Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Malaikat Pencabut Nyawa


__ADS_3

"Er, lo yakin gk mau langsung pulang aja,??


Lo gk usah latihan aja dulu hari ini " tanya Lisa cemas pada Ervina yg ngotot tetap ingin latihan meskipun tadi sempat terluka.


"Gue gk papa Lis. Acaranya kan bentar lagi. Gue gk mau penampilan gue gk sempurna nanti ".


" Takut gk sempurna apa takut gk ketemu ayang beb Ervin "?? goda Maya.


" Jangan mulai deh May " sungut Ervina.


Maya, Ervina dan Lisa sedang menuju ruang latihan. Maya yg tidak ikut latihan sengaja menemani sahabatnya disini.


Saat mereka hampir sampai, rupanya mereka sudah ditunggu oleh Ervin dan dua sahabatnya.


"Ervina, lo ma temen lo ikut gue sekarang " ajak Ervin begitu mereka sampai.


"Gue mau latihan Vin. Lagian lo mau ngajakin kemana,?? Lo juga kan harus latihan " jawab Ervina.


"Daffa ngajak kita semua ketemu. Sekarang dia nunggu di parkiran. Buruan " ucap Ervin lalu menarik tangan Ervina.


Mereka berenam berjalan ke parkiran untuk menemui Daffa. Mereka sama-sama tidak ada yg tau kenapa Daffa meminta mereka untuk menemuinya.


"Daff " panggil Rendra yg melihat Daffa duduk dikursi dekat mobilnya. Kami lalu duduk dikursi yg tidak jauh dari Daffa.


"Gue bawa kabar buruk " ucap Daffa serius.


"Lo apa-apaan si Daf. Kalo ngomong yg bener napa " omel Maya.


Daffa menatap tajam kearah Maya. Membuat Maya bersembunyi dibelakang tubuh Ervina.


"Sorry-sorry".


" Bokap lo nyuruh lo pindah ke Jepang ya "?? tanya Ervin.


" Mentari sakit dan psikologisnya terganggu sekarang" jawab Daffa lalu menunduk.


Wajahnya terlihat sangat terluka.


Ervin yg kaget mendengar kabar dari Daffa segera berpindah duduk disamping sahabatnya yg terlihat sedih. Dia menepuk punggung Daffa.


"Lo ceritain ke kita, apa yg terjadi sama Mentari ".


" Iya Daf, bukannya kemaren pas lo bawa Mentari pulang dia udah gk papa "?? tanya Ervina yg juga kaget mendengar kabar sahabatnya.


Daffa lalu menceritakan kejadian setahun lalu yg dialami Mentari. Juga kejadian semalam yg membuatnya sangat frustasi melihat Mentari seperti mayat hidup. Ervin menarik nafasnya lalu memeluk Daffa. Dia tau seperti apa perasaan Daffa sekarang.


Maya memeluk Ervina sambil terisak. Mereka tidak ada yg mengira jika sahabat baru mereka pernah mengalami hal yg mengerikan disekolah lamanya.


Sementara Rendra melihat Rian yg dengan sabar menenangkan Lisa yg juga sedang menangis di pelukannya.


"Lalu, kondisi Mentari sekarang gimana Daff,?? Apa gk lebih baik dibawa ke psikolog aja " tanya Ervina sambil menyeka airmatanya.


"Tantenya psikolog Er.


Mentari masih belum mau merespon. Gue bingung " jawab Daffa lirih.


"Kalo gitu kita semua jengukin Mentari aja sekarang. Siapa tau dia bisa ada respon kalo sahabatnya yg dateng " ajak Lisa.


"Nggak boleh ".

__ADS_1


" Kenapa "?? tanya Lisa heran.


"Lo semua berisik. Mentari butuh ketenangan." jelas Daffa yg membuat Lisa ternganga.


"Gue mau pulang kerumah dulu ambil baju " ucap Daffa lagi.


"Lo nginep dirumah Mentari Daf "?? tanya Rian.


" Iya, gue harus selalu jagain dia ".


" Kan ada bokap nyokapnya Mentari disana,?? Juga ada tantenya yg psikolog itu kan "?? tanya Rian lagi.


" Gue gk percaya ama mereka ".


" Ya ampun Daf, mereka tu orangtuanya Mentari. Gk mungkinlah mereka gk jagain Mentari ".


" Gue gk peduli. Gue bakalan terus disamping Mentari " jawab Daffa berdiri lalu berjalan kearah mobilnya.


"Jangan bilang lo juga tidur di kamar Mentari Daf " timpal Ervin.


"Gue tidur satu ranjang bareng Mentari " ucap Daffa sebelum masuk ke mobilnya.


Dia lalu menghidupkan mobilnya dan segera pergi meninggalkan teman-temannya yg masih syok.


"Astaga, astaga.....


Kuatin jantung gue Ya Tuhan temenan sama tu anak " ucap Rendra sambil mengelus dadanya.


"Tadi gue sempet sedih liat tu anak, tapi sekarang kok rasanya gue pengen ngarungin dia ya " sahut Ervin.


"Ervin,temen lo emang luwaaarrrrr biaassaaaa"!!!!


Kayaknya tiap omongan yg keluar dari mulutnya tu bisa bikin nyawa orang melayang deh.


Ervina tertawa mendengar perkataan Maya. Dia tadi juga sangat kaget mendengar ucapan Daffa. Ada benarnya juga yg dibilang Maya, perkataan Daffa memang selalu membuat orang terkaget-kaget.


"Udah biarin aja, Daffa kan emang suka kayak gitu kalo ngomong. Sekarang kita balik yuk " ucap Ervina mengajak semua temannya untuk kembali keruang latihan.


********


Daffa memarkirkan mobilnya setelah dia pulang kerumah mengambil pakaian ganti untuknya.


Lalu bergegas masuk kedalam kamar Mentari setelah menyapa orangtua dan tante Mentari yg berada diruang tamu.


"Mentari " panggil Daffa saat masuk ke kamar.


Mentari yg saat itu sedang duduk diam menatap jendela tiba-tiba saja merespon panggilan Daffa.


Dia melihat kearah Daffa yg sedang berjalan kearahnya.


"Daffa " jawab Mentari lirih.


Daffa yg terkejut karena Mentari menjawab panggilannya langsung memeluknya. Dia mengecup rambut Mentari berkali-kali.


"Akhirnya kamu bicara Mentari " ucap Daffa.


"Tante,,, cepat kemari " teriak Daffa dari dalam kamar.


Mendengar teriakan Daffa, orangtua dan tante Mentari segera berlari kekamar.

__ADS_1


"Ada apa Daf, kenapa berteriak "?? tanya Tante Lena saat mereka sudah didalam kamar.


" Mentari menjawab saat aku memanggilnya tante " jawab Daffa yg masih memeluk Mentari.


Ayah Mentari terlihat tidak suka dengan perlakuan Daffa yg memeluk putrinya. Bahkan Daffa tidak melepaskan pelukannya saat mereka datang.


"Ayah, biarkan saja dulu " bisik bunda Mentari menyadari ketidaksukaan suaminya pada Daffa.


Tante Lena segera memeriksa Mentari. Beberapa kali dia mencoba memanggil Mentari, tetapi tidak ada jawaban. Daffa bingung melihatnya. Daffa melepaskan pelukannya, lalu membawa tangan Mentari ke wajahnya.


"Mentari, ini aku Daffa. Kamu ingat gk, aku suka sekali saat kamu pegang wajah aku " ucap Daffa.


Dia berusaha membawa kembali pikiran Mentari yg sedang kosong.


"Mentari,, jawab aku " bisiknya.


Tante Mentari terus memperhatikan perubahan di wajah keponakannya. Bahkan beberapa kali dia menjentikkan jarinya didepan mata Mentari. Berharap ada sedikit respon darinya.


"Mentari, kamu gk kangen sama aku ".


Tante Lena ternganga mendengar ucapan Daffa. Dia lalu melihat kearah kakaknya. Tapi kakaknya memberi isyarat untuk diam mendengarkan saja.


" Daffa " panggil Mentari.


Mereka semua terkejut melihat Mentari yg tiba-tiba berbicara lalu mengusap pipi Daffa. Daffa tersenyum dan membiarkan Mentari terus mengusap wajahnya. Daffa kaget saat mata Mentari tiba-tiba meneteskan airmata.


"Aku takut Daf " ucap Mentari.


"Jangan takut. Ada aku disini. Aku akan melenyapkan orang yg mengganggumu. Aku akan menjagamu Mentari " jawab Daffa.


"Mereka.. mereka mengurungku Daf. Pakaianku.. dia menariknya " ucap Mentari lagi dengan raut wajah yg ketakutan.


Daffa memeluk Mentari yg mulai gemetaran. Pikiran Mentari tarnyata sedang mengingat kejadian setahun lalu.


Dia menatap Tante Lena lalu kemudian menatap sedih pada kedua orangtua Mentari.


"Sstttt, tenanglah. Sekarang kamu istirahat dulu ya. Aku gk akan ninggalin kamu Mentari. Kamu tidur ya " bujuk Daffa lalu membaringkan Mentari dikasur.


Mentari terus memegang erat baju Daffa sampai akhirnya dia terlelap. Barulah Daffa meminta kedua orangtua dan tante Mentari untuk keluar kamar.


*


*


*


*


*


*


*


Hayyy Reader's.....


Jangan lupa vote.. vote... dan vote terus ya novel ini.


Jangan lupa like dan comment juga...

__ADS_1


Terima kasih...


Amicuuu.....


__ADS_2