
" Tidak akan pernah ada kata lelah Al....karena mas mengakui kesalahan mas , beri mas kesempatan memperbaiki hidup . "
" Aku tidak bisa mas....setiap melihatmu , yang ada hanya memandang ciumanmu bersama wanita itu . Apa layak aku menerima penghianatanmu selama ini . Waktu mu lebih banyak bersama nya dari pada bersama anak dan isterimu . Sekarang kamu bebas . Jika kamu masib punya hati , tanda tangan lah perceraian kita , setujui di pengadilan , jangan mempersulit .
Ini permintaan ku yang terakhir. "
Alya berdiri dan berjalan memasuki mobil nya.
" Bu....kita mau kemana lagi? ," tanya sang supir .
" Kita singgah di rumah makan padang ya pak, nanti tolong beli 3 bungkus.Bapak punya 1 bungkus mau pakai apa ,bapak pesan aja,1 nya lagi buat Lily, dia suka pakai ikan bakar, kalau saya punya , pakai pergedel dan pakai ayam goreng ya pak , " ujar Alya .
Alya hanya menunggu di dalam mobil . Alya sengaja menunggu di dalam mobil , karena rumah makan padang itu milik Nathan. Alya sebisa mungkin menghindar dari Nathan . Walau Nathan semakin mendekatinya, ada trauma yang membekas dari perkawinan sebelumnya.
Usia kandungan Dina sudah delapan bulan, Nathan baru membeli rumah tepat di samping rumah nenek Dina.Dan sudah selesai direnovasi.
__ADS_1
Papa Dina sesekali mengunjungi Dina.
Dina mengganti pengacaranya, guna menyelesaikan perceraiannya dengan James.
Natahan tidak pernah memaksa hubungan nya dengan Alya . Nathan lebih memperhatikan Alya dan neneknya . Nathan hanya berkeras menemani Alya di kala memeriksakan kandungannya. Karena pernah handphone Alya tertinggal di mobil Nathan , ketika Nathan mengantarkan Alya cek kandungan . Nenek Alya akhir - akhir ini sering tidak sehat . Jadi Nathan menemani Alya . Ketika Alya hanya menyuruhnya menunggu di dalam mobil, dia pun melakukannya. Hanya karena mengantar handphone Alya yang ketinggalan, Nathan sangat sedih melihat Alya sendirian, sedangkan ibu - ibu lainnya di temani suami mereka . Alya hanya menunduk menatapi sepatunya. Dari saat itulah Nathan berkeras menemani Alya sampai ke ruangan pemeriksaan.Nathan sangat senang mendengar irama jantung baby twins , juga sangat senang mendengarkan dokter mengatakan kedua bayi kembar Alya sehat.
Flash back on
Alya sudah berusaha memaafkan James, tetapi selalu dirinya penuh kecurigaan ,apapun yang James lakukan ,dirinya selalu tidak nyaman. Selalu merasa....apa dia setia...dia kemana?sama siapa ? bertemu dengan siapa ? masa mediasi itu mereka lakukan, tapi Alya tidak mampu melaluinya . Ketika James berbaring di ranjang, dirinya seperti menolak keadaan itu , sangat tidak nyaman .
Alya teringat itu dilakukan James ketika 1 bulan setelah mereka berpisah . James mengetahui Alya di Canada dari Jane .
Tetapi , kelukaan itu sungguh besar pengaruhnya. Di abaikan suami , itu sangat menyakitkan , seperti kehadiran tidak pernah di anggap . Alya sangat bersyukur, twins nya tidaklah rewel. Hanya pegal yang selalu dia rasakan . Rejeki anaknya semakin mengalir, banyak proyek berjalan dengan baik . Padahal Alya sangat kawatir dengan masa depan anak - anaknya kelak seperti apa dengan ibu tunggal atau berstatus single parent.Tetapi Tuhan sangat baik, rejeki setiap anak mengalir tiada habisnya.
Flash back off
__ADS_1
Pak Arman supir kepercayaan nenek selama ini,sangat setia menemani hari - hari mereka .
Alya melihat pak Arman membawa pastik bugkusan nasi mereka.
Pak Arman tersenyum saat Alya mencium wangi makanan itu, pak Arman tau Alya sangat suka makan , Alya tergolong kurus mengalami kehamilan twins . Lily sering membawakan aneka cemilan yang dimasak mamanya, terkadang hanya sedikit yang bisa Alya makan. Nathan juga sering mengantar makanan, selera Alya sangat suka dan merindukan makanan Indonesia.
" Pak Nathan gak mau terima uang dari ibu. Pak Nathan bilang dia tulus memberikan nya pada ibu . Beliau sangat sibuk ya bu,banyak banget cewek -cewek mendekati beliau.....wajar ya bu...sukses, baik , tampan. Mama beliau juga baik."
" Bapak apa liat wanita -wanitanya?tanya Alya.Pasti cantik - cantik la ya pak...., " ujar Alya menahan gemuruh perasaan yang begitu tidak nyaman.
" Ada yang bule mbak,ada orang asia gitu , ada juga orang indonesia, mereka sangat agresif . Besok kita makan disana aja mbak, biar mbak liat . Jaman udah terbalik ya mbak, wanita yang ngejar -ngejar pria, " ujar pak Arman.
🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵
Jangan lupa like
__ADS_1
vote
koment