Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Sedih nya Seorang Nathan


__ADS_3

Pagi itu,suasana sudah sangat sibuk.Keluarga James sudah bersiap siap ,untuk persiapan ke sebuah Kapel gereja yang kecil.Pernikahan pertama Alya mendapat pengecualian,karena Alya mendapatkan KDRT sehingga pemberkatannyapun bisa dilakukan kembali setelah proses perceraiannya yang di setujui.


Pagi itu,terlihat Alya begitu cantik,dengan gaun putih yang sangat indah mengenakan wedding dres nya.


Alya di rias seorang MUA utusan dari keluarga James.Terlihat papa dan nenek sibuk tersenyum memandang Alya.Sang nenek mengenakan dres cream dengan riasan sederhana.Di usianya yang sudah berumur,kecantikan nenek masih sangat kentara.Papa memakai tuxedo nya,sangat gagah dan pagi ini senyumannya merekah memandang anaknya akan menikahi pilihan hatinya.


Doanya tulus buat sang anak semata wayangnya,agar anaknya di limpahkan karunia di cinta,di sayangi suaminya,dan anaknya memiliki keluarga yang bahagia.


Mami sudah di kabari tentang pernikahan Alya.Namun maminya masih tetap memarahi Alya,mengatakan Nathan lebih baik,sehat,dan lebih menjanjikan saat ini.Kembali Alya menelam kekecewaannya.Kenapa mami nya masih saja pemaksa dan masih menilai segala hal dari materi.Alya sudah banyak mengalami kekecewaan karena maminya.Sampai sakit rasanya,sakit yang tidak bisa dia uraikan.Dia tidak ingin memnjadi sosok seperti maminya,dalam tekadnya.Jika kelak Dia memiliki anak.


Okelah menilai Nathan dari segi kesehatan,karena tidak ada orang tua yang mau ,anaknya menikah dengan pria yang pernah terkena penyakit kanker.Tetapi dalam penilaian materi,seseorang punya materi berlebih belum tentu bisa memberi kebahagiaan,contohnya Juan.Terkadang pria yang memiliki banyak materi,maka akan semakin banyak wanita mengelilinginya.Bahkan seorang pria akan goyah dalam hal kesetiaan perkawinannya.Namun....ada juga pria yang memiliki materi berlebih,namun bisa memegang teguh kesetiaan dan tubuhnya hanya buat isterinya seorang,tapi sangatlah jarang dimasa seperti ini.


Alya berharap,James salah satunya,pria yang setia dan bisa menepis semua godaan dunia.


Alya sudah mengirimkan undangan ke beberapa teman dekat nya.Juga kepada Nathan dan Ibunya.


Pagi itu,Nathan dan ibunya datang ke kediaman Alya.Nathan terpukau dengan kecantikan yang Alya miliki.Dres putih begitu indah Alya kenakan.Sebuah senyuman tulus Nathan berikan untuk orang yang dia sayangi dan akan selalu dia sayangi walau hanya dalam hatinya.


Ibu Nathan memegang kedua tangan Alya.Kemudian memeluk Alya dengan erat.Terlihat matanya sembab.


"Ibu...doakan kebahagiaan anakmu,ujar Alya.Ibu Nathan sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri."


Alya teringat,dulu ibu nya Nathan selalu membuat bekal double buat Nathan dan dirinya.Walau hidup mereka sangat sederhana,tetapi keluarga Nathan dilimpahi kasih sayang.Apalagi Setelah Nathan kehilangan adik perempuannya di bawah umur Alya.Semakin sayanglah ibunya Nathan pada Alya.


"Kalau kamu tidak bahagia,ingat masih ada Nathanmu nak.Kenapa hatimu bisa berubah?kenapa ...kamu masih mengjngat kuka yang mamimu torehkan,sedangkan luka itu sudah hilang dari ingatan Nathan,harusnya semua itu juga kamu hilangkan.Ibu menyanggupkan diri melihatmu hari ini,karena aku ibumu,dan akan selalu seperti itu.Kami akan selalu menyayangimu.Apa kamu tidak mau hidup bersama Nathan nak?tanya sang ibu dengan derai air matanya."


Nathan terlihat membuang wajahnya ke arah lain,saat Alya menatap ke arah Nathan.Kedua mata Nathan sudah berkaca kaca.Sungguh sangat sulit buatnya dan teramat berat melepaskan wanita yang sangat sangat dia cintai.

__ADS_1


"Ibu....percayalah...akan ada seorang wanita yang lebih layak buat Nathan.Maaf bu....James memerlukan diriku. Dan Alya pun sangat mencintainya.Apapun ke depannya kelak,doakanlah Alya ibu,James dan Alya mempunyai waktu yang banyak,dilimpahi kesehatan.Sebenarnya Alya selalu dibayangi penyakitnya terdahulu,tetapi Alya akan berjuang bersamanya.Dia ada di saat cinta Alya dan Nathan sudah berakhir.Sosoknya menemani keterpurukan Alya.Alya sangat mencintainya bu."


"Bahagia selalu anakku...kau tetap akan menjadi anakku.Ingat selalu ibumu ini nak,ingat selalu mas mu."


"Walau kau bukan menantu ku sekarang ataupun kelak,ini pakailah gelang dan rantai yang mengingatkanmu pada ibumu ini.Dulu ibu akan memberikannya pada Tika adiknya Nathan.Tetapj dia sudah tiada nak.Kamu anak ibu....ibu Nathan pun menangis dan memeluk Alya."


Alya memeluk ibu Nathan.


Ibu Nathna menghapus air mata Alya.


"Berjanjilah kamu akan bahagia.Akan dilimpahi kebahagiaan.Ibu dengar Juan mencarimu lagj nak,hati hatilah.Dan kamu jangan tinggal di Paris."


"Iya bu...Alya sudah tau.Alya belum tau akan tinggal di mana."


"Ibu dan Nathan sudah tidak di Canada lagk nak.Polusi sangat banyak,ibu dan Nathan sudah 5 bulan tinggal di Swiss.Restoran Nathan disana juga sangat menjanjikan.Kalau ke Swiss singgalah ke rumah kami nak,ibu akan kembali besok pagi."


"Baiklah bu...."


Nathan hanya memeluk Alya,mengusap kepala Alya.


Tiada kata yang sanggup dia ucapkan pada wanita yang dia sayangi dan cintai.


"Mas akan mengantar kalian,mas sudah bilang sama papi semalam."


"Makasih mas...ujar Alya."


Mereka pun meluncur menuju Kapel kecil.

__ADS_1


Disana terlihat beberapa keluarga papa Alya,keluarga mama Alya dan keluarga Nathan.Tidak banyak undangan.Terlihat Juga Liana,Laura,si kembar dan Jane menjadi Bridesmaids.Terlihat Juga Teman nya James,ExelBrayan,Kendy,Lionel,Ruth dan Melani.


Semua teman James sudah menikah dan mempunyai anak.Ada gang sudah mempunyai anak 2 ,ada yang satu,bahkan ada yang 3.Ruth sendiri yang belum menikah.Juga ada seorang wanita bernama Elisa berbicara dengan keluarga James.


Alya baru kali ini bertemu dengan teman teman James.Alya sangat terkejut melihat tatap mata Ruth tidak lepas dari wajah James.Ada rasa yang sangat mengganggu dalam hati Alya.Alya sangat peka jika seseorang memiliki perasaan ,tatapan matanya sangat beda.Sama dengan tatapan mata Nathan. Tatapan mata Elisa juga demikian.Alya merasa dadanya begitu begemuruh ,rasa penghianatan silih bergabti.Kilas balik rentetan kejadian masa lampau.Keringat Alya pun bercucuran.


"Al....are you okey?tanya Nathan".


"Mas....kenapa hari ini...aku merasa sangat kawatir.Kilas balik wanita yang dalam pernikahan ku dulu kembali menghantuiku.Aku sudah di nyatakan eembuh,tapi kenapa ketakutanku kembali ketika hendak melangkah."


"Hal itu wajar saja Al....tenanglah.Saat nya kamu sebentar lagi melangkah.Jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini,mas siap sedia melarikanmu,ujar Nathan tersenyum manis"


Alya pun tersenyum dengan kata kata Nathan.Semakin rileks dan berusaha menahan kegugupan dan bayangan masa lalunya.MC memulai kata sambutan.Kemudian Alya masih berdiri di depan pintu gereja,tangannya dalam genggaman papjnya.


"Apa kamu yakin nak?tanya sang papi".


Nathan juga tidak lepas menatap wajah Alya.Terlihat ibu Nathan kembali menghapus air matanya.


Alya memeluk menenangkan sang ibu.


Bermacam macam perasaannya pada saat ini.Alya menghembuskan nafasnya.Apapun pilihannya,dia sudah memilih.Tidak akan ada seorangpun bisa mengetahui kejadian di masa yang akan datang.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


happy reading guyss


jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2