Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Curiga


__ADS_3

"Suamiku berselingkuh....dia menghianatiku,dia memberi kesempatan .Apa salah ku padanya...,apa kekuranganku


Bagai tak berdaya dalam badai


Berjuang sendiri dalam arus gelombang lautan


Bagai berjuang dan terhanyut mencari dataran.Mengharapkan sebuah cahaya yang menyelamatkanku.


Adakah hati dan jiwa memberi tempatku berteduh.


Aku harus bangkit ,jangan mereka mengetawaiku.aku harus mengontrol emosiku,ujar Laura menangis di hadapan Alya."


"Bagaimana bisa terjadi La?bukankah kalian jarang berselisih,saling menyayangi,menghormati dan pengertian.Kenapa bisa?ujar Alya siang itu di telepon."


"Aku gak tau Al....aku sadar ,aku seorang janda.Apa gunanya dia menikahiku Al...hanya untuk dia sia siakan.Kamu jangan gegabah,selidiki dulu,ujar Alya".


"La....suamimu menurut penikaianku bukan pria yang nakal,playboy,jahat.Jangan hanya karena foto kamu langsung percaya."


"Beri dia waktu buat bicara,beri ruang buat kalian bicara."


"Mertuamu baik,keluarga yang terhormat,rasanya sulit buat hal negatif La."


"Selesaikan baik -baik.Kamu jangan lari dan membawa si kembar.Baiknya kalian berdua selesaikan,kalau tidak ada titik temu baru melibatkan keluarga.Memang sulit rasanya menstabilkan emosi."


"Maaf La...aku belum bisa pulang.Tapi ingat,aku selalu ada untuk membantumu.Jangan pernah sungkan."


Alya termenung mendengar curhatan Laura.Alya berharap,suami Laura tidak terlibat perselingkuhan.


"Kenapa termenung Al...ujar James".


"Gak apa apa.mas...ujar Alya."


"Yuk jalan,ujar James."


Alya pun menukar pakaiannya.Memakai jas dan syalnya,demikian juga James.


Mereka turun dari apartemen.James menggenggam tangan Alya.


Menyusuri jalanan di Paris.Udara begitu dingin.

__ADS_1


"Mas gak kerja?tanya Alya".


"Kerja dari rumah yaaang."


"Yang menghandel kantor di Swiss siapa mas?tanya Alya".


"Papa...ujar James."


Tiba tiba hujan turun,Alya dan James berteduh di sebuah cafe.


Alya minum coffee,dan James memeluknya.


"Gimana mau pulang mas?tanya Alya,hujan deras".


"Bagaimana kalau kita naik taxi yaaang?ujar James."


"hmmmm...ujar Alya menatap dengan puppy eyes".


Taxi pun datang,James menggenggam tangan Alya sambil berlari memasuki taxi tersebut.


Sesampai di apartemen,Alya memasuki kamar mandi,Alya terkejut saata di bawah guyuran shower,sesosok tubuh memeluknya.


Alya menoleh.


"Hmmmm....mas menginginkanmu yaaang....James membalik tubuh Alya,mereka saling berhadap hadapan.James membetulkan rambut panjang Alya yang menutupi wajahnya.Perlahan James melu*at bibir tipis milik Alya.Alya memejamkan matanya.James meraih tengkuk leher Alya.Alya mendesah dalam dinginnya malam."


"Sudah malam yaaang.Nanti kita flu,ujar James.James memakaikan kimono di tubuh Alya setelah melap air di sekujur tubuh Alya."


James menggendong Alya.


Alya tersenyum melihat wajah merindu suaminya


Malam itu mereka saling melepaskan hasrat dalam diri mereka.


Belaian James memanjakan Alya.Membuai hingga Alya tertidur kelelahan.James memandang Alya.Menatap wajah istrinya.James memeluk Alya dalam dekapannya.


Hujan begitu deras.James bangun mengambil pakaian Alya.Alya setengah sadar hanya membuka matanya sedikit,rasa lelah mengantarkan Alya tetap terlelap.James begitu gemas melihat Alya.James kembali tersenyum,melihat isterinya kalau tidur selalu ke kiri atau ke kanan.Kalau tidur,selalu James peluk erat.James kawatir Alya akan terjatuh.Kalau cerita nenek,Alya sering terjatuh kalau sedang tidur.Kamar mereka James lapis dengan karpet lumayan tebal,agar kalau Alya terjatuh,ada ambal.


Malam itu,Alya sangat nyenyak tertidur.Ketika subuh,James terbangun.Alya mengigau keringatnya membanjiri wajahnya.

__ADS_1


"Jangan.....aku gak mau bertemu dengan nya La...aku takut...ujar Alya dalam igauannya."


"Tidak....aku tidak mau,pergi...ujar Alya."


James menghapus keringat di dahi Alya.


"Yaaang....yaaaang....ujar James."


Alya menjerit kuat,kemudian terbangun.


James memeluk Alya.


Alya menangis dalam pelukan James.


"Kamu gak cerita sama mas?kamu ketemu siapa Al....ujar James."


Alya menunduk.


"Alya bertemu dengan Juan,beberapa waktu lalu mas."


"Apaaaa?ujar Juan terkejut".


Alya kembali menangis memeluk James dengan manja.


"Apa yang dikatakannya padamu sayaaang?tanya James".


"Alya takut mas.....melihatnya pun gak mau."


James memeluk Alya.


Hubungi dia,begitu kita sampai di Swiss.Jangan menghindarinya.Kita akan bicara dengannya,ujar James.


"Mas....dia bukan orang yang bisa di ajak bicara bersama."


James meremas rambutnya.Mengambil handphone nya,kemudian menelepon papa Richland.


🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃


Jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2