Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...

Gue Jadian Sama Elo?? Mimpi...
Bully


__ADS_3

Ervin dan semua anggota Osis sedang rapat hari ini. Mereka kembali membahas acara kegiatan yg diselenggarakan sekolah.


Beberapa siswa sudah mendaftarkan diri untuk tampil diacara tersebut.


"Gimana Tik, lo udah beres belom nyusun rencananya "?? tanya Ervin pada Tika yg sedang sibuk dengan laptopnya.


" Dikit lagi Vin " jawabnya.


Ervin meregangkan tubuhnya yg terasa sedikit lelah. Dia tersenyum mengingat saat Ervina menyuapinya di kantin tadi.


"Senyum2 aja lo kayak orang stres " ucap Rendra sambil melemparkan pulpen kearah Ervin.


Dia dengan sigap menangkap pulpen itu sebelum mendarat ditubuhnya yg atletis itu.


"Rese lo " jawab Daffa.


"Pasti lagi mikirin Ervina. Bener kan gue " goda Rendra lagi.


Ervin terkekeh mendengar ucapan Rendra.


"Tau aja lo gue lagi mikirin bini gue ".


" Sejak kapan Ervina jadi bini lo Vin "?? tanya Tika yg sudah berdiri disampingnya.


" Nih, udah selesai. Lo cek lagi aja, siapa tau lo mau daftar juga " ejek Tika sambil memberikan catatan yg diminta Ervin tadi.


Ervin segera mengecek catatan yg diterimanya. Dia terlihat sangat serius saat membacanya.


"Cuma segini doang Tik siswa yg daftar,??


Bukannya banyak banget yak kegiatan disekolah kita "!! tanya Ervin.


" Mana gue tau Vin. Mereka ikut kegiatan ektrakulikuler mungkin cuma buat gaya-gayaan doang kali. Makanya pada gk minat ikut acara ini ".


" Ervina kelas IPA2 ada ikut daftar gk Tik "?? tanya Agnes.


" Kenapa bini gue harus ikut daftar Nes "??.


" Lo gimana sih Vin, katanya Ervina bini lo. Masa lo gk tau bini sendiri pinter banget main piano. Udah sering kali Ervina juara lomba piano " ejek Agnes.


"Masa si Nes "??.


Gue tau Ervina pinter main piano, tapi gue gk tau kalo dia sering ikut lomba. Kan gue belum sah jadi suaminya. Ntar kalo udah sah baru gue tau semuanya. Termasuk ukuran cd nya Ervina " ucap Ervin sambil tertawa.


"Sinting lo Vin " ucap Agnes sambil menoyor kepalanya.


"Jangan ngladenin dia Nes. Dia jadi gk waras kalo ngomongin Ervina " ejek Rendra.


"Hehe, sirik aja lo pada.


Ya udah Tik, lo masukin aja nama Ervina ".


" Lo yakin Vin,?? Kalo Ervina ngamuk gimana "?? tanya Tika yg agak ragu2 mendengar perintah Ervin.


" Lo tenang aja, ada pawangnya noh " ledek Agnes sambil menunjuk kearah Ervin.


"Sekalian aja masukin nama Lisa ma gue " timpal Rian.

__ADS_1


"Hahh, yg bener lo Yan. Jangan bilang lo juga lagi deketin tu cewek " heboh Rendra.


"Berisik lo Ren.


Masukin aja gk papa Tik ".


Tika akhirnya kembali mengetik tugas tambahan mereka. Setelah selesai, dia segera memberikannya pada Ervin.


" Oke, semua udah beres. Besok lo tinggal tempel pengumuman ini di mading ".


" Oke " jawab Tika.


Akhirnya mereka selesai rapat hari ini. Karena jam pelajaran telah selesai, mereka segera meninggalkan sekolah menuju rumah masing2.


*****


"Mentari, lo beneran gk mau pulang bareng kita-kita "?? tanya Ervina yg melihat Mentari duduk dibawah pohon depan sekolah.


"Iya Mentari, sekalian aja biar rame " timpal Maya yg ikut nebeng dimobil Ervina. Lisa juga ada didalam mobil.


"Nggak, aku dijemput ayah. Kalian duluan aja " jawab Mentari.


"Oh, ya udah kalo gitu Mentari. Kita pulang duluan ya "??..


" Eh, tungu Er " teriak Maya saat Ervina akan menutup kaca mobil.


"Mentari, lo ati-ati ya. Daritadi gue liat tu nenek sihir merhatiin lo mulu. Kalo dia macem-macem lo teriak aja. Atau lo jambak aja rambutnya " ucap Maya sambil menunjuk kearah tiga orang siswi yg melihat kearah kami.


Mentari melihat siswa yg ditunjuk Maya. Ternyata mereka siswa yg mengganggunya di taman.


"Ya udah, kita pulang ya, byee Mentari " pamit mereka sambil melambaikan tangan sebelum melajukan mobilnya.


Mentari membalas lambaian tangan mereka.


Benar saja, ketiga siswi itu segera menghampiri Mentari begitu mobil Ervina pergi.


Mentari yg tau kedatangan mereka menarik nafas pelan.


"Sabar Mentari " bisiknya.


"Heh, lo anak baru. Lo gk denger ya perkataan gue di taman waktu itu " bentak siswi yg dia tau bernama Sisil.


"Perkataan yg mana ya "?? tanya Mentari berusaha tenang.


" Lo gk usah pura-pura **** deh. Gue bilang jangan godain Daffa. Dia cowok gue " bentak Sisil sambil mendorong Mentari.


"Awww...


teriak Mentari. Lututnya berdarah terkena kerikil ditanah.


" Jauhin Daffa. Lo itu cuma bawa sial buat Daffa ".


" Maksud kamu apa Sil "?? tanya Mentari. Lututnya terasa sangat perih. Dia meringis menahannya.


" Lo pikir gue gk tau kenapa Daffa gk masuk sekolah.


Semua gara2 kerjaan lo kan,?? Lo sengaja kan nyelakain Daffa "!!! bentaknya lagi.

__ADS_1


" Aku gk ada niat nyelakain Daffa Sil. Aku gk sengaja. Aku gk tau kalau Daffa punya alergi " jawab Mentari. Matanya mulai berkaca-kaca dituduh mencelakai Daffa.


plakkk


Mentari memegang pipinya yg terasa panas. Airmatanya menetes menahan sakit diwajah dan kakinya.


"Kamu kenapa mukul aku Sil. Salahku apa ke kamu "?? tanya Mentari sambil mengelus bekas tamparan Sisil.


"Pake nanya lagi. Salah lo tu udah ngerebut Daffa dari gue. Dan udah buat Daffa masuk rumah sakit ".


" Tapi aku beneran gk sengaja. Aku juga gk ngrebut Daffa dari kamu. Aku cuma temenan sama Daffa " bela Mentari.


"Alaahh, alesan aja lo " bentak Sisil sambil menarik rambutnya bersama kedua temannya.


Mentari hanya bisa menangis saat dirinya dibully oleh mereka. Dia tidak bisa melawan mereka sendirian. Minta tolong juga percuma, sekolah sudah sepi dan semua murid sudah pulang.


"MENTARI "!!!!!!!!!!!!!.


Sisil dan kedua temannya menghentikan perbuatan mereka saat mendengar teriakan itu. Mereka terkejut saat melihat Daffa berlari kearah mereka.


" Apa-apaan kalian hahhh " bentak Daffa sambil menarik kerah baju Sisil.


Daffa yg merindukan Mentari datang kesekolah ingin bertemu. Saat dia barusaja tiba, dia melihat Mentari sedang dibully oleh tiga orang siswa. Dia segera berlari menghampiri mereka yg ternyata Sisil dan teman2nya yg melakukannya.


"Daff, ini gk seperti yg lo lihat " ucap Sisil yg takut melihat Daffa emosi. Kedua temannya juga ketakutan melihat Daffa.


"Maksud lo mata gue buta,hahhh"!!


Gue liat semua Sil yg lo lakuin ke Mentari. Lo dan temen-temen lo nge-bully Mentari "!!!! bentak Daffa. Dia masih belum melepaskan tangannya dari kerah baju Sisil.


"Gue cuma ngasih pelajaran ke dia Daf.


Dia udah ngeracunin lo sampe lo masuk rumah sakit "


jawab Sisil. Wajahnya pucat.


"Mentari gk pernah ngracunin gue. Lo jangan asal ngomong "!!!!


Daffa melepaskan tangannya lalu mendorong kasar Sisil sampai menabrak pohon.


" Daffa, udah " panggil Mentari pelan saat melihat Daffa mendekati Sisil yg ketakutan.


Daffa menatap Mentari yg terlihat berantakan. Lututnya berdarah dan pipinya bengkak. Rambutnya juga acak-acakkan.


Daffa membantu Mentari yg masih terduduk ditanah. Dia lalu memeluk Mentari erat.


"Maaf aku datang terlambat " sesal Daffa.


Mentari mengangguk dipelukan Daffa. Dia tenang ada yg menyelamatkannya dari perbuatan Sisil.


"Sil, gue gk akan biarin lo. Gue bakal bikin perhitungan ke kalian bertiga " ancam Daffa.


Daffa lalu meninggalkan mereka. Dia membawa Mentari masuk ke mobilnya.


Sementara ketiga siswi yg masih berdiri ketakutan menatap kepergian Daffa dan Mentari.


"Lo liat aja Daf, lo pasti bakalan jadi milik gue. Gue gk akan biarin kalian berdua bahagia " batin Sisil sambil menatap mobil Daffa yg mulai meninggalkan sekolah.

__ADS_1


__ADS_2