
Laura mengambil ahli kemudi.Laura menjalankan mobilnya.
Laura singgah di sebuah apotik membeli obat buat dahi Alya.
"Beneran kamu gak apa apa Al....ujar Laura."
Alya hanya memandang pemandangan di luar jendela.
Laura sangat sedih melihat kegundahan Alya.
"Kita makan dulu ya...ujar Laura."
Alya hanya mengangguk.
Mereka singgah di sebuah restoran.
"Al....kamu pasti bisa melewati ini semua.Kamu harus kuat.Kamu pasti bisa.Jika gagal ,kamu gak harus kecewa.Jangan mengendarai sesuatu jika kamu sedang kalut,termenung,jangan.....".
"Maaf La....pijiranku kacau...ujar Alya".
"Sini dahimu Al...aku obati.Yakin....tidak mau ke rumah sakit?tanya Laura".
"Bak usah La....kadang aku berpikir,baiknya aku menyerah,aku bukan orang yang seberuntung kamu La...ujar Dina.Selalu susah memilih dan selalu salah dalam pilihan,ujar Alya.Rasanya aku ingin mati saja...ujar Alya dalam tatapan kosongnya."
"Ngomong apa kamu Al....Badai pasti berlalu.Di balik awan gelap akan ada mentari.Walau kamu harus berjuang,terluka,atau terseok seok,ujar Laura."
Laura memeluk Alya,mengusap punggung Alya.
"Sini...aku obati,ujar Laura."
"Aww...aw....apa bengkak?tanya Alya".
"Tidak...hanya lumayan besar membirunya,ujar Laura."
"Move on Al...kamu bisa....ujar Laura."
Tiba tiba sesosok pria berdiri di depan Akya.Alya menoleh dan terdiam.Alya tidak memperhatikan,sosok James berada di beberapa meja di restoran itu,bersama asistennya dan seorang klien wanita yang lumayan cantik.
"Dahi mu kenapa Al?tanya James".
"Oh...ini...tidak apa...apa kom mas...ujar Dina ,menutup rengan poninya."
"Kenapa bisa membiru begitu?tanya James".
"Tadi kena pintu,ujar Dina."
"Kita ke dokter,Al..ujar James ".
"Tidak udah mas.Sudab di obati Laura."
"Kenapa SMS dan Wa mas seharian di balas beberapa kali.Kamu dimana menginap?tanya James.Kamu kenapa Al?tanya James menatap Alya."
"Maaf semalam ketemu klien dan banyak pekerjaan,ujar Alya berkilah."
"Klien mas menunggu,ujar Dina tersenyum".
"Nanti mas Jemput di kantormu.Semalam mas siang ke kantormu,kamu belum pulang.Sore juga kamu gak ada.Kamu kemana?tanya James."
"Di apartemen,sam Laura,ujar Alya".
"Apa yang kamu sembunyikan dari mas?mas akan menjemputmu nanti.Jangan tidak membalas Wa dari mas,ujar James."
Alya hanya menunduk.
__ADS_1
James pun menuju tempat duduk nya.Alya memperhatikan mereka berbicara sambil menunjukkan beberapa file.
Pesanan Alya dan Laura datang.
Alya kembali melamun dan menuangkan cabe yang sangat banyak pada nasi di depannya.
"Al....please deh...liat nih....Laura menghentikan Alya menuangkan sambal di nasinya."
"Alya tertawa karena lamunanya."
"Bisa rugi nih resto,harga cabe lagi mahal,ujar Alya tertawa."
"Mau tidak mau,Laura tertawa.Inilah seorang Alya,terkadang aneh.Bisa menciptakan tawa di saat hatinya sedang sedih."
Laura memanggil pelayan guna mengambilkan kembali nasi putih 1 porsi.Dan memberi nasi yang telah terkena cabe menggunung.Sang pelayan melintas dari meja James.
Setelah pelayan membawa nasi kembali,Alya dan Laura pun makan.
Seberapa berusaha sekalipun Alya menelam makanan nya,dia merasa sangat susah menelam nasi di hadapannya.Bahkan Laura menyendokkan beberapa menu kesukaan Alya.
"Kenapa kamu sangat sedikit makannya Al....?tanya Laura".
"Rasanya sangat susah menelamnya."
Laura kemudian berusaha menyuapi Alya.
"Makan beberapa suap lagi,kalau gak...aku gak mau bicara denganmu,ujar Laura."
Alya sangat lambat mengunyah makanannya.Demikian juga James,makan dengan kliennya sangat tidak berselera.Dia melihat dari samping ,Alya sangat sedikit makan.Dj tambah nasi yang di bawa sang pelayan,sepertinya Alya menyembunyikan sesuatu dan menghindarinya.
"La...balik yukkk...ujar Alya.Aku akan berangkat ke Paris besok,urusan kantor 1 mingguan akan kamu handle ya,ujar Alya."
"Baik bos...ujar Laura."
"Aku yang akan berangkat bareng Michael Layer dan Bramantyo,ujar Alya".
"Tepat...kamu perlu amunisi baru.Bekerja sambil berlibur itu penting...ujar Laura.Mereka berjalan sambil meninggalkan restoran."
"Kamu gak pamit dengan suamimu?tanya Laura".
"Sudah...via Wa...ujar Alya."
Laura menyambar kunci dari tangan Alya.
"Aku aja yang bawa Al....ujar Laura."
"Baiklah.....ujar Alya tersenyum".
Alya ,Mich dan Bram saling berargumen merampungkan proyek mereka.Tidak terasa sudah pukul 6 sore.Penerbangan Alya besok pukul 10 pagi.
Alya keluar dari ruangan meeting,sedikit lega,pemecahan persoalan di beberapa Item sudah rampung.
Alya membuka pintu ruangannya.Dan terkejut melihat sosok James sedang duduk dan menaikan laptopnya.James merindukan sosok Alya yang memperhatikannya,menyediakan sarapan,pakaiannya,menunggunya pulang di sore atau di malam hari.
Alya duduk di mejanya.Menyiapkan berkas buat ke Paris besok.
Mengemas beberapa USB nya ke sebuah kantong,memasukkannya di dalam tas laptopnya.
James menatap Alya.Pandangan mereka bertemu.James tersenyum dan memeluk Alya dari belakang.Alya hanya diam seperti patung.
"Kenapa kamu setegang ini yaaang?apa kamu gak merindukan mas?tanya James."
Alya hanya Diam.
__ADS_1
"Alya sudah siap mas...kita pulang,ujar Alya."
Alya pun berdiri dan mengambil tas nya dan laptopnya.
"Apa ada kesalahan mas Al?kenapa dari semalam kamu mengacuhkan mas.Dan itu mas rasakan,kamu berbeda,ujar James sangat gundah."
Alya sebenarnya mau menanyakannya sendiri.Tetapi dia belum siap.Alya hanya diam.
"Mas....aku kan bernagkat selama 1 minggu ke Paris."
"Bulan depan akan ada pekerjaan pembangunan di Pataya."
"Alya juga akan disana beberapa bulan lamanya,ujar Alya."
"Apaaaa?????ujar James."
"Biasanya Dion kan yang mewakilkan tugas di luar?ujar James mengusap wajahnya dan menuju jendela.Bertapa terkejutnya dia dengan keputusan Alya."
"Ini proyek besar.Mick,Bram ,kami berangkat bersama.Dan Dion akan datang sesekali,ujar Alya."
"Tidak...mas tidak mengijinkanmu,ujar James."
"Maaf.....ujar Alya menjinjing laptop dan tas nya"
James menahan tangan Alya.
"Jangan se egois ini Al....kenapa?kamu kenapa?ujar James "
"Maaf mas...ujar Alya hanya menunduk."
"Kamu selalu membentengi perasaanmu,kamu tidak pernah mempercayai mas,ujar James."
"Ini hanya masalah pekerjaan mas....please....ujar Alya."
"Kita itu sudah menikah Al....kamu harusnya merundingkan pada mas.Biasanya kamu eelalu merundingkan segala hal pada mas.Tetapi kenapa kamu tidak melibatkan mas dalam pkerjaanmu lagi?apa kamu masih menganggap mas?ujar James."
"Please ...jangan bertengkar...ujar Alya."
"Kita sambung di rumah saja,ujar Dina menyandang laptopnya,ini kantor mas,ujar Alya."
Alya memberitahu Laura,besok dia aka singgah ke kantor dulu,dan dari kantor langsjng menuju bandara.
Terlihat James dalam raut wajah yang memendam kemarahannya.
Alya tidak begitu memperdulikan wajah James.Alya melangkah dan menekan lift,di dalam lift James dan Alya membisu.Sejak mereka menikah,baru kali ini.mereka bertengkar.
**Ada kalanya Bunga itu mekar
Dan ada masanya bunga itu juga layu
Gerimis menempel di sudut jendela
Menyisakan tanya dan kesamaran sebuah jawaban
Apakah bahagia itu ada?apa aku akan menjadi pemilik kebahagiaan?
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1
happy reading guyssss**