Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Lapangan


__ADS_3

"Ciieee.... yg baru jadian tadi pagi " ledek Lisa yg melihat Ervina sedang duduk di pinggir lapangan.


Ervina hanya diam. Dia masih merasa malu karena tingkah Ervin saat di kantin tadi. Beberapa siswi bahkan melihatnya dengan begitu sinis.


"Halahh, palingan juga Ervina yg ngemis-ngemis ke Ervin " celetuk salah satu siswi sambil berjalan dibelakang Ervina.


"Hehh, ngomong apa lo barusan,?? Iri lo ya "?? omel Maya pada siswi tadi.


" Siapa juga yg iri. Lagaknya sok jual mahal ke Ervin. Gk taunya dipepet juga. Gk tau diri lo ".


"Lo ngomong sekali lagi gue siram cabe tu mulut ".


Priitttttt.....


Suara peluit membuat Maya yg ingin bertengkar berhenti. Mereka segera berbaris di pinggir lapangan.


" Baik anak-anak, hari ini kita akan melakukan permainan volly. Untuk para siswa putra silahkan menggunakan lapangan sebelah kanan. Dan siswa putri disebelah kiri " ucap Pak Rangga, guru olahraga.


"Baik pak " jawab para siswa.


Mereka mulai mengatur para pemain. Ervina,Lisa dan Maya berada dalam satu tim,mereka lalu memulai permainannya.


Ervina tidak terlalu pandai bermain volly. Berbeda dengan kedua sahabatnya. Mereka begitu lincah menangkap dan memukul bola volly.


Ervina sudah beberapa kali terkena lemparan bola volly dari tim lawan. Bajunya sudak kotor terkena debu.


"Ervina awasss "!!!!!!!!.


Ervina terkejut saat beberapa siswa berteriak padanya. Dia tidak tau jika sebuah bola terlempar kearahnya.


Buuugghhh....


Kepala Ervina mendadak pusing dan matanya berkunang-kunang saat bola itu mengenai wajahnya.


Tubuhnya terhuyung-huyung lalu terjatuh. Kedua sahabat dan teman-temannya segera mendatanginya.


Seorang siswa putra yg tadi melempar bola juga berlari kearah Ervina yg sedang dikerumuni siswa yg lainnya.


" Er, lo nggak papa,??? Sorry ya gue gk sengaja tadi " ucapnya sambil berusaha membantu Ervina berdiri.


Rian yg melihat Ervina terkena lemparan bola segera memberitahukan pada Ervin.


"Vin, bini lo kena lemparan bola noh. Kayaknya pingsan deh " ucap Rian sambil menyikut punggung Ervin yg sedang bermain.


"Yg bener lo,?? Mana "??.

__ADS_1


" Tuh, udah pada ngumpul semua disana " jawab Rian sambil menunjuk pinggir lapangan.


"Ya ampun bini gue. Eh tu cowok ngapain pegang-pegang cewek gue. Nggak bisa dibiarin " ucap Ervin lalu segera berlari ke pinggir lapangan.


"Ckckck,, tu anak **** apa gimana. Orang mau bantuin Ervina malah di dorong " ucap Rendra saat melihat Ervin mendorong siswa putra yg ingin membantu Ervina.


"Hehehe, geli gue Ren liat kelakuan tu kunyuk "tawa Rian lalu mengajak Rendra untuk menghampiri Ervin.


Siswa putra yg tadi di dorong Ervin saat ingin membantu Ervina sedikit tidak terima.


Dia ingin membalas perlakuan Ervin padanya.


"Sorry Bas,temen gue rada geser otaknya. Wajarlah, dia khawatir ceweknya kenapa-napa " bujuk Rian sambil memegang bahu siswa yg bernama Bastian yg ingin memukul Ervin.


"Tapi gk harus kasar gitu ke gue. Gue cuma bantuin Ervina doang. Tu bola gue yg gk sengaja ngelempar kena Ervina " jawab Bastian kesal.


Sebenarnya dia kesal juga karena Ervin menggagalkan rencananya yg ingin mendapatkan simpati Ervina. Gadis cantik yg sudah lama mengisi hatinya. Dia ingin menggunakan kesempatan tadi untuk mendekati Ervina.


"Kan tadi gue udah bilang kalo temen gue otaknya rada geser. Lo maklumin aja lah " ucap Rian lagi.


Bastian mendengus lalu meninggalkan kerumunan. Tangannya terkepal kuat.


"Jangan mentang-mentang lo kaya lo bisa berbuat seenaknya Vin. Lo liat aja, gue bakal bales kelakuan lo tadi " ucap Bastian dalam hati.


"Lo gk papa Er,?? Mana yg sakit "?? tanya Ervin panik melihat Ervina yg linglung.


Ervin lalu melepas kaos olahraga miliknya untuk membersihkan hidung Ervina. Tidak peduli saat beberapa siswi berteriak melihatnya melepas pakaian.


" Ada apa ini "?? tanya Pak Rangga yg melihat siswanya berkumpul dipinggir lapangan. Dia kaget saat melihat Ervin yg tidak memakai baju sedang mengelap darah diwajah Ervina.


"Ervina kena lemparan bola Bastian Pak " jawab Maya yg duduk disebelah Ervina.


"Bawa keruang UKS sekarang " perintah Pak Rangga.


Ervina yg mulai sadar dari keterkejutannya bingung melihat teman-temannya.


Dia lalu memegang wajahnya yg terasa kebas.


"Awwww " ringisnya.


"Jangan di pegang, biar gue bersihin dulu darahnya " ucap Ervin saat tangan Ervina ingin menyentuh hidungnya.


"Ervin, cepat bawa Ervina ke UKS. Biar dokter yg mengobati lukanya " ucap Pak Rangga.


"Gue bisa jalan sendiri. Awas lo " sewot Ervina saat Ervin ingin memapahnya.

__ADS_1


Ervina lalu berpegangan pada Maya mencoba untuk berdiri. Badannya terhuyung-huyung seperti akan terjatuh. Ervin yg melihat Ervina menolak bantuannya hanya mendesah kesal. Apalagi saat melihat Ervina berjalan sempoyongan.


"Ck, keras kepala banget sih jadi cewek " ucap Ervin lalu mengangkat tubuh Ervina keatas pundaknya seperti karung beras.


"Ssuuiittt.... Ssuuuiitttt....


Ciieee Ervina ".


Suara suitan dan ledekan teman-temannya membuat wajah Ervina merona. Belum hilang rasa malunya karena kejadian di kantin tadi, sekarang Ervin dengan tidak tau malunya malah menggendongnya ditengah-tengah lapangan. Membuatnya mendapat ledekan dari seluruh siswa yg ada di lapangan.


" Suuiiittt.... Suuiitttt...


Vin, mau dong gue di gendong kaya Ervina " goda Rendra.


"Gue jitak kepala lo, mau Ren "?? tanya Rian sambil tertawa.


Ervin dengan bangganya membopong Ervina dari lapangan. Dia sangat senang saat mendapat ledekan dari para siswa. Dia bahkan tidak peduli teriakan Ervina yg minta untuk di turunkan. Sampai akhirnya mereka sampai di ruang UKS. Dan ternyata dokter diruangan ini tidak ada.


" Lo ngapain sih gendong-gendong gue. Lo sengaja ya mau bikin gue di ledekin murid satu sekolahan " omel Ervina setelah Ervin menurunkan dia dari pundaknya.


"Lagian lo keras kepala banget tadi. Udah tau abis kena bola, masih aja nolak mau ditolongin. Gue gk tahan aja liat lo jalan kaya zombi " jawab Ervin lalu mengambil kotak obat.


"Pergi lo dari sini. Gue bisa ngobatin sendiri " usir Ervina saat melihat Ervin ingin mengobati luka di hidungnya.


"Lo nurut bentar bisa gk sih Er. Gemes gue lama-lama ".


" Nggak bisa. Lo pergi aja sekarang. Empet gue liat muka lo ".


" Lo mau nurut atau mau gue cium " ancam Ervin yg langsung membuat Ervina terdiam.


Ervin tersenyum saat melihat Ervina patuh saat dia membersihkan darah di hidungnya.


"Nah, kalo gini kan lo tambah manis. Gue juga tambah cinta ke elo " ucap Ervin pelan.


Dia dengan telaten mengobati hidung Ervina yg berdarah.


"Lo kenapa sih Vin masih baik aja ke gue. Padahal gue udah judes banget ke elo tadi "?? tanya Ervina yg merasa terharu melihat Ervin yg mau membersihkan darah dihidungnya. Ervin lalu menatapnya.


" Karena gue gk mau lo kenapa-napa Er. Lo lupa kalo lo itu punya gue "?? tanya Ervin balik.


" Tapi itu lo yg maksa Vin. Gue gk mau pacaran sama lo " jawab Ervina lirih.


Dirinya sebenarnya menyukai Ervin. Tapi Ervina tidak mau mengatakannya. Juga karena dia ingin fokus pada sekolahnya.


"Gue akan tunggu sampe lo mau jadi pacar gue. Tapi selama gue nunggu, lo tetep jadi milik gue. Lo ngerti kan "?? tanya Ervin lalu mencium kening Ervina.

__ADS_1


Mereka berdua saling berpandangan. Ervina melihat kesungguhan di mata Ervin. Dan tanpa sadar dia menganggukkan kepalanya membuat senyum tersungging dibibir Ervin.


__ADS_2