Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Curhat


__ADS_3

Mentari baru saja selesai mandi setelah pulang dari rumah Daffa.


Dia menghampiri kedua orangtuanya yg menunggunya di meja makan.


"Sayang, bagaimana keadaan Daffa "?? tanya bunda sambil mengambilkan makanan ke piring ayah.


" Udah gk papa bun, tapi tubuhnya masih terlihat lemas " jawabku lesu.


"Kenapa Daffa bisa sampai masuk rumah sakit "?? tanya ayah.


" Ini semua gara-gara Mentari yah "!!.


Ayah mengerutkan keningnya mendengarkan jawabanku. Bunda juga menghentikan tangannya yg ingin mengambil makanan untuk ku.


" Lho, kok bisa gara-gara kamu.


Memangnya apa yg kamu lakukan Mentari "?? tanya ayah sambil menatapku.


" Mentari gk sengaja yah. Mentari juga gk tau kalo Daffa alergi udang.


Tadi siang Daffa makan udang yg Mentari bawa buat bekal makan siang.


Hikss.. hikss... ".


Ayah dan bunda terkejut melihatku menangis. Bunda menggeser kursinya disampingku. Aku memeluk bunda sambil menangis.


" Daffa pingsan disekolah gara-gara Mentari bun. Hikss...


"Sayang,, udah jangan nangis. Kamu kan tidak sengaja membuat Daffa pingsan sayang..


" Mentari takut Daffa kenapa-napa bunda..


Tadi wajahnya pucet banget.


Hiksss...


"Iya, tapi tadi kamu bilang Daffa udah gk papa kan "??.


" Tapi Mentari masih khawatir bun " jawabku sambil membersihkan ingus dihidungku.


"Iya bunda ngerti.


Udah jangan nangis lagi, nanti wajah kamu jadi jelek lho kalo nangis lama-lama "?? ledek bunda sambil memencet hidungku.


" Iihhh,, Bunda.


Mentari kan lagi sedih " jawabku.


Bunda tertawa melihatku lalu kembali mengambil makanan untukku.


"Mentari, kamu suka sama Daffa "?? ayah yg sejak tadi hanya memperhatikan aku dan bunda tiba-tiba menanyakan sesuatu yg membuatku bingung.


" Apa ayah marah kalau seandainya Mentari menyukai Daffa "?? tanyaku yg tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


" Mentari, ayah tidak melarangmu.


Ayah hanya tidak mau masa depanmu terganggu" jawab ayah.


Aku tersenyum mendengar perkataan ayah.


"Ayah, Mentari selalu ingat dengan nasihat ayah bunda untuk Mentari.


Mentari tidak akan membuat ayah kecewa .


Sekolah tetap yg paling penting buat Mentari " jawabku berusaha meyakinkan kedua orangtuaku. Mentari tau jika ayahnya bersikap seperti ini karena mengkhawatirkan masa depannya..


"Baiklah ayah percaya kamu tidak akan mengecewakan ayah. Tapi apa benar kamu tidak menyukai Daffa,? Kamu terlihat sangat peduli padanya. Iya kan bun "?? tanya ayah.


Bunda mengangguk membenarkan pertanyaan ayah.


" Ayah, Daffa itu anak yg baik. Dia juga murid yg pintar dan berprestasi. Bohong kalau Mentari tidak menyukainya. Kami memang sangat dekat di sekolah yah, semua murid berfikir Mentari pacaran dengan Daffa. Tapi sebenernya gk gitu yah. Mentari hanya berteman dekat dengan Daffa. Mentari peduli karena Mentari merasa Daffa sangat membutuhkan perhatian. Temen2 Mentari bilang, sejak bayi ibunya Daffa sudah meninggal. Dia diasuh nenek dan pelayannya dari kecil. Ayahnya tinggal di Jepang. Kata temen2 Daffa ,dia ngrasa sangat kesepian selama ini yah " jelasku.


"Apa ayahnya Daffa tidak pernah pulang menjenguk Daffa,?? tanya ayah lagi.


" Kata teman2 Daffa ayahnya jarang pulang.


Ayahnya selalu melarang Daffa melakukan apa yg dia suka yah. Daffa harus fokus sekolah supaya bisa menjalankan bisnis ayahnya. Kata temen2nya Daffa sangat tertekan karena perlakuan ayahnya ".


" Kasihan dia. Dia tidak bisa menikmati masa mudanya dengan bebas ".


" Makanya Mentari sangat peduli ke Daffa yah. Mentari gk bisa bayangin kalo di posisi Daffa. Dia sangat tertutup dengan perasaannya yah. Semua masalah selalu disimpen sendiri. Semua tentang Daffa Mentari denger dari temen2nya.


Selama ini Daffa cuma deket sama ketiga temennya. Mentari juga gk tau kenapa Daffa mau berteman sama Mentari. Aneh kan yah ".


"Lain kali ajak Daffa main kerumah Mentari. Ayah juga ingin bertemu dengan lelaki yg dekat dengan putri kesayangan ayah " goda ayah sambil tersenyum aneh.


"Ayah ihh. Mentari cuma temenan aja yah sama Daffa " dengusku melihat ayah yg masih tersenyum aneh kearahku.


"Sudah2, kalian berdua ini ya. Lebih baik dilanjutkan nanti saja curhatnya. Kita makan dulu " lerai bunda melihat aku dan ayah masih saling mengejek.


Aku sangat manja jika sedang bersama dengan mereka. Karena mereka masih memperlakukanku seperti gadis kecil mereka.


Dan aku tidak keberatan karena aku tau mereka sangat menyayangiku. Kebahagyaan mereka adalah sesuatu yg sangat penting bagiku.


***


Ervina memainkan handphonenya sambil berbaring disofa rumahnya.


Dia baru selesai makan malam setelah pulang dari mengantarkan Mentari kerumahnya.


"Yeyyy, mami sama papi mau pulang ke indonesia. Gue kangen banget sama mereka " teriak Ervina senang saat mendapat pesan jika orang tuanya minggu ini akan pulang.


Orangtua Ervina tinggal di Singapura karena perusahaan papinya ada disana.


Ervina teringat percakapannya dengan Ervin di kantin rumah sakit tadi.


"Dasar cowok rese', selalu aja gangguin gue. Tapi ko lama-lama gue suka ya. Masa iya gue jatuh cinta ke dia,?? Jilat ludah gue sendiri dong ini namanya ".

__ADS_1


Ervina berbicara sendirian. Dia ingat bagaimana dia bilang kalau dia gk akan pernah suka ke Ervin.


Saat sedang melamun, handphonennya bergetar.


" Nomor siapa nih " gumam Ervina saat melihat ada sebuah pesan dari nomor baru. Dia segera membuka pesan itu lalu membacanya.


 


"Met malem calon bini gue yg paling


cantik ".


 


Ervina tersenyum saat membaca pesan itu. Ternyata Ervin yg mengirimkan pesan.


Dia segera membalas pesannya.


 


" Tau dari mana lo nomor hape gue"??.


 


Ervina membaca lagi pesan dari Ervin. Entah kenapa dia sudah tidak merasa jengkel saat Ervin memanggilnya calon istri.


Handphonenya kembali bergetar.


 


"Good Night calon istri gue "


😘😘😘😘


 


Ervina berguling-guling disofa membaca pesan balasan dari Ervin seperti orang yg sedang kasmaran.


"So sweet banget si lo Vin. Malem-malem ngirim pesan cuma buat ngucapin good night buat gue. Hati gue jadi berbunga-bunga gini kan "?? ucap Ervina sambil menatap layar hapenya. Dia senyum-senyum sendiri memikirkannya.


" Kenapa gue seneng banget gini sih. Kalo sampe tu anak tau gue kesenengan dapet pesan dari dia, pasti dia bakal keegeran banget " ucapnya lagi.


"Mendingan gue main piano aja deh daripada mikirin Ervin. Bisa cinta beneran gue kalo terus mikirin tu anak " ucap Ervina sambil berjalan kearah pianonya.


Pianonya berada diruang tengah rumahnya. Dentingan piano mulai terdengar didalam rumahnya saat Ervina mulai memainkannya.


Sejak kecil, dia sangat menyukai piano. Dia bahkan mengikuti les piano sejak masih ditaman kanak-kanak.


Beberapa piala dia dapatkan saat mengikuti lomba bermain piano.


Ervina tinggal seorang diri dirumahnya. Pembantu hanya datang saat pagi hari dan pulang lagi setelah Ervina selesai sekolah.


Orangtuanya pernah memintanya untuk tinggal di Singapura. Tapi dia menolaknya karena dia lebih suka berada di Indonesia. Terutama dikota Bandung ini.

__ADS_1


Suasananya yg sejuk membuatnya tidak bisa meninggalkan negara ini. Orangtuanya akan sesekali mengunjunginya saat mereka tidak sibuk.


__ADS_2