Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Cowok Sengak!!!


__ADS_3

Maya membanting kuat pintu mobil Rendra. Dia segera meninggalkan mobil Rendra yg masih disini.


"Sialan tu cowok. Nyesel gue naik mobil dia " gerutu Maya sambil berlari masuk kedalam sekolah untuk mengambil mobilnya.


flashback


Maya pulang dari rumah sakit diantar Rendra. Tadi dia ikut mobilnya Ervina saat kerumah sakit.


"Eh May, lo pernah denger cerita tentang murid yg bunuh diri disekolah kita gk "?? tanya Rendra sambil menyetir.


" Nggak tuh.


Memangnya ada ya murid yg mati bunuh diri di sekolah kita "?? jawabku penasaran.


" Ada kok. Masa lo gk tau sih.


Waahhh, ketinggalan berita lo May ".


" Eh dengerin ya, gue itu selalu tau gosip terupdate yg ada disekolah. Sampe ukuran dada cewek yg paling gede disekolah gue juga tau "!!.


" Bussseettt, lo murid apa detektif May??.


Tapi ngomong2, emang punya siapa yg paling gede "?? tanya Rendra sambil tersenyum ke Maya.


" Ngapain lo senyum2 mesum kayak gitu.


Gk bakalan gue kasih tau ke elo " jawab Maya ketus.


"Yaelaa May, lo pelit banget sih. Orang pelit kuburannya sempit tau gk ".


"Halah, biarin aja kuburan gue sempit. Gue tinggal diet biar badan gue langsing pas masuk ke kuburan. Gampang kan "?? jawab Maya.


Rendra menganga mendengar perkataan Maya. Bisa-bisanya dia ngomong kaya gitu.


" Biasa aja kalee mulutnya, bau tau gk " ejek Maya tertawa sambil menutup hidung.


"Sialan lo May, nafas gue wangi kali kaya bunga melati " gerutu Rendra.


Maya tertawa melihat Rendra yg tidak terima diejek olehnya.


"Ren, emang tu cewek kenapa bunuh diri "??.


tanya Maya yg masih penasaran dengan cerita Rendra tadi.


" Lo mau tau aja apa mau tau banget "?? ejek Rendra balik.


" Ck, lo tinggal cerita aja apa susahnya si Ren?? Atau jangan2 lo yg bikin tu cewek bunuh diri. Ngaku lo "!!.


" Kira2 dong mulut lo kalo ngomong. Asal ngejeplak aja " omel Rendra.


"Hehe, sorry gue sengaja. Abisnya lo gk mau cerita sih " jawab Maya sambil cengengesan.


"Emang enak gue kerjain " batin Maya.


"Ni ya dengerin baik2 cerita gue. Tu cewek bunuh diri gara2 diselingkuhin cowoknya. Terus sampe sekarang arwahnya masih gentayangan. Dia bakal gangguin cewek2 yg suka dateng sendirian kesekolah " ucap Rendra sambil berbisik.


"Seriusan lo Ren. Aduhh, gimana nih. Mana mobil gue didalem sekolah lagi " Maya merinding mendengar cerita Rendra.


Mau minta Rendra menemaninya masuk kesekolah, gengsi banget dong. Nanti yg ada dia makin songong pikirnya.


"Iya gue serius... Tapi. "....

__ADS_1


Maya menahan nafas menunggu kelanjutan ucapan Rendra. Bulu kuduknya berdiri semua.


" Tapi bo'ong. Hahhahahahahaa"...


Maya terdiam melihat Rendra tertawa terbahak2. Sesaat kemudian Maya baru sadar kalau ternyata dia hanya dikerjai oleh Rendra.


"RENDRAAA.... SIALAN LO " teriak Maya sambil mencubit kuat2 lengan Rendra.


"Aduuhh.. duuhh...


Hahhaa, gimana serem gk cerita gue " tanya Rendra sambil mengusap bekas cubitan ditangannya.


"Nggak lucu tau gk " jawab Maya yg masih kesal sambil melipat tangannya.


"Sumpah ya, gue udah takut banget tadi, dan ternyata lo cuma ngerjain gue. Rese banget lo Ren ".


" Hahhaha, sorry gue sengaja " ucap Rendra menirukan perkataanku.


"Dasar cowok sengak "!!!!.


Akhirnya mobil sampai disekolah. Maya segera keluar lalu membanting pintu mobil Rendra. Maya masih bisa mendengar suara tawa Rendra yg begitu senang karena berhasil membuatnya takut.


" Tunggu pembalasan gue Ren" bisik Maya.


flashend..


"Lho, kenapa mobil Lisa masih disini " gumamku heran. Harusnya Lisa sampai duluan kesekolah karena tadi Rendra memaksa berhenti makan dulu.


"Ah bodo amatlah, gue mau cabut. Takut gue " ucap Maya lagi yg tiba2 teringat cerita palsu Rendra.


Maya segera memacu mobilnya meninggalkan sekolah yg sunyi mencekam.


Ervin memapah Daffa masuk kedalam rumah lalu membantunya duduk diruang tamu.


"Den Daffa kenapa den Ervin "?? tanya pelayan yg tadi lari tergopoh2 saat melihat Daffa dipapah Ervin saat keluar dari mobil.


" Nggak papa bi, tadi Daffa salah makan. Bi Imah gk usah khawatir, Daffa udah minum obat kok " jelas Ervin yg melihat raut khawatir pelayan yg merawat Daffa sejak kecil.


"Beneran den Daffa gk kenapa2?? tanyanya lagi.


" Iya bi, Daffa gk papa. Bi, bibi jangan bilang ke papa ya " ucap Daffa.


"Tapi den, nanti tuan bisa marah ".


" Bi, jangan bilang ke papa. Bisakan "??.


Daffa khawatir jika sampai papanya tau dia masuk rumah sakit gara2 makanan yg dibawa Mentari, papanya akan menyakiti Mentari.


" Baik den " jawabnya lirih.


"Tolong bikinin minuman ya bi buat temen2 Daffa " pinta Daffa.


Bi Imah segera berjalan kearah dapur meninggalkan kami.


Ervina dan Mentari hanya diam mendengarkan percakapan mereka dengan Bi Imah.


"Daf, lo gk usah masuk sekolah dulu. Istirahat aja dirumah biar lo cepet sembuh " ucap Ervin yg melihat sahabatnya lagi2 sedang menatap Mentari.


Dia menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya. Sementara Mentari tersenyum melihat Ervin dan Daffa.


"Wooyy Daf, mata lo udah mau keluar tu. Gk disekolah, gk dimobil gk dirumah terus aja lo melototin Mentari. Gk bakalan ada yg ngambil Mentari gk " goda Ervin lagi.

__ADS_1


"Rese lo " jawab Daffa sambil tersenyum.


Tiba2 handphone Mentari berdering. Ternyata telfon dari orangtuanya.


Dia lupa memberi kabar pada orangtuanya kenapa pulang terlambat. Mereka pasti sangat khawatir padanya.


"Halo assalamualaikum Bunda "?? sapanya.


........


" Maaf Mentari lupa ngabarin Bunda tadi. Sekarang Mentari lagi dirumah Daffa sama Ervina. Tadi Daffa masuk rumah sakit "!.


......


" Alhamdulillah Daffa udah mendingan ko Bun " jawab Mentari sambil melihat kearah Daffa.


.....


"Mentari pulang bareng Ervina Bun".


.....


" Iya Bunda, waalaikumsalam ".


Mentari memasukkan hapenya kedalam tas setelah selesai berbicara dengan bundanya.


" Kenapa Mentari "?? tanya Ervina.


" Bunda nanya kenapa aku belum pulang. Mereka khawatir Er " jawabku.


"Oh, tapi mereka udah tau kan kalo lo disini"??.


" Iya, aku udah kasih tau ke mereka " jawab Mentari.


Tak lama Bi Imah datang membawa minuman dan cemilan.


"Permisi den, non. Ini minumannya " ucapnya ramah.


"Terima kasih bi ".


Kami berbincang2 sambil menikmati cemilan dari bi Imah. Tidak terasa sudah hampir 1 jam kami dirumah Daffa.


" Er, udah jam 7 nih. Kita pulang yuk " ajak Mentari.


Mendengar Mentari mau pulang, Daffa merasa sedih. Rasanya dia ingin Mentari menemaninya malam ini.


Mentari yg menyadari tatapan sedih Daffa, segera berpindah kearah tempat duduk Daffa.


"Daf, aku pulang dulu ya. Besok pulang sekolah aku langsung dateng kesini lagi " ucap Mentari sambil memegang lembut tangan Daffa.


Daffa diam menatap mata Mentari. Dia sebenarnya tidak rela berpisah dengan Mentari.


Daffa menarik nafasnya pelan, lalu menganggukkan kepalanya.


"Gue juga pulang Daf. Mau nyelesein tugas buat kegiatan sekolah kita " pamit Ervin juga.


"Ya udah, kalian hati2 dijalan " jawab Daffa sambil mengantar teman2nya keluar.


Daffa melambaikan tangan kearah Mentari. Menatap mobil mereka sampai tidak terlihat lagi.


Dia kembali masuk kedalam rumah untuk istirahat. Rumah yg selalu terasa sepi untuknya. Rumah yg seperti tak pernah ada tanda2 kehidupan didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2