Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Perhatian


__ADS_3

Jika melihat kesungguhan seseorang , lihatlah disaat kita sedang sakit , atau di saat kita sedang sedih , dia selalu ada buat kita , tidak meninggalkan kita , kawatir tentang keadaan kita .


Alya benar - benar istirahat , semua pengurusan Arjuna dan Bima berahlih ke ibu , baby sitter dan mbak Oni .Twins anak yang pengertian , mereka tidak membuat keributan , saling akur satu sama lain , kalau mau berlari - lari selalu di halaman belakang rumah .


Alya memandangi mereka , Alya sangat bosan , tetapi mau gimana lagi , demi kehamilannya . Pembawaan hamil beda - beda , itu selalu dokter katakan .


Alya dipeluk dari belakang oleh Nathan .


Nathan memandang dari kaca jendela , Nathan tau...Alya sedih tidak bisa menemani kedua twins berlari .


" Mau ke taman yaaang....?"


" Mau yaaaang ...biar gak sumpek....."


" Hasil USG bagus , dokter bilang , ada baiknya pakai kursi roda aja , tidak terasa usia baby kita sudah 9 bulan yaaang....".


" Iya mas.....".


Nathan mendorong kursi roda Alya , kedua puteranya menghampirinya Perlahan mencium wajah Alya .


" Lagi main apa nak....?"


" Main bola mi....".


Mereka kemudian mencium pipi Nathan .


" Mau main bola sama papi ? "


" Mauuuuu...," teriak mereka .


Nathan membawa kedua putera mereka ke arah yang lumayan jauh , bermain bola bersama .Nathan dan kedua kembar sudah sangat kotor .


" Yaaang...mas mandiin Arjuna dan Bima dulu ya...., mau di dalam atau disini aja ?" tanya Nathan.


" Disini aja duku mas.....".


Nathan bergegas memandikan Arjuna dan Bima , mereka memakai pakaian di bantu inu dan mbak Oni. Nathan pun mandi ke kamarnya , setelah bersih Nathan membuat jus alpukat , buat Alya .


" Kedua jagoan papi...ini ada jus alpukat , di minum ya nak...."


Nathan juga membuat untuk ibu , mbak Oni dan baby sitter , juga buat pak Iwan sang supir .


" Minum jus nya yaaang...ujar Nathan "


" Makasih mas....maaf...harusnya Alya yang mengurus mas...ini kebalikannya ."


" Jangan seperti itu yaaang...mas bahagia , bisa menikahimu , hidup denganmu , sehat selalu isterinya mas.....dedek bayinya juga sehat ...".


Ibu , Arjuan dan Bima pun datang .


" Hmmmm wangi banget anak mami....nenek udah kasi bedak ya nak...wangi...".


" Iya mi....nenek udah nolak balik cium...".


" Kedapatan dehhhh..." ujar ibu Nathan .


" Al...James mau jemput anak - anak nginap di rumahnya ."


" Ya mas....".


Terlihat James sudah menuju taman belakang .


Tatapan mata James masih sama , tatapan mata masih penuh dengan cinta , tapi James menahan perasaannya , James tau....semua kesalahannya .


" Pa...."


Kedua twins memeluk James .


Nathan mendorong kursi roda Alya , menghampiri James .

__ADS_1


" Apa kabar James.....," ujar Nathan .


" Baik.....".


" Bagaimana kesehatan mu Al ? "


" Masih seprti ini mas , bedrest ...".


" Mas bawa anak - anak ya Al....".


" Ya mas....".


" Arjuna dan Bima jangan lari - lari ya nak , pegang tangan papa , juga jangan rewel , jadi anak baik ya nak...."


" Iya mi....." ujar mereka .


" Mereka gak pernah merepotkan Al...', anak - anak yang baik ."


Arjuna dan Bima memeluk mami nya .


" Kalian tumbuh menjadi anak pengertian dan peduli , Alya saja seperti ini , mereka bisa makan sendiri , mijitin kaki , beri air minum , anak -anak yang baik."


James pun membawa kedua twins ke mansion mama nya . Sejak twins pernah hampir terjatuh dari balkon apartemen , James memutuskan pindah ke mansion mama dan papa nya , agar lebih aman buat anak - anaknya . James pada saat kejadian merasa jantungnya mau berhenti, sejak saat itu balkon di tutup habis , tetapi James memutuskan tinggal di mansion orangtuanya , karena orangtuanya juga selalu merindukan twins .


Waktu pun berlalu , Dina sudah tidak memakai kursi roda lagi, kandungan Alya tinggal menunggu masa kelahiran . Alya memutuskan melahirkan normal , karena jarak kelahiran twins juga 2 tahunan lebih .


Kedua twins sedang ujian , Nathan mengajari mereka belajar , Arjuna dan Bima sangat pintar dan selalu di kagumi para orangtua karena kebaikan dan sopan santun mereka .


Alya sangat bahagia , Nathan sangat baik dan menyayangi puteranya , ibu juga , sangat menyayangi Arjuna dan Bima.


Alya berharap , pertumbuhan anak nya , semakin besar , tidak pernah berubah .


Pagi itu, hujan deras di sertai badai , Kedua twins dan Nathan sudah pergi , Nathan mengantar anak -anak ke sekolah .Tidak lama kemudian hujan dan badai pun melanda .


Alya terlihat cemas , sambil memegang perut nya .


" Bu...hujan nya sangat deras , bagaimana mas dan anak - anak ya bu...Alya cemas.....".


" Pakai jaket nak...., udara dingin."


" Bu....Alya cemas....".


" Kita doa nak.....".


Tidak lama kemudian , Alya mendengar suara mobil memasuki halaman rumah , terlihat Nathan menggendong Arjuna .


Kemudian menggendong Bima dengan menggunakan payung .


Alya lega, anak -anaknya sudah tiba bersama sang suami .


Baju kedua anaknya basah , baju Nathan juga


Mandi nak....biar ibu dan bi Oni mengurus Twins , mandilah nak .


" Iya bu...sekolah gak buka bu....banyak pohon tumbang dan banjir dimana -mana ".


" Kalian pulang dengan selamat , ibu sudah senang nak , Alya sangat cemas ".


" Mandi nak...ibu juga bergegas membawa anak - anak mandi ".


Mereka susah di mandikan air hangat , baby sitter memberikan susu buat kedua twins .


" Kalian takut ya nak tadi..., " tanya Nathan .


" Sedikit pi...," ujar Arjuna .


Nathan memeluk mereka berdua.


" Bima apa takut tadi ? "

__ADS_1


" Gak pi...papi kan sayang sama kami....papi selalu melindungi kami ."


Mata Alya berkaca - kaca .Alya memeluk Nathan .


Inilah bahagianya , saat suaminya , mertuanya menyayangi mereka .


" Kenapa nangis sayangnya mas....".


" Mas sangat tulus menyayangi anak - anak...


maksih..., " ujar Alya .


Ibu tersenyum .


" Kamu gak tau nak....Papi nya Nathan juga sangat baik . Ketika mama hamil Nathan , dia menerima mama apa adanya . Nathan sama seperti papa nya , duplikat . "


Baju Alya keliatan bergerak gerak .


Nathan perlahan mengusap perut Alya .


" Aktif banget baby girl nya ya yaaang....".


" Iya mas.....".


Nathan mengusap pinggang Dina .


" Berbaring la nak...kamu sudah kesulitan tidur ."


" Iya ma....jangan sekarang lahiran ya ma...lagi banjir di mana - mana , susah....".


Suara halilintar begitu kuat , tidak lama kemudian lampu mati , Arjuna dan Bima takut dengan kegelapan , sama dengan sifat James . Nathan dan pak Iwan menhidupkan genset .


Mereka tidur di kamar super besar , kamar yang biasanya di pakai jika ngumpul - ngumpul keluarga . Laura teman Alya sudah pindah ke Canada , karena kepindahan suaminya , perusahaan sudah di bangun papa disini , jadi Laura sudah beberapa bulan di Canada .


Laura menelepon Dina , mengatakan banjir dimana - mana , Laura pulang menjagai twins nya dan anakn ke 3 , karena banjir dimana - mana .


Dina mengatakan tidak apa - apa , karena Dina juga tau , kantor banyak yang tutup .


Malam itu , Mereka mendengar suara angin sangat kuat , Nathan memeluk kedua putera mereka , Kedua putera mereka memeluk sang nenek , mereka gak mau nenek mereka ketakutan . Ibu Nathan memeluk kedua cucunya .


" Punya cucu sebaik ini , perlu apa lagi di dunia ini , semua Tuhan dengar doa ibu Al...ibu takut Nathan gak mau menikah , karena kamu memilih James , tapi semua punya jalan sendiri - sendiri ."


Ketika pagi datang , Alya merasakan sakit perutnya luar biasa .


Alya menyentuh wajah Nathan .


" Mas....sakit.....sepertinya sudah saatnya Alya melahirkan yaaang.....sakit.....".


Nathan pun gugup , Nathan segera bersih - bersih dan mengambil kunci mobilnya .


" Kenapa nak...ujar ibu yang baru bangun ".


" Bu...perut Alya sakit , sepertinya waktunya , ujar Nathan ".


" Pak Iwan aja yang bawa mobil nak....".


" Iya bu...titip twins ya bu...."


" Iya nak....".


" Pak...ini koper keperluan ibu, bapak dan baby nya , saya bawa ke mobil ."


Nathan menggendong Alya , mereka pun menuju rumah sakit .


🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️🙋‍♂️🙋‍♀️


Jangan lupa like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2