Hanya Bayanganmu

Hanya Bayanganmu
Berkelahi


__ADS_3

Embun sedang mencuci tangan diwastafel kamar mandi, ketika ada beberapa karyawan wanita yang mendekatinya. Embun menganggukan kepalanya dan mengulas senyum, tapi tidak mendapatkan balasan. Dan mereka segera mengelilingi Embun dan mencegahnya keluar dari sana. Salah satu karyawan yang bernama Dona maju, dia menyilangkan kedua tangannya di dada dan melihat Embun dari bawah ke atas.


“ Gak ada yang istimewa, jadi apa yang kamu lakukan sampai bisa menarik perhatian pak Brian?” Tanya Dona dengan pandangan yang merendahkan. Kata – kata Dona ini tentu diamini oleh teman – temannya. Mereka adalah beberapa orang yang memang tidak suka saat tahu ada kedekatan antara Embun dan Brian.


“ Maaf aku harus pergi, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Permisi.” Embun memilih pergi dan tidak


menanggapi pertanyaan dari Dona. Langkah Embun terhenti dan dia mengepalkan tangannya mendengar ucapan Dona.


“ Apa kamu menawarkan tubuh kamu pada pak Brian?”


“ Kenapa kamu diam saja, sepertinya dugaanku benar ya?” Lanjut Dona.


Embun berbalik dan berjalan mendekati Dona. Dan dia segera melayangkan tamparan keras ke pipi wanita itu.


Betapa kagetnya teman – teman Dona melihatnya, mereka segera memegangi kedua tangan Embun. Dona memegangi pipinya yang merah karena tamparan Embun. Dia mendekati Embun dan balas menampar pipi Embun.


“ Berani kamu nampar aku? Dasar perempuan mur*h*n.” Kata Dona marah.


“ Lepasin tangan aku, kalau berani ayo satu lawan satu. Jangan beraninya keroyokan kaya gini!!!” teriak Embun dengan kesal.


“ Kenapa aku harus nurutin perkataan kamu? Kamu memang pantas diginiin. Iya gak teman – teman?” Dona


tertawa diikuti oleh teman – temannya. Dona kembali menampar pipi Embun. Kali ini Embun tidak bisa membalasnya, karena kedua tangannya dipegangi teman Dona.


Tapi Embun tidak mau tinggal diam, dia segera menggigit tangan salah satu teman Dona. Wanita itu berteriak dan melepaskan tangan Embun. Embun juga menggigit tangan wanita satunya sampaidia bisa terlepas. Dan tanpa aba  – aba Embun langsung menyerang Dona. Dia menarik rambut Dona dengan keras, Dona juga balas menarik rambut Embun. Maka terjadilah adegan saling tarik menarik rambut, teman – teman Dona yang ada disitu berusaha menarik Embun. Tapi Embun malah semakin kuat menarik rambut Dona sampai dia berteriak kesakitan. Mereka berhenti berkelahi ketika ada sekuriti yang masuk dan memisahkan mereka. Lalu mereka semua segera dibawa ke


pos keamanan untuk dimintai keterangan.


*****

__ADS_1


Di ruangan itu, mereka semua menundukkan kepala. Terlihat penampilan Embun dan juga Dona yang acak – acakan.


“ Apa perusahaan ini membayar kalian hanya untuk berkelahi?” Tanya kepala HRD menatap mereka dengan marah.


“ Pekerjaan saya itu banyak, dan kalian menambah dengan ini. Kalau kalian ingin berkelahi silahkan di ring tinju saja. Sekarang saya tanya, kenapa kalian bisa berkelahi?”


“ Dia yang duluan nyerang saya pak, bapak bisa tanya teman – teman saya.” Kata Dona membela diri. Embun menatap Dona dengan kesal dan marah.


“ Apa benar begitu?” Tanya kepala HRD pada Embun.


“ Iya pak tapi ada alasan kenapa saya lakuin itu.” Embun tidak bisa mengelak karena memang dia yang menyerang


Dona lebih dulu.


“ Jadi dalam hal ini kamu yang salah. Kamu akan menerima konsekuensinya sesuai dengan aturan perusahaan. Sekarang kalian kembali ke ruangan kalian masing -  masing, saya harap kejadian ini tidak terulang lagi.”


Kepala HRD menyuruh mereka semua pergi. Tapi tiba – tiba terdengar suara pintu dibuka dengan kasar. Mereka semua menoleh ke arah pintu, dan kaget melihat sosok Brian yang menatap dengan tatapan tajam. Kris yang berada dibelakang Brian menghembuskan nafasnya, dia berharap kali ini Brian bisa menahan emosinya. Kepala HRD segera mendekat tapi Brian tidak menghiraukannya dan berjalan ke arah Embun. Saat sudah di depan Embun, Brian melihat penampilan Embun yang sangat berantakan.


“ Siapa yang lakuiin ini!!!” Teriak Brian.


“ Mereka berkelahi pak, karyawan baru ini yang memulai menyerang Dona lebih dulu.” Jelas kepala HRD menunjuk


Embun dan dengan wajah ketakutan.


Mendengar itu Brian melangkah mendekati Dona, dia mengamati Dona dengan tajam. Dona terus saja menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap Brian. Dona melirik ke arah Brian, dan melihat Brian yang menyunggingkan senyum jahat.


“ KRISSS!!” Brian berteriak memanggil Kris. Dengan cepat Kris mendekati Brian.


“ Pecat mereka semua!!” Perintah Brian. Tentu saja Dona dan teman – temannya kaget mendengarnya. Mereka segera bersimpuh di kaki Brian meminta agar Brian membatalkan keputusannya itu.

__ADS_1


“ Maafkan kami pak. Kami tidak bersalah. Mohon jangan pecat kami.” Mohon Dona pada Brian. Mendengar itu Brian berjongkok di depan wanita itu.


“ Kamu salah pilih lawan. Berani – beraninya kamu mengganggu wanitaku.” Kata Brian tegas. Perkataan Brian ini membuat semua terkejut, terlebih kepala HRD. Dia langsung lemas dan terduduk di lantai, dia tidak menyangka kalau Embun adalah kekasih pemilik perusahaan itu.


“ Kris cepat seret mereka keluar. Aku tidak mau melihat mereka di perusahaan lagi. Pastikan juga tidak ada perusahaan yang mau menerima mereka lagi.”


Bukan hanya Dona dan temannya yang kaget mendengar perintah Brian, tetapi juga Embun. Dia segera mendekati


Brian dan meminta dia untuk membatalkan keputusannya itu. Tetapi sayang Brian sudah tetap dengan keputusannya. Merasa permintaannya tidak digubris oleh Brian, Embun segera berjalan pergi. Tapi dia merasakan tubuhnya melayang seperti ada yang mengangkatnya. Ternyata Brian secara tak terduga menggendong Embun dan membawanya pergi dari tempat itu. Semua orang terkejut melihatnya, setelah melihat itu teman – teman Dona mulai menyalahkan Dona. Jika tahu kalau Embun punya kedekatan yang spesial dengan Brian, tentu mereka memilih untuk tidak berurusan dengannya.


Brian menggendong Embun hingga mereka masuk ke lift, tentu saja selama di jalan mereka menjadi pusat perhatian. Embun memilih menenggelemkan wajahnya di dada Brian karena malu. Brian membawa Embun masuk ke dalam ruangannya. Dia segera meletakkan Embun di sofa, dan  beranjak mengambil kotak P3K. Aldo yang sedang berada di ruangan tentu kaget melihat Brian yang menggendong Embun.


“ Embun kenapa? Bukannya kamu sekarang ada meeting di luar?” Tanya Aldo pada Brian. Tapi Brian tidak menjawab pertanyaan Aldo, dia sibuk mengoleskan salep di pipi Embun yang merah.


Pintu terbuka dan Kris masuk. Begitu melihat Kris, Aldo segera mendekatinya dan bertanya tentang kejadian yang


sebenarnya. Kris menceritakan denga detail tentang apa yang terjadi pada Embun, dan juga tentang penundaan meeting mereka. Mendengar cerita dari Kris, tentu Aldo juga ikut kesal pada Dona dan teman – temannya.


Brian selesai megobati Embun dan sedang mengembalikan kota P3K. Embun segera berdiri dan mendekati Aldo.


“ Aldo. Bisakah kamu bujuk Brian agar tidak memecat Dona dan temannya. Ini semua salah paham, aku yang salah menampar dia duluan. Kamu bujuk dia ya.” Pinta Embun pada Aldo.


“Maaf Embun. Kalau aku jadi Brian, mereka tidak akan aku pecat. Tapi akan aku buang ke hutan belantara.”  Jawab Aldo. Embun kesal mendengar jawaban itu, dan menunduk lesu.


“ Apa alasan kamu menampar dia? Aku akan mempertimbangkan keputusanku lagi setelah mendengar jawabanmu.” Kata Brian duduk di meja kerjanya.


Wajah Embun berbinar mendengar perkataan Brian. Dia sedang memikirkan alasan agar Dona dan temannya tidak jadi di pecat, dia juga tidak mungkin menceritakan tentang perkataan Dona padanya.


“ Jangan berpikir untuk membohongiku? Karena nanti mereka akan mendapat hukuman yang lebih berat.” Ancam

__ADS_1


Brian. Embun tercekat dan terlihat gurat kebingungan di wajahnya. Dan mau tidak mau dia menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Mendengar cerita Embun bukan hanya Brian yang marah, tetapi juga dengan Aldo dan Kris. Brian menoleh ke arah Kris dan mendapatkan anggukan darinya. Kris segera keluar diikuti dengan Aldo di belakangnya. Embun merasakan bingung dan juga takut. Dia cuma bisa berharap jawabannya tidak semakin menyulitkan Dona dan temannya.


__ADS_2