Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Frustasi


__ADS_3

Daffa, ayah dan bunda Mentari berdiri di samping Mentari yg sedang di periksa oleh tantenya.


Semalam saat Mentari terbangun, tiba-tiba saja pandangan matanya kosong. Membuat Daffa yg berbaring di sampingnya kebingungan.


flashback


"Mentari, ada apa "?? tanya Daffa bingung melihat Mentari diam saja.


" Mentari, heyy kamu kenapa,?? Apa ada yg sakit "?? tanya Daffa lagi.


Melihat Mentari yg bersikap aneh, Daffa langsung berlari keluar kamar mencari orangtua Mentari.


" Om, Tante, Mentari.....


"Ada apa dengan Mentari "?? tanya ayah Mentari bingung melihat Daffa berteriak panik dan tidak melanjutkan perkataannya.


"Tarik nafas perlahan, lalu buang. Nah benar begitu, ulangi lagi " ucap bunda Mentari saat melihat Daffa panik.


Daffa mengikuti apa yg dikatakan bunda Mentari.


"Sekarang bicara perlahan ya Daf. Katakan ada apa dengan Mentari " ucap bunda Mentari setelah melihat Daffa sedikit tenang.


"Tante, Mentari sudah bangun. Tapi tatapannya kosong. Dia juga tidak merespon saat aku memanggilnya ".


Ayah Mentari langsung berlari menuju kamar setelah Daffa selesai bicara. Daffa dan bunda Mentari juga segera menyusul kekamar.


Saat kami masuk, Mentari sedang duduk diam menatap jendela.


" Ya Alloh Mentari " ucap bunda Mentari lirih. Dia berjalan perlahan kearah putrinya. Melihat putrinya diam saja, akhirnya bunda Mentari menangis.


"Bunda tenanglah. Ayah akan menelfon Lena sekarang " ucap ayah Mentari lalu berlari keluar untuk menelfon tante Mentari.


Daffa hanya berdiri diam melihat Mentari yg duduk diam seperti patung. Dadanya seperti sedang diremas. Hatinya sakit melihat Mentari-nya tidak bercahaya seperti ini.


"Mentari, ini bunda sayang. Lihat bunda nak " ucap bunda Mentari sedih sambil berdiri didepan wajah Mentari.


Tidak ada pergerakan apapun dari Mentari. Tiba-tiba saja tubuh bunda Mentari terjatuh kelantai.


Daffa yg sedang diam melamun terkejut. Dia berlari kearah bunda Mentari lalu membantunya duduk diranjang. Mata Daffa juga berkaca-kaca karena Mentari tidak memberikan respon apa-apa melihat bundanya seperti ini. Bahkan melihat bunda nya pun tidak.


Tak lama, ayah dan tante Mentari masuk ke kamar. Tante Mentari sudah tau keadaan Mentari sebelumnya. Karena itulah tantenya memutuskan untuk datang kemari. Dan saat ayah Mentari menelfonnya, tantenya sudah berada di depan rumah Mentari.


"Kak, biar Lena periksa dulu keadaan Mentari " ucap Tante Lena sambil mengusap punggung bunda Mentari.


"Tolong Mentari Len. Dia,, dia seperti ini lagi " ucap bunda Mentari sambil terisak. Ayah Mentari segera memeluk istrinya yg begitu sedih. Hati ayah Mentari juga sangat hancur melihat putri semata wayangnya harus mengalami kejadian seperti ini lagi.


"Iya kak Lena tau, kakak keluar dulu sebentar ya " ucap tantenya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak " sahut Daffa lalu duduk disamping Mentari.


Daffa lalu merapihkan rambut Mentari yg terlihat sedikit berantakan.


"Tapi...


" Biarkan Daffa disini Len. Dia tidak akan mau pergi dari samping Mentari " ucap ayah Mentari.


Lalu Tante Lena segera memeriksa Mentari dengan Daffa yg terus disampingnya.


"Bagaimana tan "?? tanya Daffa.


"Mentari syok. Tapi tidak terlalu parah. Mungkin dia akan seperti ini beberapa hari. Dia butuh kenyamanan . Kamu tenang saja.Tante akan selalu mengawasi kondisi Mentari" jelas Tante Lena.


Daffa diam melihat Mentari. Dia terus memperhatikan mata Mentari. Mata yg membuatnya merasa nyaman. Mata yg selalu memberikan sinar yg hangat untuknya. Dan sekarang mata itu redup,Mentari-nya tidak bercahaya.


flashend


"Bagaimana Len "?? tanya ayah Mentari saat adik iparnya selesai memeriksa Mentari.


Semalam bunda Mentari meminta adik iparnya untuk menginap.


"Masih sama kak. Mentari belum mau merespon " jawabnya.


"Kita harus bagaimana yah,?? Bunda gk mau terjadi sesuatu pada putri kita "?!! ucap bunda Mentari cemas.


" Kak, kita harus sabar. Kita tidak bisa memaksa Mentari. Saat ini dia masih begitu syok ".


" Daffa, mungkin saat itu Mentari merasa ada yg melindunginya. Karena itulah dia bisa tenang .


Mentari baru bisa normal kembali beberapa bulan sebelum kembali sekolah. Masih sangat mudah trauma jika dia kembali mendapatkan bullyan ".


" Kalian keluarlah. Aku ingin menemani Mentari " ucap Daffa yg membuat tante Mentari melotot karena Daffa mengusirnya.


"Kita keluar saja. Biarkan mereka" bisik ayah Mentari melihat adik iparnya yg terkejut dengan ucapan Daffa. Lalu mereka meninggalkan Daffa yg terlihat frustasi.


*****


"Kak, apa hubungan Mentari dan anak itu. Aku kesal sekali padanya " tanya Lena pada kakaknya.


"Entahlah.Kakak juga bingung. Mentari bilang mereka adalah teman dekat. Dan anak itu selalu menempel padanya saat disekolah kata Mentari ".


" Karena itulah kakak membiarkan anak itu tidur dikamar Mentari semalam "??.


Semalam Lena bermaksud melihat keadaan keponakannya. Tapi dia begitu kaget saat melihat anak itu tertidur di samping Mentari.


Jika saja kakak iparnya tidak menariknya keluar, anak itu pasti sudah dia usir dari kamar keponakannya.

__ADS_1


"Kak, mereka belum menikah. Bagaimana bisa kakak membiarkan seorang lelaki dikamar Mentari,?? Apa kakak tidak takut anak itu berbuat macam-macam"??!.


"Kakak percaya anak itu tidak akan melakukan hal buruk pada Mentari ".


" Darimana kakak dapat keyakinan seperti itu "?? tanya Lena yg heran melihat sikap kakaknya yg tidak khawatir.


" Lena, kamu seorang psikolog kan,?? Apakah kau tidak merasa aneh melihat sikapnya "?? tanya kakaknya.


" Dia mengatakan dihadapan kakak kalau Mentari adalah miliknya ".


"Sedikit kak. Awalnya aku mengira dia yg sudah membully Mentari. Tapi melihatnya yg begitu perhatian, sepertinya dugaanku salah. Tapi kak, kenapa dia bisa tidak tau malu mengusir kita "???.


" Sebelum mengusirmu tadi, kami lebih dulu diusir " jawab kakak iparnya.


"Apa kak,?? Kapan dia melakukannya. Aku jadi semakin kesal pada anak itu ".


" Kemarin. Bahkan dia bilang tidak akan pergi meskipun kakakmu membunuhnya ".


"Astaga, bagaimana bisa anak seusianya berkata seperti itu. Posesif sekali " gumam Lena.


"Kakak juga bingung Len. Tapi meskipun dia seperti itu, dia sangat peduli pada Mentari. Kemarin dia menelfon dokter pribadinya untuk datang kemari memeriksa Mentari".


" Kak, sepertinya anak itu menyukai Mentari kita " ucap Lena setelah mendengar perkataan kakaknya.


"Kakak juga berfikir seperti itu Len. Tapi entahlah, kakak hanya ingin memikirkan kesembuhan Mentari dulu. Jika keberadaan anak itu bisa membuat Mentari kembali normal, kakak tidak akan melarang mereka jika ingin pacaran. Mentari sangat penting untuk kakak ".


Lena dan kedua kakaknya masih terus berbincang mengenai Daffa dan Mentari. Sampai timbul pikiran Lena untuk mengintip apa yg sedang dilakukan oleh anak yg membuatnya kesal. Lena terdiam begitu melihat pemandangan mengharukan didalam kamar keponakannya. Dia lalu meninggalkan kamar lalu menceritakan pada kakaknya apa yg sudah dia lihat barusan.


*


*


*


*


*


*


*


*


Hayyy Reader's....


Jangan lupa vote yg banyak ya...

__ADS_1


Jangan lupa juga like dan comments......


Amicuuuu.......


__ADS_2