
Jika melihat kesungguhan seseorang , lihatlah disaat kita sedang sakit , atau di saat kita sedang sedih , dia selalu ada buat kita , tidak meninggalkan kita , kawatir tentang keadaan kita .
Alya benar - benar istirahat , semua pengurusan Arjuna dan Bima berahlih ke ibu , baby sitter dan mbak Oni .Twins anak yang pengertian , mereka tidak membuat keributan , saling akur satu sama lain , kalau mau berlari - lari selalu di halaman belakang rumah .
Alya memandangi mereka , Alya sangat bosan , tetapi mau gimana lagi , demi kehamilannya . Pembawaan hamil beda - beda , itu selalu dokter katakan .
Alya dipeluk dari belakang oleh Nathan .
Nathan memandang dari kaca jendela , Nathan tau...Alya sedih tidak bisa menemani kedua twins berlari .
" Mau ke taman yaaang....?"
" Mau yaaaang ...biar gak sumpek....."
" Hasil USG bagus , dokter bilang , ada baiknya pakai kursi roda aja , tidak terasa usia baby kita sudah 9 bulan yaaang....".
" Iya mas.....".
Nathan mendorong kursi roda Alya , kedua puteranya menghampirinya Perlahan mencium wajah Alya .
" Lagi main apa nak....?"
" Main bola mi....".
Mereka kemudian mencium pipi Nathan .
" Mau main bola sama papi ? "
" Mauuuuu...," teriak mereka .
Nathan membawa kedua putera mereka ke arah yang lumayan jauh , bermain bola bersama .Nathan dan kedua kembar sudah sangat kotor .
" Yaaang...mas mandiin Arjuna dan Bima dulu ya...., mau di dalam atau disini aja ?" tanya Nathan.
" Disini aja duku mas.....".
Nathan bergegas memandikan Arjuna dan Bima , mereka memakai pakaian di bantu inu dan mbak Oni. Nathan pun mandi ke kamarnya , setelah bersih Nathan membuat jus alpukat , buat Alya .
" Kedua jagoan papi...ini ada jus alpukat , di minum ya nak...."
Nathan juga membuat untuk ibu , mbak Oni dan baby sitter , juga buat pak Iwan sang supir .
" Minum jus nya yaaang...ujar Nathan "
" Makasih mas....maaf...harusnya Alya yang mengurus mas...ini kebalikannya ."
" Jangan seperti itu yaaang...mas bahagia , bisa menikahimu , hidup denganmu , sehat selalu isterinya mas.....dedek bayinya juga sehat ...".
Ibu , Arjuan dan Bima pun datang .
" Hmmmm wangi banget anak mami....nenek udah kasi bedak ya nak...wangi...".
" Iya mi....nenek udah nolak balik cium...".
" Kedapatan dehhhh..." ujar ibu Nathan .
" Al...James mau jemput anak - anak nginap di rumahnya ."
" Ya mas....".
Terlihat James sudah menuju taman belakang .
Tatapan mata James masih sama , tatapan mata masih penuh dengan cinta , tapi James menahan perasaannya , James tau....semua kesalahannya .
" Pa...."
Kedua twins memeluk James .
Nathan mendorong kursi roda Alya , menghampiri James .
__ADS_1
" Apa kabar James.....," ujar Nathan .
" Baik.....".
" Bagaimana kesehatan mu Al ? "
" Masih seprti ini mas , bedrest ...".
" Mas bawa anak - anak ya Al....".
" Ya mas....".
" Arjuna dan Bima jangan lari - lari ya nak , pegang tangan papa , juga jangan rewel , jadi anak baik ya nak...."
" Iya mi....." ujar mereka .
" Mereka gak pernah merepotkan Al...', anak - anak yang baik ."
Arjuna dan Bima memeluk mami nya .
" Kalian tumbuh menjadi anak pengertian dan peduli , Alya saja seperti ini , mereka bisa makan sendiri , mijitin kaki , beri air minum , anak -anak yang baik."
James pun membawa kedua twins ke mansion mama nya . Sejak twins pernah hampir terjatuh dari balkon apartemen , James memutuskan pindah ke mansion mama dan papa nya , agar lebih aman buat anak - anaknya . James pada saat kejadian merasa jantungnya mau berhenti, sejak saat itu balkon di tutup habis , tetapi James memutuskan tinggal di mansion orangtuanya , karena orangtuanya juga selalu merindukan twins .
Waktu pun berlalu , Dina sudah tidak memakai kursi roda lagi, kandungan Alya tinggal menunggu masa kelahiran . Alya memutuskan melahirkan normal , karena jarak kelahiran twins juga 2 tahunan lebih .
Kedua twins sedang ujian , Nathan mengajari mereka belajar , Arjuna dan Bima sangat pintar dan selalu di kagumi para orangtua karena kebaikan dan sopan santun mereka .
Alya sangat bahagia , Nathan sangat baik dan menyayangi puteranya , ibu juga , sangat menyayangi Arjuna dan Bima.
Alya berharap , pertumbuhan anak nya , semakin besar , tidak pernah berubah .
Pagi itu, hujan deras di sertai badai , Kedua twins dan Nathan sudah pergi , Nathan mengantar anak -anak ke sekolah .Tidak lama kemudian hujan dan badai pun melanda .
Alya terlihat cemas , sambil memegang perut nya .
" Bu...hujan nya sangat deras , bagaimana mas dan anak - anak ya bu...Alya cemas.....".
" Pakai jaket nak...., udara dingin."
" Bu....Alya cemas....".
" Kita doa nak.....".
Tidak lama kemudian , Alya mendengar suara mobil memasuki halaman rumah , terlihat Nathan menggendong Arjuna .
Kemudian menggendong Bima dengan menggunakan payung .
Alya lega, anak -anaknya sudah tiba bersama sang suami .
Baju kedua anaknya basah , baju Nathan juga
Mandi nak....biar ibu dan bi Oni mengurus Twins , mandilah nak .
" Iya bu...sekolah gak buka bu....banyak pohon tumbang dan banjir dimana -mana ".
" Kalian pulang dengan selamat , ibu sudah senang nak , Alya sangat cemas ".
" Mandi nak...ibu juga bergegas membawa anak - anak mandi ".
Mereka susah di mandikan air hangat , baby sitter memberikan susu buat kedua twins .
" Kalian takut ya nak tadi..., " tanya Nathan .
" Sedikit pi...," ujar Arjuna .
Nathan memeluk mereka berdua.
" Bima apa takut tadi ? "
__ADS_1
" Gak pi...papi kan sayang sama kami....papi selalu melindungi kami ."
Mata Alya berkaca - kaca .Alya memeluk Nathan .
Inilah bahagianya , saat suaminya , mertuanya menyayangi mereka .
" Kenapa nangis sayangnya mas....".
" Mas sangat tulus menyayangi anak - anak...
maksih..., " ujar Alya .
Ibu tersenyum .
" Kamu gak tau nak....Papi nya Nathan juga sangat baik . Ketika mama hamil Nathan , dia menerima mama apa adanya . Nathan sama seperti papa nya , duplikat . "
Baju Alya keliatan bergerak gerak .
Nathan perlahan mengusap perut Alya .
" Aktif banget baby girl nya ya yaaang....".
" Iya mas.....".
Nathan mengusap pinggang Dina .
" Berbaring la nak...kamu sudah kesulitan tidur ."
" Iya ma....jangan sekarang lahiran ya ma...lagi banjir di mana - mana , susah....".
Suara halilintar begitu kuat , tidak lama kemudian lampu mati , Arjuna dan Bima takut dengan kegelapan , sama dengan sifat James . Nathan dan pak Iwan menhidupkan genset .
Mereka tidur di kamar super besar , kamar yang biasanya di pakai jika ngumpul - ngumpul keluarga . Laura teman Alya sudah pindah ke Canada , karena kepindahan suaminya , perusahaan sudah di bangun papa disini , jadi Laura sudah beberapa bulan di Canada .
Laura menelepon Dina , mengatakan banjir dimana - mana , Laura pulang menjagai twins nya dan anakn ke 3 , karena banjir dimana - mana .
Dina mengatakan tidak apa - apa , karena Dina juga tau , kantor banyak yang tutup .
Malam itu , Mereka mendengar suara angin sangat kuat , Nathan memeluk kedua putera mereka , Kedua putera mereka memeluk sang nenek , mereka gak mau nenek mereka ketakutan . Ibu Nathan memeluk kedua cucunya .
" Punya cucu sebaik ini , perlu apa lagi di dunia ini , semua Tuhan dengar doa ibu Al...ibu takut Nathan gak mau menikah , karena kamu memilih James , tapi semua punya jalan sendiri - sendiri ."
Ketika pagi datang , Alya merasakan sakit perutnya luar biasa .
Alya menyentuh wajah Nathan .
" Mas....sakit.....sepertinya sudah saatnya Alya melahirkan yaaang.....sakit.....".
Nathan pun gugup , Nathan segera bersih - bersih dan mengambil kunci mobilnya .
" Kenapa nak...ujar ibu yang baru bangun ".
" Bu...perut Alya sakit , sepertinya waktunya , ujar Nathan ".
" Pak Iwan aja yang bawa mobil nak....".
" Iya bu...titip twins ya bu...."
" Iya nak....".
" Pak...ini koper keperluan ibu, bapak dan baby nya , saya bawa ke mobil ."
Nathan menggendong Alya , mereka pun menuju rumah sakit .
🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment