
Ervin mengantarkan Ervina pulang kerumahnya setelah Daffa mengusir mereka semua untuk pergi dari rumah Mentari.
flashback
"Kalian ngapain dateng kesini "?? tanya Daffa datar pada teman-temannya yg berkumpul diruangtamu rumah Mentari.
" Ngapelin Tante Lena Daf " sahut Rendra asal.
Kedua orangtua Mentari tersenyum mendengar Rendra yg asal bicara. Sementara Tante Lena sendiri hanya menggelengkan kepalanya.
"Pulang sana " usir Daffa.
"Ckck, emangnya elo yg punya rumah . Main usir-usir aja " sewot Ervin.
"Untung udah kelar gue ngomongin ni anak, bisa dikutuk jadi batu es gue kalo ketauan tadi" batin Ervin.
"Lo semua berisik " sahut Daffa malas.
Teman-temannya semua mengelus dada masing-masing mendengar ucapan Daffa.
Sepertinya mereka harus punyak stok sabar yg sangat banyak jika sedang bicara dengan teman mereka satu ini.
"Di depan kamar Mentari kalian nge-gosip tadi" tambah Daffa lagi.
Kali ini dia bicara sambil menatap kesal pada teman-temannya karena sudah mengganggu tidur Mentari tadi.
"Siapa yg nge-gosip. Orang kita tadi baca ayat kursi kok " jawab Maya yg tadi hampir berteriak di depan kamar Mentari.
"Bukannya lo tidur tadi Daf. Kok tau kita kekamar Mentari"?? tanya Ervin.
" Nggak ".
" Terus, lo cuma pura-pura tidur doang "?? tanya Ervin lagi.
" Iya ".
" Kenapa "??.
" Sengaja " jawab Daffa cuek.
"Astaga, untung ganteng lo Daf " desah Ervin kesal mendengar jawaban sepatah-sepatah Daffa.
Tante Lena terus memperhatikan Daffa. Merasa ada yg memperhatikan, Daffa lalu menatap kearah Tante Lena.
"Ada apa Tante "?? tanya Daffa.
" Bagaimana Mentari Daf "?? tanya Tante Lena.
" Ada di meja makan. Lapar katanya " jawab Daffa cuek.
"Kenapa gk ngomong dari tadi lo kalo Mentari lapar. Malah sibuk nyebarin ranjau dari mulut berbisa lo itu " omel Rendra.
"Takut lo pada minta makan disini ".
" Astaga,, gue jitak juga lo Daf lama-lama.
Kesel gue " sungut Rendra.
"Ya udah kayaknya lebih baik kita pulang aja. Ini juga udah malem " ucap Ervina mengajak semua temannya untuk pulang.
Dia tau sepertinya Daffa tidak ingin mereka mengganggu Mentari.
"Seneng lo kan akhirnya kita pulang juga " sindir Rian.
Daffa mengendikkan bahunya cuek saat di sindir Rian.
"Itu yg gue tunggu dari tadi ".
__ADS_1
" Dasar teman gk ada akhlak lo " omel Rian saat melihat Daffa masuk kedalam.
Bahkan mengantarkan mereka pun tidak.
"Maaf ya Om,Tante " ucap Ervin pada orangtua Mentari yg dari tadi hanya diam memperhatikan percakan mereka dengan Daffa.
Sedangkan Tante Lena masuk kedalam mengikuti Daffa.
"Nggak papa, Daffa juga seperti itu kalau bicara pada kami. Sangat sedikit bicaranya " jawab bunda Mentari ramah.
"Kalau begitu kami permisi Tante, Om.
Selamat malam ".
flashend
"Gue gk nyangka Vin kalo hidup Daffa sangat menyedihkan. Meskipun dia hidup berkecukupan,ternyata semua itu gk bikin dia bahagya " ucap Ervina saat mereka sudah sampai di depan rumahnya.
"Iya Er.....
Untung Mentari dateng di waktu yg tepat. Bentar lagi bakal jadi hari kelabu buat Daffa " jawab Ervin.
"Maksud lo Vin "???.
" Daffa bentar lagi ulang tahun. Sejak kejadian ayahnya ninggalin dia pas ulang tahunnya, Daffa gk pernah mau lagi ngerayain ulang tahunnya. Rumahnya bakalan sepi kayak kuburan ".
" Kenapa bisa kayak gitu Vin "??
" Kejadian itu kayaknya membekas banget dihati Daffa Er.
Karena kejadian itu, Daffa yg tadinya cuma cuek, jadi dingin sikapnya. Semakin gk suka kalo ada orang lain yg deketin dia. Mungkin karena dia takut berharap terus di kecewain lagi " jawab Ervin lalu menyenderkan tubuhnya di kursi mobil.
"Mungkin juga Vin. Dia takut orang yg deket ma dia bakal ninggalin dia juga " jawab Ervina sambil menatap Ervin yg terpejam.
"Sama kaya gue Er..
"Ckck, gk mulai lagi deh Vin. Orang lagi ngomong serius juga " sungut Ervina.
"Er, gue juga serius. Ya emang si, gue sering banget gangguin elo. Tapi sekarang gue udah kena karmanya " jawab Ervin lalu menatap Ervina.
"Karma apaan lagi.
Aneh-aneh aja lo Vin ".
" Iya Er gue serius.
Gue kena karma karena sekarang gue gk bisa gk mikirin elo Er. Gue udah cinta mati ke elo " jawab Ervin serius.
Ervina salah tingkah mendengar ucapan Ervin yg terdengar sangat serius.
Pipinya merona.
"Itu karma bikinan elo sendiri kali Vin. Mana ada karma kayak gitu.
Setau gue ni ya, yg namanya karma tu contohnya pas mati badannya gk di terima bumi atau kesamber gledek. Itu baru karma yg beneran "..
" Masa si Er "?? tanya Ervin.
" Iyalah, kalo elo si bukan karma namanya. Tapi itu cuma akal bulus lo doang buat gangguin gue. Ngerti gk lo " jawab Ervina sambil mengacak-acak rambut Ervin.
Mereka berdua lalu sama-sama menertawakan kekonyolan Ervin tadi.
"Er, lo tau gk "?? tanya Ervin sambil menyelipkan rambut Ervina.
" Apa " jawab Ervina cuek.
"Kita kayak Romeo dan Juliet tau ".
__ADS_1
" Haahhhhhh....!!!!
Yg bener aja lo Vin.
Elo ngerasa jadi Romeo gitu. Hahhaaha.... ".
" Iihhhh,, gue serius kali Er " sungut Ervin tidak terima ditertawakan Ervina.
"Hahha,, sorry-sorry...
Aduh perut gue sakit " ucap Ervina sambil memegangi perutnya yg sakit karena tertawa mendengar perkataan Ervin.
"Ni ya Vin gue kasih tau. Gue sih pantes-pantes aja kalo jadi Juliet. La elo, diliat dari ujung Monas juga lo gk ada pantes-pantesnya jadi Romeo. Pede bener si jadi orang " ucap Ervina sambil tertawa.
"Kenapa gue gk pantes coba. Secara wajah gue ganteng, otak gue juga cerdas, ditambah lagi gue tajir. Tu menandakan gue pantes banget jadi Romeo dan elo Juliet-nya Ervina sayang " omel Ervin sambil menangkup kedua pipi Ervina gemas.
"Emang iya. Tapi Romeo itu gk kayak elo sifatnya yg suka gangguin orang.
Kita tu udah kaya kucing ma anjing tau gk. Gue yg jadi kucing, elo yg jadi anjing nya. Jadi, gk mungkin banget lah. Yg bener tu kita bukan Romeo ataupun Juliet ".
" Tega bener lo ngatain pacar sendiri kayak anjing. Anjing mana bisa romantis kayak gue " protes Ervin.
"Hehe, ya sorry lah.
Terus lo tu sebelah mananya lagi yg bisa di bilang romantis. Ngajak pacaran aja maksa " ejek Ervina.
"Mana ada gue maksa. Kan lo sendiri yg ngomong. Atau elo mau ngulangin lagi pas kita itu tuh... " goda Ervin sambil tersenyum mesum.
"Gila aja. Udah ah gue mau masuk. Bisa hilang kesucian gue kalo deket-deket cowok omes kayak elo " ucap Ervina yg wajahnya sudah memerah di goda Ervin.
Sebelum Ervina keluar dari mobil, Ervin kembali meledeknya.
"Gue ikut ya " ledek Ervin.
"Nggak "!!!! teriak Ervina sambil membanting pintu mobil lalu berlari masuk ke dalam rumahnya.
Ervin tertawa melihat Ervina yg kabur dengan wajah merah merona.
Dia menghidupkan mobilnya lalu pergi dari depan rumah Ervina.
Dia tidak tau jika Ervina bersembunyi di balik gorden jendela rumahnya menatap kepergiannya sambil tersenyum.
*
*
*
*
*
*
*
*
Haalllooowwww reader's....
Gimana,,, gemes gk sama dua pasangan ini..
Kalo gemes, jangan lupa buat Vote novel ini ya biar author makin semangat update-nya...
Dan juga, jangan lupa like and comment.....
Terima kasih...
__ADS_1
Amicuuuu.....