
Alya duduk di kursi tengah , Alya memakai jaket , cuaca hujan , sedangkan Arjuna dan Bima duduk di bagian belakang , duduk bersama ibu , bi Oni san baby Sitter .
Dina sudah bisa makan , walau tidak banyak , tetapi mual Dina semakin berkurang dari waktu ke waktu .
Terlihat Arjuna dan Bima memandangi panorama di sepanjang jalan , sesekali menanyakan pada nenek mereka .
Pinggang Dina pegal karena mereka sudah menempuh perjalanan 2 jam lebih .
" Kenapa yaaang....tanya Nathan ".
" Pinggang Dina pegal mas....," ujar Alya
Nathan mengusap pinggang Alya , membuat kursi buat Alya seperti tempat tidur .
Dina perlahan tertidur dan terbenam di dada bidang Nathan .
Mereka pun sampai ke Villa milik Nathan , pemandangan begitu indah , pemadangan pepohonan di tutupi salju , disana juga terdapat hamparan danau.
" Bagus banget mas...".
" Hmmm....kamu senang yaaang ?"
" Sangat senang mas...anak - anak juga senang ".
Nathan menggenggam tangan Alya sambil mengawasi twins , Nathan lega , ibu dan mbak Oni, serta baby sitter memegang kedua twins , ibu menyuruh Nathan memegang Alya .
Mereka memasuki villa .
Villa ini bergaya modern , sangat bagus , dan Alya takjub .
" Bu...sangat bagus...," ujar Alya .
" Ini rejeki kalian nak....., ibu selalu berpesan pada Nathan , jika mau bahagia , harus bahagiakan istri, orangtua dan anak , karena pintu rejeki akan terbuka .Kenapa orang yang berselingkuh , rejekinya terkadang banyakan habis , dan tiba - tiba bisa hidupnya melarat , karena doa isteri dan anak - anaknya,.... dia hianati , digantikan dengan air mata kehancuran , kehancuran hati anak - anak dan sang isteri ."
__ADS_1
" Padahal menurut ibu pribadi , jika menghianati isteri , kelak menikah juga kembali kan punya anak juga , gak ada beda nya . Malahan mengurus dan membesarkan anak dari bayi lagi, dari awal lagi . Sebenarnya .... entah apa yang di cari , kebahagiaan sesaat ,yang menghancurkan harapan anak , seumur hidup tidak memiliki keluarga yang utuh ".
" Bu....memaafkan penghianatan sangatlah sulit , karena wanita tetap umumnya mengingat penghianatan itu . Sangat sulit menghapusnya dari ingatan , walau berjuang memaafkan , tapi luka itu sudah sangat dalam ."
" Ibu berharap , Nathan dan kamu , saling dalam banyak hal....tapi makasih Al....kamu membuat hidup Nathan bermakna , hidup kami semakin berwarna , dulu kami sangat sepi nak , hanya ber 2 di rumah selain bi Oni , sekarang lumayan rame ,".
" Lihatlah nak...Nathan bermain dengan kedua boy , Nathan sangat bahagia , dia memang suka anak - anak , karena dia hanya sendiri , tanpa punya saudara , dengan kamu hadir , hidupnya rame ".
" Mas....jangan di luar terlalu lama , dingin...nanti mas dan twins flu, " ujar Alya .
Nathan pun berjalan beriringan dengan Nathan memasuki rumah .
Siang itu , Nathan menugaskan salah satu koki restorannya memasak aneka makanan buat mereka .
Terlihat Arjuna dan Bima makan dengan lahap , Alya perlahan makan , demikian juga ibu. Alya, Nathan , menikmati makanan mereka .
Udara sangat dingin ,kedua twins manja duduk dan sesekali berlari , Alya duduk di sofa Nathan memeluk Arjuna dan Bima , ketika mereka bertingkah lucu bernyanyi sambil berjoget .
Sesudah lelah , mereka mulai mengantuk , Alya mengajak Arjuna dan Bima tidur , Alya tidak bisa membersihkan mereka ,karena mereka lumayan aktif .Nathan membantu Alya membersihkan kedua twins , Nathan bilang sama bi Oni dan baby sitter ,biar mereka saja yang membereskan anak - anak.
Alya dan Nathan kembali ke kamar , udara yang dingin membuat Nathan melebur dirinya ,Nathan perlahan meluk diri Alya . Terdengar desahan dan malam itu mereka menghabiskan waktu , Nathan sangat lembut dan ketika semua selesai , Nathan membersihkan tubuh Alya, memakaikan Alya baju piyama san baju hangat tebal .
Keesokan hari , Bima dan Arjun sibuk membuat boneka salju bersama Nathan san ibu .
Arjuna dan Bima sangat mandiri , mereka terkadang seperti dewasa di usia mereka .
Perut Alya tidak begitu nyaman pagi ini , Alya kembali merasakan perutnya keram .
" Al...kamu kenapa sayang ?"
" Mas....perut Alya sakit....."
" Nathan menggendong Alya , membaringkan Alya di kasur ."
__ADS_1
Alya tidur menyamping , meremas tangannya di selimut .
" Yaaang...apa masih sakit ? " Nathan bingung .
" Mas....kehamilan twins , Alya tidak pernah seperti ini , mas....sangat sakit....".
Ibu pun masuk melihat keadaan Alya .
Alya menahan rasa sakit .
Nathan mengenakan sweater pada Alya .
" Bu...Titip twins ya ..Alya kesakitan ."
" Bawala nak , hati - hati..".
Alya mendapatkan suntikan penguat , Alya pun tertidur .
Nathan sedikit lega , Alya bisa tertidur dan terlihat Alya terlelap tidur , dokter menyarankan Alya bedrest , hanya berada di atas tempat tidur , jangan berjalan , kalau mau kemana - mana harus pakai kursi roda .Dokter takut bayi Alya lahir prematur .
Nathan sangat kepikiran dengan kondisi Alya , tapi Nathan berusaha untuk kuat .Nathan menelepon ibunya , dan menjelaskan semua yang di beritahu Dokter .
Ibu bilang , lakukanlah yang terbaik .
Dokter mengijinkan Alya tidak di rawat inap .
Dokter memberikan beberapa bungkus obat untuk Alya minum .Dokter akan datang memberikan suntikan pada Alya .
Nathan menggendong tubuh Alya , memasukkannya ke dalam .Mereka pun pulang ke Villa mereka .
❤🖤❤🖤❤🖤❤🖤❤🖤❤🖤❤🖤❤🖤
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment