Hanya Bayanganmu

Hanya Bayanganmu
Curahan Hati Embun


__ADS_3

Taksi yang Embun naiki berhenti di sebuah taman. Setelah membayar, Embun segera masuk dan duduk di salah satu kursi yang berada di sudut taman. Embun memilih berada di taman itu karena dia tidak tahu harus pergi kemana. Dia tidak mungkin pulang ke apartement Brian, karena pasti akan bertemu dengan pria itu. Embun sangat marah bila ingat kejadian di kantor tadi. Berungkali Embun mengusap bibirnya dengan tisu, berharap jejak bibir Brian bisa hilang dari bibirnya.


Cukup lama Embun berada di taman itu, sampai dia sadar kalau hari sudah cukup malam. Embun melihat hpnya, begitu banyak panggilan dan pesan masuk dari Brian dan Aldo. Embun menatap hpnya cukup lama, dia menarik nafas panjang kemudian memencet nomor di hpnya. Setelah menungu akhirnya panggilannya tersambung.


“ Halo,, Aldo bisa kamu jemput aku di taman dekat mall xxx?” Tanya Embun yang ternyata menelefon Aldo.


“ Baik, aku tunggu. Tolong rahasiakan dari Brian.” Embun menutup telefonnya.


Embun memilih menelefon Aldo karena saat ini dia kehabisan uang. Saat pergi tadi dia lupa membawa tas dan dompetnya, yang ada hanya sisa uang saat dia belanja di minimarket. Setelah menunggu 30 menit, akhirnya Embun melihat Aldo yang berjalan mendekatinya. Embun bisa melihat wajah khawatir dari pria itu. Embun mencoba tersenyum saat Aldo duduk di sampingnya.


“ Ternyata kamu di sini? Brian sampai kebingungan mencari keberadaanmu.” Ucap Aldo menatap gadis di sampingnya.


“ Aku lagi pingin nenangin pikiran.” Jawab Embun lirih.


Aldo menghela nafas dan menghadap lurus ke depan, “ Brian sudah menceritakan kejadiannya.”


“ APA?!!!” Teriak Embun tepat di telinga Aldo.


Aldo kaget mendengar teriakan Embun, lalu dia mengusap telinganya yang berdengung.


“ Gak usah teriak di telinga aku.” Protes Aldo.


“ Bisa – bisanya Brian menceritakan itu padamu. Apa dia tidak malu. Dasar Brian bodoh.” Umpat Embun


pada Brian.


“ Memangnya kenapa? Bukankah ciuman itu hal yang biasa? Salahnya Brian itu Cuma satu, dia mencium kamu dengan cara memaksa dan dalam keadaan cemburu buta.”


“ Apa maksud kamu dengan cemburu buta?” Tanya Embun.


“ Jadi kamu tidak tahu? Tadi Brian menyusul kamu ke minimarket, eh dia malah lihat kamu sedang bersama dengan


cowok bernama Raka. Sebenarnya apa hubunganmu dengan Raka? Kalau Cuma teman, tidak mungkin  Brian sampai seperti itu.” Tanya Aldo yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


“ Dia cinta pertamaku. Walaupun tidak berbalas.” Jawab Embun dengan senyum pahit. Aldo terkejut dan segera menatap Embun.


Embun menoleh ke arah Aldo, dan mengernyitkan alisnya. “ Kenapa menatapku seperti itu? Memangnya kamu tidak punya cinta pertama?”


“ Pantas saja Brian uring – uringan, saingannya cinta pertama. Berat.” Aldo mengangguk – anggukan kepalanya, karena sudah tahu permasalahan yang dihadapi teman sekaligus bosnya itu.


“ Memangnya kenapa kalau cinta pertama?” Tanya Embun.

__ADS_1


“ Cinta pertama itu kebanyakansulit untuk dilupakan. Bisa dikatakan cinta pertama itu, cinta yang belum kelar dan kemungkinan bisa bersemi kembali. Lalu apa maksud kamu kalau cinta kamu itu tidak berbalas.”


“ Begitu ya. Mungkin kamu benar, dulu aku mengira aku sudah bisa melupakan perasaan ini. Tapi setelah bertemu


kembali, aku malah jadi ragu. Kamu tahu Al, aku Cuma bisa memendam perasaan aku sama Raka atas nama persahabatan. Aku tidak mau persahabatan aku hancur karena masalah itu.” Papar Embun.


“ Tapi apa kamu tidak punya niat untuk mengungkapkan perasaan kamu sama Raka?” Tanya Aldo yang semakin penasaran pada kisah percintaan Embun.


“ Buat apa? Raka sudah dijodohkan sejak kecil oleh kakeknya. Dan lucunya cewek itu adalah sepupu Brian.”


“ Sepupu Brian? Setahu aku sepupu Brian yang sudah dijodohkan sejak kecil Cuma Vania.” Aldo mengingat – ingat semua sepupu Brian. Melihat reaksi Embun, Aldo tahu kalau tebakannya benar.


“ Aku pernah bertemu dengan Vania sekali, menurutku kamu tidak kalah dengan dia.” Aldo berusaha menghibur Embun.


“ Sudahlah, tidak perlu menghibur aku. Bagiku itu semua adalah masa lalu, dan aku menganggap kalau dia bukan jodoh aku.” Embun berusaha untuk tersenyum.


“ Benar. Jodoh itu tidak ada yang tahu. Kalau kamu tidak berjodoh dengan Raka, barang kali jodoh kamu Brian atau


bahkan aku.” Aldo menaik turunkan alisnya.


Embun menarik ujung bibirnya mendengar perkataan Aldo, “ Maaf ya, aku tidak mau sama playboy yang suka celap


celup sembarangan kaya kamu.” Embun bergidik ngeri.


memang tidak pernah dizakati.” Ucap Aldo kesal. Embun tertawa melihat Aldo yang marah pada Brian, dan tak segan – segan untuk mengumpat bosnya.


Namun tawa Embun terhenti ketika mendapat pertanyaan dari Aldo.


“ Lalu bagaimana perasaanmu pada Brian? Kamu pasti tahukan kalau dia sangat menyayangimu. Selama aku kenal dia, hanya kamu wanita yang dia sayangi. Dan aku tahu, dia akan melakukan apa saja untuk membahagiakan orang yang dia sayangi.”


“ Entahlah. Aku bingung perasaanku sama dia ini disebut apa.” Terlihat kegalauan di wajah Embun.


Aldo menepuk pundak Embun, yang dibalas sebuah senyuman.


“ Ngomong – ngomong, bagaimana ciuman dengan Brian. Ini ciuman pertamanya, apakah dia melakukannya dengan benar?” Tanya Aldo dengan wajah tengilnya.


Aldo melihat Embun langsung memegang bibirnya dan wajahnya memerah. Embun langsung menoleh ketika mendengar tawa Aldo.


“ Jadi ini juga yang pertama buat kamu?” Tanya Aldo serius.


“ Gak tahu.” Jawab Embun kesal. Dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi. Aldo segera berdiri dan menyusul Embun yang sudah menjauh. Dia berpikir siapapun pasangan Embun adalah orang yang sangat beruntung.

__ADS_1


*****


Di Kantor Brian


Brian duduk di mejanya dengan frustasi. Dia benar – benar menyesal atas tindakan bodohnya. Brian terus


menatap layar hp, berharap segera mendapat kabar tentang keberadaan Embun. Brian menatap sekilas ketika melihat Kris masuk, kemudian kembali menatap hp di depannya.


“ Sekarang Embun sedang bersama dengan Aldo.” Ucap Kris. Mendengar itu wajah Brian langsung berbinar, dia


meraih jasnya dan hendak keluar tapi dicegah oleh Kris.


“ Untuk sekarang sebaiknya kamu jangan temui dia dulu. Biarkan dia menenangkan pikiran, setidaknya kamu tidak


perlu khawatir. Dia aman bersama Aldo.”


“ Tapi.” Brian tidak melanjutkan perkataannya, dia kembali terduduk lesu di sofa. Brian berpikir Kris benar,


saat ini Embun butuh ketenangan. Dan gadis itu pasti tidak mau bertemu dengannya.


“ Kamu tenang saja, dia akan tinggal di apartementmu yang lain.” Jawab Kris seakan tahu apa yang dipikirkan oleh


Brian.


Brian bisa bernafa lega, setidaknya untuk saat ini dia tidak perlu khawatir Embun tidur dimana. Karena kalau


disuruh pulang ke apartement Brian tentu Embun tidak mau. Sedangkan di kota ini dia tidak punya sanak saudara. Sekarang yang perlu Brian pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan maaf dari Embun. Dia akan melakukan apapun agar gadis yang sangat dicintainya itu mau memaafkannya.


Aldo memarkirkan mobilnya di parkiran gedung apartement yang cukup mewah. Dia keluar dari mobil diikuti Embun di belakangnya.


“ Kenapa kamu membawaku ke sini? Kamu tidak akan berbuat aneh – aneh padakukan?” Tanya Embun waspada.


Aldo tidak menjawab, dia segera menarik tangan Embun dan membawanya masuk ke dalam lift. Aldo terus menggengam erat tangan Embun sampai mereka keluar lift. Aldo membuka pintu apartement dengan kartu dan menarik Embun agar masuk.


“ Aldo!! Kamu jangan macam – macam ya.” Embun menyilangkan tangannya menutup dadanya.


Aldo menyunggingkan senyum dan melangkah mendekati Embun. Embun yang merasakan bahaya, terus mundur sampai dia tersudut. Embun menutup matanya cukup lama, dia membuka matanya karena merasakan dorongan di dahinya. Embun melihat senyum jail di wajah Aldo.


“ Gak usah berpikiran mesum dulu. Kamu bisa tinggal di sini. Ini kartu passnya.” Aldo menarik tangan Embun dan


menaruh kartu masuk apartement di tangannya.

__ADS_1


Aldo tersenyum dan mengacak – acak rambut Embun, “ Aku keluar beli makanan dulu. Nanti makanannya aku taruh depan pintu.”


Aldo melangkah keluar. Embun merosot ke bawah dan menyentuh jantungnya dan berdetak kencang. Dia mengetok kepalanya, bisa – bisanya dia berpikir Aldo akan berbuat jahat padanya. Embun berdiri dan masuk ke salah satu kamar. Hal pertama yang ingin dia lakukan adalah mandi, dia merasa badannya sudah lengket dan juga terasa capek.


__ADS_2