
"Doorrr "....
" Astagfirullohal adzim Lena, kamu mau bikin orang kena serangan jantung ya "??.
Lena terkekeh melihat kakaknya mengomel.
Kedua kakaknya sedang berdiri di dekat jendela sambil mengintip sesuatu di luar sana.
Membuatnya ingin mengejutkan mereka dari belakang tadi.
" Maaf kak, kakak dan kakak ipar lagi ngapain ,??
Kok kayak lagi ngintipin orang sih " jawab Lena.
"Kakak sedang memperhatikan Daffa dan Mentari di depan ".
Lena ikut penasaran mendengar perkataan kakaknya.
Dia lalu membuka sedikit gorden jendela. Dia melihat Daffa yg berbaring di pangkuan Mentari sambil membaca buku.
Begitu juga Mentari. Duduk tenang sambil membaca buku.. Sesekali tangannya mengusap rambut milik Daffa.
" Menurut kamu gimana Len "?? tanya kakaknya setelah mereka duduk.
Mereka memilih menyudahi acara mengintip mereka.
" Gimana apanya kak ".
" Menurut pendapat kamu gimana melihat kedekatan mereka berdua "??.
" Kak, Lena kan sudah jelasin ke kakak. Untuk sekarang, lebih baik kakak biarkan dulu mereka seperti ini.
Selagi mereka masih berada di jarak yg aman, biarkan saja ".
" Tapi Len, kakak tidak suka melihatnya terlalu dekat dengan Mentari.
Bagaimana nanti kalo Daffa kebablasan "??.
" Iya Len, kakakmu benar. Kita dengar sendiri bagaimana Daffa bersikap pada Mentari di sekolah.
Kakak takut itu bisa mencelakai Mentari " timpal kakak iparnya.
Lena membuang nafas mendengar kekhwatiran kedua kakaknya.
"Kak, Lena yakin Daffa bukan orang seperti itu. Jika memang dia ingin melakukan hal buruk pada Mentari kita, mungkin sejak awal dia sudah melakukannya.
Kak, mereka berdua sekarang saling bergantung.
Mereka berdua sama-sama sedang sakit . Dan obatnya ada pada diri mereka berdua " jelas Lena.
"Iya kakak tau Len, kakak hanya khawatir pada Mentari saja ".
" Kak, kakak sadar tidak.
Keberadaan Daffa sangat berpengaruh pada kejiwaan Mentari. Apa kakak pikir Mentari bisa sarapan bersama kita tadi pagi jika tidak ada Daffa "??.
Kedua kakaknya terdiam. Mereka ingat bagaimana Mentari begitu bergantung pada Daffa pagi tadi.
Mentari merasa tidak nyaman saat melihat ayahnya.
Dan Daffa dengan begitu perhatin menjelaskan pada Mentari jika ayahnya bukanlah orang jahat.
Membuat ayahnya akhirnya bisa memeluk putrinya karena putrinya percaya pada ucapan Daffa.
"Kamu benar Len. Lalu kakak sebaiknya harus bersikap seperti apa "?? tanya kakaknya.
" Kak, saran Lena lebih baik kakak dekati Daffa. Buatlah dia mengerti tentang kekhwatiran kakak pada masa depan mereka.
Tapi jangan sampai membuat Daffa merasa kalau kakak akan menjauhkan mereka. Itu akan berakibat buruk pada keduanya " jelas Lena lagi.
"Apa hanya cukup seperti itu saja "??.
" Seperti itu sudah cukup kak.
Kakak ipar, Daffa adalah orang yg kekurangan kasih sayang dari orangtuanya.
Kakak ipar juga bisa memberikan perhatian pada Daffa.
Itu akan membuat Daffa semakin menjaga Mentari ".
__ADS_1
" Kenapa bisa seperti itu Len "??.
" Iya kak, karena orang yg mengalami masalah seperti Daffa pasti akan sangat mementingkan sebuah hubungan yg memiliki kasih sayang yg kuat.
Kita juga bisa membantu Daffa keluar dari kesakitannya secara tidak langsung ".
Kedua kakaknya terlihat mengerti maksud ucapan Lena.
Lena lalu mengajak kedua kakaknya untuk kembali mengintip Daffa dan Mentari.
Mereka terlihat saling bercanda, bahkan Mentari terus tertawa.
Masih dengan Daffa yg tidur di pangkuannya, bedanya sekarang mereka sudah tidak membaca buku lagi.
" Apa kakak tega memisahkan mereka "?? tanya Lena.
" Hhheehhhh,, sepertinya kakak harus mengalah pada ego kakak Len ".
Ayah Mentari akhirnya mengalah. Dia akan mengalah demi putrinya.
Karena bagaimanapun, putrinya memang sedang sakit.
******
Rendra baru saja bangun dari tidur siangnya. Minggu ini dia tidak memiliki acara apapun. Biasanya, dia akan berkumpul dengan para sahabatnya.
" Kok gue merasa dikhianati sama tu cecenguk semua ya,??
Kenapa sekarang gue sendirian "?? ucap Rendra.
" Si bule pergi sama orangtuanya, Rian sibuk nge-bucin, terus Daffa......
Ahh, anak itu udah gk bisa di harepin lagi semenjak ada Mentari.
Dan sekarang gue sendirian. Hufftt,,, sedih amat hidup gue. Pacar gk punya, temen juga pada gk ada. Gini amat idup gue sekarang ".
Rendra lalu keluar dari kamar menuju dapur. Tiba-tiba dia ingin sekali makan makanan yg pedas.
" Ada yg bisa bibi bantu den "???.
" Astaga bibi ngangetin aja. Kirain Rendra tadi jin bi ".
" Maaf den, tadi bibi liat aden masuk ke dapur. Aden mau masak apa "??.
" Oh, Rendra pingin masak mie instant pake telor bi ".
" Mau bibi buatin gk den "??.
" Nggak usah bi, biar Rendra aja. Bibi keluar aja " ucap Rendra lalu mulai sibuk memilih sayuran yg akan dia masukkan kedalam mie instant.
Rendra dengan cekatan membuat mie instant miliknya.
Tak lama, mie nya pun matang. Rendra lalu membawa makanannya ke meja makan dan memakannya.
"Uhhh,, mau sekaya apapun juga mie instant emang makanan paling enak " ucap Rendra sambil menyeka keringat di keningnya.
Dia sangat menyukai makanan ini. Hampir setiap hari dia memakannya jika bibi dirumahnya tidak melarangnya.
drrtt.. drrtt.. drrttt...
Handphone Rendra bergetar karena ada sebuah pesan masuk untuknya..
"Ren, nyokap gue nyuruh lo makan
malam dirumah gue.
Lo mau gk "??.
" Ya pasti maulah. Calon mertua lagi yg nyuruh " ucap Rendra sambil tersenyum setelah membaca pesan dari Maya.
"Oke, ntar malem gue kerumah lo.
Lo gimana kabarnya "??.
__ADS_1
Rendra mengirimkan balasan untuk Maya. Sambil memakan mie-nya, Rendra terus menatap layar handphone-nya menunggu balasan dari Maya.
" Ini dia " teriak Rendra begitu handphone-nya kembali bergetar.
Dia segera membuka pesan itu.
"Udah gk papa kok.Makasih ya elo
udah nganterin gue pulang semalem".
Rendra tersenyum senang.
" Lo gk tau kan nenek lampir kalo gue semalem nyolong sesuatu punya elo "?? batin Rendra sambil mengingat bagaimana dia mencuri ciuman dari Maya di mobilnya.
" Iya, ntar malem gue kerumah elo".
"Gimana reaksinya nenek lampir ya kalo dia tau gue nyium dia,??
Kena gaplok gk ya gue " ucap Rendra sambil terkikik geli.
Dia segera menghabiskan mie-nya yg tinggal sedikit.
Bibirnya sedikit dower karena dia menaruh bubuk cabe yg lumayan banyak pada mie-nya.
Ditambah lagi dia memakannya saat masih panas.
"Huhh,, puas banget gue ".
Rendra lalu membawa mangkok mie-nya ke tempat cuci piring.
Setelah minum air dingin, dia segera kembali masuk ke kamarnya.
Dia bermain game untuk membunuh waktu sebelum dia pergi kerumah nenek lampir yg menurutnya sangat menggemaskan itu.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Haaalloooooo reader's....
Jangan lupa untuk Vote.. Vote.. and Vote terus ya novel ini.
Untuk sekarang sampai akhir Juni ini, author akan sering up novel " Gue Jadian Sama Elo,,??? Mimpi....
Di karenakan penyerahan novel akan berakhir akhir bulan ini.
Jangan lupa untuk para reader's yg baru baca, wajib banget buat scroll dari awal novel ini.
Dan juga, jangan lupa tinggalin Like and Comment.
Jangan lupa klik tanda lope-lope ya 😍😍😍😍
Terima kasih...
__ADS_1
Amicuuuuu.....