
Alya tiba -tiba membeku,saat melihat sosok Nathan berjalan menuju ke arahnya.Terlihat juga ibu Nathan tersenyum.
"Apa kabar Al...,"ujar Nathan?.
"Baik mas....,"ujar Alya.
"Bu....,"ujar Alya.
"Ibu sangat merindukanmu nak...ujar ibu Nathan".
"Yuk...ujar ibu Nathan memegang tangan Alya."
Alya terbengong memberi kode pada sang nenek.
Nenek hanya mengedipkan matanya.
Nenek sangat usil,dalam hati Alya.
Nathan menggandeng tangan nenek.
Di dalam mobil,Alya hanya diam.Sedangkan nenek tersenyum.
"Nenek bertemu Nathan beberapa hari yang lalu.Nenek pun cerita soal kepindahanmu disini.Nathan sudah 1tahunan tidak di Paris lagi,"ujar nenek.
Alya hanya diam.Teleponnya berbunyi dan dia melihat di layarnya ada nama James di sana.Alya menekan tombol merah dan menolak panggilan dari James.
"Kenapa tidak di angkat?,"tanya sang nenek.
"Tidak nek...,"ujar Alya dalam pandangan kosongnya.
Alya sudah melepaskan cin cin nya.Dan pengacaranya sudah mengurus perceraiannya.Alya tidak mau menerima apapun apa-apa dari James.Alya hanya mau hak perwalian anak jatuh padanya.
Semua bukti Alya serahkan pada pengacara.Dan Alya ingin perceraian ini sidangnya terturup.Alya tidak mau semua orang menertawakan keterpurukannya.Karena pada jaman sekrang,lebih banyak menghakimi daripada mengerti situasi seseorang.
Alya cukup tersakiti,saat mbak Dewi ,sekretaris suaminya,merasa bangga bisa menggoda suaminya.Malahan dia katakan akan tetap menahlukkan hati sang suami.Alya bilang,sampah hanya sepadan sama sampah.Lakukan apa yang mereka inginkan.Alya pasrah dan tidak memungut ludah yang dia sudah buang,begitula caranya untuk bertahan dalam hina an.
Mbak Dewi tidak merasa malu dengan apa yang dia lakukan.Padahal keluarga James sudah membuka semua aib nya.Malahan dia bilang,dasar mereka berdua ,suka sama suka.Selepas perceraian,James akan lebih santai dan menerimanya.Mama James sampai pingsan dengan ocehan wanita tersebut.Semua Alya ketahui dari Jane.
Ada rasa malu ketika melihat Nathan dan ibunya.Perasaan minder dan salah memilih itu menaungi hati Alya.Kenapa mereka harus ada di saat seperti ini,padahal Alya ingin sendiri menjalani hidupnya.Alya pikir,Nathan sudah pindah ke Paris,nyatanya tidak.Nathan malahan menemui dirinya.Terasa sangat canggung.
__ADS_1
Mereka sampai di sebuah rumah dengan desain minimalis.Rumah ini milik nenek.Sudah lama nenek pugar,dan renovasi.Baru saat ini bisa di tempati.
Alya perlahan turun dari mobil.
Alya tidak membawa barang begitu banyak.Alya sudah menugaskan papa nya mengirimkan beberapa kopernya.
Alya perlahan duduk di sebuah kursi,menghadap ke taman belakang.
Hatinya merasakan kesunyian
Dan kesunyian ini sudah lama dia alami,8 bulan sudah dia merasakan hatinya sepi.
"Minumlah...,"ujar sang nenek.
"Makasih nek...,"ujar Alya tersenyum dalam diamnya,pandangan nya kosong,sesepi perasaannya saat ini.
Nathan dan ibunya diam,demikian juga nenek.Mereka memandangi Alya.
"Istirahatlah...,"ujar Nathan mendekati Alya.
Alya pun mengangguk dan perlahan naik ke lantai atas.
"Hanya waktu yang bisa mengurai semua luka dan kesedihannya,"ujar sang nenek.
"Tapi kita jangan membiarkannya sendirian di dalam melalui beban hidup seperti ini,ujar ibu Nathan."
"Jangan biarkan larut terlalu lama.Baiknya Alya menyibukkan diri kembali di kantor,ujar Nathan.Hanya sekedar bekerja,di masa kehamilannya."
"Kita harus memberinya waktu untuk bangkit.Lihatlah...Alya sudah cukup kuat dalam melewati setiap pergumulan hidupnya.Ibu yakin,Alya sosok yang kuat."
Alya berbaring di ranjangnya.Menatap langit -langit kamarnya.
Alya me Wa Jane bahwa dia sudah sampai di Canada.
📞Hallo....
📞Hallo...ujar Alya
📞Bagaimana kabarmu Al...ujar Jane.
__ADS_1
📞Baik Jane....
📞Bagaimana di penerbanganmu?apa baby twins rewel?
📞Gak Jane....mereka anak -anak yang tangguh dan kuat.Mereka tidak rewel.Sejak awal kehamilan,tidak muntah,mual,seperti biasa aja.Mereka tau diri,dan penyemangat maminya,ujar Alya.
📞Apa serius ingin melepaskan mas James?tanya Jane.Sekarang mas James sudah hak punya siapa-siapa.Papa dan mama memusuhinya.Aku juga.Dia sebenarnya pingin buntutin kamu,tapi mama bilang,jangan coba-cobaMama seram banget marahnya sama mas James,apalagi papa.
📞Kamu tau Jane.Bagaimna bangga nya mbak Dewi membully aku dengan kata katanya.Hina banget kan akunya Jane.Sedangkan mas James hanya diam.Sakit nya aku gimana.
📞Dia diam mjngkin karena sudah sangat merasa bersalah padamu Alll...ujar Jane.
📞Aku semakin sakit,harusnya dia membelaku.Malahan mendiamkan aku begitu saja.Sakitnya yang aku alami,double.
📞Apa Pintu maafmu sudah tertutup rapat Al?apapun yang kamu alami,aku bisa mengerti.Nama belakang jangan pakai kusuma.Bagaimanapun twins kan anak kalian.Anak anak korban broken home,sangat banyak yang bermasalah.Lagipula kesalahan mas James kan gak fatal fatal banget kan Al...apa kamu pisahkan twins gitu aja sama papinya?apa gak kejam banget Al?
📞Mungkin suatu ke egoisan aku melakukan semua ini.Tapi rasanya Jane pernikahanku indah hanya di beberapa bulan awalnya,aku merasa, aku seperti habis manis sepah di buang.Tak pernah di anggap sama sekali.Dia pulang,sangat larut.Pergi sepagi mungkin.Salahku apa Jane.Tidak ada keterbukaan ,tidak ada komunikasi.Dalam.1 hari ku menatap handphone ku,tidak ada notifikasi,aku merasa sakit Jane.Aku sudah banyak berfikir,memutuskan semua ini.Aku sadar gak harus memaksakan keadaan.
📞Kamu sangat sakit banget.Bodohnya mas James ,aku gak ngerti jalan pikirannya apa.Isi kepalanya apa.
📞Kamu saudara yang bersamanya puluhan tahun saja ,tidak mengenalnya.Apalagi aku yang hanya beberapa tahun mengenalnya Jane.....
📞Tenangkanlah dirimu Al...jaga kesehatan.Jaga kesehatan.Anakmu membutuhkan mu.Jaga Ponakan Aunty baik-baik.Apapun keputusanmu Al...pikirkanlah....jangan bawa dalam emosi.
📞Hmmmmm...
📞Udah dulu ya Al.Bye....
📞Bye Jane.....
Alya mengusap air mata di sudut matanya.Rasa perih itu masih sangat dalam.Alya hanya berusaha iklas.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1