Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Tom & Jerry


__ADS_3

Rian mengendarai mobilnya kerumah Lisa. Malam ini mereka ingin menjenguk Daffa dirumahnya.


Sebenarnya Rian sudah tau keadaan Daffa dari Ervin, tapi dia sengaja ingin menjenguknya supaya bisa berdekatan dengan Lisa.


Sementara Lisa sendiri sedang sibuk berdandan dikamarnya. Dia berulang kali berdiri didepan kaca. Memeriksa dengan teliti penampilannya sampai tidak menyadari jika ibunya sudah berdiri dipintu memperhatikannya sejak tadi.


"Hmmm,,, anak mama sudah cantik kok "!.


Lisa terkejut saat mendengar suara ibunya. Dia tersenyum malu karena ketahuan sedang memperhatikan penampilannya.


" Mama..


Mama kok gk ketuk pintu dulu. Kan Lisa jadi malu ".


Ibunya tersenyum lalu berjalan kearah Lisa. Mengelus rambut putrinya penuh kasih.


" Mama udah ketuk pintu berkali2. Tapi kamu gk denger, jadi ya udah mama masuk aja " jelasnya.


Lisa tersenyum mendengar penjelasan ibunya.


"Sudah sana, temen kamu udah nungguin diruang tamu ".


" Hah, Rian udah dateng ya ma. Ko Lisa gk denger suara mobilnya "ucap Lisa kaget karena ternyata Rian sudah ada dirumahnya.


" Gimana kamu mau denger suara mobilnya, orang suara ketukan pintu kamar kamu aja gk denger " goda ibunya.


"Hehe, maaf lo ma.


Ma, menurut mama gimana cowok yg diruang tamu?? Ganteng gk "!! tanya Lisa.


" Ganteng, sopan juga. Menurut mama si dia anak baik2. Dia pacar kamu ya "??.


" Bukan ma, dia temen sekolah Lisa. Tapi Lisa suka sama dia " jawabku malu2.


"Lisa, mama gk ngelarang kamu buat pacaran. Tapi inget pesen mama ya, sesuka apapun kamu terhadap lelaki, tetep jaga diri kamu baik2. Jangan sampe kamu ngelakuin sesuatu yg bisa menghancurkan masa depan kamu " nasihat mamanya.


"Iya ma, Lisa ngerti " jawabku.


"Ya sudah, ayo temuin temen kamu " ajak mama.


Lisa dan ibunya berjalan keruang tamu. Lisa melihat Rian yg memakai kemeja hitam dan celana jeans panjang tak bisa mengalihkan pandangan matanya.


"Ya Tuhan, Rian ganteng banget " bisiknya.


Rian yg menyadari kedatangan Lisa dan ibunya segera berdiri menghampiri. Dia menatap kearah Lisa yg mengenakan dress berwarna hitam bercampur putih.


"Ya ampun, Lisa cantik banget " pujinya dalam hati.


"Udah siap Lis "?? tanyanya setelah selesai mengagumi kecantikan Lisa.


" Udah Yan, yuk kita berangkat ".


" Kalau begitu Rian pamit bawa Lisa keluar Tante " pamit Rian sambil mencium tangan ibunya Lisa diikuti Lisa yg juga mencium tangan ibunya.


"Kalian hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam " jawab ibunya.

__ADS_1


Mereka mengangguk lalu masuk kedalam mobil.


Saat diperjalanan, Lisa mendapat pesan dari Maya. Rupanya Maya juga ingin menjenguk Daffa.


"Siapa Lis "?? tanya Rian yg melihat Lisa sibuk membalas pesan.


" Ini si Maya. Dia mau jengukin Daffa juga. Tapi dia gk tau alamat rumahnya. Makanya nanya ke gue tau apa gk rumahnya Daffa " jawab Lisa.


"Oh, ya udah ntar lo shareloc aja ke Maya kalo kita udah sampe. Sekalian bareng Rendra juga".


" Oke ".


Saat sudah memasuki kompleks rumah Daffa,Rian menghentikan mobilnya didepan gerbang rumah Daffa. Lisa segera mengirimkan alamat rumah Daffa ke Maya. Mereka berdua sengaja menunggu Maya dan Rendra supaya bisa masuk bersamaan kedalam rumah Daffa.


" Tuh, mobil mereka udah dateng " ucap Rian saat melihat mobil Maya dan Rendra.


Setelah pintu gerbangnya dibuka pelayan, mereka segera masuk kedalam. Seorang payanan mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.


"Wahhh, rumahnya Daffa gede banget " ucap Maya yg takjub melihat rumah ini.


"Ini belum seberapa.Elo belum tau aja gimana gedenya rumah Ervin. Lo bisa kesesat kalo jalan sendirian dirumahnya " sela Rendra.


"Gue gak nanya " ketus Maya.


"Gue juga bukan ngomong sama elo. Gue lagi ngomong sama Lisa. Iya kan Lis "?? tanyanya sambil menatap kearah Lisa.


Lisa hanya tersenyum mendengar ucapan Rendra. Mereka selalu saja bertengkar tiap kali bertemu.


" Lisa gk mau ngomong sama lo" timpal Rian.


Rian dan Lisa tertawa mendengar Maya yg begitu puas bisa membungkam mulut bawel Rendra. Mereka sudah seperti film Tom & Jerry. Selalu bertengkar dan tidak ada yg mau mengalah.


Tak lama kemudian, terlihat Daffa sedang berjalan menuruni tangga. Wajahnya masih sedikit pucat.


Rendra yg pertama melihat Daffa segera berlari menghampirinya. Dia membantu memapah Daffa yg masih lemas duduk di sofa.


"Gimana keadaan lo Daf "?? tanya Rian saat Daffa sudah duduk.


" Lumayan " jawabnya lemas.


Seorang pelayan menghampiri Daffa. Mengatakan jika makan malam sudah siap.


"Kalian udah pada makan belom"??.


Daffa menatap kearah teman2nya. Mereka menggelengkan kepala semua.


" Makan malem disini aja ya bareng gue. Gue kesepian ".


Rian dan Rendra yg tau bagaimana kehidupan Daffa segera mengiyakan permintaan Daffa.


Sementara Maya dan Lisa saling berpandangan. Mereka belum sedekat itu dengan Daffa, jadi sedikit merasa tidak enak mendengar ajakannya.


" Kalian berdua gk keberatan kn makan dirumah gue "?? tanya Daffa lagi.


" Oh, nggak. Nggak kok Daf. Kita makan malem disini juga gk papa " jawab Lisa yg menyadari tatapan memohon dimatanya Rian.

__ADS_1


"Iya, gue juga mau kok Daf. Makanan dirumah lo pasti enak2 " ucap Maya yg membuatnya mendapat sikutan dari Lisa.


"Apaan si Lis. Gue kan cuma becanda " gerutunya sambil mengusap pinggangnya yg terkena sikutan Lisa.


"Tenang aja, masakan Bi Imah sangat enak " ucap Daffa.


Memang benar, masakan Bi Imah sangat enak. Dia sangat menyukainya.


"Lo bisa makan sepuasnya asalkan perut lo muat".


" Lo tenang aja Daf, perut gue bisa nampung banyak makanan ko. Apalagi makanan gratis. Hehe......


"Dasar perut gentong " olok Rendra.


"Biarin. Yg penting gue cantik ".


" Cantik tapi penakut. Hahhaha.... ".


Rendra kemudian menceritakan bagaimana tadi dia berhasil menakut-nakuti Maya.


Membuat mereka semua tertawa cekikikan,kecuali Maya.


Maya melipat tangannya sambil cemberut melihat mereka menertawakannya. Dia masih belum mendapatkan ide untuk membalas Rendra.


"Awas aja lo Ren, gue bakal bales kelakuan lo " ancam Maya sambil mengepalkan tangan kearah Rendra.


"iiiwwww.. gue takut " ejek Rendra.


Daffa lalu mengajak kami ke ruang makan.


Banyak menu yg tersedia di meja, wangi masakan membuat perut mereka keroncongan.


Saat sedang makan, tiba2 Daffa teringat Mentari. Seandainya dia disini, dia pasti akan menyuapinya.


"Gue kangen Mentari " ucap Daffa.


Maya terbatuk mendengar perkataan Daffa. Rendra tanpa sadar memberikan segelas air pada Maya lalu menepuk pelan punggungnya.


"Pelan-pelan makannya. Nggak bakalan ada yg ngambil punya lo juga ".


" Gue tu kesedak gara2 denger omongan Daffa. Bukan karna takut makanan gue dicolong. Palingan elo yg nyolong kalo makanan gue ilang " omel Maya.


"Iiiisshh, najis gue nyolong makanan sisa lo ".


Maya memeletkan lidahnya mengejek kearah Rendra.


" Daf, lo suka ya sama Mentari "?? tanya Maya.


Semua mata melihat Daffa, menunggu jawaban darinya.


Daffa diam mendengar pertanyaan Maya. Dia sangat menyukai Mentari, tapi dia juga takut.


" Yaelaa Daf, gue kan cuma nanya. Kenapa lo melototin gue " dengus Maya sebal karena pertanyaannya tidak dijawab tapi malah Daffa diam melihatnya.


Daffa melanjutkan makan malamnya tanpa menjawab pertanyaan Maya.

__ADS_1


Semua akhirnya sibuk untuk menghabiskan makanan dipiring mereka masing2.


__ADS_2