
Ervin duduk melamun di meja kelasnya. Dia tidak semangat sekolah hari ini karena Ervina izin tidak masuk sekolah.
"Kira-kira apa alesan Ervina ya, kenapa dia gk mau temen-temennya tau kalo dia udah di jodohin ma gue "?? ucap Ervin saat teringat percakapannya di telfon pagi tadi dengan Ervina.
flashback
" Pagi calon istri gue yg paling cantik " !! ucap Ervin begitu Ervina mengangkat telfonnya.
"Nggak usah keganjenan deh lo Vin pagi-pagi "!!.
" Bukan ganjen sayang, itu ucapan selamat pagi buat calon istri "!! jawab Ervin terkekeh mendapatkan semprotan dari Ervina.
" Siapa yg bilang mau jadi istri lo sih "!!.
" Diihhh,, yg semalem nangis-nangis takut di kawinin sekarang pura-pura lupa ya "??.
" Apaan si Vin, rese ' banget lo "!!.
" Hehe,, lo lagi ngapain Er "??.
" Ya lagi ngomong sama elo lah.
Udah tau lo nelfon gue. Pake nanya lagi gue lagi ngapain "!! suara Ervina terdengar jengkel.
" Ya kali aja lo lagi ngupil Er " sahut Ervin lagi.
"Jorok lo "!!.
" Hahha,, gue jemput lo kerumah ya.
Biar kita bisa berangkat bareng ke sekolah " ajak Ervin.
"Gue gk masuk sekolah hari ini ".
" Kenapa "??.
" Gue mau nganterin Mami sama Papi gue ke bandara.
Lo lupa kalo pagi ini orangtua gue balik ke Singapore "??.
" Oh iya ya, lupa gue kalo calon mertua gue balik ke Singapore hari ini "!!.
" Hihh,, siapa juga yg mau nerima lo jadi menantu "!!.
" Udah gk usah protes. Lo terima takdir aja kalo gue ini calon suami lo.
Temen-temen kita juga pasti bakalan dukung perjodohan kita kok Er ".
" Eh Vin, gue kasih tau ya. Gue gk akan mau di jodohin sama elo kalo lo berani ngomong ke temen-temen gue.
Perjodohan ini hanya kita dan orangtua kita yg tau "!!.
" Kenapa emangnya Er, lo malu punya calon suami kayak gue "?? tanya Ervin kecewa.
" Bukan itu maksud gue Vin.
Pokoknya gue gk mau aja mereka pada tau kalo kita di jodohin "!!.
" Kalo gue tetep kasih tau mereka gimana "??.
" Ya itu terserah lo.
Tapi jangan harap lo bisa nemuin gue lagi " ancam Ervina.
"Kejam banget sih elo Er "??.
" Gue bukan kejam ya. Tapi ini demi kebaikan gue.
Udah lah, gue mau siap-siap dulu. Bye "....
__ADS_1
flashbacknow
" Gue kurang ganteng kali ya "?? tanya Ervin pada dirinya sendiri.
" Hayoo... lo lagi ngerencanain apa hayo "?? tanya Rian yg sejak tadi duduk di samping Ervin.
Dia dari tadi memperhatikan sahabatnya duduk melamun sambil berbicara sendiri.
" Ngagetin gue aja lo Yan "!! omel Ervin yg kaget mendengar suara Rian.
" Hehe, gue sengaja.Sekali-kali lah kasih olahraga jantung buat lo ".
" Sejak kapan lo duduk disitu,??
Gue kok gk tau kapan lo masuk "??.
" Gimana lo bisa tau kapan gue masuknya. Lo nya aja lagi bengong tadi.
Mikirin apa lo Vin, serius banget kayaknya "!! tanya Rian.
" Gue lagi mikirin calon istri masa depan gue " sahut Ervin.
"Ervina maksud lo "??.
" Yaiyalah,, emangnya siapa lagi "!!.
" Kali aja lo ada kandidat lain Vin ".
" Enak aja, cuma Ervina satu-satunya cewek yg bakal gue nikahin Yan ".
" Helehh lagak lo Vin-Vin.
Kencing lo aja belum lurus udah sok-sokan ngomongin pernikahan segala.
Geli gue dengernya " ejek Rian.
Tak lama, Rendra dan Daffa masuk ke dalam kelas.
" Cieee,, lo berdua pasti lagi nungguin gue kan "?? tanya Rendra yg melihat kedua sahabatnya keheranan.
" Mendingan gue nungguin kucing ngelahirin daripada nungguin lo " !!celetuk Ervin.
"Anjiiirr,, kampret lo Vin "!!.
Ervin dan Rian tertawa melihat Rendra yg mengomel tidak terima.
Mereka lalu menatap Daffa yg duduk sambil memainkan handphonennya.
" Tumben lo masuk Daf, emang Mentari udah sembuh "?? tanya Rian.
" Iya, gue aja kaget tadi pas liat mobil dia ada di parkiran " timpal Rendra.
"Mentari udah mendingan sekarang " jawab Daffa.
"Syukurlah,, gue ikut seneng kalo Mentari udah sembuh " ucap Rian.
"Vin, acaranya berapa lama lagi "?? tanya Daffa.
" Tiga mingguan lagi kayaknya.
Kenapa emangnya Daf "??.
" Nggak papa, gue cuma nanya ".
Ervin menggelengkan kepala. Mereka lalu duduk di kursi masing-masing setelah bel sekolah berbunyi.
Tak lama kemudian guru yg mengajar memasuki kelas mereka.
***************
__ADS_1
Sisil yg barusaja mendapatkan laporan dari orang suruhannya merasa sangat senang.
Dia yakin sebentar lagi Mentari akan berpisah dengan Daffa jika berita itu sampai di telinga Ayah nya Daffa.
"Lo liat aja Mentari, gk lama lagi lo bakalan nangis darah di tinggalin Daffa " ucap Sisil.
Sisil lalu meminum jus yg dia pesan. Saat ini dia sedang berada di cafe bersama orang yg membawa berita tadi.
"Kapan lo transfer sisa bayaran gue "??.
" Lo tenang aja, kerjaan lo masih banyak.
Kalo untuk hari ini gue bakalan transfer sekarang " jawab Sisil lalu segera mentransfer uang ke rekening orang suruhannya.
"Done " ucap Sisil sambil menunjukkan bukti transfer nya.
"Oke, jadi sekarang apa tugas gue "!!.
" Sabar Mario, kita pelan-pelan aja jalanin rencana ini " jawab Sisil.
Orang yg dia panggil Mario sebenarnya adalah partner sex-nya.
Mario adalah anak seorang pengusaha. Tapi dia begitu tertarik dengan hal-hal yg seperti ini.
Dan tentunya pekerjaannya selalu dihargai dengan nominal yg cukup tinggi.
"Sebenernya lo bermasalah sama cewek atau cowok ini Sil "?? tanya Mario sambil menunjuk foto Daffa dan Mentari.
" Gue tergila-gila sama cowok ini Mario, tapi cewek brengsek ini ngrebut dia dari gue " geram Sisil.
"Ternyata ada juga cowok yg nggak tertarik sama cewek sexy kayak elo Sil " ejek Mario.
"Itulah daya tarik darinya Mario.
Dia selalu nolak gue, bahkan terkesan dingin tiap kali gue nyatain perasaan ke dia " jawab Sisil sambil mengeluarkan rokoknya.
"Mungkin lo terlalu liar di matanya Sil " ucap Mario sambik menyalakan korek di depan rokok Sisil.
Dia dan Sisil sering menghabiskan malam bersama setelah berhura-hura di club malam.
Mereka tidak saling menyukai satu sama lain, mereka hanya sebatas teman ranjang.
"Maksud lo Mario " !! tunjuk Sisil dengan rokoknya.
"Lo itu cewek binal Sil. Gue kenal elo dari SMP.
Mungkin aja kan tu cowok tau semua kelakuan lo yg sering keluar masuk club malam "...
" Gue nunjukin kebinalan gue cuma di depan elo Mario.
Selebihnya gue selalu bersikap seperti seorang gadis yg baik " sahut Sisil sambil menghisap rokoknya.
Sisil sadar kalau dirinya sudah terjerumus begitu dalam.
Tapi dia sangat menikmatinya.
Dia butuh kebebasan ini untuk menemani hari-harinya yg selalu kesepian. Orangtuanya sibuk mencari harta tanpa pernah memperhatikan dirinya yg membutuhkan kasih sayang.
"Oke, mau menari "?? ajak Mario saat melihat Sisil yg berubah sedih.
" Dengan senang hati Tuan Mario " jawab Sisil lalu menarik tangan Mario keluar dari cafe.
Mereka lalu menuju mobil milik Mario.
Sisil yg sempat merasa sedih hanya diam sambil menghisap rokoknya.
Kaca jendela dibiarkan terbuka oleh Mario. Dia tau dengan jelas seperti apa kehidupan Sisil..
Mario terus mengemudi hingga akhirnya mereka sampai di sebuah club malam.
__ADS_1