Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Aku dan Dirinya


__ADS_3

"Jalan pikiranmu tak kumengerti Al....ujar sebuah suara."


"Jangan mencoba mengerti Jane.Aku menolong James tulus.Karena dia memang membutuhkanku.Tapi aku tidak harus kan memaksanya menikahi ku,terlalu mendamba kali,dan terlalu halu sehingga berhalusinasinujar Alya".


"Jika James memang tulus mencintaimu, reaksimu seperti apa Al?jika James benar benar meragu karena takut kamu menjahuinya,bagaimana menurutmu?"


"Sudah...jangan bahas.Biarkan saja takdir bekerja.Buktinya tadi kita bertemu karena takdir bukan?ujar Alya tersenyum."


"Kamu melarangku memberitahu keberadaanmu?"


"Yes.....".


"Why Al?ujar Jane".


"Biarkan takdir berbicara,okey....".


"Aku menentangmu mengadopsi anak dan hidup sendiri.Kamu harus tunjukkan pada Juan kamu tidak hancur karenanya.Terlalu pogah dia melihatmu tidak menikah.Dia akan ke geeran kamu gagal move on.Hallo Al....kamu itu harus punya baby kembar dari seorang suami yang baik.Kalau bukan James,ada Nathan pilihanmu.Pikirkan kata Jane.Siapapun pilihanmu,pasti yang terbaik.Kamu sahabatku.Aku ingin kamu bahagia."


"Aku sebenarnya tau kamu akan memiih siapa.Tapi biarkan takdir berbicara,kekehan Jane ".


"Kamu sama aja seperti nenek dan papi.Ruwet."


"Tapi kata katamu benar.Tahun ini Juan keluar dari jeruji besi.Aku mendapat kabar dari pengacara papi."


"Apa?????ujar Jane".


"Tapi aku sedikit tenang.Jika dia menganiaya ku kembali,penjara seumur hidup akan mendapat hukuman seumur hidup."


"Kamu gak pulang?ujar Alya".


"Kamu ngusir?ujar Jane"


"Udah Sore.Eline harus kamu perhatiin.Jangan karena aku,kamu melupakan tugasmu jadi mami".


"Baiklah...aku bisa bayangkan.Kamu akan menjadi mami yang lembut,penyayang dan perhatian".


"Pujian mu menghina.Anak dari hongkong.Suami tak punya ,gimana punya anak.Kalau adopsi anakpun dilarang,ujar Alya".


"Udah...buruan pulang.Alya memberi 1kotak cokelat kesukaannya."


"Titip buat Eline.Jangan coba coba makan.Ini cokelat bukan sembarang cokelat.Liited edision.hanya di produksi 1 tahun 2 kali saja.Ingat...ini buat Eline bukan buat emak Eline.Dimakan banyak gak akan buat panas dalam.cokelat ini banyak vitamin nya.Pembuatannya bagus."


"Kamu pasti banyak menyimpannya kan🀣kebiasaan dari kapan?"


"Yang memproduksi cokelat ini teman papiku.Sejak kecil cokelat ini sangat aku sukai.Sampai sekarang papi selalu mengirimi ku dan stok ku lumayan banyak.Liat nihhhh.....ini hanya buat ku dan ponakanku Eline.Kamu hanya boleh cicipi nih 2 bungkus saja,ujar Alya".


"Pelit banget kamu Al..."


"Dari dulu cokelatmu selalu pelit kamu beri."


"Ku pulang dulu ya...ujar Jane".


"Handphonemu sini.....ujar Jane".


"Ingat....jangan memberikan pada James atau pada siapapun."


"Ya....aku janji.Biarkan Takdir berbicara bukan?ujar Jane menutup mulutnya."

__ADS_1


"That's Right".


Sepulang Jane,aku melirik jam tanganku.Aku mandi,memakai hoodie ku.


Aku mengambil kunci mobil dan menuju ke sebuah mall.Apa lagi kalau bukan menonton film midnight.Yah....kalau dulu aku suka film action,saat bersama James ,aku jadi kecanduan menonton film romantis dan komedi.


Aku membeli tiket,popcorn dan soda.Kebetulan banget,pintu teater sudah di buka.Aku selalu mengambil posisi duduk di tengah dan duduk paling belakang.Sudah 6 bulanan sejak balik ke Paris aku melakukan hal hal yang aku sukai.Minggu depan aku akan berangkat ke Italy.Aku akan menonton secara langsung motor GP di sirkuit Misano.


Sepupuku mengajariku mengendarai sepeda motor sport.Dia sepupu jauh dari papa.Namanya Leo,dia sepupuku terbaik.


Saat liburan,dari SMP kami sudah sibuk balapan.Balapan hanya di sirkuit di kediaman orangtua Leo.


Kadang aku kalah,kadang aku menang.


Saat ini,aku kembali sering menggunakan sepeda motor sport.Karena salah satu pegawaiku memiliki sepeda moto


sport yang lumayan keren.Jika aku lagi eror,ide mentok,pasti aku tukaran dengan Pegawaiku.Mungkin dia makan hati punya bos seprtiku,hehehehehe.


Nenek bilang,Leo pindah ke Luksemburg.Leo sudah memutuskan mengelola hotel papa nya di sana.


Aku me Wa Leo.


"Malam....blo...ganggu?"


"Tidak Al...maaf....aku masih sibuk,belum bisa mengunjungi mu."


"Somse dehhhh Leo ku.....Masih suka koleksi sepeda motor sport?tanyaku".


"Masih....ada 6.Barusan dapat dari perlombaan dengan teman.Kenapa Al?"


"Aku boleh pinjam 1 gak Bro?beli gak di ijinkan ibu Suri dan Baginda Chris".


"Beneran ngasih gak minjam?Tanya Alya".


"Beneran ...tapi janji jangan ngebut dan fokus.Jangan ketahuan sama ibu suri dan Baginda Chris,nanti kena sita."


"Makacihhh blo.Oke...oke...warna apa yang blo kasi".


"Warna Black la.Kamu kan suka warna black".


"Makasih sepupukuuuuu".


"Hmmmm....sama sama."


"Bye...."


"Bye...."


Yey.....gak minjam lagi.Besok pasti sudah sampai sepeda motor sport ku.


Aku pun mengganti piyama dan ku pun tidur.


Penampilanku pagi ini.membuat pegawaiku terheran heran.


"Mau kemana bu?ujar Asistenku".


"Hari ini kita ada pertemuan dengan klien kan?tanyaku"

__ADS_1


"Ibu kenapa berpenampilan begini?tanya asistenku".


"Kita kan hanya menuju proyek,dekat aja kan?tanyaku pada asistenku Melan."


"Iya bu,30 menitan dari sini."


"Jam 3 sore bu,ujar nya".


"Nanti order aku makanan ya Mel,kita makan disini aja."


Aku memeriksa beberapa berkas.Sudah pukul 12 siang.Melani pun memasuki ruangan.


"Bu...di bawah ada sepeda motor sport baru,dia minta tanda tangan ibu."


"Mel...panggil teknisi sepeda motor.Dayang segera."


"Ba...baik bu...ujar Melani".


Alya turun menggunakan lift direktur,Alya tersenyum melihat hadiah dari sepupu jauhnya Leo.


Alya menandatangani berkas yang di berikan petugas jasa pengangkutan.


Sepeda motor sport yang waw...nilainya ratusan juta.


"Pak....tolong di jaga ya.Ini akan tinggal di kantor dengan mobil sport saya yang hitam."


"Baik bu."


"Kalau di tanya ini milik siapa,bilang aja milik klien ."


"Beres bu."


Beberapa orang teknisi mengecek laju dan menyetel sepeda motor tersebut.


"Sudah ready bu buat di naiki,ujar sang teknisi.Bensin nya juga sudah di isi bu".


"Kalian di butuhkan untuk service berkala.Saya udah info pada bos kalian."


"Baik bu...ujar mereka pamit."


"Mel....apa kamu mau aku bonceng".


"Gak berani bu takut,kasian kembar kalau maminya kenapa kenapa."


"Kamu bisa kan bawa mobil?"


"Bisa bu...uhar Melan".


"Kamu nanti naik mobil saya dengan asisten Riky".


"Trus ibu?"


"Saya datang dengan naik ini....Alya tersenyum bahagia menepuk tempat duduk Sepeda motor sportnya."


πŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈ


jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2