
Diruang Osis, semua anggota sedang mengatur beberapa rencana kegiatan yg diadakan untuk para siswa.
Semua sibuk saling mengeluarkan ide dan pendapat.
"Tik,lo ada rencana gk. Abis ide ni gue "?? tanya Ervin pada Tika, sekertaris Osis.
" Ada sih. Tapi gk tau lo semua pada setuju apa gk ma ide gue " jawabnya.
"Emang apa rencana lo "?? tanya Ervin.
" Rencana gue sih kegiatan yg bisa sekalian nunjukin bakat mereka. Kan kegiatan ini bakal masuk ke website sekolah. Sekalian promosiin apa aja kegiatan ektrakulikuler yg ada disekolah kita. Gimana menurut lo Vin "??
tanya Tika.
" Ide bagus. Gue setuju.
Kalian pada setuju gk ma ide Tika "?? tanya Ervin pada semua anggota Osis.
" Kalo lo sebagai ketua udah setuju, kita juga setuju " jawab anggota yg lain.
Ervin lega akhirnya ada ide yg bisa diterima semua anggota.
"Terus, apa aja kegiatan yg bakalan masuk list "?? tanya Rian.
" Ya pokoknya yg ada disekolah kita Yan.
Salah satunya musik " jawab Tika.
"Kenapa gk pentas seni aja. Kan banyak tuh cewek2 yg jago acting " tanya Rendra.
"Itu butuh waktu yg lama Ren. Kita cuma dikasih waktu 1 bulan doang. Gk bakalan cukup kalo mau bikin pentas seni " jawab Ervin.
"Iya, lagian bulan depan kalian kan ada pertandingan basket. Otomatis kalian bakalan sering latihan dilapangan. " ucap Agnes.
"Oh iya ya, sampe lupa gue mau ada pertandingan " jawab Ervin sambil menepuk keningnya.
"Makanya, jangan mikirin Ervina terus.
Pikun lo jadinya " sindir Rendra.
Ervin cengengesan mendapat sindiran dari Rendra. Memang benar beberapa hari ini dia sibuk mendekati Ervina.
Pintu ruangan terbuka, Daffa masuk lalu duduk disamping Rendra.
"Udah selesai suap-suapannya Daf "?? goda Rendra.
" Mentari lo kemana, gk sekalian lo bawa kemari " Ervin ikut menggoda Daffa.
Semua tertawa melihat Daffa yg terlihat cuek saat digoda sahabatnya.
"Berisik lo pada " jawabnya cuek.
"Udah kaya anak ayam aja lo Daf2, ngintilin Mentari mulu ".
" Tapi kok Mentari gk risih ya ma elo Daf. Malah perhatian banget sampe bawain bekal buat lo. Jadi iri gue ".
Daffa tersenyum mendengar perkataan Rendra. Mentari sangat perhatian padanya. Ada rasa nyaman yg dia dapatkan saat bersama Mentari.
" Malah senyum2. Gini nih kalo anak upil lagi jatuh cinta " kesal Rendra karena pertanyaannya diabaikan Daffa.
Daffa masih tersenyum mengingat perhatian yg dia dapat dari Mentari.
Tidak mempedulikan semua tatapan teman2nya.
"Ya sudah, rapat samle disini dulu. Hari Rabu kita kumpul lagi disini. Tik, lo yg tanggung jawab nyusun rencananya " perintah Ervin.
"Siap ketua " jawab Tika.
__ADS_1
Mereka semua meninggalkan ruangan ini kecuali mereka berempat.
Ervin melihat Daffa yg sedang memijit pelipisnya.
"Kenapa lo Daf "? tanya Ervin.
" Agak pusing kepala gue " jawab Daffa.
Keringat dingin mulai keluar dikening Daffa.
" Pulang aja kalo badan lo gk enak " ucap Ervin khawatir melihat wajah Daffa mulai memucat.
"Iya Daf, apa mau kita anterin kerumah sakit aja. Wajah lo pucet gitu " Rian ikut khawatir melihat sahabatnya.
"Nggak usah " jawabnya.
Mereka akhirnya hanya duduk sambil memperhatikan Daffa yg semakin pucat.
Tiba-tiba terdengar dentingan suara piano dari arah ruang musik.
"Siapa tuh yg main piano " tanya Rendra.
"Oranglah, ya kali kuntilanak bisa main piano" jawab Rian sambil tertawa.
"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Kita intip aja yuk, penasaran gue ".
Mereka akhirnya pergi keruang musik itu.
Mereka tidak langsung masuk tapi malah mengintip lewat jendela.
" Kalo kuntilanaknya bening begitu sih gue juga mau jadi pacarnya " bisik Rendra saat tau siapa yg memainkan piano.
"Enak aja lo. Kuntilanak itu punya gue " ucap Ervin tak mau kalah.
"Duuh,, manis banget calon bini gue. Udah cantik, pinter, jago main piano lagi " bisiknya melihat Ervina yg sedang fokus bermain piano.
Daffa diam mendengar sahabatnya. Kepalanya semakin pusing, dadanya juga mulai sesak.
Senenarnya, sudah sejak lama dia menyukai Lisa. Tapi dia sedikit malu untuk mendekati Lisa. Karena selama ini dialah yg didekati cewek.
"Emangnya Ervina mau jadi bini lo Vin "?? tanya Rendra.
" Ya pasti mau lah ".
" Kalo dia gk mau, gimana "??.
" Bakalan gue paksa sampe dia mau " jawab Ervin sambil tertawa.
"Hahaa, gila lo ".
Daffa yg sedang kesakitan, tiba2 masuk keruangan ini saat melihat Mentari juga ada di dalam. Rian, Ervin dan Rendra yg masih mengintip dijendela kaget setengah mati melihat Daffa masuk kedalam.
" Astaga ni anak asal nyelonong aja " Omel Ervin sambil mengelus dadanya.
Akhirnya mereka semua masuk diam2 tanpa disadari oleh mereka.
Mentari yg sedang duduk dikursi panjang kaget saat Daffa tiba2 berbaring di pangkuannya.
"Daffa, bangun. Malu diliatin temen2 kamu " bisik Mentari yg melihat teman2 Daffa menatap heran kearahnya.
"Kepalaku pusing banget " jawab Daffa lirih lalu menarik tangan Mentari ke kepalanya.
Mentari terkejut saat tangannya menyentuh rambut Daffa. Rambutnya basah keringat.
Mentari menarik tangan Daffa yg menutupi wajahnya.
Terlihat wajah Daffa yg sangat pucat.
__ADS_1
"Ya ampun kamu pucet banget Daf. Kamu sakit "?? panik Mentari.
" Sstttt, aku ngantuk " bisik Daffa. Mentari yg masih panik hanya bisa membiarkan Daffa berbaring di kakinya. Tangannya membelai rambut Daffa, mencoba memberi ketenangan untuknya.
Akhirnya permainan piano selesai. Ervin dan teman2nya memberikan tepuk tangan untuk Ervina dan Lisa.
Mereka kaget melihat keberadaan Ervin dan teman2nya.
"Sejak kapan lo disini. Muncul tiba2 udah kaya setan " Maya kesal melihat Rendra diruangan ini. Sejak insiden jus itu setiap bertemu mereka pasti selalu bertengkar.
"Mana ada setan ganteng kaya gue " jawab Rendra.
Maya mencibir mendengar ucapan Rendra.
Ervin berjalan kearah Ervina yg saat ini juga sedang terlihat kesal padanya.
"Mau apa lo kesini. Jauh-jauh dari gue sana ".
Ervin yg sudah duduk disamping Ervina tertawa sambil memainkan rambut Ervina.
" Jangan pegang2 rambut gue " Ervina memukul tangan Ervin yg terus memainkan rambutnya.
"Apa salahnya coba pegang rambut calon bini gue. Nanti juga gue bakalan liat semuanya kalo udah nikah " jawab Ervin sambil mengedipkan mata.
"Amit2, siapa juga yg mau jadi bini lo. Dasar cowok omes, awas " omel Ervina.
Ervin tertawa melihatnya marah.
Sedangkan Lisa diam saja saat Rian duduk disebelahnya.
"Suara lo bagus. Lo suka nyanyi "?? tanya Rian.
Lisa menganggukkan kepalanya.
" Lo kenapa sih kalo gue nanya gk mau jawab. Elo malu atau gk bisa ngomong"?? tanya Rian heran.
"Gue bisa ngomong kok " jawab Lisa.
"Nah gitu dong, kan enak dengernya.
Oya, lo baca pengumuman di mading gk "?? tanya Rian berusaha dekat dengan Lisa.
" Udah. Tentang pengumuman kegiatan bukan "??.
" Iya. Lo kan bisa nyanyi, lo ikut daftar aja ngewakilin kelas lo ".
Lisa menggelengkan kepalanya. Dia nggak percaya diri bernyanyi didepan banyak orang.
" Kenapa??
Suara lo kan bagus "? tanya Rian.
" Gue malu tampil didepan orang banyak. Tadi gue cuma iseng2 nyanyi ".
Rian diam mendengar perkataan Lisa. "Suara bagus gini masih gk percaya diri. Gue harus bikin dia mau tampil " batin Rian.
"Kalau gk gini aja, gue bakalan nemenin lo tampil ".
" Maksud lo "?? tanya Lisa sambil menatap Rian.
" Ya ampun ganteng banget " batin Lisa saat bisa melihat Rian dari dekat.
"Gue main gitar, lo yg nyanyi " jawab Rian. Dia berharap Lisa setuju dengan idenya.
Setelah diam cukup lama, akhirnya Lisa setuju dengan ide Rian.
Rian senang sekali. Akan ada banyak waktu untuk berduaan dengan Lisa. Karena mereka akan tampil bersama, mereka akan sering latihan berdua.
__ADS_1
Saat mereka sedang mengobrol,tiba2 mereka mendengar teriakan Mentari dari arah kursi belakang.
Mereka segera berlari kesana, dan terkejut melihat Mentari yg sudah ingin menangis.