
Pagi ini, Ervin sedang menunggu kedatangan Ervina di parkiran sekolah bersama tiga sahabatnya.
Semalam dia sudah memikirkan banyak ide untuk menjalankan rencananya mendekati gadis galak itu.
"Gimana Vin, gue perhatiin lo kayaknya santai2 aja. Udah nyerah lo " tanya Rian yg ikut duduk didalam mobil nya.
" Kayaknya bakalan ada yg ngaku kalah ni "?? ejek Rendra sambil tertawa.
" Lo jangan pada seneng dulu. Liat aja, gue bakalan menangin taruhan ini " jawabku tersenyum membayangkan rencanaku.
" Gk percaya gue sama lo " cibir Rendra.
" Tunggu aja tanggal mainnya . Ervina pasti bakalan jadi milik gue ".
" Buktiin. Jangan cuma ngomong doang Vin " tantang Rian.
"Oke. Siapa takut " jawabku yakin.
Kami bercanda di parkiran sambil menunggu Ervina datang.
"Stttt,, Ervina dateng tu " bisik Rian saat sebuah Honda- Jazz warna putih memasuki sekolah.
" Vin,waktunya lo buktiin kalo ketampanan yg lo bangga2in itu bisa naklukin Ervina sebelum gue yg nguber " tambah Rendra.
"Awas aja kalo lo berani deketin Ervina. Abis lo ma gue " omelku sambil melotot kearah Rendra.
"Hehe, ya kali aja lo ditolak. Tu cewek kan benci setengah mati ke elo. Gue si mau2 aja gantiin lo. Siapa yg tahan coba liat cewek cantik, mulus, pinter lagi kaya Ervina ".
" Ervina tu milik gue. Jangan macem2 lo ".
" Milik ortunya kali Vin. Pede bener ngaku2 anak orang " ejek Daffa yg sejak tadi diam.
Aku tertawa. Aku memperhatikan mobil yg saat ini parkir disebelah mobilku.
Aku terpesona melihat Ervina yg baru saja keluar dari mobil. Rambutnya diikat keatas, memperlihatkan kulit lehernya yg putih bersih.
"Gila, lehernya mulus bener. Jadi pingin gigit gue " pikirku sambil menelan ludah.
"Suuiitt... ssuuiitt..
Beningnya bidadari sekolah kita. Betah gue kalo liat yg beginian ".
Aku kesal mendengar Rendra bersiul genit.
Dia tidak tau kalau ucapannya membuat telingaku panas seperti kebakaran.
" Kayaknya mulut lo belom pernah makan *** ayam deh Ren. Kalo lo mau gue dengan senang hati ngambil *** ayam punya tetangga gue " aku menatap tajam kearah Rendra.
"Wwetttss, kalem brother.
Becanda gue. Eh, tapi kok lo tau tetangga lo miara ayam Vin "?? tanya Rendra.
" Taulah. Orang gue pernah liat " jawabku.
"Terus lo liat nggak *** ayamnya "?? tanyanya lagi.
" Nggak ".
" La terus lo liat apaan,Ervin "?? tanya Rian yg merasa aneh dengan jawabanku.
" Gue liat paha-paha bertebaran disana ".
" Anjirrr, rejeki nomplok dong " heboh Rian.
__ADS_1
Kami tertawa keras didalam mobil.
"Eh, gue duluan. Ervina udah jalan ke kelas. Gue mau meluncurkan misi gue yg pertama " ucapku saat melihat Ervina meninggalkan parkiran.
"Semangat Vin. Inget masih ada gue yg siap gantiin lo ".
" Sialan lo Ren " teriakku sambil berlari kearah Ervina.
" Pagi Ervina cantik " sapaku saat dia sedang berbicara dengan temannya.
Dia menoleh kearahku. Dia kaget lalu tiba-tiba berubah sinis saat melihatku.
"Ngapain lo disini?? Ngerusak mood gue aja, pergi sana lo " ketusnya sambil melipat tangan di dadanya.
"Yaela Er, galak bener jadi cewek. Gue kan cuma nyapa pacar gue. Masa gk boleh "?? godaku.
" Sok kegantengan banget si lo. Sejak kapan gue jadian sama lo "?? sinisnya.
" Sejak tadi dong sayang " jawabku sambil menoel dagu lancipnya.
"Gk usah toel-toel dagu gue. Ganjen banget jadi cowok.
Lo denger baik2 ya omongan gue, jangan mimpi gue mau jadian sama cowok kayak lo " kesalnya sambil berjalan ke kelasnya.
Aku tertawa melihatnya emosi. Sebelum dia masuk ke kelasnya, aku menarik tangannya sampai dia menabrak dadaku.
" Ciiee,, yg tadi marah2 sekarang meluk gue?? Cinta banget ya lo ke gue "?? godaku sambil memeluk tubuhnya.
" Cinta kepala lo peyang. Lo sengaja kan narik tangan gue "?? omelnya sambil memegang keningnya yg menabrak dadaku tadi.
" Emang iya gue sengaja tadi. Lagian lo juga suka kan ??
Gue gk keberatan kok kalo lo mau meluk gue terus "!.
Ervina baru sadar jika sekarang dia masih menempel ditubuhku.
" Lepasin gk Vin " teriaknya berusah lepas dariku.
" Gue gk mau " jawabku.
" Lepasin atau..
"Atau apa sayang?? Atau lo mau jadi pacar gue "??.
" Gk sudi gue jadi cewek lo Vin. Lepasin, sakit tau gk " teriaknya saat aku semakin kuat memeluk tubuh rampingnya.
Aku tertawa lalu melepaskan pelukanku. Ervina segera menjauh dariku. Puas sekali bisa melihatnya marah2 seperti tadi.
"Dasar cowok rese. Pergi jauh2 sana. Enek gue liat muka lo " teriak Ervina sambil berlari masuk kedalam kelasnya.
Aku tersenyum sambil melihat kearah kelasnya.
" Lo pasti jadi milik gue Er" batinku.
"Pinter bener lo Vin mencari kesempatan dalam kesempitan " ucap Rendra yg saat ini sudah berdiri disampingku bersama Daffa dan Rian.
"Puas gue Ren bisa meluk Ervina ".
" Enak gk rasanya "??.
" Enaklah, dadanya empuk, badannya juga wangi banget. Gk nolak gue kalo disuruh meluk dia tiap hari. Sumpah ".
" Elo sih mau-mau aja, Ervinanya yg gk mau "?? ucap Rian sambil menoyor kepalaku.
__ADS_1
" Siapa bilang dia gk mau. Buktinya tadi dia meluk gue kenceng banget ".
" Yg meluk tu elo, bukan Ervina. Dasar modus".
"Sama aja lah. Sama2 enak ko tadi " jawabku sambil cengengesan.
"Omes lo. Otak mesum ".
Kami tertawa bersama sambil berjalan kearah kelas. Bel sudah berbunyi dari 5 menit yg lalu.
" Eh, katanya hari ini ada siswi baru disekolah kita " ucap Rian.
"Iya. Tapi belum tau dikelas mana. Pemenang lomba memasak tingkat Provinsi kabarnya sih " jawab Daffa.
"Pasti cakep anaknya. Moga aja dia masuk ke kelas kita. Lumayan,, pemandangan baru " ucap Rendra sambil menggosok2 tangannya.
" Mau cakep kek, enggak kek. Gue gk peduli. Buat gue Ervina yg paling cantik " balasku saat mereka sibuk membahas siswi baru.
" Jangan bilang lo suka beneran sama tu cewek Vin " tanya Rian curiga.
"Gk tau gue yan. Gue suka aja kalo liat dia marah2. Gue juga sering banget mikirin dia sekarang ".
" Masa lo suka sama cewek yg lagi jadi taruhan si Vin. Kalo gitu lo untung banyak dong ".
" Maksud lo apaan Yan "?? tanyaku.
" Gini ya, kalo seandainya lo bisa naklukin Ervina otomatis lo menang taruhan dari kita. Dan untungnya lo bisa pacaran sama dia. Ngerti gk lo "?? jelas Rian.
" Iya juga ya. Gk kepikiran kesitu gue Yan "..
Kami akhirnya sampai didalam kelas. Aku masih tersenyum memikirkan kejadian tadi. Sepertinya bener kata Rian, aku suka sama Ervina.
Tapi wajar saja kalau aku suka sama dia, tidak ada cowok di sekolah ini yg tidak suka sama Ervina. Hampir semua menyukainya.
Dia terlalu cantik. Manis pula. Pesona Ervina benar2 luar biasa..
****
" Mentari, sudah selesai belum?? Ini sudah siang sayang, nanti telat lho "??.
" Sebentar lagi bunda "!! teriakku dari dalam kamar.
" Ya sudah. Ayah sudah menunggu di mobil " ucap bunda.
Setelah selesai, aku segera keluar dari kamar.
Aku menghampiri bunda yg sedang membereskan meja makan.
"Bunda, Mentari berangkat sekolah dulu ya??
Nanti pulang sekolah Mentari bantuin bunda di toko " pamitku.
" Iya sayang, hati-hati disekolah " jawab bunda sambil mengantarku keluar.
"Iya bunda.
Assalamualaikum"....
" Waalaikumsalam "....
Aku segera masuk kedalam mobil setelah mencium tangan bundaku.
" Sudah siap sayang "?? tanya ayah saat aku sudah didalam mobil.
__ADS_1
" Sudah dong yah " jawabku.
Aku dan ayah segera berangkat kesekolah karena hari mulai beranjak siang.