Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Baby Shop


__ADS_3

Nathan duduk di samping pak Bambang , salah satu supir keluarga Nathan .


Sedangkan ibu diapit di tengah .


Nathan membawa kami ke sebuah mall terlengkap dan terbesar di Canada .


Jane menggenggam erat tanganku , ada tatapan sedih di mata Jane .


" Harusnya bahagia ini milik keluarga kami Al...tapi orang yang di beri kebahagiaan lalai memenuhi tanggung jawab sebagai suami , juga lalai melakukan yang terbaik ".


" Sudahlah Jane ....jangan kita ungkit masa lalu , iklas itu harus , agar kita menjalani kehidupan sekarang lebih baik lagi ".


" Mas...pegangin ibu aja , Alya sama Jane ya mas...Jane nanti siang susah balik ke Swiss dan akan menetap di Indonesia ."


" Apa ibu mu setua itu Al ? ujar ibu Nathan tertawa ".


" Yang harus di jaga itu penguin sepertimu Al...badan kekurusan , di tambah perut membuncit , " ujar Jane .


Jane membeli es cream dan menyuapi Alya , mereka terlebih dahulu makan es cream , terlihat perut Alya bergerak gerak saat Nathan mengelus perut Alya .


" Mereka sangat aktif , " ujar Nathan ".


" Pasti sudah mulai kesusahan tidur kan Al...?"


" Iya Jane...harus menyamping ".


" Kamu enak Al....makan apapun masuk, gak mual , gak minta macam - macam , " ujar ibu Nathan .


" Di awal ada mual ma....tapi gak ada siapa - siapa di rumah , di kantor ada Laura yang pijitin kepala Alya . "


" Kalau di usia kehamilan 2 bulan , 3 bulan , kadang malam pengen makan sesuatu , Alya pergi sendiri beli , lama kelamaan terbiasa seperti itu , tapi sangat jarang . Twins sangat pengertian , gak macam - macam maunya , ujar Alya menunduk mengingat masa - masa itu . Dimana orang ketika hamil di manja sang suami, Alya harus sendiri melalui nya , apalagi mama nya tidak menyukai dirinya .Alya menjadi cukup sadar diri ."


Jane tau semua yang Alya alami sangat berat . Jane mengingat Smith selalu memanjakan nya , memperhatikan nya dinkehamilan Eline dan anak ke 2 nya .


Itu saja masih membuat Jane terkadanv cemberut pada Smith.Wajar Alya sangat sedih


dan memutuskan semua nya .


Mereka memasuki toko , dokter memprediksi kedua baby Alya laki laki , Alya memegang aneka dres baby perempuan , Alya sangat suka dengan aneka dres baby, imut dan menggemaskan .

__ADS_1


" Yaaang....kita nyariin baju baby boy...ujar Nathan tertawa melihat Alya memegangi perlengkapan baby girl ".


" Kamu ter obsesi sama baby girl deh Al...ingat baby kamu duanya boy...."


" Tapi bagusan pakaian baby girl ..," ujar Alya .


Ibu dan bi Zum dan bi Oni tertawa melihat Alya .


Ibu Nathan mengambil beberapa keperluan buat Alya ketika melahirkan nanti , memilih komplit keperluan buat Alya , dari kaus kaki, korset dan anekan bra menyusui .


" Nak...ember mandinya yang mana yang suka? tanya sang mertua ".


" Ibu pilih aja, tugas Alya pilih jumper, jaket , bantal , memilih mesin pencuci botol susu , itu aja udah banyak bu ."


Jane memilih penutup bayi, ayunan bayi , memilih aneka celana perlusin dan baju perlusin .


" Baby twin perlengkapannya rata - rata jadinya double , " ujar Alya .


" Rejeki anak....ibu gemes melihat baby kembar , apalagi sudah lama ibu ingin Nathan menikah , Tuhan kabulkan , ibu pingin punya cucu , nih double , ujar ibu Nathan sangat bahagia ."


" Pakaian di kirim ke laundry fla fla , ini alamatnya


, "ibu Nathan memberikan alamat laudry .


Jane memilih sepatu dan pakaian buat ponakan nya dan membayar sendiri , Jane menolak di bayar Nathan , Jane bilang itu pemberiannya buat ponakan nya .


Selesai membeli keperluan baby , Jane permisi karena harus menuju bandara , Jane tidak mau di antar , karena Jane melihat Alya sudah lumayan lelah , bahkan Nathan tidak sungkan memijit betis dan telapak kaki Alya karena pegal . Alya menolaknya , namun Nathan tetap melakukannya , melakukan pijatan di private room yang ada di toko tersebut . Nathan melakukannya tulus , bukan pencitraan . Jane terharu melihat kasih sayang Nathan dan ibunya . Jane bisa tenang , melihat Alya mudah mudahan memperoleh kebahagiaannya .


🌿🌿🌿🌿


Tiga minggu kemudian , malam itu mereka makan , dan Alya sangat bahagia , kedua baby nya beratnya sudah lumayan banyak naik , memang suasana nyaman , perhatian bisa membuat seorang ibu hamil nyaman , sehingga nafsu makan lumayan baik dan lebih rileks . Alya dan ibu serta kedua bibi sering membuat rujak , Nathan hanya tertawa melihat Alya , selalu kesusahan kalau mau duduk di gajebo belakang rumah .


Rejeki Nathan semakin mengalir , beberapa cabang mendapatkan laba dan dipercaya menangani berbagai acara kedutaan dan acara perkawinan , Nathan membagikan bonus buat para pekerja , juga membawa liburan karyawannya , beserta keluarga mereka .


Liburan di tanggung perusahaan Nathan . Nathan membagi setiap minggu , 2 cabang restoran setiap melakukan kegiatan liburan .


Seperti hari ini , Nathan melihat begotu banyak tawa di antara para karyawannya , juga tawa anak - anak mereka. Nathan juga membawa keluarga nya , kedua bibi, ibunya sertanisterinya .


Karyawan sangat salut melihat sosok Nathan ,aangat peduli memasukkannya karyawannya asuransi kesehatan , buat keluarga mereka dan para karyawan .

__ADS_1


Alya juga sangat ramah , berbaur dan para karyawan baru tau , apa yang meluluhkan bos mereka ini ,sehingga memutuskan menikahi Alya .


Nathan memeluk Alya , mengelus perut Alya . Nathan tidak menyentuh Alya , sudah kesepakatan mereka , Nathan akan melakukannya ketika masa nifas Alya selesai dan Alya benar - benar sudah siap .


Usia kandungan . Alya sudah 36 minggu , liburan juga tidak jauh , yang penting karyawan bisa lebih akrab dan keluarga mereka bahagia ,bisa liburan bersama .


Sesekali Alya meringis karena perutnya merasa nyeri , sebelum berlibur , dokter bilang itu kontraksi palsu , jangan kawatir .


Alya memutuskan melahirkan normal , walau liat nantinya bagaimana proses nya.


Mama dan papa James datang melihat Alya beberapa kali , mereka membeli beraneka buah , memberi masakan kesukaan Alya . Nathan mengantar Alya ke kediaman keluarga James .


Mama James memanfaatkan kebersamaan itu .


James menempati kantor di Paris . Dan James lebih kurusan , itu terlihat ketika pertemuan mereka tiba - tiba , karena James ada pertemuan dengan klien di Canada . James menatap Alya saat itu , dan hanya diam .Mereka bertemu secara tidak sengaja di sebuah restoran .


Ketika Nathan menjemput Alya , James hanya menatap Alya dan mengusap wajahnya .


Nathan sangat baik , dan kepercayaan Nathan tidak pernah disalah gunakan Alya .


Nathan selalu mengontrol jalannya restoran dan hotel nya , melalui laptopnya di rumah , dan setiap hari hanya 1 atau 2 jam mengecek restorannya .Beberapa bawahan Nathan sangat loyal , dan sudah seperti saudara Nathan sendiri .


Alya dan Nathan memandang karyawan mereka dalam beberapa game .Nathan juga mengikuti game tersebut , terkadang Nathan juga harus sportif menjalankan hukuman .


Alya dan ibu serta kedua bibi tertawa melihat Nathan menjalankan hukuman .


Dan besok liburan selama 3 hari selesai .


" Makasih...sudah memberikan pada Nathan kebahagiaan nak, juga pada ibumu ini ".


Ibu memeluk Alya .


" Alya yang berterima kasih bu."


Alya menatap Nathan , kembali tersenyum .


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


koment


__ADS_2