Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Ucapan Selamat Pagi


__ADS_3

Jum'at pagi, siswa-siswa SMA Taruna Bangsa datang kesekolah mengenakan pakaian olahraga.


Mereka rutin melakukan senam bersama setiap hari jum'at.


Tiga mobil yg paling ditunggu siswi di sekolah ini terlihat memasuki gerbang sekolah.


Lalu turun tiga orang siswa tampan mengenakan seragam olahraga mereka. Membuat penampilan mereka terlihat begitu fresh.


"Daffa izin gk masuk hari ini Vin. Dia nelfon gue semalem buat mintain izin " ucap Rian.


"Kenapa tu anak gk masuk sekolah "?? tanya Rendra.


" Makanya jangan jadi tukang ngambek, jadinya lo ketinggalan berita kan " sahut Rian sambil menoyor kepala Rendra.


Melihat perbuatan Rian ke Rendra, beberapa siswi sengaja berbicara keras.


"Duuhh, jangan gituin kak Rendra dong. Kasian tau "..


" Kak Rian noyor kepala orang aja gayanya keren banget ya "...


" Tu liat kak Ervin, makin hari tambah cakep aja. Mau dong gue jadi pacarnya "...


Rendra melihat kearah samping lalu menyapa ciwik-ciwik yg sibuk berbisik tentang mereka.


" Morning cantik " goda Rendra.


"aaaaaaaa".....


Para siswi berteriak histeris mendapatkan sapaan dari salah satu cowok favorit di sekolah ini.


" Lo kebangetan deh Ren. Sakit telinga gue dengerin teriakan mereka " omel Rian.


"Hehhe,, tapi seru tau Yan godain mereka " kekeh Rendra.


"Sorry, gue cabut dulu. Bini gue udah dateng " ucap Ervin berlari meninggalkan kedua sahabatnya yg menatap sebal padanya.


"Tu anak bisa dapetin Ervina gk ya. Gimana menurut lo Yan "??.


" Gk tau. Lo pikir aja sendiri " jawab Rian lalu meninggalkan Rendra bersama cewek-cewek yg masih berdiri di samping mereka tadi.


"Sialan tu anak gue di kacangin " omel Rendra yg melihat Rian berlari menghampiri Lisa yg baru turun dari mobil.


Akhirnya dia berjalan sendirian menuju kelasnya sambil beberapa kali menjawab sapaan siswi-siswi di lorong sekolah.


*****


Ervin berlari mengejar Ervina yg berjalan sendirian. Dia lalu berjalan pelan saat sudah berada di sebelah Ervina.


"Oh, dia lagi dengerin lagu. Pantes gue panggilin diem aja " gumam Ervin yg melihat sebuah headset ditelinga Ervina.


"Morning sayang " sapa Ervin sambil menarik headset milik Ervina lalu memasangnya ditelinganya.

__ADS_1


"Astaga, lo mau bikin gue mati jantungan ya "?? tanya Ervina yg kaget dengan ulah Ervin.


" Ya gk lah sayang. Kalo lo mati terus gue gimana "??.


" Mana gue tau, itu bukan urusan gue.


Lo ngapain sih pagi-pagi udah gangguin gue "?? tanya Ervina sambil menarik kembali headset miliknya.


Dia lalu memasukannya kedalam tas karena mood-nya sudah rusak gara-gara Ervin.


" Gue cuma mau kasih ucapan selamat pagi aja buat bini gue " jawab Ervin.


"Isshh, ucapin aja sono buat anak kambing.


Ogah banget gue dapet sapaan dari cowok rese' kayak lo " ketus Ervina.


Mendengar ucapan ketus Ervina, tiba-tiba saja timbul niat untuk mengerjai Ervina. Saat mereka berjalan melewati kelas kosong, Ervin menarik tangan Ervina kedalam ruangan kosong itu.


"Lo apa-apaan si Vin. Lepasin gu..


hhmmmppppp...


Mulut Ervina dibungkam menggunakan tangan Ervin. Mata Ervina melotot kearah Ervin yg sedang tersenyum evil kearahnya.


Ervin menelan ludahnya saat matanya melihat dada milik Ervina. Dada Ervina terlihat membusung karena sekarang tangan Ervina ditarik keatas dan ditahan oleh Ervin.


"Astaga,, sabar Vin sabar" batin Ervin.


Ervin lalu mencium leher putih Ervina. Satu tangan dia lepaskan dari mulut Ervina.


"Lo gila ya Vin. Lepasin gue " teriak Ervina begitu Ervin melepaskan bungkaman di mulutnya.


"Ssttt, jangan berisik sayang. Aku lagi memeriksa sesuatu " bisik Ervin lalu kembali mencium leher putih Ervina. Dia lalu menghisap kuat lehernya, meninggalkan kissmark di leher Ervina.


Terdengar lenguhan tertahan dari bibir Ervina. Dia memejamkan matanya saat Ervin mencium lehernya. Jantungnya berdebar-debar.


Dengan mata terpejam, Ervina berusaha menyadarkan Ervin yg sudah mulai memasukkan tangannya kedalam seragam.


"Mmhhh,, Vin, ini sekolah. Lo.. lo jangan macem-macem " bisik Ervina sambil menggigit bibirnya saat Ervin mengusap perut ratanya.


"Erviinn "....


Ervin tersadar saat mendengar suara lirih Ervina. Dia hampir saja lepas kendali saat mencium leher Ervina tadi. Dia seperti merasakan candu dari wangi tubuh Ervina. Tangannya tanpa sadar sudah masuk kedalam baju Ervina. Menemukan kulit yg sangat halus hingga membuatnya ingin menyentuh lagi dan lagi.


Ervin menatap mata Ervina yg terlihat seperti memohon. Dia lalu mengecup keringat yg keluar di keningnya.


" Lo milik gue Er, lo denger kan "?? tanya Ervin tanpa melepaskan pegangan tangannya.


" Gila lo Vin, lepasin gue sekarang " ucap Ervina lirih. Tubuhnya terasa panas akibat ulah Ervin.


"Lo bilang dulu kalo lo itu cuma milik gue, baru gue lepasin ".

__ADS_1


" Nggak sudi gue. Lepasin Vin, gue mau ke kelas " ucap Ervina.


Tangannya mulai terasa pegal karena Ervin menahannya dengan kuat.


"Kayaknya lo lebih suka kalo gue ngelakuin yg lain ke elo daripada lo nurutin ucapan gue ya Er" bisik Ervin kembali menciumi leher Ervina.


"Vin, lo.. lo.. jangan gini. Tolonglah lah " pinta Ervina sambil menahan geli karena Ervin sedang meniup pelan telinganya.


"Ya udah lo bilang kalo lo itu cuma milik gue. Atau "......


Ancam Ervin lalu menggigit telinga Ervina.


" Oke-oke. Lo lepasin gue dulu ".


" Lo bilang dulu baru gue lepasin ".


Ervina bergidik saat Ervin berbicara pelan di lehernya. Ada perasaan aneh yg berdesir karena perbuatan Ervin padanya.


Khawatir ada siswa lain yg melihat mereka, Ervina akhirnya mengalah untuk menuruti ucapan Ervin.


"Gue milik lo Ervin. Gue gk akan macem-macem ke cowok lain " ucap Ervina pelan.


Ada sedikit rasa senang saat mengatakan kalau dirinya adalah milik Ervin.


"Lo yg bilang Er, jadi mulai sekarang lo resmi jadi milik gue " bangga Ervina sambil melepaskan tangannya dari Ervina.


"Dasar cowok gila " ucap Ervina lalu merapihkan pakaiannya. Ervina menatap tajam kearah Ervin.


"Gue gk peduli lo mau ngatain gue apa. Yg jelas, lo hanya punya gue. Inget itu " bisik Ervin ditelinga Ervina.


"Dasar omes " teriak Ervina sambil berlari keluar.


Ervin tertawa senang karena akhirnya Ervina menjadi miliknya meskipun harus dengan cara memaksanya seperti tadi.


Tanpa dia sadari, ada sepasang mata mengawasinya sejak masuk ke kelas ini. Matanya terlihat menahan kemarahan.


Lalu Ervin dengan gembira keluar dari kelas ini. Dia teringat dengan tanda yg dia tinggalkan dileher Ervina. Segera dia mengirimkan pesan pada Ervina.


"Er, jangan lupa kissmark dari gue ".


Ervina segera berlari ke toilet begitu dia membaca pesan dari Ervin. Dia lupa kalau tadi Ervin mencium lehernya.


" Sialan lo Vin " maki Ervina begitu melihat kissmark dilehernya saat dia berdiri dikaca kamar mandi.


"Gimana ni, bisa jadi gosip sekolah ini kalo dibiarin " ucap Ervina yg panik bagaimana cara menutupi bekas ciuman yg sudah berwarna ungu.


Ervina membuka tasnya lalu melihat ada plaster yg terselip didalam tasnya.


"Awas lo Vin " gumam Ervina setelah menutup kissmark dilehernya.


Dengan jengkel dia keluar dari kamar mandi menuju kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2