
Alya kehabisan kata kata,menatap Nathan.Ada rasa bersalah yang begitu besar,ada rasa ketidak berdayaan.Pusing banget,ribet banget sih ujar Alya dalam hatinya.
Ngantuk melanda,kepala pusing.Alya menyandarkan kepalanya di batang pohon tepat di samping kursi.Angin begitu sejuk membuat Alya mengantuk dan memejamkan matanya.Tidur hanya 2 jam mana cukup buat seorang Alya.Apalagi situasi mendukung.
Akhirnya Alya tertidur di kursi.Nathan Leonard memandang Alya sambil tersenyum ,ada rasa harapan yang begitu besar dalam tatapan Nathan pada seorang Alya.
Waktu berlalu,tiba tiba sesosok pria berdiri di depan Nathan dan Alya.
"Kenalkan saya James,ujar James mengulurkan tangannya pada Nathan".
"Nathan..."
Mereka berdua terdiam.
"Bisa kita berbicara,ujar Nathan dengan serius."
Bisa,kita disana saja,tunjuk James di sebuah gajebo agak jauh dari tempat duduk dimana Alya tertidur.
Jane hanya menatap Alya dengan menggaruk kepalanya.Alya sangat lucu,disaat genting begini bisa tertidur.Jane dan nenek Alya pun tertawa melihat tingkah Alya.
"Biarkan saja pria pria itu menyelesaikan masalahnya.Alya terlalu capek nek,ujar Jane.Kami gak tidur nek....Alya bingung.Sedangkan mami James sangat cemas.Jane tadi cerita soal Nathan kepada papa dan mamanya,sebelum mereka berangkat ,hati mama James sangat cemas.Orang sehebat Nathan dan berjuang seperti Nathan juga pilihan yang sangat baik,dan teramat baik.Papa Richland juga sangat gundah,apakah James kecewa,papa James sangat gundah.
"Saya gak akan mengalah James...ujar Nathan."
"Tidak ada yang harus mengalah di antara kita,biarkan Alya menentukan pilihannya,ujar James."
"Sebenarnya ,keluarga saya dan saya hari ini akan melamar Alya,ujar James."
"Saya gak akan membiarkan Alya memilih kamu James.Ujar Nathan.Maaf sedikit egois,dulu saat kami dipisahkan maminya,aku berjuang untuk.sampai ke tahap ini.Aku akan membawa Alya,mengobati rasa trauma yang ada di antara kami."
James medesah,sangat susah buat dirinya ,buat Nathan dan buat Alya sendiri.
"Saya menyerahkan keputusan pada Alya.Apapun keputusan Alya akan saya terima ujar James."
Sinar matahari perlahan datang,Membuat Alya sedikit gerah.James melangkah ke arah Alya.Menggenggam tangan Alya.
"Sudah panas yaaanng....ujar James dengan lembut."
Alya membuka perlahan matanya.
"Alya ngantuk mas,tertidur ya...ujar Alya".
"Iya...ujar James."
"Berapa lama Alya tertidur mas,ujar Alya".
"Sekitar 2 jaman gitu Al...ujar James".
"Tadi Nathan di sini.Nathan mana yah?tanya Alya sambil berdiri dan memandang di sekitarnya."
__ADS_1
"Mas disini Al...ujar Nathan".
"Maaf mas,ketiduran ujar Alya menahan senyumnya".
"Hmmmm...ujar Nathan".
"Masuk yuk ..ujar Alya.Udah panas".
"Udah siap bobok syantiknya jeng Alya,ujar Liana".
"Li....duhhhh rindu banget sama kamu....ujar Alya."
Liana melihat ke arah Nathan,kemudian menoleh menggenggam tangan Alya.
"Kamu mau tidur,atau mau di lamar?tanya nenek".
Alya diam saja.Melirik ke arah Nathan.
"Mau di lamar,ujar Alya dengan suara pelan."
"Nenek gak dengar kamu bilang apa,ujar nenek dengan usil".
"Omaaaa.....ujar Alya ".
"Jangan mengalihkan ,jangan panggil Oma,panggil nenek,lebih keren".
"Kebalik...ujar Alya sambil tertawa".
"Nathan sudah melamarmu duluan ke mami mu."
"Apaaaa?ujar Alya terkejut".
Lalu Alya menghampiri Nathan.
"Mas gimana sih...kan udah Alya bilang jangan ketemuan sama mami,mas akan dia gunakan,bo*oh banget sihhhh."
"Dia sudah berubah Al....ujar Nathan".
"Berubah apanya mas.Dia sudah tau melihat tampang mas,dan pasti sudah tau siapa mas sekarang.Makanya mami baek bekin mas,ujar Alya."
"Pusing banget sih hidup Alya,ujar Alya duduk di sofa".
"Kalau menghilang lebih baik,ruwet gini pening,ucap Alya pada dirinya sendiri".
"Kamu tidak usah ruwet.Ujar sang papi.Mami atau siapapun tidak bisa mengatur apa yang kamu inginkan.Hidupla seperti apa yang kamu mau.Juan juga menghubungi papi,dia minta ketemuan dengan mu,ujar sang papi.Semua terserah padamu Al....orangtua Juan juga sudah menemui papi di kantor,ujar sang papi."
Alya memandang James.Terlihat James hanya diam.
"Maaf mas Nathan,Alya gak bisa nerima mas,Alya mencintai mas James.Apapun hasil akhirnya,Alya hanya ingin bersama mas James,ujar Alya."
__ADS_1
"Maaf Alya tidak bisa menerima mas.Menjauhlah dan jangan mendekat dengan mami Elvi.Jangan di manfaatkan nya.Titip salam sam ibu.Maaf sewaktu di Canada,ibu juga meminta Alya menjadi menantunya,maaf Alya gak bisa mas....mas jangan pernah berubah.Kita tidak berjodoh,Alyaencintai mas James mas,ujar Alya".
"Al....kamu gak memikirkan kata kata mas tadi."
"Maaf mas,ujar Alya."
"Pi....apapun keluarga Juan katakan,please pi...Alya tidak mau kembali pada Juan.Walau dia berubah sekalipun,dari awal hubungan kami karena perjodohan.Alya memilih James pi,Alya mohon semua menghargai keputusan Alya."
James pun menatap tak percaya pada kata kata Alya.James pun menggenggam tangan Alya.
"Makasih yaaang...makasih.....sudah memilih mas.Mas berjanji akan menjaga mu,sebisa mas menyayangindan mencintaimu,ujar James".
Nathan sangat sedih.Nathan pun pamit.
"Aku sangat bahagia Al....ternyata kamu jadi kakak iparku,ujar Jane".
"Eline juga cenang,Uncel James pasti cenang,iya kan Uncle.Uncel bilang,Aunty Alya,ada di dalam dada nya Uncle,ujar Eline."
"Makasih nak...ujar papa Richland,makasih sudah menerima James.Papa selalu mendoakan kalian selalu sehat,bahagia dan memberi kami cucu."
Mami James hanya menangis sambil memeluk Alya.
"Nenek bahagia,kamu memilih yang terbaik nak.Umur di tangan Tuhan.Yang penting jaga kesehatan ,ujar sang nenek".
"Papi mendukung apapun keputusanmu nak.Saran papi,kalian segera saja menikah.Karena begitu banyak lamaran,jangan sampai ada yang tidak senang pada kamu,agar Alya juga ada yang melindungi.Papa percaya,keluarga Richland bisa menjagamu dengan baik.Cepat berikan papi cucu.Ini nenek juga sudah pulih dan sehat.Padahal sudah di fonis dokter kritis.Kamu harus beri cicit pada nenek mu yang cantik ini,ujar sang papi."
"Saya setuju,ujar mama James.Kita percepat saja.Bagaimana kalau di Jumat depan kalian menikah.Alya juga tidak mau pesta besar,ujar mama James".
"James terserah Alya aja ma,ujar James".
"Baiklah ma....ujar Alya.Jumat depan saja,ujar Alya ".
James memeluk erat Alya.
"Pasangkalah nak cincin di jari tangan Alya,ujar sang nenek sambil menghapus air mata bahagianya".
"Yaaaang...mas sangat mencintai dan menyayangimu.Mas memberi cin cin ini sebagai simbol ikatan hubungan kita.Mas berharap kita menjkah,mempunyai anak dan menua bersama".
"Will you marry me?ujar James".
"Yes I will....ujar Alya dalam senyuman dan mata berkaca kaca"
Nathan pun masangkan sebuah cin cin di tangan Alya.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment