Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Berpisah


__ADS_3

Pagi ini, Ervina sedang bersiap-siap untuk mengantar orangtuanya ke bandara.


Dia sudah meminta izin untuk tidak masuk sekolah di jam pelajaran pertama.


drrtt.. drttt...


Handphone Ervina yg berada diatas meja berdering.


Dia lalu mengambil handphonenya untuk melihat siapa yg menelfon pagi-pagi.


"Nomor siapa ini "?? ucap Ervina.


Sebuah nomor asing tertera di layar handphonennya.


Takut kalau itu adalah hal penting Ervina lalu mengangkat telfon itu.


" Halo " sapa Ervina.


"Halo Er, selamat pagi ".


Ervina seperti tidak asing dengan suara itu. Dia seperti pernah mendengarnya.


" Maaf, ini siapa ya "?? tanya Ervina penasaran.


" Ini gue Mario Er "!!.


" Oh elo Kak, pantes tadi gue kayak kenal pas denger suara lo Kak " jawab Ervina.


"Sorry ya gue gangguin lo pagi-pagi. Semalem nomor lo gk aktif soalnya Er " sahut Mario.


"Gue emang sengaja Kak matiin handphone semalam.


Ada apa Kak "??.


" Gini, gue cuma mau nanya ntar sore lo berangkat les apa nggak.


Gue mau ngajakin lo berangkat bareng Er ".


" Kayaknya sore ini gue gk masuk les Kak, soalnya sekolah gue lagi ngadain kegiatan. Jadi gue pulang sekolah langsung latihan. Cuma pas hari Sabtu dan Minggu gue masuk les piano-nya Kak " jelas Ervina.


"Oh gitu ya, ya udah gpp " jawab Mario.


"Kalo gitu udahan dulu ya Kak nelfonnya, gue mau pergi soalnya ".


" Oh, oke. Lo jangan lupa sarapan Er "!!.


" Iya Kak, gue matiin ya telfonnya...


Byee Kak Mario ".


" Bye Ervina "...


Ervina lalu memasukkan handphonenya ke dalam tas nya.


Dia segera keluar dari kamar karena Mami-nya sudah memanggilnya tadi.


" Senangnya pagi-pagi dapet perhatian dari Kak Mario " batin Ervina saat menuruni tangga.


"Udah siap sayang "?? tanya Mami-nya.


" Udah Mi, ayok berangkat " jawab Ervina lalu berjalan sambil bergandengan tangan dengan Mami-nya.


Papi-nya sudah berada di dalam mobil menunggu Ervina dan Mami-nya.


"Sayang, Catherine dan Zeth ikut nganterin kita ke bandara.


Mereka udah di jalan " ucap Papi-nya begitu Ervina dan Mami-nya masuk ke mobil.


"Mereka nelfon kamu Ris "?? tanya Mami.


" Iya, barusan aja Catherine nelfon aku ".


" Ya udahlah nggak papa " jawab Mami lalu memakai seatbelt.


"Vin, kamu mau berenti buat sarapan dulu nggak "?? tanya Papi.

__ADS_1


" Nggak usah Pi, kita langsung ke bandara aja.


Nanti Papi sama Mami ketinggalan pesawat lho kalo nungguin Ervina sarapan dulu " jawab Ervina.


Mobil mereka mulai berjalan keluar menuju bandara.


Cuacanya cukup cerah pada pagi hari ini.


"Tapi nanti perut kamu sakit sayang "??! sahut Mami-nya.


"Ervina sarapannya nanti aja abis nganterin Mami dan Papi ".


" Ya udah kalo kamu maunya gitu ".


Ervina lalu mengobrol dengan Mami-nya. Banyak hal yg dikatakan Mami-nya untuk selalu menjaga diri.


Orangtua Ervina memilih transit dari Bandung ke Jakarta.


Mereka tidak mau Ervina mengemudi jauh seperti saat menjemput mereka di bandara Soekarno-Hatta.


" Itu mobil mereka sayang " !! ucap Papi Ervina begitu mereka memasuki bandara.


"Iya Ris, itu mereka " !! jawab Mami lalu membuka kaca mobil.


Mami-nya lalu melambaikan tangan pada orangtua Ervin yg kebetulan juga membuka kaca jendela mobil mereka.


Setelah memakirkan mobil, Ervina dan kedua orangtuanya segera menghampiri orangtua Ervin.


"Hai Cath, Zeth "!!


sapa Mami-nya lalu saling mencium pipi.


"Pagi Tante,, pagi Om " sapa Ervina sopan lalu mencium tangan mereka.


"Halo sayang, selamat pagi " jawab Tante Catherine lalu mencium kedua pipi Ervina.


Mereka semua lalu mengobrol setelah saling sapa.


Papi Ervina sudah masuk ke dalam untuk melakukan chek-in terlebih dahulu.


"Kapan kamu balik ke luar negeri lagi Cath "??.


"Nasib kita sama ya Cath,, dimana suami kita berada disanalah kita tinggal.


Kita juga sama-sama ninggalin anak kita di sini " ucap Mami-nya sambil mengelus rambut Ervina.


"Iya Yul, banyak banget persamaan diantara kita " jawabnya.


"Cath, aku titip Vina ya.


Sampaikan sama Ervin juga buat jagain Vina di sini ".


" Kamu tenang aja Yul, anak aku bisa di andalkan kok.


Iya kan Zeth "??.


" Iya Yulia, jagoanku pasti bisa melindungi calon istrinya ini " jawab Daddy Ervin sambil menggoda Ervina.


"Mami... Vina kan bukan anak kecil lagi.


Vina bisa kok jaga diri sendiri " sahut Ervina malu.


Pipinya merona begitu Om Zeth menyebutnya calon istrinya Ervin.


"Meskipun kamu bisa jaga diri, kamu itu tetep seorang perempuan sayang.


Harus ada orang yg bisa melindungi kamu,karena kejahatan sekarang ada dimana-mana.


Dan kebanyakan wanita yg menjadi obyek kejahatan itu " tegur Mami-nya sambil mengelus rambut Ervina.


"Iya Mi, Vina akan dengerin perkataan Mami " jawab Ervina lalu memeluk Mami-nya.


Tak lama kemudian, terdengar panggilan dari pengeras suara untuk penumpang swgera memasuki pesawat.


Papi Ervina lalu keluar untuk mengajak Mami-nya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Papi sama Mami berangkat dulu ya sayang "?? ucap Mami-nya lalu memeluk dan mencium kening dan pipi Ervina.


Setelah itu Papi-nya juga memeluk Ervina yg sudah mulai meneteskan airmata.


" Jangan nangis dong Vin, malu tu di liatin calon mertua kamu " goda Papi-nya.


"Biarin, Vina kan lagi sedih pisah lagi sama Mami dan Papi "?? sahut Ervina.


Mereka semua tersenyum melihat Ervina yg begitu berat melepaskan pelukannya dari orangtuanya.


" Ya udah, kita masuk dulu ya. Bye Cath, Zeth "?? pamit kedua orangtua Ervina.


Mereka saling berpelukan sebelum akhirnya mereka masuk ke bandara.


Ervina terus melambaikan tangan pada orangtuanya sampai bayangan kedua orangtuanya tidak terlihat lagi.


" Sayang, jangan nangis lagi ya..


Kan masih ada Om dan Tante "?? bujuk Tante Catherine lalu memeluk Ervina yg sedang menangis sedih.


" Vina masih kangen sama Mami dan Papi Tante "?? jawab Ervina lirih.


Baru beberapa hari dia merasa senang karena orangtuanya pulang kesini.


Sekarang dia sudah ditinggal lagi ke luar negeri.


" Iya Tante tau. Oh ya, kamu udah sarapan belum "??.


" Belum Tante, tadi Vina nggak sempat sarapan di rumah " jawab Ervina.


"Bagaimana kalau sekarang kita cari sarapan bareng.


Om dan Tante juga belum sarapan sayang "?? ajak Tante Catherine.


Ervina mengangguk lalu segera membersihkan airmatanya. Mereka lalu berjalan kearah parkiran mobil.


" Zeth, aku naik mobil Vina aja ya. Kasian dia sendirian "?? ucap Tante Catherine.


" Oke, lebih baik kamu temenin calon menantu kita yg sedang sedih ini " jawab Om Zeth sambil mengusap kepala Ervina.


Mereka berdua tertawa melihat Ervina yg tersenyum malu.


Lalu mereka akhirnya masuk ke dalam mobil masing-masing dan segera pergi untuk mencari sarapan.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Hallloooooo reader's.......


Jangan lupa untuk selalu Vote,, Vote,, dan Vote terus ya novel ini...


Dukungan dari kalian sangat berarti untuk author..


Jangan lupa like and comment juga ya...


Satu lagi, reader's jangan lupa klik tombol lope-lope 😍😍😍 dibawah juga ya.......

__ADS_1


Terima kasih.....


Amicuuuuu.....


__ADS_2