
Hari ini, Ervina dan semua teman-temannya yg akan tampil sedang berada diruang ganti.
Mereka sedang mempersiapkan diri sebelum acara di mulai.
Semua siswa dan guru-guru juga sudah datang ke aula sekolah tempat acara itu di adakan.
" May, gimana penampiilan gue. Bagus nggak "?? tanya Ervina sambil berdiri di depan Maya.
" Bussyyeettt,, lo cantik banget Er. Sampe pangling gue "!! puji Maya.
" Seriusan lo May "!!.
" Serius lah, sumpah. Ya kali gue ngibul Er ".
" Ya siapa tau May. Lo kan suka gitu kadang-kadang " ucap Ervina sambil tertawa menampilkan gigi putihnya.
" Inget aja sama kejelekan gue, hehee " jawab Maya.
Mereka lalu tertawa bersama. Mereka berdua mencari kursi kosong untuk menggosip sambil menunggu sahabat mereka satunya yg belum selesai di make-up.
" Ya ampun Ervina, elo cantik banget "!! teriak Lisa heboh.
Beberapa siswa yg mendengar suara heboh Lisa segera melihat kearah Ervina. Mereka terpana melihat Ervina yg terlihat semakin cantik setelah memakai make-up di wajahnya.
" Itu mulut apa toa Lis "!! omel Ervina.
Biasanya yg suka berteriak seperti itu adalah Maya. Entah setan apa yg merasuki tubuh Lisa sampai dia berteriak keras seperti itu.
" Hehehe, sorry Er gue reflek teriak kayak gitu.
Abisnya lo cantik banget sih " ucap Lisa lalu berdiri di sebelah Ervina.
" Satu sekolah juga tau kali Lis kalo Ervina itu cantik " timpal Maya.
" Nyambung aja lo kayak kabel listrik ".
" Masih untung kabel listrik, daripada kabel KW ".
" Hahahahahaa ".
Mereka bertiga tertawa mendengar obrolan tidak jelas mereka.
Ervina kemudian memperhatikan penampilan Lisa.
" Dres ini cocok banget di badan lo Lis. Lo kelihatan lebih cantik dan elegan " puji Ervina.
Lisa yg mengenakan dres selutut berwarna hitam terlihat sangat menawan.
Rambutnya di sanggul keatas menyisakan sedikit anak rambut disamping telinga.
__ADS_1
" Ahhh, jadi malu gue " jawab Lisa pura-pura malu.
" Nyesel gue muji lo barusan Lis " ejek Ervina.
" Untung gue belum muji-muji ni anak " tambah Maya.
" Dasar sahabat nggak ada ahlak ".
Lisa memanyunkan bibirnya setelah diejek kedua sahabatnya.
" Udah, ketimbang lo manyun-manyun gk jelas gitu mendingan kita sekarang selfi. Gue mau pamer ke medsos tentang kecantikan paripurna dua sahabat gue. Para betina pasti pada kebakaran jenggot tu ngeliatnya ".
Maya lalu menyalakan kamera kewajah mereka bertiga. Berbagai macam pose telah berhasil diabadikan di ponsel Maya.
Tanpa mereka sadari, Ervin cs sedang melihat kearah mereka.
Air liur Ervin hampir menetes melihat Ervina yg terlihat sangat cantik mengenakan dres berwarna biru langit. Begitu juga Ryan. Matanya tidak berkedip melihat kekasihnya mengenakan pakaian yg warnanya sama dengan kemeja yg dia pakai.
" Sadar woy sadar. Nyebut-nyebut "!! teriak Rendra di depan kedua sahabatnya.
Dia tadi sempat melihat kearah Maya yg sedang tersenyum manis sambil berfoto dengan dua sahabatnya. Tapi dia tidak sampai hilang kesadaran seperti Ryan dan Ervin.
" Apaan si lo Ren, ganggu orang aja "!! sewot Ervin sambil mendorong Rendra kesamping karena menutupi pandangannya.
" Tau ni. Nggak tau apa ya kita lagi menikmati ciptaan Tuhan " tambah Ryan.
" Menikmati si menikmati Yan. Tapi juga harus inget kalau acaranya udah mau mulai " jawab Rendra lalu tertawa melihat wajah terkejut kedua sahabatnya.
" Telinga lo berdua aja yg konslet. Gue udah teriak-teriak dari tadi " jawab Rendra tak terima dengan tuduhan Ryan.
" Lo gk punya pacar jadi lo gk bakalan tau gimana rasanya jatuh cinta Ren " sindir Ryan sambil membawa gitarnya.
" Siapa bilang gue gk punya pacar "??.
" Emang pacar lo siapa, si Bambang "?? timpal Ervin.
" Ya kali terong makan terong Vin. Gini-gini gue masih doyan cewek tau ".
" Kirain. Terus cewek lo mana "??.
" Ada di sono " elak Rendra.
" Ngeles aja lo kayak bajai. Udah ah, gue mau nyamperin bini gue dulu ".
Ervin lalu meninggalkan Rendra kemudian berjalan menghampiri Ervina.
" Halo calon bini gue. Cantik banget sih " goda Ervin sambil mencolek dagu Ervina.
" Nggak usah colek-colek sahabat gue.. Ganjen banget jadi cowok " omel Maya.
__ADS_1
" Terus maksud lo gue harus colek elo gitu May "??.
" Ni bule atu songong banget yakk. Bisa burikan badan gue di pegang elo tau nggak "!!.
Kemudian terdengar suara dari atas panggung. Rendra yg saat itu bertugas sebagai pembawa acara kegiatan hari itu segera membacakan susunan acara.
" Selamat siang semua. Pada siang hari ini kita semua akan mengadakan acara pelepasan ketua OSIS tahun ini. Sebelumnya terima kasih kepada para guru yg terhormat, khususnya kepada bapak kepala sekolah yg telah memberikan kepercayaan kami para anggota OSIS. Dan juga terima kasih kepada semua siswa yg menaati peraturan dari anggota OSIS " ucap Rendra.
prookkk... proookkkk... prookkkk
Kemudian acara di lanjutkan dengan menampilkan kegiatan para siswa. Mereka semua berusaha menampilkan pertunjukan mereka dengan baik.
Tak lama, tiba waktunya Ervin dan Ervina untuk tampil bersama di atas panggung. Ervin yg melihat Ervina gugup segera menggenggam tangannya.
" Tenang Er, gue yakin semuanya bakalan berjalan lancar ".
" Gue gugup banget Vin. Udah lama gue gk tampil kaya gini ".
" Kan lo tampil bareng gue. Percaya deh sama gue, kita bakalan sukses dengan acara ini ".
Ervina mengangguk. Dia meniup tangan satunya yg tidak di genggam oleh Ervin.
" Kita kesana yuk. Udah di panggil tuh ".
Begitu Ervin dan Ervina naik keatas panggung, semua mata terkesima melihat penampilan mereka. Ervina yg memakai dres biru langit sangat serasi dengan Ervin yg memakai kemeja panjang berwarna putih.
" Udah siap "?? tanya Ervin sambil menatap wajah Ervina.
" Gue siap "!! jawab Ervina.
Jari-jari mereka mulai memainkan piano. Suara merdu Ervina seakan-akan membius telinga semua orang yg mendengarkan dia bernyanyi.
Ervin tersenyum melihat ketenangan Ervina saat bernyanyi di sebelahnya. Dia tidak terlihat gugup seperti tadi.
" gue yakin lo pasti bsrhasil Er ".
Setelah Ervin dan Ervina menyelesaikan penampilan mereka, terdengar tepuk tangan yg sangat riuh diikuti suara siulan dari para siswa.
Kemudian mereka berdua berjalan ke depan panggung lalu membungkukkan tubuh sambil berpegangan tangan. Setelah itu mereka turun dari panggung dengan perasaan yg sangat gembira.
" Akhirnya gue berhasil Vin "!! ucap Ervina tanpa sadar memeluk Ervin di belakang panggung.
Ervin yg tiba-tiba di peluk merasa sangat senang. Kapan lagi Ervina mau memeluknya seperti ini, pikir Ervin.
" Ehhmmmm,, ehhmmm,, bisa gk jangan bikin kita iri " ledek Agnes.
" Ciieeeee Ervina,, "!! tambah Maya.
Ervina yg sadar sedang memeluk Ervin segera berlari meninggalkan tempat itu. Wajahnya sangat merah mendengar ledekan teman-temannya barusan.
__ADS_1
" Sial, kenapa gue tiba-tiba meluk dia sih. Duuhh, gue malu banget sekarang "?? batin Ervina sambil berlari.