
Maya masuk ke dalam mobilnya sambil menggerutu. Dia baru saja menelfon Lisa untuk mengajaknya pergi bersama kerumah Ervina.
"Gini amat sih nasib jadi jomblo. Selalu aja di ledekin. Awas aja lo Lis kalo gue udah punya cowok, gue bakalan bikin lo iri sampe nangis darah " omel Maya sambil menghidupkan mobilnya.
Saat Maya menelfonnya tadi, rupanya Lisa sedang berada di mobil Rian. Lisa yg mendengar kalau Maya mengomel karena kalah dari Rian lalu mengejeknya supaya mencari pasangan.
Membuat Maya semakin kesal mendengar ejekan Lisa.
********
Rendra yg baru saja sampai didepan rumah Ervina segera berjalan kearah Ervin yg berdiri didepan mobilnya.
"Kalah cepet ni gue kayaknya " ucap Rendra mengejek Ervin.
"Lo mau gue karungin Ren "?? tanya Ervin yg tau apa maksud ejekan Rendra.
" Wee, santai brother. Serius amat lah. Udah kayak mau sidang di pengadilan aja lo ".
Ervin mencibir mendengar perkataan sahabatnya.
Tidak lama kemudian, mobil Rian datang. Mereka melihat Rian yg dengan romantisnya membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
" Dasar sok romantis lo Yan " gumam Rendra saat Rian menghampiri mereka berdua sambil menggandeng tangan Lisa.
"Makanya cari pacar sana, biar gk sirik terus liat orang punya gebetan " celetuk Ervin.
"Hai Vin, Ren " sapa Lisa.
"Hai juga Lis " jawab Rian yg tidak rela kekasihnya menyapa cowok lain selain dirinya. Membuat Ervin dan Rendra mencebikkan bibir mereka.
"Kayak lo punya gebetan aja Vin -Vin " sahut Rian yg mendengar celetukan Ervin tadi.
"Tau ni Ervin, sendirinya aja masih jomblo. Pake ngatain gue segala " gerutu Rendra.
"Siapa bilang gue jomblo. Lo pada lupa kalo gue udah punya calon bini yg cantiknya kayak bidadari " jawab Ervin sambil terkekeh.
" Nah, itu dia bidadari gue dateng. Tau aja kalo lagi diomongin " ucap Ervin begitu melihat Ervina keluar dari rumahnya.
Ervina yg baru saja keluar dari rumahnya heran melihat teman-temannya menatap aneh kearah Ervin yg tersenyum padanya.
Dia lalu menghampiri Lisa yg berdiri di samping Rian.
" Hai Lis " sapa Ervina lalu cipika-cipiki dengan Lisa.
"Maya mana "?? tanya Ervina.
" Masih di jalan kayaknya Er " jawab Lisa.
"Er, lo gk kepingin cipika-cipiki ke gue gitu "?? goda Rendra yg mendapat sikutan keras dari Ervin.
" Aduuhh, sakit tau gk "!! ringis Rendra.
" Sukurin, makanya gk usah keganjenan ma calon bini gue. Gue aja belom dapet jatah, lo main minta-minta aja. Masih untung cuma gue sikut, gk gue botakin tu rambut " omel Ervin.
Lisa dan Ervina tertawa mendengar perdebatan Ervin dan Rendra.
__ADS_1
Tak lama, mereka melihat Maya yg datang sambil berjalan kaki.Mereka lalu berjalan menghampiri Maya yg terlihat kelelahan berjalan.
"Lho, mobil lo mana May,?? Kenapa lo jalan kaki "?? tanya Lisa heran.
" Mobil gue mogok Lis di jalan tadi. Untung aja ada ojek yg nganterin gue kemari. Bisa gempor ni kaki kalau dibawa jalan sampe sini" jawab Maya sambil duduk diatas kap mobil Rendra.
"Ya ampun, kenapa lo gk telfon gue aja. Untung lo gk diapa-apain ma tu tukang ojek. Malam-malam kayak gini bahaya tau gk cewek jalan sendirian " ucap Lisa yg kaget mendengar perkataan Maya.
"Tukang ojek gk bakalan mau ma nenek lampir kaya dia Lis " celetuk Rendra.
"Gue jejelin juga ni sepatu ke mulut lo Ren. Orang lagi kecapean bukannya di kasih minum atau apa kek, ini malah di ejekin " omel Maya sambil melotot pada Rendra.
Rendra yg akhirnya merasa kasihan melihat Maya yg wajahnya basah keringat, lalu membuka pintu mobil mengambil tisu dan sebotol air minum.
"Nih, lap muka lo. Keringet lo bau " ucap Rendra sambil menyerahkan tisu dan air minum pada Maya.
"Ciih, sempet-sempetnya ya lo ngasih sambil ngejek " sungut Maya lalu menerima tisu dan air minum dari Rendra.
Maya langsung meminum habis air minum milik Rendra karena dia sangat kehausan berjalan dari gerbang komplek tadi.
Rendra tertawa melihat Maya yg sangat kesal padanya.
"Mumpung ada kesempatan bikin lo kesel, biar gue bisa liat wajah lo yg gemesin kalo lagi marah " batin Rendra.
"Udah kelar belom berantemnya. Udah subuh ni " ejek Lisa.
"Tau nih mereka berdua. Berantem melulu kerjaannya " timpal Ervina.
"Udah lah yok kita tinggalin aja mereka berdua. Bisa sampe lebaran monyet kita berdiri disini nungguin mereka " ucap Ervin lalu menarik tangan Ervina masuk ke mobilnya.
"Lis, gue nebeng mobil cowok lo aja ya "?? ucap Maya saat melihat Ervina sudah ditarik masuk kedalam mobil Ervin.
" Nggak, lo naik mobilnya Rendra aja. Kan pas tu jomblo sama jomblo " sahut Rian yg tidak rela ada pengganggu di mobilnya.
"Iya May, kali aja lo bisa sekalian pacaran sama Rendra. Iya kan Yan "?? tanya Lisa yg dibalas anggukan oleh Rian.
" Ogah " jawab Maya dan Rendra bersamaan.
Rian dan Lisa terkekeh melihat dua sahabat mereka akhirnya masuk kedalam mobil bersama meskipun sedang kesal karena mereka meledeknya.
Lalu mereka semua pergi meninggalkan rumah Ervina bersama-sama.
*******
"Vin, lo udah lama sahabatan sama Daffa "?? tanya Ervina saat mereka sedang diperjalanan.
" Gue temenan sama Daffa dari TK. Pas SMP baru ketemu sama Rendra ma Rian. Kenapa emang Er "?? jawab Ervin sambil mengemudi.
" Nggak kenapa-napa kok, cuma penasaran aja ".
" Lo gk lagi suka ma Daffa kan Er "?? tanya Ervin curiga. Dia lalu menepikan mobilnya, menatap lekat kearah Ervina yg sedang bingung karena mobilnya tiba-tiba menepi.
" Lo kenapa berhenti disini Vin "?? tanya Ervina bingung.
" Jawab dulu pertanyaan gue barusan. Lo gk suka ke Daffa kan "??.
__ADS_1
" Lo udah gila ya. Mana mungkin gue suka ke Daffa. Lagian Daffa kan suka ke sahabat gue. Gk mungkinlah gue nikung sahabat sendiri " omel Ervina.
"Huhhhh, lega gue " jawab Ervin sambil mengelus dadanya.
Lalu Ervin kembali menjalankan mobilnya.
"Terus kenapa lo nanya-nanya tentang Daffa ke gue Er, gue pikir lo suka ke dia ".
" Pikiran lo kejauhan Vin ".
" Gue kan sukanya ke elo " batin Ervina.
"Gue kenal Daffa pas pertama kali masuk TK.
Gue ngeliat dia sering duduk sendirian kalo di sekolah, terus gue ajakin aja dia maen bareng. Dari situlah akhirnya kita berdua deket. Cuma gue satu-satunya yg jadi temennya Daffa sebelum kenal sama Rendra dan Rian. Daffa anaknya agak introvert Er. Dia gk gampang deket sama orang yg baru dia kenal " jelas Ervin.
"Tapi kok Daffa bisa langsung deket ke Mentari. Kan mereka baru kenal pas Mentari dateng ke sekolah ".
" Mereka udah pernah ketemu di mall sebelumnya Er " jawab Ervin.
"Oh gitu. Pantesan aja dia bisa langsung nempel ke Mentari " ucap Ervina sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Gimana gk nempel Er, orang Daffa udah jatuh cinta ke Mentari pas pertama kali ketemu kok ".
" Haahhhh,, jatuh cinta pada pandangan pertama dong berarti " kaget Ervina.
"Iya, sama kayak gue ke elo " goda Ervin.
"Yeeeee,,, apaan lah " cibir Ervina.
///////////////////
*
*
*
*
*
*
*
*
Haiiiiii para reader's....
Jangan lupa buat Vote.... Vote..... dan Vote terus ya novel ini.
Semakin banyak yg vote, akan semakin banyak juga yg baca novel ini.
Jangan lupa like and comment ya...
__ADS_1
Terima kasih...
Amicuuu.....