Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Merindu


__ADS_3

Alya berangkat di antar keluarganya dan keluarga suaminya.Alya memeluk neneknya.Nenek yang sangat dia sayangi.


"Oma....jaga kesehatan ya....ujar Alya".


"Mulai usilll ujar nenek.Sebut nenek....ujar sang nenek".


"Kurangi pekerjaan....serahkan sama Dion.Saat nya kamu program baby,ujar sang nenek".


"Sudah kerja keras deh nek...belum rejeki ujar James.Tenang aja nek,sekali dapat nanti fouble atau tripel,ujar James".


"Amin.....ujar sang nenek.Bisa jadi.Keluarga mami dan papi Alya banyak yang twin ujar sang nenek."


"Jaga kesehatan...ujar James."


"Hmmm.....ujar Alya mengangguk.Hayi hati pelakor,jaga diri,ujar Alya".


Semua pun tertawa.


"Tenang aja ,Gery akan jaga mas James mbak,ujar Gery".


"Jangan kong kalikong ya Ger...ujar Alya menahan tawanya".


"Siiip...mbak.Beres....laporan 24 jam full ujar Gery."


James kembali memeluk istrinya.


"Jaga kesehatan mas....ujar Alya."


"Hmmm....."


Alya pun memasuki pintu keberangkatan.


Alya sangat merindukan apartemennya di Paris.Dia sudah berpesan dengan temannya Liana ,agar menyuruh seseorang membersihkan apartemennya.


Setelah beberapa jam,Alya sudah tiba di Paris.Alya langsung mendapat jemputan dari Mark.Liana sudah bersama Alya.Mereka mempelajari apartemen Mark.Mark memberitahu keinginan dan konsepnya seperti apa.Alya memberitau detail ukuran dan pekerjaan dimulai besok.Alya sudah menghayalkan akan memakai furniture apa,Dan perubahan seperti apa.Alya sudah membawa pekerjanya di Paris mereka juga mempunyai kantor cabang,tidak sebesar di Swiss.


Mark membawa mereka kesebuah restoran.Alya teringat kebiasaanya dulu di Paris kuliah dan masa masa itu sangat indah.


Ketika pesanan mereka datang,sesosok pria berdiri di depan Alya.


"Mas....ujar Alya".


"Kamu di Paris Al?ujar Nathan".


"Baru sampai tadi siang mas...ujar Alya".


Nathan pun permisi.Pulang mas antar ya...ujar Nathan.

__ADS_1


Nathan mengantarkan beberapa makanan yang sangat laku terjual di restoran nya.Sewaktu Mark mau membayar,Nathan bilang tidak usah di bayar.Mark mati matian mau membayar tetapi di


tolak Nathan.


"Pria tadi menolak pembayaran makanan ini,ujar Mark heran."


"Dia mangan gerindah Alya....ujar Liana."


Mark terbengong.


"Apa gak salah kamu menolak pemilik rumah makan yang sangat terkenal di beberapa negara Al?ujar Mark".


Alya hanya diam.


Selama ini,Alya tau Liana mencintai Nathan.Alya bahkan mengetahui,Liana mendekati Nathan setelah Alya menikah dengan James.Tetapi Nathan tidak pernah membuka hatinya sedikitpun dan pada siapapun.Alya mengetahui itu dari sepupu Nathan.


Liana sengaja pulang duluan dengan alasan di jemput temannya.Sehingga Aya saat ini berdua di dalam satu mobil bersama Nathan.Nathan membawa Alya ke sebuah danau.


"Kenapa mas belum membuka hati buat seseorang,ujar Alya".


"Kamu tau sendiri jawabnya Al....ujar Nathan".


"Keras kepala banget...ujar Alya".


"Hidup itu pilihan....ujar Nathan.Mas gak bisa memaksa hati mas,mas bukan mencobanya,tetapi mas tidak merasakan apa yang mas rasa dengan mereka."


"Dia menyayangi Alya mas,perhatian dan peduli pada Alya."


"Kenapa dia tidak menemanimu Al.Apa dia tidak takut mas akan menculik dan mas membawamu lari?ujar Nathan"


"Mas bukan psycho,ujar Alya.Mas itu siper duper baik.Dari yang baik dan terbaik."


"Tapi di tolak juga,ujar Nathan menatap Alya."


"Jadi ada minat cinta di tolak ,dukun bertindak?ujar Alya".


"Maunya gitu Al...ujar Nathan menahan senyuman."


"Ibu apa kabarnya mas?tanya Alya."


"Besok malam,makan di rumah ya...ujar Nathan".


"Nanti suamiku cemburu mas.Ujar Alya."


"Dia harus rela.Kalau kamu di Paris tanpa pengawasannya,kamu wajib mas tawan,ujar Nathan".


"Pulang yuk mas,antarin Alya di apartemen Alya,ujar Alya."

__ADS_1


Nathan pun melaju.


"Liana itu baik mas.Dia teman Alya yang lumayan baik,ujar Nathan".


"Kalau dia baik,dia gak akan mendekati mas,sewaktu mas masih menjalin hubungan dengan mu,ujar Nathan."


"Jangan terlalu dekat.Teman kamu yang paling baik itu Jane,bukan Liana,ujar Nathan".


"Kenapa mas menilainya begitu?tanya Alya heran".


"Apa dia sering ke Swiss?"


"Lumayan sering juga mas....ujar Alya".


"Kalau dia di Swiss nginap dimana?tanya Nathan".


"Yah tinggal di manshion ku mas,ujar Alya."


"Hati hati suami kamu dia gaet.Kalau tidak percaya,selidiki karakternya,ujar Nathan".


"Serius?ujar Alya.".


"Sepuluh rius.Mas memperingatimu Al.Kamu terlalu polos dan baik.Kamu gak kenal mana kawan dan mana lawan."


Alya jadi memikirkan apa yang Nathan katakan.


"Lebih baik kamu sendiri saja di apartemen.Cari asisten baru,ujar Nathan".


"Sampai segitunya sih mas".


"Mas tau siapa dirinya.Dan mas gak mau kamu dalam masalah besar karenanya."


"Kamu sudah mengenal mas siapa,dia kamu kenal semenjak kuliah kan.Jadi belum tau dia itu seperti apa.Nathan memberikan sebuah amplop coklat,dan Alya terkejut melihat beberapa foto.Dimana Liana mendekati James,sewaktu Alya belum datang di tempat pertemuan mereka."


"Mas dapat dari mana ini?tanya Alya".


"Ini cafe milik mas.Mas mau renof beberala wajtu lalu.Iseng iseng kangen bentuk awalnya gimana.Dan sesudah renov gimana.Mas terkejut mendaoati beberapa ulah Liana.Awalnya mas sepertimu, sesuah menonton kelakuannya,mas pun menyelidiki,apakah dia tulus atau topeng.Dan hasilnya dia topeng."


Alya sampai di apartemennya dan melambaikan tangannya pada Nathan.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


IG Christian Lenny Elisabeth


__ADS_2