Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
PDKT


__ADS_3

Daffa yg masih lemas belum boleh pulang dari rumah sakit.


Dia terus menatap mata Mentari. Lalu tidak sengaja melihat ada perban dileher Mentari.


"Leher kamu kenapa "?? tanya Daffa sambil mengggenggam tangan Mentari.


" Pasti ada yg gangguin Mentari " pikirnya.


"Nggak kenapa2. Cuma luka dikit.


Tadi plesternya abis, jadi dibungkus pake perban " jawabnya.


"Dibully "??.


" Nggak, mereka cuma salah paham aja. Gk sengaja kena kuku mereka tadi ".


" Nggak sengaja kena kuku "?? tanya Daffa datar. Dia tau sejak Mentari berhubungan dekat dengannya, banyak cewek yg berusaha menyakitinya. Tapi Mentari tidak pernah mengadu padanya.


" Udahlah, gk usah diladenin. Biarin aja, nanti juga capek sendiri " jawabnya tersenyum.


Aku mengusap wajahku kesal. Pasti kali ini Sisil yg nglakuin. Cuma dia yg berani melukai setiap cewek yg berusaha mendekatinya.


"Daff, maafin aku ya. Gara2 aku kamu jadi masuk rumah sakit. Aku gk tau kalo kamu alergi udang " Mentari menundukkan wajahnya.


"Nggak papa, lagian aku gk mati " jawab Daffa.


"Nggak boleh ngomong kayak gitu Daf. Aku khawatir banget sama kamu. Kenapa tadi kamu gk bilang ke aku kalo kamu alergi udang "?? tanya Mentari lagi.


" Gue takut lo sedih Mentari" batin Daffa.


"Aku lupa ".


Mentari menghembuskan nafasnya pelan. Dia tau itu hanya alasan Daffa saja.


Dia menatap Daffa yg wajahnya sudah tidak terlalu pucat seperti tadi.


" Anak-anak mana "? tanya Daffa.


" Mereka semua nunggu diluar. Kamu mau panggil mereka "??.


Daffa menggeleng lalu meminta Mentari untuk duduk disampingnya. Tadi sebelum pingsan dia merasa sangat nyaman saat kepalanya berbaring dipangkuan Mentari.


Mentari yg paham apa yg diinginkan Daffa segera duduk disampingnya.


" Kamu udah ngerasa baikan belum "?? tanya Mentari yg melihat Daffa memejamkan mata. Dia takut Daffa pingsan lagi seperti tadi.


Daffa mengangguk. Lalu mereka sama2 diam.


****


Rian dan Lisa meninggalkan rumah sakit setelah berpamitan pada Ervina. Sekarang mereka sedang berjalan ke parkiran mobil Rian.


Lisa meninggalkan mobilnya disekolah. Tadi dia datang kerumah sakit ikut mobil Ervina.

__ADS_1


Rian membukakan pintu mobil untuk Lisa. Dia tersipu mendapat perlakuan seperti ini dari Rian.


" Mimpi apa gue semalem " batin Lisa.


Rian berlari memutari mobilnya. Dia masuk kedalam mobil lalu melihat Lisa. Dia mendekatkan tubuhnya ke tempat duduk Lisa lalu memasangkan seatbelt ke badan Lisa.


deg.. deg...


Jantung Lisa berdetak kencang. Dia terkejut saat wajah Rian mendekat kearahnya. Dia pikir Rian mau menciumnya, ternyata tidak.


Wajahnya terasa sangat panas sekarang.


"Wajah lo kenapa merah Lis "?? tanya Rian sambil melajukan mobilnya. Tadi dia hampir saja mencium Lisa. Untung otaknya segera menemukan alasan untuk memasangkan seatbelt, kalau tidak sekarang mungkin dia sedang menahan malu didepan Lisa.


" Nggak papa kok.


Rian, lo anterin gue ke sekolah aja." jawab Lisa.


"Kenapa gk langsung kerumah lo Lis "??.


" Mobil gue masih disekolah Yan ".


" Udah biarin aja, gk bakal ilang kok mobil lo " Rian mencari alasan supaya dia bisa mengantarkan Lisa. Sekalian biar dia tau tempat tinggalnya.


"Naik apa besok gue kesekolah kalo mobil gue gk diambil "??.


" Gue yg jemput lo kesekolah besok ".


Lisa diam mendengar ucapan Rian. Apa dia gk salah denger kalo barusan Rian bilang mau jemput dia ke sekolah.


Jantung Rian berdetak kencang melihat Lisa diam saja. Dia takut Lisa sudah memiliki pacar. Hancurlah sudah kalau itu beneran terjadi.


" Gue gk punya pacar kok. Gue lagi mikir aja, kenapa lo mau repot2 jemput gue " jawab Lisa.


"Gue gk keberatan jemput cewek cantik kayak lo. Tiap hari bolak balik nganterin lo juga gue rela ".


Rian lega ternyata Lisa belum punya pacar. Dia masih punya kesempatan untuk mendekati Lisa.


Lisa tertunduk malu mendengar gombalan Rian. Dia tidak menyangka bisa satu mobil dengan cowok yg dia suka.


Tak lama, mereka sampai dirumah Lisa. Saat Lisa membuka pintu mobil, Rian tiba2 menarik tangannya.


" Lis, ntar lo mau jengukin Daffa gk "??.


" Emmm, gue belum tau Yan. Kenapa emang "?? tanya Lisa yg kembali duduk dimobil.


Mereka duduk berhadapan, Rian belum melepaskan tangannya dari Lisa.


" Nggak, siapa tau lo mau jenguk dia. Gue mau kesana soalnya, kita barengan perginya. Kan mobil lo gk ada ".


" Oh, boleh deh. Ntar lo kabarin aja kalo udah mau kesana " ucap Lisa.


Jantungnya lagi2 berdetak kencang.

__ADS_1


"Gue minta nomor hape lo dong. Biar enak nanti ngubunginnya " ucap Rian sambil memberikan hapenya pada Lisa.


Lisa menerima hape Rian lalu menuliskan nomornya.


"Udah nih. Gue turun dulu ya, makasih lo udah nganterin gue " pamit Lisa sambil mengembalikan handphone Rian.


"Iya sama2, ntar gue kabarin jam berapa gue jemput".


Lisa mengangguk lalu keluar dari mobil.


Dia tersenyum kearah Rian sebelum masuk kedalam rumahnya.


Didalam mobil, Rian bersiul menyanyikan sebuah lagu. Dia sangat senang akhirnya bisa mendapatkan nomor cewek yg sudah lama dia sukai.


Dia harus terlihat keren saat menjemputnya nanti.


Sementara dirumah Lisa, Lisa sedang melompat2 diatas kasurnya saking senangnya bisa pulang diantar cowok yg dia suka.


Dia lalu ingat kalau Rian akan datang menjemputnya, segera berlari ke arah lemari baju. Memilih pakaian yg akan dia kenakan. Dia ingin terlihat cantik malam ini.


*****


"Vin, udah magrib ni. Balik ke dalem yuk. Siapa tau mereka udah keluar " ajak Ervina.


Saat ini mereka berdua masih berada di kantin rumah sakit.


Ervin pura2 tidak mendengar ajakan Ervina. Dia masih terus memainkan rambut panjang milik Ervina.


"Iihhhh, berhenti narik2 rambut gue. Lo denger gk sih gue ngomong apa "?? sewot Ervina.


" Ini namanya bukan narik2 Er. Ini tuh belaian kasih sayang " goda Ervin tanpa melepaskan tangannya dari rambut Ervina.


Ervina memutarkan bola matanya kesal mendengar bualan Ervin. Dia sudah kehabisan kata. Sebenarnya dihati Ervina tersimpan rasa kagum pada cowok yg entah kenapa sangat suka memainkan rambutnya.


Ervin cowok yg sangat populer disekolah. Selain karena wajahnya yg tampan, juga karena dia sangat cerdas. Makanya, semua cewek disekolah begitu menggilainya. Karena itulah Ervina menyimpan rasa kagumnya rapat2. Hanya dia dan Tuhan yg tau.


"Hayoo, ngelamunin gue ya "?? ucap Ervin.


" Kurang kerjaan nglamunin elo. Udah ah gue mau kedalem " ketus Ervina sambil berlari meninggalkan kantin. Ervin tertawa lalu segera berlari menyusul Ervina.


Saat mereka sampai, ternyata Daffa dan Mentari sudah menunggunya.


"Gimana keadaan lo Daf, udah baikan belum "?? tanya Ervin.


Daffa hanya mengangguk. Tubuhnya masih terlihat lemas.


" Beneran lo udah gpp Daf, tapi badan lo masih lemes gitu. Apa gk sebaiknya dirawat aja " ucap Ervina yg sedikit cemas melihat Daffa duduk lemas menyandarkan kepalanya di bahu Mentari.


"Kata dokter udah boleh pulang Er. Disuruh banyak istirahat biar tubuhnya cepet pulih " jawab Mentari.


"Ya udah kalo gitu kita langsung pulang aja. Mentari lo naik mobilnya Ervin aja, kasian Daffa " ucapku.


Kami keluar meninggalkan rumah sakit setelah Ervin membayar biaya rumah sakit.

__ADS_1


Tak berapa lama,mobil kami memasuki sebuah rumah yg halamannya sangat luas. Terlihat beberapa pekerja menyambut kedatangan kami.


Rumah ini besar sekali. Banyak pepohonan yg ditanam dihalaman rumah.


__ADS_2