
Aku kembali menjalankan perusahaan milik kakekku.
Aku menemui papi,kami banyak bertukar pikiran.Keadaan papi sudah jauh lebih baik.Nenek dan papi satu rumah kembali.Aku kembali harus mengelola perusahaan di Paris setelah 6 bulan di Solo.Dan sesekali ke Paris mengecek pekerjaan asisten kepercayaanku.
Tetapi aku sudah menjual apartemenku di Paris .Dan pindah ke apartemen yang baru.Masih seputaran dengan background menara Eiffel yang ku sukai.
Kesibukan ku pun kembali.Banyak kontrak yang berhasil ku perjuangkan.Banyak yang ku benahi ulang.Sejak kepergianku,papa terlalu banyak menjalankan perusahaannya,fokusnya hilang pada perusahaan di Paris.Karena memang rumit mendapatkan job job memenangkan tender pembangunan hotel dan apartemen.
Malam ini,aku ingin makan di sebuah tempat istimewah.Ingin memanjakan diriku.Aku tidak tau bagaimana kabar Jane dan James.Yang aku tau flat mereka kosong.Petugas memberitahukanku mereka sudah lama tidak menempati apartemen mereka.
Malam itu sangat dingin,salju turun di mana mana.Aku berjalan menggunakan sebuah payung.Ku memasuki sebuah restoran.Memesan steak dan minuman soda.
Sesekali bolehlah minum,pikirku.Sejak James sakit,aku sudah menjaga pola hidup sehat.
Aku benar benar merindukan sosok James.Tapi aku sadar...jika dia menginginkanku...dia akan mencariku.Mungkin aku tidak berarti buatnya.Aku masih memakai topi hitamku.Menikmati potongan steak.
Ketika sudah selesai makan,aku pergi ke toilet.Aku melintasi sebuah ruangan privat room.Aku melihat sosok Nathan bersama dengan seorang perempuan.
Nathan masih sering menemuiku,dia masih sering melamarku.Dan hubungan kami seperti kabut tak tau berujung kemana.Karena penolakanku tidak pernah dia terima.
Saat ini Aku melihatnya sangat mesra dengan seorang wanita .Aku membayar makanan ku dan menunggu di mobil.Dalam pikiranku berkecamuk.Apakah rasa cintanya sama dengan yang Juan lakukan?apa hanya sandiwara?kekepoanku pun kembali.
Akhirnya Nathan dan wanita itu keluar dari restoran.Mereka memasuki mobil.Aku membuntuti mereka.
Apakah seorang Nathan sudah berubah karena keberhasilannya saat ini?apakah itu pacarnya atau hanya perempuan semalamnya saja?
Mereka memasuki satu apartemen.Kebetulan aku sering datang kesana, karena asistenku tinggal di apartemen yang sama.Berkilah menemui asistenku.Aku bisa menyusul mereka.
Aku menyuruh seseorang menyelidiki Nathan ,memberi foto fotonya.
Beberapa jam kemudian,aku melihat Nathan keluar dari apartemen itu dan pergi ke apartemen lain.
Terlalu misteri bagiku kehidupannya.
tak sesederhana yang selama ini dilihat.
Beberapa hari kemudian,aku mendapat info akurat.Wanita bersama Nathan adalah sepupu nya.Bukan pacarnya.Nathan sudah hampir 2tahun lebih menjalankan restoran nya di Paris.Ada 3 tempat restorannya di Paris.
Nathan pria single,hidupnya sangat bersih dari sex bebas.Perasaanku lega membaca itu semua.
Banyak wanita menyukai Nathan.Bahkan mengejar ngejarnya.Aku tersenyum pesona Nathan sebaik itu saat ini.Ada perasaan bahagia dia menjalani hidupnya dengan baik.Aku lega karena orang yang ku pekerjakan orang yang bukan sembarangan.
Aku memasuki sebuah supermarket.Isi kulkas ku kosong.Biasanya aku berbelanja di malam hari.Tetapi pagi ini aku sangat ingin berjalan jalan,siang nanti aku akan nonton di sebuah mall.Malam nanti aku akan pergi ke sebuah Villa dekat danau.Villa milik sepupuku.
Aku mengambil aneka buah,mengambil beberapa pack daging ayam,daging sapi dan beberapa pack ikan.
Aku mengambil sayuran wortel,kentang,sayuran hijau.Saat mengambil itu semua memoryku teringat akan kebersamaanku dengan James.Dulu kami selalu berebutan mengisi keranjang.Setelah James hanya rawat jalan.Aku sangat merindukannya.Terkadang menangis karena menahan rinduku.Ku hapus air mataku.Aku sadar....aku bukan siapa siapa.Memang beginilah takdirku...seorang janda tapi masih gadis tak tersentuh.Seorang gadis tapi sudah janda.Ketika aku mencintai seseorang,pria itu pergi dengan hinaan mamiku,saat itu perasaanku terpenjara dengannya."
Tapi semua rasa itu hancur berkeping keping saat aku kembali ,rasa kami masih ada,tapi dinding es yang tebal telah terbangun.Aku sadar bersamanya akan mengungkit kisah kesedihan nya.Padahal dia tidak memikirkannya lagi,tapi aku tidak bisa.Ketika aku merawat James,Aku teringat ,pada masa sebelum menikah dengan Juan...aku juga sudah mencintai James.
__ADS_1
Kisah itu kembali terulang,perasaanku tekan,tapi berkembang kembali .Semua kisah cintaku kandas.Aku menerimanya.Aku sering mengunjungi panti asuhan.Melihat bayi bayi disana.Ingin mengadopsi anak.Aku sudah menanyai syarat syarat apa saja.
Mungkin ada baiknya aku tak perlu menikah lagi.Menjadi seorang ibu tidaklah harus menikah.
Aku merayu nenek ku dan papi agar mengijinkanku mengadopsi seorang bayi perempuan.
Mereka belum menyetujuinya.
Sebuah tangan menarik jaket panjangku,aku melihat sesosok anak berumur 2tahunan lebih,anak perempuan yang sangat cantik.
Aku berjongkok.
Sang anak memelukku.
Aku pun memeluknya kembali.Wajah ini sangat mirip dengan Jane.Aku terkesima.
Saat Aku menegadah....ku lihat sosok Jane.
Air mata Jane basah di pipinya.
Dia berjongkok memeluk ku dengan tangisan lumayan besar suaranya.
Jane tidak peduli orang orang melihat ke arah kami.Aku pun tersenyum.
"Kamu tukang menghilang,kemana aja?kamu raip tak berbekas ujarnya."
"Tugasku sudah selesai Jane.Jadi aku harus ke tugas yang baru bukan ?ujarku tersenyum".
"Benar Aunty...ujar Eline bertepuk tangan."
"Eline tau ini siapa?tanya Jane".
"Dia Aunty Alya....".
"Aunty Alya teman mami,teman uncle James.Aunty yang ada fotonya menggendong Eline waktu kecil.Aunty yang menghilang dan tak berbekas seperti ocehan mami sehari -hari".
Alis Alya berkerut.
""Akhir kata kata Eline tidak nyaman buatku Jane...ujar Alya membuat wajah marah".
"Kamu tinggal di mana sekarang?tanya Alya.Apartemenmu sudah tidak berpenghuni sejak lama.Demikian juga apartemen James,ujar Alya".
"Kita selesaikan dulu belanja.Dan aku akan menemanimu mengantarkan kamu ke apartemenmu.Sisanya baru kita lanjutkan berdua,bagaimana Al?"
"Baiklah".
"Kita antar dulu Eline.Dan sesudah itu kita ke tempatku."
"Okey...jawab Jane".
__ADS_1
"Emak emak belanjaannya banyak ya.Beda sama janda tanpa anak,ujar Alya."
"Jane tertawa."
Mereka mengantarkan Eline ke sebuah rumah lumayan besar.Aku sempat bertengkar dengan Jane,karena aku ngotot hanya mau menunggunya di mobil saja.Dan akhirnya Jane mengalah.Beberapa menit kemudian Jane sudah berganti pakaian dan memasuki mobil ku.
Aku melajukan mobil ku,menyusuri jalan.
"Kapan kamu kembali?tanya Jane memecahkan kesunyian di antara kami".
"6 bulan yang lalu,ujar ku".
"Papamu menjual apartemenmu".
"Iya....ujarku."
Aku menghentikan mobilku di salah satu apartemen yang berseberangan dengan apartemen lama.
"Kamu masih minat tinggal di seputatan ini,ujar Jane sambil tertawa."
"Hanya ganti suasana yang lebih berkelas dan lebih baru,ujar ku tertawa".
"Yuk Jane,sekalian tolong angkatin belanjaan,tawaku kembali ,kami tertawa berbarengan.Begitulah kami kalau sudah bertemu."
Jane memandangi desain apartemenku.Dominan warna hitam.
"Seram banget apartemen cewek hitam melulu,ujar Jane."
Warna ini ter inspirasi dari mantan pacarku dulu.Saat kehidupan baru dia peroleh,dia sukses dan aku pernah kan ke Canada bersamanya.Saat itu aku masih berpengharapan dalam hidup.Aku menyuruhnya menambah warna dalam apartemennya.Saat semuanya tiada berujung,aku memutuskan ternyata warna hitam tidak terlalu buruk juga.
Alya memasukkan belanjaannya ke dalam lemari pendingin.Daging dia masukkan di freezernya.
"Kenapa pergi?ujar Jane menatap tajam padaku".
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Happy reading guysss
like
koment
vote
__ADS_1
IG Christian lenny elisabeth