mami besok malam ngundang Tante Catherine sama suami dan anaknya buat makan malam dirumah.
Kamu gk ada acara kan "??.
" Nggak ada kok Mi.
Tapi Vina pulang agak telat dikit, soalnya mau latihan dulu sepulang sekolah " jawab Ervina.
"Iya gk papa Vin, mereka datengnya juga agak malem kok.
Kata Tante Catherine anaknya juga sedang banyak kegiatan disekolahnya".
" Sayang, ngomong-ngomong anak laki-laki tadi tu mirip sama Zeth ya.
Bener gk "?? tanya Papi pada Mami.
" Masa sih Ris, aku gk terlalu merhatiin tadi.
Tapi anaknya emang ganteng banget sih " jawab Mami.
"Ekhmm,,, " !!! dehem Papi.
Ervina tertawa mengerti maksud deheman Papi-nya.
Papi-nya cemburu mendengar Mami memuji laki-laki lain di depannya.
"Ada yg jealous tu Mi " ledek Ervina.
"Siapa yg jealous sayang "?? jawab Mami pura-pura tidak tau.
" Siapa ya,, Vina juga gk tau Mi ".
Wajah Papi-nya bertambah masam karena merasa diabaikan oleh Mami.
Ervina dan Mami-nya tertawa cekikikan melihat Papi mereka ngambek.
" Ciieee,,, Papi ngambek tu Mi "?? ledek Ervina.
" Biarin aja, kalo ngambek nanti suruh tidur dikamar tamu aja. Iya kan sayang "?? goda Mami-nya tersenyum kearah Ervina.
" Enak aja, gk mau Papi.
Papi mana bisa tidur kalo gk ada Mami kamu Vin " sahut Papi-nya cepat sambil menarik Mami-nya kepelukannya.
Mereka lalu tertawa bersama.
Mereka terus bercanda sampai larut malam lalu memutuskan untuk segera istirahat saat Ervina terus saja menguap.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Hallloooo reader's....
Jangan lupa untuk selalu Vote.. Vote.. and Vote novel ini ya...
Biar author semakin rajin nulisnya.
Dan juga jangan lupa untuk Like and Comment dibawah.
Jangan lupa juga klik tombol lope-lope😍😍😍😍😍 dibawah sono ya reader's....
__ADS_1
Terima kasih....
Amicuuuuu.....