
Handphone Alya berbunyi.Sebuah nama ada di layar nya.
๐Hallo....
๐ya mas...
๐Kenapa pesan mas gak di balas Al....
๐Maaf Alya sibuk mas
๐Sudah makan?
๐Sudah mas.
๐Jaga kesehatan.
๐hmmmmmm.......
๐sudah dulu ya Al.
istirahatlah.
๐mas juga...ujar Alya.
๐Bye....
๐Bye mas.
"Siapa yang menelepon yaaang?tanya James cemburu".
"Mas Nathan mas,ujar Alya".
James terdiam.
James meraih tengkuk Alya,mencium Alya dengan lembut.
Ketika Alya melepas ciuman itu,kembali James memeluk pinggangnya,memberi ciuman di sekitar leher dan telinga Alya.
"Mas.....jangan....Alya gak mau...ujar Alya".
"Yaaaang....mas menginginkanmu...ujar James kamu candu yang sangat menggoda ,ujar James .James kembali mencumbui punggung Alya.Semakin lama sentuhan James memabukkan."
Desahan dan lu*atan James kembali ,James begitu ahli dan semakin membuat Alya melupakan rasa marahnya.Mereka saling bertautan,James begitu bertenaga dan penyatuan itu terjadi seperti malam yang sudah sudah.
Waktu menunjukkan pukul 2 pagi.Alya baru di bersihkan James.Senyuman James menghiasi bibirnya.Alya terlalu lelah untuk berpikir.
"Mas gak pernah menduakanmu Al....hanya kamu Alll...hanya kamu .Mas hidup saat ini karena kamu ada dalam hidup mas."
Air mata Alya menetes dan James memeluk Alya dengan erat.
Alya hanya diam.James mendekap Alya ,Alya berada di dada bidangnya.
__ADS_1
"Mas kapan cek up lagi?tanya Alya".
"Temani mas,bulan depan ,mas Cek up di China,ujar James."
"Apa harus ke China mas?tanya Alya.Biasa mas cek up di Swiss juga bisa,atau di Belanda.Ciina jauh mas."
"Mas ingin kita mengulang masa masa kita dulu,ujar James "
"Alya gak bisa mas.Bulan depan sudah disibukkan dengan proyek pembangunan di Pataya Thailand."
"Mas akan menemanimu disana ,ujar James."
Alya terlihat berpikir.
"Kenapa sayaannnng....ujar James".
"Pekerjaan mas gimana?ujar Alya"
"Kamu lihat disini,mas tetap bekerja,ujar James..Operasional di kantor ,papa yang melakukan.Mas juga bisa pulang pergi beberapa hari mencek dan membereskan segala sesuatu hal yang Urgent,ujar James."
"Terserah mas saja,setelah proyek ini selesai,Dion yang akan melakukan semua hal.Dan Alya hanya mencek saja.Tuan Mark sangat perfeksionis,syarat proyek ini bejalan harus Alya tangani sendiri,ujar Alya."
"Tidurlah yaang....ujar James melu*mat bibir indah isterinya kembali."
Alya pun membenamkan diri kembali ke dada bidang suaminya.Dalam dekapan James Alya perlahan tertidur.
Waktu sudah menujukkan pukul 9 pagi.Alya melihat di samping ranjangnga James sudah tidak ada.Alya pun berbenah dan akan menuju kantor Mark seperti biasa.
Di ruang tamu,Alya mendengar suara seorang wanita sedang berbincang dengan James suaminya.Perlahan Alya bersembunyi di balik lemari penyekat.
"Aku akan menunggumu nanti siang mas.Berjanjilah kita akan makan bersama.Apa masih ingat saat kita melewati waktu di kantor Alya.Ketika Alya disibukkan dengan proyek proyeknya,aku selalu menemanimu makan,ujar Liana dalam senyuman menggodanya."
"Jangan kamu ucapkan apapun.Kamu sudah tidak waras ujar James menahan amarahnya."
"Awalnya aku menganggapmu sebagi teman isteriku ,tapi kamu wanita iblis.Besar kepala.Kamu pikir aku sebodoh yang kamu anggap?tanya Alya."
"Ketika aku menggodamu,apa kamu bisa menolak?kamu hanya diam ketika aku mendekatimu.Kamu tidak menolak ku bukan,ujar Liana membelai dada bidang James."
James menepis tangan Liana.
"Kamu terlalu takut mengungkapkan pada isteri tercintamu bukan?terlalu kawatir dengan itu semua.Tenang mas....aku sangat lihai.Semua jadwalnya aku yang menyusunnya."
Alya terkejut dengan kebusukan seorang Liana.Alya me Wa Laura.Menyuruh laura mengirim file CCTV di area kantornya melalui email dari tahun lalu sampai sekarang.
Alya buat keterangan Urgent agar Laura menyelesaikannya segera.
Ketika James menjahui Liana,Liana kembali memeluk James dari belakang.James berusaha melepaskan dekapan itu.Liana tetap mempertahankan nya.
Dengan sekuat tenaga James menolak Liana hingga terpental menabrak sebuah meja di sudut ruangan.
"Jangan pernah menolakku seperti ini.Alya putih,aku juga.Dia terlalu kurus bukan,tubuhku lebih sexy dari dia,Ujar Liana dengan bangganya.Bahkan aku lebih menggairahkan dari dia.Kamu harus mencobanya mas....ujar Liana kembali mendekati James."
__ADS_1
"Perempuan penggoda,ujar James."
"Benar....aku sangat menggoda.Aku sudah lama mencintai Nathan,tapi Nathan menolak ku.Nathan sampai saat ini menggilai isterimu.Kamu hadir dan aku sangat tertarik dengan postur fisikmu yang membuat banyak wanita ingin dalam leguhan panjang sepanjang malam.Kamu begitu bergairah dan begitu kuat di atas ranjang"
"Kamu heran?aku mendengarkan pertarungan kalian di ruang istirahat Alya.Juga melihat caramu melakukan semuanya.Aku mendamba kamu melakukan hal yang sama terhadapku.Kalian selalu teledor terkadang lupa mengunci ruang pribadi,kamu begitu memanjakan Alya.Begitu memuaskan isterimu ".
"Kamu wanita siluman,kamu tidak punya moral melihat hubungan ku dengan isteriku James geram dan mencekik leher Alya.."
Alya berusaha menarik tangan James.Ketika terlepas Liana menjauh.
"Kamu tidak akan berhasil membuatku tersingkir dari kantor isterimu mas.Dia sahabat dekatku.Apapun yang kamu katakan,dia membutuhkanku.Bahkan saat kamu memintanya buat memecatku,dia tidak menanggapimu.Dengan bebasnya aku selalu bergerilya mendekatimu.Sampai menyentuh area sensitifmu.Walau kamu menolak dan menamparku,itu begitu menggairahkan.Aku akan terus berusaha .Lelaki yang mana yang tidak akan tergoda ,jika di beri santapan sempurna,ujar Liana."
"Kamu pikir semua pria seperti pikiranmu.Kamu sudah terbiasa melakukan sex bebas.Wanita sepertimu jangan harap bisa hidup bersama pria yang baik.Kamu tidak layak ujar James."
James membuka pintu apartemen dan keluar dari sana.
Beberapa saat kemudian,Alya pura pura turun dari lantai atas kamar,melangkah ke dapur.
"Hai Al....ujar Liana mendekati meja makan ruangan itu".
"Hai...kamu sudah lama datang?ujar Alya."
"Tidak...baru beberapa menit lalu,ujar Liana dalam kebohongannya."
"Kamu ada melihat mas James?ujar Alya".
"Dari tadi aku tidak melihatnya Al....ujar Liana berbohong."
"Hari ini kamu di kantor Mark saja ya Li....aku akan menyelesaikan finishing apartemen Mark,ujar Alya".
"Baiklah Al....aku sudah merampungkan jadwalmu.Dan aku akan kembali ke Swiss lusa,ujar Liana.Semua pekrjaan sudah aku selesaikan,Dion dan Laura sudah mencek nya."
"Kenapa terburu buru Li.Kamu disini aja dulu,ujar Alya."
"Baiklah...apapun itu terserah Al..ujar liana mengepalkan tangannya."
Semua itu tidak luput dari pengamatan Alya.
Alya memesan beberapa kamera tersembunyi pada Nathan.Dan menyuruh anak buah Nathan memasangnya di ruangan kerjanya.Alya berkilah takut proyek nya di salip lawan bisnisnya.Laptop Alya mengganti passwordnya.Alya memerintahkan Laura dan ahli IT mengunci semua data kantornya.
"La....aku pinjam laptop kamu bentar,ujar Alya."
Laura pun memberikan laptopnya.Laura tidak tau bahwa Alya jago dalam bidang IT.Dulu Nathan mengajarinya banyak hal,kemudian James juga mengajarinya.Keahlian itu tidak di ketahui siapapun.James melarangnya karena James bilang,semua itu harus Alya rahasiakan,sebagai senjatanya buat penghianat.Karena musuh paling mengerika. adalah musuh dari orang terdekat.
Alya mensadap semua isi laptop Laura hanya dalam 10 menit.
Alya menahan senyumannya dalam diamnya.
๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง๐ง
Jangan lupa like
__ADS_1
vote
koment