
Lisa mengambil handphone-nya yg sejak tadi tidak berhenti berbunyi.
Dari sejak dia diruang latihan sampai sekarang dirumah, handphone-nya terus meraung-meraung memanggilnya.
"Busseettt,, 43 panggilan sama 22 pesan "??...
Ni anak kurang kerjaan banget deh "!! kaget Lisa begitu dia membuka handphone-nya.
" Telfon balik gk ya, kasian juga sih ma Rian ".
Lisa menimang-nimang handphone-nya antara menelfon atau tidak menelfon balik kekasihnya.
Sejak insiden penculikan palsu itu dia terus saja cuek pada Rian.
Bukan karena apa, tapi Maya sudah mengancamnya untuk tidak melakukan konspirasi dengan Rian.
" Telfon aja lah, gue juga kangen ma dia " ucap Lisa lalu menelfon Rian.
tuutt... tuutttt....
"Kok gk diangkat-angkat telfon gue , kemana tu anak ya " ucap Lisa yg panggilannya belum diangkat juga oleh Rian.
Lisa berjalan mondar mandir didalam kamarnya karena Rian masih belum mengangkat telfonnya.
Dia mulai merasa sedikit khawatir takut Rian marah padanya.
"Lo kemana si Yan "!! sungut Lisa.
Saat dia sudah mulai jengkel, akhirnya Rian menjawab panggilannya.
" Sayang... "??.
" Lo kemana sih, lama banget ngangkat-nya "!!omel Lisa begitu dia mendengar suara Rian.
"Baru dari kamar mandi gue Lis ".
" Ngapain "?? tanya Lisa lalu berbaring di kasurnya.
" Main game " jawab Rian asal.
"Hahh,, serius lo Yan main game di kamar mandi "!!! tanya Lisa kaget.
" Nggaklah, gimana ceritanya gue main game sambil boker.
Kalo hape gue nyemplung ke wc gimana, mau lo ngambilin hape gue "?!.
" Ihh, najis amat ngambilin hape lo. Ambil sendirilah " sewot Lisa.
"Hahha becanda Lisa. Gue abis mandi tadi. Lo lagi ngapain "??.
" Gue lagi mikirin elo Yan " jawab Lisa malu-malu.
Wajahnya memerah saat mengatakannya pada Rian.
"Ehmmm,, seriusan,??
Udah gk pingin nyuekin gue lagi nih ceritanya "??.
" Sorry Yan tadi gue nyuekin elo di sekolah.
Maya ngancem gue soalnya " jawab Lisa.
"Hahh, gila tu anak. Masa temen sendiri di ancem sih "!!.
" Tapi kan tujuannya baik Yan anceman dia ".
" Emang dia ngancem lo apa Lis "??.
" Dia bilang gue harus nyuekin lo gara-gara lo temenan sama Ervin.
Dia curiga gue bakalan berkonspirasi ma elo buat ngedeketin Ervin ke Ervina Yan ".
" Astaga.... Kalo ancemannya gitu mana ada sisi baiknya Lis.
Yang ada gue yg rugi " sungut Rian di seberang telfon.
__ADS_1
"Rugi gimana Yan "?? tanya Lisa.
" Rugi lah, kita jadi gk bisa berduaan gara-gara tu bocah.
Padahal gue gk ada hubungannya sama kelakuan Ervin tadi pagi ".
" Gitu aja perhitungan banget Yan. Lagian ya, tu juga ulah sahabat lo kok.
Udah pasti gue dengerin omongan Maya lah ".
" Lis sekarang gue tanya, elo lebih mentingin gue apa sahabat elo itu sih "?! tanya Rian.
" Ya lebih penting sahabat gue lah Yan. Lo itu nomor dua buat gue " jawab Lisa tegas.
Dia tidak mungkin menomorduakan persahabatannya.
Meskipun Rian adalah kekasihnya, baginya persahabatan mereka jauh lebih berharga daripada sebuah cinta yg baru bersemi.
"Oh jadi gitu. Jahat lo Lis ma gue " gerutu Rian.
"Bukannya gitu Yan, lo juga pasti bakal milih sahabat lo dulu kan di banding gue.
Inget Yan, sahabat-sahabat kita tu lebih dulu kenal sama kita berdua.
Jangan hanya karena kita udah punya pacar, terus kita lupain persahabatan kita.
Beda cerita kalo kita udah nikah, otomatis elo yg bakalan selalu jadi nomor satu.
Ngerti gk lo "...!!.
Rian diam mendengar nasihat panjang lebar dari Lisa.
Hanya terdengar suara orang bernafas tanda bahwa Rian masih hidup. 😂😂😂😂
" Rian lo pingsan ya dengerin ceramah gue barusan "?? tanya Lisa saat tidak ada jawaban dari Rian.
" Nggak lah, gue lagi meresapi ceramah lo itu " jawab Rian.
"Oh, kirain pingsan. Abisnya elo diem aja sih ".
"Iya gk papa kok Yan. Wajar kok kalo elo nanya gitu ke gue.
Eh, elo udah makan belum Yan "??.
" Belum. Lo udah belum Lis "??.
" Belum juga, makan bareng yuk " ajak Lisa.
"Ayokk aja gue mah.
Berarti sekarang gue jemput lo kerumah ni ya "??.
" Boleh-boleh " sahut Lisa.
"Oke, gue langsung OTEWE.
Miss u Lis "...
" Hati-hati Yan.
Miss u too "....
Lisa tersenyum setelah mematikan panggilannya. Dia segera bersiap-siap sebelum Rian sampai dirumah untuk menjemputnya.
***********
Rendra sedang menonton tv bersama kedua orangtuanya.
Di sela-sela menonton Rendra juga beberapa kali bertanya pada Papa-nya tentang keadaan kantor dan perusahaan.
" Rendra, rencana pas lulus SMA mau kuliah dimana "?? tanya Papa Rendra.
" Belum tau Pah. Pinginnya si di luar negeri, tapi liat nanti gimana lah Pah " jawab Rendra.
"Kenapa gk di Indonesia aja Ren, banyak kok Universitas bagus disini " sahut Mama-nya.
__ADS_1
"Kan Rendra belum tau Ma. Kenapa, Mama gk rela ya ditinggalin anak Mama yg ganteng ini "?? narsis Rendra.
Mama-nya tertawa mendengar candaan Rendra.
Papa-nya yg tadi sedang sibuk dengan laptopnya juga ikut tertawa.
" Kamu ini bisa aja " sahut Mama-nya.
"Hehe, tapi Rendra emang ganteng kan Ma "??.
" Ya jelaslah kamu ganteng, siapa dulu Papa-nya " timpal Papa Rendra.
"Bener banget Pa, gk rugi deh Papa punya anak yg gantengnya kayak Rendra " sahut Rendra menyombongkan diri.
"Haduuhhh kalian ini ya. Iya deh kalian yg paling ganteng disini.
Tapi hanya Mama sendiri yg paling cantik. Nggak ada saingan lagi ".
" Liat tuh Pa, Mama ikutan narsis ".
" Biarin, Mama kamu emang cantik kok. Buktinya Papa tidak bisa berpaling dari Mama kamu.
Iya kan Ma "?? goda Papa-nya.
Rendra dan Papa-nya tertawa terbahak-bahak melihat Mama-nya berpose imut seperti boneka sambil mengedipkan matanya mendengar pujian dari Papa-nya.
" Kamu udah punya pacar belum Ren "?? tanya Mama-nya setelah semua berhenti tertawa.
" Pacar sih belum ada Ma. Tapi calon pacar udah ada ".
" Emang siapa calon pacar kamu "??.
" R-H-S.. Rahasia " !! jawab Rendra.
"Main rahasia-rahasiaan kamu ya sama Mama.
Palingan calon pacar kamu mirip sama Mpok Nori kan makanya gk mau kasih tau ke Mama " ejek Mama-nya.
"Yeee,, enak aja.
Orang ganteng gini masa calon pacarnya kayak Mpok Nori si Ma " gerutu Rendra.
"Salah kamu sendiri gk mau kasih tau ke Mama " sahut Mama-nya cuek.
"Anaknya cantik Ma, pinter tapi gk pinter-pinter amat. Yg paling menarik ya Ma dia tu sifatnya bar-bar banget " ucap Rendra.
"Maksudnya gimana Ren "!!.
" Anaknya tu kalo ngomong suka ceplas ceplos Ma. Pokoknya Rendra suka banget sama dia ".
" Namanya siapa Ren, sekolah dimana "?? tanya Papa-nya.
" Satu sekolah kok Pa sama Rendra. Kalo namanya masih rahasia dong "?? jawab Rendra.
" Mama yakin banget deh Pa kalo calon pacarnya Rendra tu mirip Mpok Nori " ledek Mama-nya lagi.
"Papa juga curiga, jangan-jangan emang mirip Mpok Nori calonnya Ma " timpal Papa-nya sambil tertawa.
"Mama sama Papa kok mikirnya ke Mpok Nori terus sih.
Emangnya Mama sama Papa mau kalo pacarnya Rendra beneran mirip kayak Mpok Nori "?? tanya Rendra kesal.
" Nggak mau Mama lah. Mama tu maunya kamu punya calon yg bisa diajakin belanja bareng Mama.
Pokoknya yg lucu, imut gemesin gitu " jawab Mama-nya.
"Mama tenang aja, calonnya Rendra sesuai banget sama kriteria Mama.
Nanti Mama sama dia bisa sama-sama ngehantuin setiap mall ".
Rendra berteriak saat mendapat sebuah cubitan di paha dari Mama-nya.
Memang benar yg dia katakan, Mama dan gadis yg dia sukai sama-sama menggilai shopping.
Karena dia sudah beberapa kali melihat bagaimana hebohnya gadis itu saat berbelanja di mall.
__ADS_1