Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Lampu Hijau


__ADS_3

"Sayang, sepertinya kita harus balik ke Singapore besok pagi "!! ucap Papi Ervina.


Dia baru saja mendapat telfon dari bawahannya kalau dikantor terjadi sebuah masalah yg mengharuskannya kembali secepatnya.


" Lho, bukannya kamu bilang kita disini selama 10 hari Ris.


Kenapa harus pulang besok pagi "?? tanya Mami Ervina.


" Iya Ris, kita barusaja bertemu setelah sekian lama.


Masa udah mau balik lagi " !! protes Mommy Ervin.


"Ada masalah di kantor Cath. Dan aku sendiri yg harus turun tangan.


Tidak bisa di wakilkan lagi ".


" Vina pasti sedih sekali Ris " sahut Mami Ervina.


"Maaf sayang, atau kamu disini saja dulu.


Biar aku saja yg balik ke Singapore " bujuk Papi Ervina tidak tega melihat istrinya sedih karena akan berpisah dengan anak semata wayang mereka.


"Tidak bisa Ris, aku harus menemanimu ".


" Ya sudah, karena kalian akan kembali besok lebih baik sekarang kita pulang.


Kalian juga harus packing kan " ?? ucap Daddy Ervin.


"Maaf ya Cath, harusnya kita mengobrol banyak disini ".


" Nggak papa, aku paham kok Yul " jawab Mommy Ervin.


"Biar aku aja sayang yg panggil anak-anak kemari " ucap Papi Ervina saat melihat istrinya ingin beranjak pergi.


Papi Ervina lalu berjalan menghampiri Ervin dan Ervina di dekat kolam renang.


Dia tersenyum melihat anaknya yg masih saling memeluk.


"Ekhmmm,,, ehmmmm "....


Ervin mendongak saat seseorang berdehem di sampingnya.


" Om, ".


" Udah baikan kan sekarang "?? ledek Papi Ervina.


Ervina yg tadi sedih karena dibentak Papi-nya segera pergi dari sana saat Papi-nya datang.


" Kamu harus sabar Vin, anak Om tu gampang ngambek " ucap Papi Ervina sambil tertawa melihat Ervina yg cemberut.


"Iya Om, Ervin bakalan sabar kok. Kan Ervin calon suaminya Ervina ".


" Om titip Ervina disini ya, besok pagi Om harus kembali ke Singapore " ucap Papi Ervina sambil menepuk bahu Ervin.


"Iya Om, Ervin pasti akan jagain Ervina baik-baik di sini.


Om bisa pegang omongan Ervin " jawab Ervin yakin.


"Oke, Om percaya sama kamu.


Ayo kita masuk, orangtua kamu sudah mau pulang ".


Ervin dan Papi Ervina lalu kembali ke ruang tengah.


Disana terlihat Ervina sedang memeluk Mommy Ervin.


" Tante pulang dulu ya calon mantu Tante yg cantik " pamit Mommy Ervin sambil mencium pipi Ervina.


"Iya Tante, Tante hati-hati ya " jawab Ervina sambil tersenyum.


"Om juga pulang dulu ".


Ervina mengangguk lalu mencium tangan orangtua Ervin.


Ervin pun melakukan hal yg sama pada orangtua Ervina.


Mereka lalu mengantarkan Ervin dan orangtuanya keluar.


" Kita pulang dulu ya Yul, Ris " ucap Mommy Ervin sebelum masuk ke mobil.

__ADS_1


"Iya, hati-hati di jalan " jawab Mami Ervina lalu melambaikan tangan pada keluarga sahabatnya.


Ervina dan kedua orangtuanya masuk kedalam setelah mobil Ervin keluar dari gerbang rumah mereka.


"Sayang, Mami sama Papi mau bicara " panggil Mami-nya saat melihat Ervina berjalan menaiki tangga.


"Ada apa Mi, Vina ngantuk " jawab Ervina.


"Kamu masih marah ya sama Mami dan Papi "??.


Ervina diam mendengar pertanyaan Mami-nya. Dia duduk di sofa lalu melirik Papi-nya yg sedang tersenyum.


" Okelah sayang, Papi minta maaf.


Papi salah tadi udah marahin kamu " ucap Papi-nya.


"Papi jahat, Papi harusnya gk bentak Vina di depan Tante Cathrine dan Om Zeth.


Vina malu Pi " jawab Ervina sambil menahan airmatanya yg ingin menetes.


"Iya sayang Papi minta maaf. Papi gk mau mereka berfikir buruk melihat cara bicara kamu yg kurang sopan tadi.


Papi nggak bermaksud bentak kamu, Papi cuma negur kamu aja " ucap Papi-nya lagi lalu duduk disamping Ervina.


"Maafin Vina Pi udah bikin Papi sama Mami malu di depan Tante Cath dan Om Zeth " jawab Ervina sambil memeluk Papi-nya.


Ternyata Papi-nya melakukan hal itu untuk kebaikannya.


Dia menyesal sudah berfikir buruk tentang orangtuanya.


"Nggak papa, sudah tugas Papi ngingetin kamu kalo salah.


Papi sayang sama kamu, Papi gk akan tega bentak anak kesayangan Papi ini ".


" Iya sayang bener apa kata Papi kamu.


Semuanya demi kebaikan kamu " tambah Mami-nya lalu ikut memeluk Ervina.


"Mami..... "!?? rengek Ervina sambil menangis.


Dia memeluk erat kedua orangtuanya.


Kamu nggak papa kan kami tinggal "??.


" Hahhh, kok cepet banget si Mi.


Mami sama Papi kan baru beberapa hari disini nemenin Vina "?? tanya Ervina kaget.


Dia menatap Mami-nya yg menyeka airmata di wajahnya.


" Iya, Mami juga masih pingin lama tinggal di sini.


Tapi diperusahaan Papi ada masalah sayang ".


" Kenapa gk sekertaris Papi aja yg beresin masalahnya.


Biasanya juga gitu kan Pi "?? tanya Ervina pada Papi-nya.


" Nggak bisa sayang, harus Papi yg menyelesaikan sendiri " jawab Papi-nya.


Ervina terdiam, rasanya dia begitu tidak rela akan kembali di tinggal kedua orangtuanya.


"Jangan sedih ya, kan ada Ervin nanti yg nemenin kamu di sini " bujuk Mami-nya.


"Mi, apa Mami sama Papi serius mau jodohin Vina sama Ervin "?? tanya Ervina penasaran.


" Mami sama Papi serius mau jodohin kalian.


Kamu gk keberatan kan "??.


" Tapi Vina ingin fokus sekolah dulu Mi ".


" Iya Mami sama Papi tau kok.


Papi sama Mami gk akan maksa kamu sayang " jawab Mami-nya.


" Apa Mami sama Papi udah yakin "??!.


" Papi yakin dengan keputusan Papi sayang.

__ADS_1


Papi juga udah kasih lampu hijau buat Ervin menjadi calon mantu Papi.


Dia calon yg paling tepat buat kamu ".


" Kenapa Papi bisa seyakin itu,??


Papi kan belum kenal sama Ervin ".


" Vina, Ervin itu lelaki yg bertanggung jawab. Dia tadi berani mengakui kesalahannya di depan Mami dan Papi.


Itu nilai plus buat dia, di tambah lagi dia anak yg sopan dan juga tampan " jawab Papi-nya meyakinkan Ervina.


"Tapi dia genit banget Pi sama cewek-cewek di sekolah Vina ".


" Itu udah keturunan sayang. Om Zeth juga dulu gitu.


Tapi dia sayangnya cuma sama Tante Cath " sahut Mami-nya.


Ervina mengangguk mendengar jawaban orangtuanya.


Sebenarnya hatinya juga tidak menolak perjodohan ini. Tadi respon dia seperti itu karena dia masih marah atas kelakuan Ervin di sekolah.


"Ya udah kalo Mami sama Papi percaya sama Ervin , Vina nurut aja.


Tapi Vina gk mau nikah muda Mi, Pi " ucap Ervina.


"Ya nggak dong sayang.


Papi baru akan izinin Ervin nikahin kamu kalau dia udah sukses.


Dia harus menjamin kebahagyaan anak kesayangan Papi.


Papi gk mau kamu hidup susah sayang " jawab Papi-nya.


"Ya udah kalo gitu.


Sekarang Mami sama Papi bisa tenang kan "?? tanya Ervina.


" Iya sayang, sekarang sudah ada yg jagain kamu disini.


Setidaknya rasa khawatir Mami sama Papi sedikit berkurang " jawab Mami-nya.


"Euummmm,, tapi Vina sedih besok ditinggal Mami sama Papi lagi " ucap Ervina.


"Gimana kalo kamu ikut pindah ke Singapore bareng Papi sama Mami aja.


Jadi kita gk tinggal berjauhan Vin "?? tanya Papi-nya.


" Terus sekolah Vina disini gimana Pi,??


Les piano Vina, les menggambar Vina gimana nasibnya "??.


" Kan kamu bisa lanjutin di sana sayang.


Papi akan carikan tempat les terbaik buat kamu ".


" Sayang lah Pi...


Vina les disana sejak SMP. Vina tinggal di sini aja lah ".


Ervina merasa sayang kalau harus pindah les.


Dia sudah merasa nyaman dengan guru dan teman-temannya di sini.


Biarlah sekarang dia berjauhan dengan orangtuanya, suatu saat mereka pasti akan kembali tinggal bersama.


" Ya udah kalo kamu gk mau Papi gk maksa.


Kamu sekarang tidur aja ya, besok sekolah kan "?? tanya Papi-nya.


" Malem ini Vina mau tidur sama Mami dan Papi.


Boleh ya, kan besok Mami sama Papi udah gk di sini "?? rengek Ervina.


" Ya udah ayok. Dasar manja anak Mami ini " jawab Mami-nya sambil mencolek pipi Ervina.


Ervina lalu berpamitan ke kamarnya untuk bersih-bersih dan ganti baju.


Setelah itu baru dia masuk ke kamar orangtuanya untuk tidur bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2