
Alya memulai kembali,hari ke 4 pengerjaan apartemen Mark dan juga kanyor Mark.Mark menyukai sosok Alya.
Tapi Mark tau,Alya sudah menikah.Mengagumi hasil setiap proses dekor yang Alya lakukan.
James menemani Alya.Siang itu Alya berkutat dengan arsiteknya Bramantio.Alya total melakukan pekerjaannya.Mark menyerahkan semua proses pengerjaan pada Alya.Sesekali Alya mengkonfirmasi pada Mark setiap pengerjaan.
James sibuk juga berkutat dengan laptopnya di sebuah ruangan yang menjadi markas Alya dan pekerjanya.
Liana membantu Alya dalam proyek ini.
Siang itu,Alya pergi bersama Bramantio.Menyempurnakan desain apartemen Mark.
"Mas....Alya ke apartemen Mark dulu ya,bareng Bramantio dan Daniela,ujar Alya."
"Mas apa ikut?tanya James."
"Gak usah mas.Bentar aja kok mas,ujar Alya."
James mengecup pipi Alya.
"Hati hati ya yaaang,ujar James."
Pekerja lainnya sibuk mengerjakan renovasi kantor Mark.Mark dan pekerjanya sementara pi dah di gedung B.
Alya dan Daniela serta Bramantio membahas beberapa hal.
Sambil memasuki lift.
Ketika di lobi,Alya kelupaan membawa kertas sketsa pengerjaan apartemen.
"Bram...Ela....kalian tunggu bentar ya.Kertas nya ketinggalan di ruangan saya.Bentar ya saya ambil dulu,ujar Alya.
Alya kembali ke lift,menunggu beberapa saat,sekitar 7 menit ,baru lift terbuka.Alya pun masuk ke dalam lift.Alya mengangguk pada beberapa pekerja.
Akla membutuhkan waktu lebih banyak,karena pekerja bolak balik masuk ke lift.
Begitu merepotkan ,dalam hati Alya.Karena lupa dia jadi kerepotan,Alya pun keluar begitu pkntu lift terbuka.Dengan sepatu kets nya Alya melangkah menuju ruangannya.Alya heran mendengar suara wanita di dalam ruangannya.Ruangan itu dipakai oleh suaminya.Alya mengurungkan dirinya membuka pintu ruangan tersebut.Memang pintu ruangan itu agak rusak,kalau tidak ditekan,mau terbuka kembali.
"Mau dibantu mas....ujar seseorang".
"Tidak usah.Alya lagi di apartemen Mark."
"Iya mas...saya tau."
"Kenapa kamu di ruanhan saya.Silakan keluar,ujar James."
"Mas....ujar Liana."
Liana mendekat dan menyentuh pundak James.Liana sengaja mengenakan baju dengan iner rendah dan membuka blazernya.
memeluk James dari belakang.
Alya melihat itu semua dan menutup mulutnya terkejut dengan perbuatan Liana.
__ADS_1
Liana sudah lama menjadi sahabatnya.Alya termenung dan teringat perkataan Nathan.Pantasan Nathan tidak mau menerima sosok Liana.Ternyata dia bukan seorang teman yang baik.Bukan teman yang bisa di percaya sepenuhnya.
Alya sengaja membuka dan menyebabkan pintu terpental dan mengeluarkan bunyi yang keras.Alya melihat Liana terkejut dan berdiri menjauh dari James.
Alya hanya diam.Pergi ke sebuah laci meja,mengambil berkasnya.
Alya hanya diam dan bergegas keluar dari ruangan itu.Dengan langkah cepat,Alya menekan tombol lift dan lift pun terbuka.
Alya melihat sosok James bergegas mengejar Alya.Tetapi pintu lift sudah tertutup.Karena jam makan siang sudah selesai,lift dengan lancar turun ke lantai bawah.
"Maaf....Bram...kamu aja yang bawa mobil ya...ujar Alya."
Mereka pun memasuki mobil dan keluar dari basment kantor Mark.
"Bu...minum dulu.Kenapa wajah ibu pucat?tanya Daniela".
Alya meminum air pemberian Daniela.
Mereka pun sampai ke apartemen Mark.Setelah menatap pengerjaan yang berlangsung,Alya merasa puas.Kemudian Alya berujar pada Bramantio dan Daniela ,Alya menyerahkan kunci.Tolong bawa mobilnya ke kantor Mark.Dia akan naik taxi.
Bramantio dan Daniela pjn mengangguk.
Alya duduk di sebuah cafe,dimana dia merenung tentang kekecewaannya pada Liana.Alya jelas melihat kemeja Liana sangat terbuka.James menelepon Alya,Alya hanya me Silent kan handphonenya.
"Al....kamu dimana?"
"Al...kenapa handphone mas gak di angkat?"
"Kenapa di apartemen Mark hanya ada Danisa dan Bramantio.Kamu di mana yaaaaang?ujar James dalam Wa nya".
Alya berpikir jernih.Dia perlu bukti lebih mengenal mana sahabat dan mana musuhnya.Dia juga mau liat,sejauh mana James setia kepada janji suci pernikahan mereka.
Alya tidak mau membahas apapun.Dia harus tenang dalam menghadapi segala situasi.Penghianatan Juan menjadi pembelajaran buat Alya,bahwa tidak semua pria itu setia pada isterinya.Bahkan babyak pria sangat rapi menyimpan belangnya.Sangat baik di rumah,tetapi di luar melakukan hal yang tidak terpuji.
Alya menaiki sebuah taxi menuju apartemenya.
Alya singgah di sebuah supermarket.Membeli beberapa bahan belanjaan dan bahan kue dan puding serta stroberi.
Alya hanya berjalan kami,karena letak swalayan hanya di depan apartemen nya.
Alya memasuki lift dan menekan tombol apartemennya.
Alya menuju dapur,Dan memasak aneka puding dan dessert.
Ketika tersadar,James sudah berada di pantry di depan kitchen set.
"Cantikkk...ujar James."
__ADS_1
Alya menoleh dan tersenyum.
Jika Alya suntuk,dia sering memasak aneka puding dan dessert.
"Mas apa mau makan?tanya Alya".
"Mau...mas belum makn dari siang,ujar James".
"Mas...kenapa gak makan?ujar Alya menatap James gak suka".
"Mas gak memikirkan apapun.Mas takut kamu salah paham Al."
"Salah paham kenapa mas?ujar Alya pura -pura gak tau".
"Tadi di ruangan,mas gak berbuat apa apa Al...ujar James.Liana masuk bergitu saja,ujar James".
"Ooooo jawab Alya berusaha menekan perasaannya."
Alya fokus memasak.
memasak mie buat nya.
Alya memasak sayuran dan telur buat James.
"Yuk makan yaaang...ujar Alya."
"Kenapa makan mie yaaang...ujar James".
"Lagi pengen mas."
James hanya menatap Alya sambil memakan nasi nya.
Alya memasukkan dessert dan pudingnya di kulkas selesai masak tadi.
"Mas mau puding atau dessert?tanya Alya".
"Puding aja,ujar James".
Mereka makan puding bersama.
James mencuci pinring seperti biasanya.Sedangkan Alya melap meja makan.
Handphone Alya pun berbunyi.
Alya menatap layar handphonenya.
π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment