Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Galau


__ADS_3

"Pagi Mom, Dad " sapa Ervin sambil mengecup pipi kedua orang tuanya.


"Pagi sayang " jawab mommy-nya.


Daddy-nya hanya menganggukkan kepala sambil membaca koran. Tidak lupa satu tangannya melingkar di pinggang istrinya membuat Ervin tersenyum melihatnya.


"Kamu gk main keluar sama temen kamu Vin "?? tanya Daddy-nya.


" Belum tau ni Dad. Anak-anak belum ngasih kabar " jawab Ervin.


"Semalam kamu kemana. Kok gk makan malam di rumah sayang "?? tanya Mommy-nya.


" Ervin nengokin pacarnya Daffa Mom. Eh bukan pacar sih sebenernya " ucap Ervin meralat perkatannya.


"Pacar tapi bukan pacar. Gimana maksudnya "??.


" Iya Dad, bingung Ervin jelasinnya. Pokoknya Daffa tu posesif banget ma tu cewek " ucap Ervin pada Daddy-nya yg tidak mengerti ucapannya tadi.


"Bukannya Daffa tu gk bisa ya deket-deket sama orang lain. Kok bisa sampe posesif gitu sayang "??.


Mommy yg juga tau bagaimana sifat Daffa selama ini ikut penasaran mendengar perkataan Ervin.


" Iya Mom. Saking posesifnya ya Mom, Daffa berani tidur sekamar sama Mentari. Dia gk peduli orangtuanya tu cewek marah atau gk ke dia " jawab Ervin.


"Astaga, kok sampe kayak gitu. Terus orangtuanya... siapa tadi namanya "??.


" Mentari mom ".


" Iya, orangtuanya Mentari gimana responnya ngeliat Daffa "?? lanjut mommy.


" Yahhh, awalnya pasti mereka marah lah Mom. Tapi mau gimana, orang Mentarinya aja butuh Daffa ".


" Maksudnya "?? tanya Daddy-nya.


Ervin lalu menceritakan semuanya tentang Mentari yg mengalami trauma dan juga Daffa yg menurut Tante Lena kejiwaannya sedikit tidak sehat.


Membuat kedua orangtuanya begitu kaget. Apalagi Mommy-nya.


Mommy-nya tidak menyangka jika semua perbuatan ayahnya Daffa membuat psikologis Daffa terganggu.


" Ya ampun Zeth, kasihan sekali Daffa " ucap Mommy-nya sedih.


"Iya sayang, ya begitulah jika orangtua tidak memiliki kasih sayang pada anaknya. Diluar banyak sekali anak-anak yg kehilangan masa depan karena kurangnya kasih sayang dari para orangtua " jawab Daddy sambil memeluk Mommy yg masih sedih.


"Ya sudahlah, lebih baik sekarang kita sarapan. Daddy ada pekerjaan diluar setelah ini " ucap Daddy lalu mengajak kami sarapan bersama.


Mommy yg masih sedih terlihat tidak berselera makan. Membuat Daddy-nya mengeluarkan jurus merayu yg membuat Mommy-nya kembali tersenyum malu.


Ervin hanya menggelengkan kepala melihat sifat genit Daddy-nya yg belum berkurang meskipun umur mereka tidak terlalu muda lagi.


********


Rian berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya sambil bersungut-sungut.


Dari sejak pagi dia menelfon kekasihnya tetapi tidak diangkat juga.


Dia rencananya ingin mengajak kekasihnya yg manis itu untuk pergi kencan.


"Haaahhhhh,, lo kemana si Lis " ucap Rian sambil merebahkan badannya keatas kasur.


Dia kembali menatap layar handphone-nya yg juga belum mendapat balasan pesan dari Lisa.


"Apa jangan-jangan dia lagi kencan lagi ma cowok lain, makanya dia gk ngangkat telfon gue " pikir Rian.


Dia lalu kembali menghubungi nomor Lisa. Masih belum dijawab juga, membuatnya semakin berpikir yg tidak-tidak tentang kekasihnya itu.


"Gimana nih, apa gue samperin aja kerumahnya langsung ya "??.


Saat Rian sedang galau menunggu kabar dari Lisa, tiba-tiba saja handphonnya berdering.


Tanpa melihat siapa yg menelfon, Rian langsung mengangkat telfon itu.


" Halo Lis, lo dimana "??


Kenapa telfon gue gk diangkat dari tadi "??tanya Rian cemas.

__ADS_1


Rian mengernyit karena tidak ada suara dari dalam telfonnya. Dia melihat layar hape-nya lalu menepuk keningnya sendiri karena bukan kekasihnya yg menelfon.


" Ngapain lo nelfon-nelfon gue " ketus Rian pada sahabatnya yg dia kira adalah kekasihnya yg menelfon.


"Hahhahaaaaaa,,,, lagi galau lo ya. Kenapa, lo dicuekin cewek lo ya "?? ejek Rendra.


" Berisik lo, ngapain lo nelfon " sungut Rian sambil duduk disamping gitar kesayangannya.


"Hehehe, sensi amat lo.


Lagi dateng bulan ya "?? ejek Rendra lagi.


" Gue matiin nih telfon lo ".


" Janganlah. Gue mau ngajakin lo kerumah si bule tajir.


Dia nelfon gue tadi ".


" Mau ngapain "??


Lagi males keluar gue " jawab Rian.


"Gk tau gue. Tu bule cuma nyuruh kita kerumahnya aja. Lo mau ikut gk "??.


" Liat nanti lah. Lagi galau gue ".


" Hahhaa, rasain sono galau dicuekin pacar ".


" Sialan ni anak " umpat Rian karena Rendra lebih dulu mematikan telfonnya sebelum dia memakinya tadi.


Rian lalu mulai memainkan gitarnya. Mencoba membuang kegalauannya dengan bernyanyi sambil memikirkan kekasihnya yg belum juga membalas pesannya.


........ Dengarlah cinta


.........Hatiku remuk redam


........Jika tak ada kamu


........Menemani aku......


........ Disetiap malam ku


.........Ku memikirkan kamu


....... Aku sepi, sepi, sepi, sepi


....... Jika tak ada kamu


....... Aku mati, mati, mati, mati


....... Jika engkau pergi


...... Dengarlah kesayanganku


......Jangan tinggalkan aku


......Tak mampu, jika ku tanpamu hooo


......Dengarlah kesayanganku


..... Hidup matiku untukmu


..... Ku mohon, pertahankan aku


Rian terhanyut oleh lagu yg dia nyanyikan. Dia sedikit lupa dengan perasaan galau yg sedang dirasakannya tadi.


Sampai dia di kagetkan oleh bunyi ringtone hape-nya.


Rian tersenyum setelah melihat siapa yg menelfon.


Dia tidak mau lagi salah berbicara karena tidak melihat siapa yg menelfon terlebih dahulu.


"Halo sayang, lo dimana "?? tanya Rian lalu berbaring sambil memeluk guling.


" Sorry Yan, gue tadi lagi berenang. Jadi gk denger pas lo nelfon " jawab Lisa disana.

__ADS_1


"Lo renang dimana Lis,??


Gue susulin ya ".


" Gk usah. Gue berenang dirumahnya Ervina ".


" Kenapa gk usah. Gue kan kangen sama elo " jawab Rian cemberut.


Untung saja tidak ada sahabatnya yg jail, kalau mereka melihatnya cemberut karena ditolak Lisa, dia pasti akan menjadi bulan-bulanan mereka.


"Disini tu cewek semua Yan. Elo emang mau jadi banci kalo gabung ma kita bertiga " ledek Lisa.


"Gue kangen sama elo Lis. Gue nyusul aja ya,, ya " rengek Rian.


"Udah dibilang gk usah.


Ini tu waktunya para cewek Yan. Udah ah nggak usah manja ".


" Lo udah gk sayang ya ke gue "??.


Terdengar suara cekikikan dari sebelah Lisa, membuat Rian duduk diranjangnya.


" Lo loudspeaker ya Lis "??.


" Hehe, iya Yan. Soalnya Ervina yg nelfon lo tadi. Tangan gue kan basah ".


" Ya ampun Lis. Ngomong kek dari tadi. Untung gue gk ngomong macem-macem " omel Rian.


"Ya maaf lo Yan, gk sengaja lho gue ".


" Ya udah deh, lo lanjutin aja seneng-seneng sama sahabat lo. Ntar malem gue kerumah lo aja " ucap Rian lemas.


"Ya udah, gue matiin ya.


Miss u sayang ".


" Miss u to sayang ".


Rian meletakkan hape-nya lalu kembali berbaring.


" Gini amat yakk di tinggalin pacar sibuk sendiri. Udah kayak kambing congek aja gue nungguin gini. Untung sayang, kalo gk gue pasti sekarang lagi di mall godain cewek yg bening-bening " batin Rian.


"Eh, tadi kan Lisa bilang mereka lagi pada berenang. Pasti Lisa sexy banget sekarang, mereka pasti pake bikini. Lisa make warna apa ya " ucap Rian mesum.


Dia lalu tersenyum-senyum tidak jelas memikirkan sesuatu yg tidak-tidak.


Memikirkan bagaimana tonjolan-tonjolan ditubuh kekasihnya itu saling bermunculan karena tubuh kekasihnya yg basah.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Halllooooowww reader's....


Jangan lupa untuk Vote terus ya novel ini.


Jangan lupa juga buat like and comment yg banyak.....


Terima kasih...


Amiicuuu.....

__ADS_1


__ADS_2